Pesona Aryanti

Pesona Aryanti
Selamat tahun baru !


__ADS_3

Aryanti mulai berjalan melihat satu-persatu bungalo, dimulai bungalo yang diisi dirinya juga yang diisi Adrian seperti tidak ada apa apa, lanjut Aryanti menuju bungalo Rose nomor 10 kelihatan dari luar lampunya terang, tapi tidak kelihatan apa-apa dari luar, sesaat Pak Edi Aryanti Linda dan 3 satpam berdiam diri sambil memperhatikan bungalo itu, lalu Aryanti mendekati pintunya dan berusaha melihat ke dalam lalu mengetuk pintunya tapi tidak ada jawaban, sekali lagi mengetuk pintunya tapi tetap tidak ada jawaban.


Semakin kalut pikiran Ariyanti dan hal-hal yang jelek saja yang ada di bayangannya, lalu Aryanti memanggil ketiga satpam dan menyuruhnya untuk menggedor pintu, terlihat di dalam bayangan orang dan suara benda pecah jatuh ke lantai, Aryanti semakin yakin Adrian juga ada di dalam.


"tok tok tok tok..."


"Buka pintu ! buka pintunya ! siapapun di dalam tolong buka pintunya ! kalau tidak dibuka nanti kami dobrak dan akan kami panggil aparat kepolisian karena pengisi kamar ini kami anggap mencurigakan"


Seseorang dari dalam membuka pintu sedikit,tapi Aryanti langsung mendorong pintu diikuti 3 satpam, pintu terbuka terlihat Adrian telungkup di kasur mungkin setengah sadar atau sudah mabuk berat lantai penuh dengan pecahan beling dan mungkin dari botol yang pecah kesenggol, di atas meja berserakan ada rokok minuman dan gelas gelas, ponsel tissue,tas,dompet dan lain lain, seorang perempuan Aryanti tahu itu temennya Livia jatuh terjerembab di lantai karena terdorong pintu yang di dorong paksa,mungkin juga karena mabuk,lalu security menyuruhnya duduk di sofa.


"Cari yang lainnya mungkin di kamar mandi atau di belakang !" perintah Aryanti.


Lalu seorang satpam mencari dan memeriksa ke belakang.


"Kamar mandinya dikunci dari dalam, Bu Aryanti"


"Gedor aja biar keluar !" setelah di gedor gedor Livia akhirnya keluar tanpa perlawanan dan berlagak bloon seperti tak terjadi apa apa dan seperti tak tahu permasalahan.


"Duduk di kursi ! saya pimpinan di Hotel ini perlu keterangan dan banyak pertanyaan buat kalian,apa yang kalian lakukan dengan Pak Adrian, sehingga ia mabuk berat dan saya perlu memeriksa kalian takut kalian membawa narkoba, psikotropika,dan barang terlarang lainnya"


Livia menatap tajam ke arah Aryanti seperti menantang Aryanti dengan sombongnya, menatap tajam Aryanti dengan penuh kebencian,oh.... ini yang namanya Aryanti ceweknya Adrian yang dikatakan Adit waktu itu

__ADS_1


"Jangan sembarangan menuduh orang ini semua urusan saya sama Adrian, Adrian lagi kalut pikirannya,biarin malam ini aku yang urus"


Livia berdiri dan tolak pinggang mengusir Aryanti dengan menunjuk nunjuk ,juga pada yang lainnya sambil menunjuk-nunjuk memaki maki dengan kata kata kasar,yang nggak jelas banget Livia menyerang pribadi Ariyanti dengan menyebut nya gara-gara Aryanti dirinya putus dengan Adrian, dan jelas Aryanti tidak terima dimaki-maki sama orang mabuk,hati dan mukanya semakin panas dan emosi.


"Kamu tak lebih hanya seorang pelampiasan dan pelarian Adrian untuk mengisi kesepiannya di sini ! kalau tidak ada kamu pasti Adrian masih bersamaku sampai saat ini,keluar semua ! ini adalah urusanku...!"


"Sekarang semua ini menjadi urusan kami, karena Pak Adrian adalah pimpinan kami...!"


"Hai hai hai.... emangnya siapa kamu,kalian semua hanya pegawai di sini...!"


"Tapi aku punya wewenang di sini ! dan kamu hanya pengunjung dan tamu di hotel ini kami berhak tidak menerima dan mengusir kalian, apalagi sekarang Pak Adrian lagi mabuk apa yang bisa diambil tanggungjawab dari orang mabuk,dari orang yang diracuni ?"


