
Pagi yang cerah di bulan Desember menyambut semangat Aryanti yang semakin sibuk saja, sebentar lagi tahun baru,akan banyak agenda meeting dari instansi Pemerintah mungkin untuk bahasan anggaran tahunan,dan di akhir tahun dari instansi swasta yang melakukan gathering dan Piknik keluarga.
Dan pantai sebagai tujuan utama dengan objek yang murah meriah terjangkau untuk ukuran jalan jalan keluarga akhir tahun yang di biayai perusahaan,seperti sudah ada beberapa perusahaan yang melakukan survai,juga ada yang sudah mendaftar untuk beberapa hari kedepan,beberapa minggu kedepan dan juga beberapa bulan kedepan.
Inovasi tiada henti yang di lakukan Adrian,Aryanti dan team management nya membuat The Praja Hotel & Restourant melejit bak meteor,menyalip Hotel Hotel lain yang sudah berjalan terdahulu.
Dengan jargon "inovasi tiada henti, fasilitas yang memadai,dan melayani dengan setulus hati" menjadi kata kunci setiap personil staf dan semua karyawannya dan menjadi pemacu untuk lebih maju dan lebih maju lagi.
Aryanti duduk di meja kerjanya di hadapan laptop yang nyala,kesibukan telah menenggelamkannya,tapi terkadang kesadaran diri datang dengan sendirinya,seperti siang itu Aryanti ingat dirinya belum pernah pulang ke tempat orang tuanya di Bandung,walau komunikasi selalu di lakukan di waktu senggangnya.
Terkadang gelisah dengan perasaan bersalah akan sikapnya selama ini pada kedua orangtuanya yang jauh dari dirinya,datang rasa ingin pulang dulu menengok keduanya dan melepas kerinduan,tetapi waktu yang longgar terasa sulit di kondisikan.
"Bu Aryanti,ini undangan kedua kedua dari PHRI untuk datang di sekretariatnya bagaimana ?"
"Oh ya, nanti saya bicara sama Pak Adrian dulu ya Linda,nggak enak juga kita sepertinya Hotel kita nggak mau bergaul heeeeee..."
"Iya Bu" Linda juga tertawa.
"Linda,tamu rombongan pertama darimana yang akan datang hari ini ?"
"Anak anak SMP studi tour Bu dari Jakarta"
"Wah lumayan jauh juga ya,ada permintaan guide lokasi objek nggak ?"
"Nggak Bu,sepertinya bawa sendiri mungkin gurunya"
"Tapi ini ada permohonan tambahan Bu,izin untuk latihan taekwondo sebelum kegiatan melakukan trek,mau di aula atau di halaman juga nggak apa apa"
"Wah wah wah menarik juga,kasih izin aja kalau cuaca bagus biar di halaman,jadi Hotel kelihatan semarak juga jadi daya tarik tersendiri"
"Baik Bu"
Aryanti antusias banget,seperti bernostalgia dengan masa masa waktu masih suka latihan dan mengajar les taekwondo di tempatnya dulu,ada kerinduan tersendiri di hatinya dan kembali angannya ke masa itu,hingga tak sadar Adrian memperhatikan dan Aryanti tak melihatnya,anteng dengan lamunannya sendiri.
"Asyik banget Bu Aryanti" Adrian mengagetkannya.
"Emang asyik"
"Kok ketus amat,juga jadi galak gitu,sarapan
paginya anak tawon ya" Adrian menggodanya dan menarik kursi dan duduk samping Aryanti.
__ADS_1
"Jangan suka ganggu orang yang lagi kerja" Aryanti tetap cuek.
"Haaaaaaaa,kerja apaan muka di topang tangan gitu,emang lehernya nggak kuat lagi ? sini senderan di bahuku" Aryanti diam saja sambil tangan kirinya menopang sebelah mukanya dan tangan kanan nya menggeser geser kursor laptopnya.
"Masss,aku kangen pulang ke Bandung aku kangen Bapak sama Mama ku" Aryanti menatap wajah Adrian.
"Suruh aja mereka ke sini sekalian jalan jalan"
"Enak aja main suruh suruh sama orangtua"
"Sayang,maksudku ajak atau apalah gitu"
"Tapi mungkin nggak ya mereka mau ?"
"Setidaknya kan di coba dulu,baru tahu jawabannya"
"Iya ya Mas...boleh tuh idenya,sambil nanti aku fikirkan lagi" Aryanti mengacungkan jempolnya di hadapan Adrian
"Gitu dong senyum" Adrian tersenyum senang juga,bisa menghibur Aryanti di saat suntuk seperti ini.
