Pesona Aryanti

Pesona Aryanti
Pantesan cantik


__ADS_3

Bangun pagi seperti disetel saja,kesadaran Adrian begitu tinggi, merasa dirinya jauh dari orang tua dan hanya kewajiban nya saja yang diingatnya,kalau dirinya saat ini waktunya belajar dan belajar.


Adrian melihat keluar semua tampak sepi, atau memang seperti ini keadaannya,tapi Adrian telah mandi dan sudah berpakaian,hari ini adalah hari pertama dia mau daftar dan kemungkinan juga bisa langsung mengikuti mata pembelajaran, lalu menelpon Adel mungkin Adiknya sudah bangun.


"Apa sih Kak ? orang masih pada tidur..."


"Emang ini jam berapa ? kamu ke kampus kan,terus gue mau daftar sama siapa ?"


"Kak,ini jam 07 kampus tuh bukanya jam 10"


"Lah buset...gue bangun dari jam 06, kenapa lu nggak ngomong dari kemarin kalau kampus itu mulai aktivitas nya jam 10"


"Nyalahin orang lagi, Kakak sendiri juga nggak nanya aku ya nggak kepikiran nggak semua ingat dan bisa di sampaikan"


"Ya sudah lu bangun masa nggak sholat subuh,lagian gue mau sarapan enggak ada makanan di situ ada apa ?"


"Banyak lah Kakak maunya apa tinggal ke sini aja..."


Adrian menutup pintunya dan berjalan ke ujung, membuka pintu tapi masih dikunci lalu Adrian mengetuk lagi berapa kali mungkin Adel lagi di kamar mandi dan Adrian mengintip dari balik kaca diketuk lagi tapi yang keluar adalah penghuni kamar yang paling ujung.


Terkejut Adrian dan orang yang melongokan kepala dari balik pintu itu,dalam kebingungan Adrian ingat itu orang yang kemarin ketemu di muka lift mungkin benar ini yang namanya Jihan teman adiknya.


"Hai...di sini ya kamarnya ?" Adrian menunjuk ke arah Jihan yang lagi berdiri di pintu"


"Heemght..." Jihan mengangguk.


Adrian tersenyum juga Jihan,kebetulan yang memang kebetulan.


"Mau ketemu Adelia ?"


"Dia adikku,aku baru datang kemarin jadi belum daftar kuliah,belum tahu jadwal belum tahu jalan belum mengerti kebiasaan orang di sini dan saya mungkin masih terbawa kebiasaan dari Indonesia jam segini sudah lapar pengen sarapan hehehehe..."


"Oh Mas Adrian ini Kakaknya Adel ya ?"


"Heemght..."


"Tuh orangnya keluar"


Adelia membuka pintu sepertinya sudah mandi dari kamar mandi kelihatan segar,sambil menggosok gosok handuk di kepalanya yang seperti di kerudungkan dia tersenyum kepada Jihan dan dia memperkenalkan Adrian pada Jihan.


"Ji...kenalin Kakakku Mas Adrian..."


Jihan senyum mengangguk, begitu juga Adrian, lalu Adrian masuk sambil lihat lihat ada apa di dapurnya Adelia,Adelia mengeluarkan roti tawar serta bermacam-macam selai.


"Kita sarapan roti aja ya Kak,mau di panggang apa gini aja cukup di oles doang ?"

__ADS_1


"Panggang dong enakan setengah kering...biar gue yang oles lu yang panggang "


"Nih pilih minumnya mau apa ?" Adelia membuka lemari kecil dan memperlihatkan minuman instannya"


"Apa aja deh sama kayak lu yang penting enak"


"Aku malah mau minum air putih hehehe....


mau minum air mineral aja biar langsing kayak Teh Aryanti"


"Lu emang gak ada bakat langsing,hobby nya makan sih..."


"Makanya ini mau diet,makan roti satu tangkap aja minumnya air putih,baru siang makan besar sore makannya buah..."


"Bisa emang lu diet ? kayaknya hanya berlaku berapa hari saja atau mimingguan"


"Kita lihat saja nanti" Adelia sambil tertawa dan melihat Adrian begitu banyak mengoles rotinya.


"Ya ampun Kakak...! emang mau habis itu,kok semua di olesi selai ? terus buat siapa itu banyak banget oles rotinya berarti cukup aku satu tangkep Kakak paling dua juga kenyang itu kan udah ada isinya banyak"


"Hehehe sorry gue lupa oles saja terus,lagian lu ngoceh diet melulu jadi lupa mikir, biarin ntar gue yang makan"


"Dasar malas mikir..."


"Sini Ji... sarapan bareng aja disini tapi cuma roti nggak apa kan ?"


"No problem apa aja sudah biasa heeee...jadi numpang nih sarapannya"


"Nggak apa apa sini..."


"Kak sama Jihan aja daftarnya dia kan aktif di senat mahasiswa,soalnya aku pagi ini ada praktek pagi keluar kampus gimana ?"


"Nggak apa apa hanya aku minta antar ke sekretariatnya aja"


"Nggak keberatan kan Ji...?"


"Oh enggak...dengan senang hati,sekalian kan kita berangkatnya bareng"


"Oke terimakasih Ji..."


Momen sarapan telah selesai mereka mengobrol kesana kemari tentang jurusan yang akan Adrian pilih,juga tentang lamanya kuliah yang akan dijalani jurusan-jurusan lain sebagai alternatif tetapi Adrian tetap kukuh pada pendiriannya dirinya akan mendalami perhotelan aja dan itu hanya setahun,dan akan mengambil kelas mahasiswa pegawai.


