Pesona Aryanti

Pesona Aryanti
Tanda tangan


__ADS_3

Aryanti tertidur dalam keadaan meringkuk di salah satu sisi tempat tidur itu sebentar sebentar dirinya dikejutkan oleh suara-suara yang sering mengganggu dan membuatnya bangun seketika atau mungkin itu hanya sugesti ketakutan dirinya saja tidur sendiri dalam satu ruangan yang cukup besar dengan penuh perabotan alat-alat musik yang kelihatannya sudah kuno juga yang masih baru seperti koleksi...karena Aryanti nggak mengerti alat musik hanya tahu namanya saja jadi tidak begitu menarik perhatiannya berada di ruangan ini atau sekedar untuk mengaguminya,juga menikmati pajangan itu.


Akankah semua sesuai permintaannya ? akankah Made Ardika menuruti semua kesepakatan yang telah mereka sepakati ? dan juga Apakah Made tidak akan berbuat curang kepada dirinya ? tapi setidaknya Made Ardika bisa memenuhi permintaannya itu sudah suatu titik terang kalau Made Ardika bukan orang sakit dan semoga bisa menepati janjinya satu yang diinginkan Aryanti cepat kembali pulang dan menyelesaikan drama yang akan mulai dipentaskan nya besok.


Aryanti bangun membuka kopernya dan melihat-lihat apa isi kopernya...semua pakaian wanita sampai pakaian dalam segala komplit sepatu sendal dan juga peralatan kosmetik minyak wangi dan foto-foto mungkin ini yang disebut sebut Dayu Saraswati,foto dengan berbagai pose dengan berbagai pakaian mungkin ini untuk diperlihatkan kepada dirinya agar dirinya sedikit bisa berdandan atau meniru untuk kelancaran dramanya besok.


Aryanti melihat potongan muka Dayu Saraswati,memang mirip dirinya,perawakannya juga tunggi langsing seperti dirinya, kenapa ada orang semirip ini ? apa ini kekuasaan Yang Maha Kuasa saja agar kita lebih bisa bersyukur dan bisa menolong saat ada kasus seperti ini ? tapi ini bukan satu keikhlasan dari dasar hati dirinya tapi ini lebih ke pemaksaan kehendak,tapi Aryanti mencoba tenang dan menjalaninya karena ini satu satunya jalan terbaik menurut akal sehatnya yaitu mengikuti arusnya sambil ikannya juga dapat di raih itulah harapannya, malah seandainya dirinya berontak terus terusan takut Made Ardika menjadi kalap dan melakukan apa saja pada dirinya.


Aryanti mengingat-ingat wajah Aira yang sudah lama mereka tidak bertemu kalau sekarang 8 tahun kurang lebih usia nya berarti dulu dia 4 tahun setengah atau 5 tahun saat Aryanti berbulan madu ke Bali ini dan mereka bertemu, juga begitu akrabnya Aira yang begitu lucu begitu pandai menyanyi dan begitu percaya diri seperti apa yang diajarkan Papanya Made Ardika.


Aryanti meraba mukanya menelisik setiap anggota panca indranya dan meraba kembali semua yang ada dalam dirinya, dalam hatinya berkecamuk keraguan dirinya... besok dirinya akan berakting dengan begitu serius dihadapan anak kecil usia 8 tahun akankah Aira terbius dengan segala kepura-puraan nya ? betapa Aryanti mulai merasa kasihan terhadap Aira yang begitu haus kasih sayang seorang Ibu dan begitu ingin Aryanti juga melihat Aira senyum kembali, ceria kembali walau dirinya hanya dengan kepura puraan saja dalam kertas perjanjian dan kesepakatan, teringat kepada anaknya sendiri Alinea, Aryanti tersenyum dalam sedihnya.


Tidur mungkin hanya beberapa jam berkali kali terbangun,lalu tak bisa tidur lagi... teringat segalanya membuat Aryanti bangun dan tak bisa memejamkan matanya kembali hanya duduk di tempat tidur dan membuka semua isi koper dan melihat-lihat nya..lalu Aryanti turun melihat-lihat semua yang ada di ruangan itu tetapi semua tidak menariknya barangkali ada sesuatu alat yang bisa menghubungkan dengan siapa di luar sana,tetapi Aryanti berfikir kembali dirinya telah terlanjur berjanji menyepakati semua perjanjian... tapi ini baru hari kedua dirinya berada di sini mungkin masih ada 5 hari kedepan dirinya masih dalam penguasaan Made Ardika,Aryanti mengakui walaupun tidak mendapat perlakuan yang melecehkan yang merendahkan atau yang tercela lainnya tetapi sebagai wanita sebagai istri sebagai Ibu kecanggungan menyelimuti dirinya ingin segera Aryanti datang saksi-saksi sebagai saksi perjalanan dramanya agar semua cepat selesai dan dirinya bisa bebas pulang kembali ke pangkuan dan pelukan keluarganya.


Sampai pagi menjelang Aryanti hanya mondar-mandir saja sambil mendengarkan suara dari luar kaca jendela burung burung bersuara dan kokok ayam dari kejauhan terdengar masuk ke dalam ruangan itu sampai pada handle pintu terdengar bersuara seseorang membukakan pintu ini berarti sudah pagi kembali.