"Eh mas gimana nih surat undangan kedua dari PHRI siapa yang mau datangnya,nggak enak Mas kita belum silaturrahim secara resmi,kan itu organisasi yang mewadahi Hotel Hotel dan semua Restourant"
"Kamu aja sama Pak Tono,biar kamu refreshing lihat lihat Hotel yang lain"
"Saya malas urusan seperti itu,banyak basa basi nya juga pencitraan,saya maunya santai di pantai atau di kamar sama kamu bukan ke acara seperti itu"
"Ih ngeres aja fikirannya"
"Haaaaaaaa,di mana ngeres nya ? kamu aja menafsirkannya yang salah"
"Oke Pak Adrian,nanti siang saya ke sana" Aryanti bicara di tegaskan tapi tetap aksennya di buat buat.
"Mas tolong nanti kalau ada rombongan anak anak studi tour di sambut secara simbolik ya soalnya Pak Edi lagi ke bank"
"Siap Bu Adrian !"
"Eeeeh nanti kedengaran orang malu tahu Mas" Aryanti mendelik.
"Semua orang sudah pada tahu kok kitanya aja yang pura pura bisu tuli"
"Tapi jangan seakan di sengaja in Mas seperti kita memanfaatkan kedekatan kita,biarlah berjalan apa adanya jangan malah over dan di buat buat"
__ADS_1
"Oke Bu Aryanti,saya mengerti hatimu takut,khawatir dan maluuuuuuuu aja yang selalu kamu jaga" katanya harus pede nggak akan maju kalau nggak pede.
"Heeeeeee...,tapi Mas yang over kepedean"
"Yan nanti tahun baru kita bikin acara yang meriah,kita cari konsepnya dulu ya,seperti musik live,game atau apalagi selain pertunjukan kembang api"
"Iya ya boleh tuh untuk jadi penarik wisatawan dan tamu ke Hotel kita"
"Aku juga mau ajak temanku datang ke sini si Adit sama Irene,kayaknya mereka jadi jodoh udah serius Yan haaaaaaaa..."
"Udah mau married bukan ? "
"Married belum kayaknya,tapi kalau married pasti ngundang kita"
"Kenalin ke aku ya Mas"
"Oh iya,pasti"
"Tuh si Irene cewek cewek juga jago ngebut, bawa mobil melebihi kita yang cowok,Adit cinta banget ama dia tapi kadang si Adit di belakang si Irene suka ngomong ' cewek gua nggak modis banget ya ' haaaaaaaa..."
"Iiiiiiiiiih,ternyata cowok juga suka ngegosip dasar nggak pada ada kerjaan,jangan gitu lah para cowok jangan banding bandingkan satu sama yang lain,semua juga pasti ada kekurangan dan kelebihannya"
"Haaaaaaaa,mau tahu aku jawab apa ?"
"Emang mas jawab apa ?"
"Selera lu aja rendah banget, haaaaaaaa"
"Iiiiiiiiiih,Mas nggak boleh begitu,kalau sampai orangnya dengar pasti nggak enak hati,emang selera Pak Adrian seperti apa ayo aku mau tanya ?"
"Mau tahu seleraku ? seseorang yang cantik, baik,sopan,pintar berhijab jago taekwondo,suka nyanyi,pinter bikin puisi...juga...yang punya idola Ken & Barbie juga Britney Spears haaaaa..."
Aryanti melotot sama Adrian, seperti kena setrum,di tinjunya pangkal lengan Adrian beberapa kali dan Adrian pura pura terhuyung kesakitan dan minta ampun sambil terus tertawa,melihat mimik lucu kagetnya Aryanti.
"Ayo ngaku Mas mengexplor laptopku ya ? nggak izin nggak apa itu melanggar hak azasi manusia tahu !"
"Ampun Bu Aryanti emang aku buka buka laptop mu waktu itu,tapi itu nggak di sengaja dengan tujuan aku mau beli oleh oleh apa yang kamu suka,jadi aku iseng lihat lihat hobby mu,silahkan aku nanti hukum kurung di kamarmu tapi berdua ya..."
"Enak aja,pokoknya aku marah bener kali ini,aku nggak mau ngomong sama Mas sampai nanti malam titik,sekarang aku mau istirahat makan dan nanti mau pergi sama Pak Tono"
Aryanti beranjak dari kursinya dan keluar tak melihat lagi ke arah Adrian yang masih ketawa sendiri di sofa tamu.
__ADS_1
Samar terdengar Adrian masih bicara setengah berteriak.
"Aku nawar,marahnya jangan sampai malam tapi sampai sore aja"