Pesona Aryanti

Pesona Aryanti
Romantis


__ADS_3

"Mas dingin banget di sini ya ?"


"Makan aja dulu yu jangan perut kosong di tempat dingin" Aryanti mengangguk,Adrian tersenyum melihat istrinya melipatkan kedua tangannya di dada.


Aryanti mengikuti Adrian yang menggandengnya menuju Restourant yang berada di ketinggian setelah sebelumnya mereka membooking vila mewah dengan view langsung ke arah gunung Batur,tapi karena sudah malam tetap saja tak melihat apa apa selain kabut yang menyelimuti jarak pandang hanya beberapa meter saja seperti di The Praja Hotel dan Restourant Puncak saja cuaca dan suasananya.


Adrian memesan makanan istimewa yang ada di restoran itu Aryanti tidak memilih makanan apapun dan menyerahkan semuanya pada Adrian yang memilihkan,Aryanti sibuk melipatkan kedua tangan di dadanya,yang biasanya Aryanti sibuk dan rewel dengan makanan yang di pilihnya, tapi kali ini dia ikut saja apa yang di pilih suaminya.


"Minum dulu nih teh hangat jahe khas sini enak banget"


"Sepertinya aku langsung hamil lho mas kalau kita sering ke sini"


"Heee...karena dingin ya jadi maunya nepmlok aja ?"


Aryanti mendelik lucu Adrian hanya tertawa.


"Kalau malam kan kurang jelas apa yang di lihat sayang,cuma menikmati dan merasakan cuaca dingin saja dan yang kemungkinan lebih nikmat adalah kita menikmatinya saat siang hari suhu yang begitu rendah tetapi kita masih bisa melihat pemandangan yang indah dari dalam kamar kita,dan kita menikmatinya dari dalam selimut"


"Sepertinya nggak kuat mandi Mas"


"Ada air hangat sayang jangan kuatir,aku tahu tubuh kita belum terbiasa dalam cuaca begini jadi pasti perlu adaptasi Aku udah tahu duluan tempat ini jadi sudah mengerti"


"Mas selalu mengerti apalagi untuk hal-hal yang begini" Aryanti memberi kode abjad dengan jarinya.


"Maksudnya aku Aku jorok ? enak aja Aku itu maunya romantis kok di tanggapi nya jorok sih ?"


"Heee...ngomongnya nggak jauh dari itu dan anu Mas ini aneh nikah sudah bertahun tahun tetap saja ngeres seperti belum mencicipi saja" Aryanti menaikkan alisnya.


"Makanya ayo kita cicipi bersama menu istimewanya biar tidak ngeres lagi pikirannya"


"Mas tuh yang aneh aneh aja bukan Aku"


"Iya kamu terlalu malu mengakuinya Aku tahu betul"


"Mengalihkan"


"Habis makan kita lihat kamarnya ya ?"


"Kan masih sore Mas"

__ADS_1


"Terus mau lihat apa ?"


"Ya jalan jalan lihat suasana jalanan dan objek lain"


"Ya ampun kamu seperti yang nggak pernah Aku bawa ke mana mana sayang,ya sudah aku ikuti apa maumu"


"Ya sekalian keluar ya masa langsung masuk kamar,kalau sudah di kamar paling tidur kan sayang kita jauh jauh ninggalin anak kita melihat-lihat dulu lah suasana malam di Kintamani ini"


"Ya ya ya...oke Aku janji akan banyak waktu buat kamu mulai besok sampai kamu merasa bosan tinggal di Bali ini,mau kemana lagi habis dari sini ?"


"Mas seperti nggak ikhlas bawa aku jalan-jalannya"


"Kenapa kamu jadi berpikir begitu sayang ?"


"Mas seperti setengah emosi saja ngomongnya begitu"


"Ya ampuuuuun... sayang Aku harusnya gimana jadinya ? Aku jadi berpikir kurang mengajak kamu sama anak kita jalan jalan Aku jadi ingat kata-kata Pak Daud saat kita masih pacaran dulu, punya cewek tuh ajak jalan jalan jangan suruh kerja melulu biar senyumnya mengembang"


"Mas sepertinya Bali bukan yang cocok buat masa depan kita"


"Lho kenapa sayang bukankah cita-cita semua orang juga mengidamkan hidup dan tinggal di sini ?"


"Sayang ada apa ? kamu serius ?"


