
Waktu terus berjalan seperti tanpa di sadari, semua begitu cepat berubah dan mengubah segalanya,seperti juga Aryanti perasaan baru kemarin mulai adaptasi kerja di Hotel milik Pak Surapraja,gajian pertama yang begitu membahagiakan Aryanti dan selanjutnya bulan demi bulan berjalan dengan semangat yang tinggi, begitu juga soal pekerjaan yang di dalami nya bersama Adrian sudah hampir semua bagian Hotel di pelajari nya.
Ada kebanggan tersendiri bagi Aryanti menjadi bagian The Praja Hotel dan Restourant,terlebih kesempatan belajar yang di berikan kepadanya ilmu tak terhingga yang di dapatnya juga pelajaran hidup sebagai pengalaman untuk kedepannya.
Sampai pada usai rapat terbatas hari ini dirinya dapat mempresentasikan hasil kerja di semua bagian hotel dengan cemerlang komplit dengan solusi dan pandangan seandainya dirinya menjadi pimpinan salah satu bagian hotel ini,begitu juga Adrian walaupun lebih ke mengikuti temannya Aryanti semua begitu lancar.
Pak Surapraja dan Pak Daud begitu puas mendengar pandangan keduanya begitu juga team management The Praja Hotel dan Restourant semuanya merasa mengaguminya terlebih pada kecemerlangan Aryanti.
Dan sampai pada kesimpulan akhir Pak Surapraja mengatakan sesuatu yang mencengangkan semua orang di ruang rapat terbatas itu.
"Karena saya sudah mendengar semua penuturan wawasan keduanya tentang perhotelan,jadi saya merasa tertantang untuk membuktikan kemampuan mereka dalam mengelola Hotel"
Semua pada diam mendengarkan dengan seksama dan menebak nebak apa yang akan di sampaikan oleh Pak Surapraja,tak kalah deg degannya hati Aryanti dan Adrian.
"Saya tempatkan Adrian sebagai pimpinan di Hotel baru kita The Praja Hotel dan Restourant Pangandaran Jawa Barat dan Aryanti sebagai Direktur Operasionalnya,dengan tetap di dampingi sebagian senior dari The Praja Group,silahkan kelola apa kalian bisa menghidupi diri sendiri dan juga orang lain"
Aryanti lemas sekujur tubuhnya berkeringat seakan tak percaya apa yang di sampaikan Pak Surapraja barusan,apa dirinya pantas dengan jabatan setinggi itu ? dirinya sadar dengan usia sedini ini kuliah aja baru selesai sidang skripsi belum wisuda dan juga bukan dari jurusan perhotelan,tapi ini tantangan pertamanya orang lain bisa kenapa dirinya tidak ? kerongkongannya mendadak kering dan Aryanti cepat meneguk air mineral di depannya takut keburu gagal fokus.
Tepuk tangan tak henti henti semua mata memandang pada Aryanti,ada yang meragukan ada juga yang menganggap Pak Surapraja terlalu berani mengambil resiko menempatkan orang baru belajar di Hotel barunya,ada juga yang menganggap ini warisan antara orangtua dan anak,ada juga yang menganggap kemampuan Adrian dan Aryanti memang layak di coba,tapi apapun kebijakan pimpinan sekaligus pemilik siapa yang bisa menolak.
Aryanti melirik Adrian yang kelihatan tenang tenang saja lain dengan dirinya yang seakan hidupnya baru di mulai hari ini,hidupnya seperti di sebuah buku cerita yang di tuangkan dalam kehidupan nyata.
"Dek Aryanti bagaimana siap dengan tugas barumu ?" Pak Surapraja tersenyum memandang Aryanti.
"Oh eh A Aku sangat siap Pak "
"Bagus saya senang mendengarnya,semangat muda yang optimis dan Adrian beban sekarang ada di pundak mu jaga komunikasi dengan siapapun" Pak Surapraja memandang anaknya
__ADS_1
"Ya Pak"
Adrian merasa yakin selama bersama Aryanti semuanya bisa berjalan.
****
"Secepat ini Nak kamu pergi kerja jauh,apa nggak minta kerja yang di sini saja ?"
"Ma,kesempatan ini tak semua orang dapat,apalah artinya jarak Pangandaran Bandung setiap ada waktu Yanti pasti pulang,ini tantangan Ma semua orang menginginkan posisi seperti ini"
"Yah Mama sama Bapakmu hanya bisa mendo'akanmu,posisimu begitu tinggi Ibu takut kecemburuan orang lain yang merasa tersisihkan"
Aryanti yang lagi memasukkan baju baju ke koper berhenti sejenak,memandang Ibu dan Bapaknya,Aryanti menghampirinya dan memeluk Mamanya dengan linangan airmata,mereka sama sama menangis di pinggir tempat tidurnya,Bapaknya yang dari tadi duduk di kursi meja belajar menghela nafas panjang,menatap orang orang terkasihnya.