Jihan seperti respect pada Adrian,juga merasa iri dengan Kakak beradik ini,betapa keduanya menjalani proses belajar bisa bersama-sama dengan Kakak beradik bahkan bisa berdekatan dengan akrabnya, lain dengan dirinya yang dulu awal awal bisa kuliah di Australia ini karena mungkin dorongan orang tuanya yang pada awalnya dirinya tidak ada niat sama sekali untuk kuliah di luar negeri.


Hanya satu alasan bagi orangtua Jihan untuk menyekolahkan anaknya ke luar negeri selain menaikkan pamor anaknya dengan titel Universitas luar negeri juga untuk menambah pengalaman,nggak apa-apa tidak menjadi ekonom tapi harapan orang tua minimal anaknya menjadi seorang istri pengusaha karena Jihan memperdalam ekonomi di Universitas Curtin ini,alasan yang sangat klise memang tapi itu ada dan nyata bagi sebagian orang tua yang mampu.

__ADS_1


Terkadang berlebihan juga,tapi itu adalah salah satu bentuk usaha untuk mengarahkan masa depan seorang anak.


Pandangan Jihan terhadap Adrian dan Adelia selain mengaguminya ada pandangan lain Jihan mungkin orang tua keduanya begitu kaya atau punya bisnis yang mapan luar biasa,bisa menyekolahkan anak sekaligus di luar negeri dan itu menjadi catatan dalam dirinya dan Jihan ingin sekali tahu dan menggali dari keduanya.


Bertiga berangkat bersama-sama Adelia dan Jihan sepanjang jalan ngobrol tanpa henti henti Andrian sampai bingung, memang begitu kalau dua cewek lagi bersama sama ?


topik pembicaraan yang mereka obrolkan ada aja dan seperti nggak ada habisnya, sedangkan dirinya hanya diam mengamati keduanya dari belakang fokus dan fokus pada apa yang nanti akan dilakukannya dan persiapkan diri sebaik-baiknya.


Sampai depan Kampus mereka berhenti Adelia mengambil dari dalam tasnya satu kertas yang dilipat lipat lalu dia menyerahkan kepada Kakaknya.


"Kak Kakak jalan sama Jihan dulu ya kita berpisah di sini dan ini peta kota kalau kalau nyasar bisa bertanya pada polisi, kampus sama tempat tinggal ikuti jalur yang merah sudah aku tandai tidak begitu jauh dan ini yang dikasih titik biru ini tempat tinggal kita kalau Kakak sudah selesai mau jalan-jalan atau mau apa juga terserah tapi mungkin aku sampai sore pulangnya"


"Oke terimakasih adikku yang cantik,hati hati ya..."


"Heemght..."


"Aku duluan ya Ji..."


Mereka berpisah dan saling melambaikan tangan lalu Adrian dan Jihan melangkah ke kampus yang begitu megah dan begitu luasnya mungkin perlu rumus juga hitungan lagi bagi Adrian untuk bisa tahu di mana tempatnya mendaftar dan juga nanti di mana tempatnya kelas tempatnya belajar.


"Makasih loh telah ngerepotin jadinya..."


"Nggak apa apa,cuma antar doang,jangan berlebihan biasa aja, aku sudah kenal dengan Adelia dari awal-awal kami kuliah disini, terasa seperti saudara saja kalau di tempat perantauan bertemu dengan saudara,walaupun hanya saudara senegara,terkadang kami berdua saling menghibur dan saling menguatkan saat-saat kami sedih dan rindu akan keluarga dan kampung halaman"


"Indonesia nya dari mana kalau boleh tahu ?"


"Orangtuaku tinggal di Banten,tepatnya di Pantai Anyer Tangerang,mereka pengusaha Hotel juga,Anyer Beach Hotel,kakek buyut ku keturunan Arab dari Abi ku sedang Umi asli Banten"


"Oh pantesan"


"Maksudnya pantesan apa.."


"Pantesan cantik hehehe...."


"Ah Mas Adrian bisa saja saya jadi nggak enak"


"Maaf maaf sudah bikin kamu nggak enak,tapi aku bicara jujur lho..."


Jihan tersipu dan dirinya merasa malu juga merasa bangga juga dipuji cantik sama seseorang pria yang tampan, pembicaraan mereka terhenti karena mereka sudah sampai di sekretariat lalu Adrian melakukan proses awal pendaftaran.


Adrian tadinya nggak mau ngobrol sejauh itu dengan Jihan tetapi enggak enak juga masa sudah di antar nggak ada basa basi nya...tadinya Adrian mau mengingat-ingat jalan sampai menuju ke sekretariat,terus nanti kalau pulangnya mungkin dia akan keder juga tapi di setiap sudut ada banyak petunjuk arah,tapi bagi yang baru seperti Adrian tetep saja bikin bingung.


Selesai daftar dan semua syarat standar sudah terpenuhi sampai Adrian ditunjukkan di mana kelasnya, Adrian benar-benar mengingat-ingat dengan baik bahkan dia sampai bikin catatan di diary kecilnya kalau dia kuliah di lantai anu,kelas no sekian dan jurusan management perhotelan dan bisa masuk kuliah hari ini juga tepat jam sebelas sampai jam dua,dan di lanjut jam empat sampai jam enam sore.


Tak lupa Adrian mengucapkan terima kasih banyak terhadap Jihan yang telah mengantar nya, mereka berpisah di koridor kampus menuju ke kelas Adrian.

__ADS_1


__ADS_2