Pesona Aryanti

Pesona Aryanti
Kita akan bertemu lagi, saat rindu memanggil kita


__ADS_3

Kedua orang tua Aryanti dipanggil mereka berunding dan bermusyawarah bagaimana baiknya untuk penanganan selanjutnya anak-anak mereka Pak Daud dan Linda sebagai mediator keduanya menjadi penengah diantara keduanya dan sekalian orang tua Adrian memberitahukan hubungan serius anak-anak mereka terhadap orang tua Aryanti, karena kecelakaan ini semua berawal dari hubungan antara Aryanti dan Adrian.


Dikuatkan dengan pendapat Linda juga pendapat Pak Daud, kelihatan orang tua Aryanti mengerti dan bisa memahami.


"Kami mohon maaf terhadap keluarganya dek Aryanti atas kejadian ini dan semoga dek Aryanti juga memaafkan Adrian dan tidak mengganggu hubungan mereka selanjutnya"


Pak Daud mulai bicara mewakili keluarga Surapraja,Adrian hanya menunduk sambil bersandar di ranjang tempat tidurnya.


"Untuk kesehatan Mas Adrian akan dibawa ke Bandung sore ini untuk bisa segera ditangani dokter disana dan untuk dek Aryanti mungkin di sini saja dulu karena tidak ada hal-hal yang mencemaskan dan tidak ada diagnosa yang berlebihan dari dokter jadi dek Aryanti pemulihan di sini saja dulu sampai pulih saya sudah konsultasi dengan dokternya tadi dan bertanya soal kondisinya tidak terlalu mengkhawatirkan nanti kalau mau pulang ke Bandung bisa pulang kami antar bersama orangtuanya"


"Saya mengikuti bagaimana baiknya saja Pak"


Bapaknya Aryanti mengangguk mengiyakan.


Cuma Adrian yang tidak setuju dan melakukan protes keras terhadap kedua orang tuanya juga kepada Pak Daud.


"Aku aku nggak mau dibawa pulang ke Bandung kecuali Aryanti ikut juga bersama kita"


Semua orang bengong kaget dengan pernyataan Adrian orang tua Aryanti termasuk orang tuanya sendiri, lalu Ibunya menghampirinya sambil mengusap-usap pangkal lengan Adrian


"Adri, Aryanti itu masih lemah jangan dulu perjalanan jauh kasihan dia butuh istirahat total untuk bisa segera sembuh sedangkan kamu harus segera ditangani lihat itu hasil rontgen dari dokter kamu itu retak tulang rusuknya"


"Aku nggak mau ! biarin nunggu Aryanti pulih dulu lalu kita pergi sama sama, melihat kondisinya juga aku belum,Aku mau bicara sama dia untuk meluruskan kesalahpahaman kami"


"Iya kamu boleh bicara dulu sama dia nanti kita terus pamitan biar dia istirahat dulu sampai pulih, apa kamu tidak kasihan sama dia ?"

__ADS_1


"Bu aku nggak bisa pergi tanpa dia, aku nggak mau, dia butuh aku siapa yang akan mengurus dia menjaga dia di sini"


"Kamu juga kan sakit harus istirahat harus sembuh harus berobat jangankan untuk ngurus dia ngurus diri sendiri aja kamu tuh nggak bisa, apa yang kamu bisa lakukan untuk dia biarkan dia bersama orang tuanya,orang tuanya yang lebih tahu mana yang terbaik untuk anaknya"


"Pokoknya aku nggak mau ! Aku mau di sini saja...!"


"Cobalah bersikap dewasa sedikit Nak,Ibu mau lihat kamu itu dewasa dalam berpikir dalam tindakan dalam segala hal,coba kita nanti tanya pendapat Aryanti apa yang terbaik untuk kamu berobat disini yang tidak ada dokter spesialnya, atau berobat ke Bandung duluan nanti juga setelah pulih Aryanti juga nyusul sama orang tuanya pulang ke Bandung"


Habis akal Ibunya Adrian membujuk Adrian dengan cara apapun tetap nggak mau berobat diajak di Bandung dia kukuh pada pendiriannya ingin di sini, ingin dekat dengan Aryanti.


"Oke Mama izinkan kamu sekarang menemui Aryanti, bicaralah sama Aryanti, mintalah maaf, mintalah izin yang benar tapi ingat jangan memaksakan kehendak sendiri yang membuat dia tambah sakit"


Mamanya dibantu Linda dan Pak Daud juga mamahnya Aryanti menaikkan Adrian ke kursi roda lalu Linda mendorongnya ke kamar Aryanti,setelah sebelumnya ngetuk dulu pintu kamarnya, sampai di samping ranjang tempat tidur Aryanti lalu Linda keluar lagi dan menutup pintu membiarkan Adrian Aryanti di dalam berdua.


Aryanti tahu siapa yang datang tapi dia pura-pura tidur memejamkan kedua matanya,hatinya sakit dadanya sesak karena menahan tangisan,tak bisa di tahan airmata mengalir dari ujung matanya,Adrian mengusapnya tapi Aryanti memalingkan wajahnya.


Adrian meraih tangan Aryanti tapi Aryanti menariknya perlahan.