"Modal Yanti hanya keikhlasan ketulusan dan kejujuran Ma dan berpegang teguh pada Yang Maha Kuasa,kita tak punya kuasa apapun,kita serahkan semuanya"
"Ini Hotel baru Ma,semua pasti baru, Pak Surapraja pasti nggak sembarangan menempatkan orang,dan ini juga sama Anaknya yang jadi pimpinan tertingginya walau ada orang yang pengalaman di selipkan pastinya"
"Pesan Mama hati hati Nak,di segala tindakanmu pasti ada akibatnya,sebagai orang yang punya jabatan hati hati memperlakukan orang, berusahalah membuat orang senang pasti hidupmu tenang dan jangan sekali kali membuat sakit hati orang hidupmu akan lebih menyakitkan"
"Yanti akan ingat kata kata Mama,sebagai bekal masa depan Yanti,Mama sama Bapak do'a kan Yanti semoga betah dan bisa menjalankan tanggung jawab yang di bebankan pada Yanti"
"Do'a Mama Bapak selalu bersamamu Nak"
"Kapan berangkatnya ?" Bapaknya yang dari tadi diam baru bicara.
"Besok Pak,Hotelnya belum resmi di buka tapi sudah ada rekrutmen pegawai,jadi Yanti mesti berbenah dulu untuk persiapan peresmian nya"
__ADS_1
"Jadi Bapak sama Mamamu mengantar ke mana besok ?"
Aryanti terdiam lupa menyampaikan bahwa dirinya mendapat mobil operasional juga sopirnya dan Adrian memiliki mobil sendiri,tapi Adrian mengajaknya berangkat bareng pakai mobilnya.
"Ma Pak,Mama sama Bapak nggak usah nganter Yanti,Yanti berangkat sama Mas Adrian sama sopir Hotel juga tidak naik angkutan umum,jadi Ibu sama Bapak nganter nya sampai depan jalan saja,itu sudah cukup"
"Ya ya ya...khabari kami sesampainya di sana jangan lupa jaga diri baik baik"
Bapaknya Aryanti menyimpan kekhawatiran yang mendalam,putri satu satunya pertama kali jauh dari dirinya,Aryanti juga mengerti kekhawatiran kedua orangtuanya tapi,perlahan dirinya bisa meyakinkan mereka kalau semuanya akan baik baik saja.
Dua Koper telah terisi penuh perlengkapan Aryanti belum yang di kantong kecil segala pernak pernik lainnya telah selesai di kemas.
Mamanya masih saja nggak percaya dan memandang putrinya yang lagi makan,dan mungkin ini makan malam terakhir bersama sebelum mereka berpisah esok hari.
"Jaga kesehatanmu Nak,namanya jauh dari orangtua siapa yang mengurus mu kalau lagi kurang sehat"
"Ma,Yanti kan udah gede,bisa mengurus diri sendiri,tapi yang pasti kangen yang seperti ini masakan Mama heeeeeee"
Mamanya tersenyum, sesuatu yang lumrah pada dasarnya semua anak akan rindu orangtuanya dan racikan tangannya,semua yang melewati tangan seorang ibu terasa nikmat di lidah anaknya sesederhana apapun masakannya.
Aryanti mengerti banget perasaan kedua orangtuanya,kekhawatirannya,dan juga kecemasannya,dirinya anak satu satunya di rumah itu,segala untuk dirinya,tapi kini dirinya ingin pergi mengejar harapan yang entah seperti apa,yang pasti dunia yang ada di depan matanya adalah tantangan bagi Aryanti yang harus di jajaki nya.
Ada rasa sedih di lubuk hati Aryanti yang paling dalam harus berpisah dengan kedua Orangtuannya,tapi dirinya tak memperlihatkan rasa sedihnya,biar kedua orangtuanya merasa tenang melepasnya saat besok dirinya pergi.
Selesai makan malam keluarga kecil itu duduk di ruangan tv sambil tak henti henti Mama memberi nasehat khas orangtua dari A
sampai Z,dan sebagai anak Aryanti memahami itu adalah bagian dari rasa sayang keduanya Mama sama Bapaknya,sampai Aryanti pamit masuk kamar kedua orangtuanya masih saja ngobrol,entah apa yang di obrolkan nya semoga saja bukan soal kecemasan tentang dirinya...
__ADS_1