"Mas aku selalu serius dalam setiap mengambil keputusan, Bali cocok untuk kita berlibur Pangandaran cocok untuk kita berlibur tetapi untuk tinggal untuk masa depan anak-anak kita masa tua kita tetap Bandung pilihanku seperti bercermin kepada orang tua Mas sendiri kenapa vila yang kita tinggali saat ini ditinggalkan ? kurang nyaman ? tentu bukan itu jawabannya karena mereka ingin sosialisasi dengan lingkungan berbaur dengan masyarakat umum dan Aku ingin anak kita punya teman bisa bermain bersama dengan anak komplek lain dengan anak tetangga lain bisa berkunjung setiap saat ke rumah kakek neneknya,bisa menginap di rumah neneknya dan kita jemput dengan hati senang bisa tertawa bersama keluarga besarnya tidak harus terasing dan terpencil seperti ini mengikuti keinginan orang tuanya mengikuti keegoisan orang tuanya"


Adrian diam menggenggam tangan Aryanti yang kedinginan dan memandang wajah cantik istrinya, dalam hal apapun memang Aryanti dominan walau begitu tak mengesampingkan pendapat Adrian sebagai kepala keluarga dan juga atasannya dalam pekerjaan, Aryanti tetap tahu porsinya mana yang harus dikemukakan sebagai istri dan juga sebagai bawahan di perusahaan tempatnya bekerja.


"Bali cukup memberi kita pelajaran hidup yang begitu banyak telah banyak yang kualami di sini yang membuat tidak nyaman dan yang membuat kita nyaman"


"Aku mengerti sayang apa yang terbaik buat keluargaku Aku akan mendukungnya, tapi Aku minta jangan terburu-buru semua harus persetujuan manajemen pusat dan kita harus punya waktu untuk bisa mengkaderkan siapa yang akan kita percaya di sini"


"Iya Mas aku sudah berpikir dari kejadian yang menimpaku waktu itu jelas semua meninggalkan trauma yang mendalam di hatiku Aku ingin meninggalkan Bali dengan kenangan manis benar seperti Mas katakan sampai Aku merasa puas dan merasa bosan di sini mengeksplor setiap objek wisata yang ada di sini sebagai pengalaman selama kita tinggal di Bali"


"Maafkan Aku ya sayang Aku belum sempat mengajak kamu kemana-mana sedari awal kita datang ke sini kita hanya sibuk membenahi Hotel menaikkan rating Hotel ke tingkat normal kembali memperbaiki manajemen di dalamnya dan sampai kejadian yang menimpa diri kamu otomatis kita hanya menikmati suasana di lingkungan Hotel kita saja"


"Aku juga sebagai istri banyak menuntut ya Mas ?"


"Nuntut apa ? justru Aku yang kadang tak mengerti dan peka terhadap perasaan kamu"

__ADS_1


"Tapi Aku sayang kamu Mas"


"Aku nggak bisa jawab entah seberapa besar rasa cintaku padamu,yang pasti kamu yang terbaik di hidupku sayang, Aku Bukan dirimu Aryanti Adrian Suraparaja yang bisa mengungkapkan kata-kata sebaik puisi yang kamu tulis atau yang kamu katakan tetapi walaupun begitu Aku hanya ingin kamu tahu kalau Aku mencintaimu dengan sepenuh hatiku dan dari lubuk hatiku yang paling dalam"


"Aku tahu itu dan merasakannya Mas"


"Sudah makannya sayang ?"


Aryanti mengangguk dan tersenyum jari mereka masih berpegangan untuk bisa menghangatkan suasana.


Adrian merengkuh bahu istrinya dengan langkah mengikuti tempo langkah Aryanti mereka berjalan di deretan cafe,kedai dan rumah makan juga vila di lereng objek wisata Bukit Kintamani malam hari yang berkabut, lampu yang berkelip di ujung jauh titik batas pandang Aryanti menikmati suasana yang berbeda, suasana ramai hilir mudik wisatawan mancanegara dan touris lokal.


Aryanti melingkarkan tangan di pinggang suaminya serasa kembali ke waktu masa masa mereka pacaran dulu,dimana gejolak hati dan hasrat begitu menggebu dan ingin selalu bertemu berdekatan memandang dan melihat senyum satu sama lain,dan getaran perasaan nikmat saat beradu tatap mata.


"Sayang kamu nggak telephon khabar Alinea ?"


"Mungkin sudah bobo Mas"


"Telephon saja untuk memastikan"


"Iya Mas nanti kalau sudah di vila Aku telepon"


"Ya sudah,kamu masih mau jalan jalan apa kita ke vila saja kita ngopi atau apa saja sebelum kita ngantuk ?"


"Boleh rasanya enak kalau kita pelukan"


"Rupanya bakat menggoda kamu mulai keluar,ini kita lagi pelukan sambil jalan heee..." Adrian memegang dan mengusap kepala Aryanti mengecupnya sambil jalan.


"Mas bisa aja !"


"Tempat tinggal dan kerja kita kan pantai Kuta, sekarang kita di Kintamani besok siang kita melihat pemandangan indahnya, referensi dong objek untuk minggu depannya dan kita nikmati Bali sepuasnya"


"Asal kita bersama Aku merasa senang Mas"


"Akan selalu sayang"


"Mas langsung saja ke vila nggak minum atau ke cafe dulu Aku kedinginan begini"


"Sepertinya sinyal bagus sayang haaa..." Adrian tertawa senang dan Aryanti mencubit sebelah pinggangnya.

__ADS_1


__ADS_2