"Sayang apa kamu tak mau memaafkan aku.? apa yang bisa aku lakukan untukmu untuk bisa mendapat maaf mu ?"


"Pergi aku nggak mau melihat Mas...!"


"Sayang, jangan begitu jangan menyiksaku seperti itu..."


"Apa Mas pikir mas tidak menyiksa aku ? apa Mas pikir aku ini robot ? benda mati yang tidak punya perasaan ? Mas itu telah menjadi seorang penghianat sekarang apa yang Mas harapkan dari aku seorang Aryanti yang hanya punya hati dan kejujuran dalam mencintai...

__ADS_1


aku hanya seorang bodoh yang mencintai dengan setulus hati...dalam hidup aku tidak memiliki apa-apa hanya punya hati yang jujur mencintai dan hati yang setia, pergilah ! selesaikan janji terakhirmu dengan Livia karena aku tak bisa menerima janji lain di atas kesetiaan cintaku"


Adrian berusaha meraih tangan Aryanti dan memegangnya dengan erat,hingga Aryanti tak bisa melepaskannya.


"Aku tidak sakit hati dicaci maki sekasar apapun, tapi aku merasa jadi orang bodoh dan terhina merasa dikhianati dengan kata-kata yang Livia katakan,Mas punya kesepakatan dan janji menghabiskan malam bersama Livia dengan berkesan,walau untuk terakhir kalinya ! aku tidak terima itu ! hatiku berontak, Aku sakit hati,! Aku benci semuanya aku benciiiii..... Maaaaaas.....!!!"


"Sayang Sayang...itu semua tidak benar itu hanya omongan menggertak melampiaskan emosinya aku tidak punya janji apa apa tidak punya kesepakatan apa-apa itu hanya omongan Livia yang lagi mabuk"


Air mata Aryanti tumpah menangis sejadi-jadinya dia menumpahkan semua perasaan sakitnya menumpahkan perasaan terhina,kecewa,melampiaskan semua rasa dalam hatinya,Adrian hanya terpaku dalam diamnya,Aryanti begitu sakit hati.


"Pergilah Mas pergilah jauh aku tidak mau melihatmu,aku mau sendiri,aku mau menenangkan diri dan menata hidupku dulu, sampai kita berdua mendapat jawaban dari introspeksi diri kita masing-masing"


"Oke aku akan pergi Aryanti !!! kalau itu maumu,tapi ingat aku tak akan melepaskan mu, takdir hidupmu adalah milikku,dan setiap langkahmu ada dalam pengawasanku,aku mencintaimu tanpa syarat apapun,aku juga menyayangimu tulus adanya kita akan bertemu lagi saat rindu kita berdua memanggil kita"


Adrian pergi mendorong kursi rodanya yang berdecit menjauh dan membuka pintu dengan menutup membantingnya Aryanti tahu Adrian marah tidak terima dengan keputusannya marah dengan keadaan marah dengan Aryanti ,marah dengan dirinya sendiri.


Adrian keluar disambut oleh Ibunya dengan senyuman tetapi Ibunya melihat wajah Adrian seperti orang yang kecewa, intuisi seorang ibu tidak bisa dibohongi Adrian dan Aryanti dalam masalah serius


"Sudah Nak bicaranya ? gimana kamu ke Bandung kan berobat sama Ibu ?"


"Ya kita berangkat sekarang"


"Oh alah ya nanti dulu,kan Ibu belum pamitan sama Nak Aryanti juga sama orang tuanya,kamu juga pamitan sama orang tuanya Nak Aryanti jangan bersikap seperti itu Ibu tahu kamu dalam masalah tapi tenangkan hatimu berpikirlah dengan jernih orang tuanya adalah calon mertuamu kan ?"


Adrian hatinya sedikit mencair dia mengangguk pada Ibunya, Ibunya memberi tahu Bapaknya mereka langsung masuk ke kamar Aryanti untuk berpamitan,Aryanti berusaha melirik saat Ibunya Adrian mengusap kepalanya dan mencium keningnya sambil membisikkan 'sabar !' Aryanti tak mampu ucap apapun, hanya air mata yang menjawab nya,Ibunya Adrian mengusap air mata di ujung mata Aryanti lalu menyalaminya dan sekali lagi mencium kening dan mengusap kepala Aryanti, lalu giliran Pak Daud dan Pak Surapraja bergantian menyalami memberikan semangat untuk kesembuhannya.

__ADS_1


"Kami berpamitan ya semoga lekas sembuh dan cepat pulih dan bisa istirahat dengan tenang,jangan fikirkan apapun selain kesehatanmu, nanti kita ketemu lagi di Bandung setelah kamu nanti pulang ke Bandung" Pak Surapraja mengusap kepala Aryanti sambil mengangguk,Aryanti berusaha tersenyum walau kelihatan sangat kaku.


Semua beranjak dan pergi keluar dari kamar perawatan mengantar Adrian Ibunya Bapaknya dan juga Pak Daud,Aryanti tinggal berdua bersama Linda yang sedari tadi duduk tak jauh dari ranjangnya berbaring.


__ADS_2