"Oh Bu Aryanti sudah bangun rupanya bagaimana tidurnya nyaman ? apa gelisah atau masih dalam ketakutan atau sudah mulai tenang ? dan kita lanjutkan semuanya hari ini "


"Aku mau mandi dan berdandan,Aku siap menjadi Dayu Saraswati dan siap menandatangani kesepakatan dan bertemu dengan saksi saksi !"


"Tentu tentu Bu Aryanti silahkan..."

__ADS_1


Aryanti melenggang ke kamar mandi sendiri tanpa diantar kembali Made Ardika, Aryanti sempat melihat sekeliling ruangan di luar ruangan koleksi tadi sepertinya bangunan ini berada di lantai dua begitu pikiran Aryanti...Aryanti sempat melihat ke kaca bagian belakang di samping kamar mandi tapi hanya melihat daun dan pucuk pucuk pohon yang menari-nari tertiup angin pagi.


Aryanti mandi sambil menggigil karena kedinginan lalu membersihkan dan menggosok gosokan penggosok badan sampai berbusa dan memenuhi tubuhnya,masih dengan perasaan takutnya segera Aryanti membilas tubuhnya dan memakai handuk kembali lalu memakai pakaian dengan tetap penuh dengan kewaspadaan, menggosok gigi baru keluar kamar mandi.


Aryanti duduk kembali di tempat tidur,dan diam dalam menggigil kedinginan sambil menaikkan kakinya ke atas tempat tidur dengan handuk menutup kepalanya,Made Ardika merasa kasihan dan ingin mengurangi rasa menggigilnya Aryanti,Made Ardika mengambilkan satu gelas teh hangat dan menyodorkannya ke hadapan Aryanti dan Aryanti mengambilnya dan langsung meneguknya.


''Maaf di sini udaranya cukup dingin dan suhunya begitu rendah dan tidak ada fasilitas water heater"


"Jam berapa saksi yang saya inginkan datang apa Made sudah memberitahu semuanya dan memberi pengarahan ?"


"Sebentar lagi sampai dan saya sudah sampaikan semuanya pada mereka"


Asalnya Made Ardika menolak Aryanti memakai hijab tapi karena Aryanti berkeras hati dan akan menyampaikan dengan pelan pelan dan meyakinkan pada Aira nanti,akhirnya Made Ardika mengerti juga,ini adalah privasi yang sangat prinsip dan menyangkut hak asasi seseorang,daripada melepaskan hijab melenggang kemana mana di depan orang yang bukan mahramnya lebih baik batal semuanya.


Aryanti begitu berpegang teguh pada pilihan prinsipnya,walau dirinya ada di sarang seorang penculik dan menyandera dirinya tetap mempunyai power yang sekali kali bisa menyerang lawannya walau bukan dengan tenaganya tapi dengan taktik dan membalas kelicikan dengan kelicikan juga.


Semua di periksa dan perjanjian begitu rapi sudah di tanda tangani kedua belah fihak,cek dengan nominal yang di sebutkan jumlahnya sudah di tandatangani juga,semua sudah komplit.


"Sarapan dulu Bu Aryanti,setelah tanda tangan dan sedikit ngobrol dengan para saksi nanti Bu Aryanti dandan semirip mungkin dan Saya seolah olah baru datang menjemput Dayu Saraswati dari Bandara"


"Kedengarannya sangat menarik"

__ADS_1


Aryanti menarik makanan yang ada di troli meja dorong dengan macam macam makanan yang kelihatan begitu menarik dan mewah,tapi dalam keadaan dan situasi seperti ini apa semua akan begitu berselera makan ? jangankan untuk makan terlintas saja di fikiran tidak,kalau perut belum terasa melilit baru sadar dirinya perlu asupan tenaga.


"Karena tidak ada permintaan jadi saya menyediakan menu yang mungkin menurut perkiraan saya Bu Aryanti suka"


"Memang tak mudah menebak hati orang,apalagi keinginan seseorang"


"Yang saya tahu Bu Aryanti orang baik,semoga itu perkiraan yang benar"


"Jadi orang baik tak selamanya enak, terkadang orang hanya memanfaatkan kebaikan kita"


"Menurut saya tak apa memanfaatkan asal kita saling memberi manfaat"


"Apa saya harus percaya pada asas saling memberi manfaat ?"


"Setidaknya ada perjanjian antara kita"


"Semoga itu perjanjian yang benar benar di tepati bukan hanya diatas kertas dan manipulasi saja,biasanya kecurangan diatas kecurangan dan kebohongan menutupi kebohongan lagi"


"Kalau kita terus berdebat sarapannya tak akan selesai"


Aryanti menyelesaikan makannya dan menyimpan kembali ke meja trolinya,rasanya menjadi seperti orang sakit makan dan minum di anterin dan di rangsum setiap waktu makan,selesai makan Aryanti mulai berdandan dan memasang kaca cermin yang begitu besar semua dalam pengawasan Made Ardika.

__ADS_1


__ADS_2