"Tidak, kami sudah janji malam ini aku dan Adrian akan bersama sama menghabiskan malam dengan berkesan,dan itu sudah disepakati walau ini untuk terakhir kalinya"


"Security tolong ambilkan air di ember dikamar mandi, kita buktikan apa benar yang diucapkan orang ini kita sadarkan dulu Pak Adrian"


Security datang dengan seember air dan gayung lalu di kasihnya kepada Aryanti dan Aryanti langsung membanjur kan ke kepala Adrian air ber gayung gayung, Adrian seperti sadar dan menggeliat tapi kelihatan seperti ngantuk, lalu sekali lagi Aryanti membanjur mukanya dan Adrian seperti kaget luar biasa mengusap muka nya berkali-kali,dan Adrian batuk-batuk mungkin air masuk ke hidung dan mulutnya.


"Linda tolong telepon yang namanya Adit di ponselku dia temannya Adrian suruh datang ke sini biar kita minta pertanggungjawabannya juga"


Aryanti memberikan ponselnya kepada Linda, Linda masuk sambil berjinjit takut kakinya menginjak pecahan gelas mau ngambil ponsel dari tas tangan Aryanti, tapi Livia langsung menyambarnya dan menarik baju Aryanti,kontak fisik terjadi,Aryanti kaget dan tak ada pertahanan dan persiapan, lalu Livia mendorong kuat dan menghempaskan tubuh Aryanti,Aryanti terhuyung dan tubuh juga kepalanya membanting tembok, Adrian meloncat dari tempat tidurnya dengan tujuan mau menolong Aryanti tapi karena limbung tubuhnya mental bersama tubuh Aryanti membanting sisi tempat tidur dan menimpa pecahan gelas-gelas,Adrian mengerang kesakitan punggungnya terbanting hebat ke pinggir tempat tidur.

__ADS_1


Lantai basah dan tubuh basah Adrian memberikan efek licin kepada lantai yang penuh dengan air bekas banjuran Aryanti tadi darah tercecer di lantai entah dari siapa Adrian atau Aryanti dan semua panik,Aryanti terkulai tak sadarkan diri dalam posisi di pangkuan Adrian yang terduduk, Adrian yang meloncat tanpa perhitungan tak menyadari kalau lantai banyak pecahan gelas, kakinya terluka dengan darah di beberapa tempat di tubuhnya.


Linda mengambil tas tangan Aryanti yang terpental jauh dan mengeluarkan ponselnya lalu menelepon Adit untuk datang ke tempatnya.


Pak Edi langsung mengambil alih perintah dan menyuruh satpam mengamankan dan menjaga tempat itu dan orang-orang yang ada di dalamnya lalu menyuruh satu satpam memanggil Pak Tono untuk segera bisa membawa Aryanti dan Adrian ke rumah sakit, Pak Edi memeriksa leher dan denyut nadi Aryanti.


"Pak Edi apa kita panggil mobil ambulan sekarang?"


"Jangan itu akan memakan waktu lama dan menimbulkan kekacauan dan panik semua pengunjung Hotel"


"Sekarang gotong semua satu satu bawa masuk mobil, Bu Aryanti dulu, baru Pak Adrian,Linda kamu ikut ke rumah sakit biar di sini saya yang urus"


"Baik Pak Edi"


Aryanti digotong duluan dengan darah di bajunya juga dalam keadaan tak sadarkan diri, Adrian yang masih dalam keadaan limbung belum menyadari sepenuhnya apa yang terjadi cuman yang dirasakannya punggungnya begitu sakit juga tubuh lainnya juga terasa perih dan sakit,lalu giliran Adrian di di bimbing dua security meringis dan seperti menahan sakit Adrian tak mampu berjalan sendiri, setelah masuk mobil,mobil melaju dengan perlahan melewati pelataran parkir yang padat dengan orang-orang dan sayup-sayup terdengar orang-orang meneriakan,Selamat tahun baru ! Selamat tahun baru ! Selamat tahun baru !...


Livia dan satu temannya nggak kalah paniknya mereka langsung memasukkan baju bajunya ke koper,dan Adit datang bersama Irene ke situ, tersentak panik dan kaget banget apalagi setelah melihat banyak pecahan gelas dan juga darah berceceran dimana-mana juga tempat dalam keadaan basah berantakan dan penuh air.


"Astaga ada apa ini,ya ampun Livia,Jenny apa yang telah terjadi ? apa yang terjadi ? apa yang telah kalian lakukan ?"


Tak lama polisi datang ke situ tanpa ada keterangan apapun Polisi membawa mereka semua ke kantor untuk dimintai keterangan atas apa yang telah terjadi di tempat itu tak terkecuali Adit dan Irene juga dibawa ke kantor polisi, semua pasrah mengikuti aturan,Adit bertanya berkali-kali kepada Livia tapi Livia dan Jenny bungkam seribu bahasa.

__ADS_1


"Astaga Livia aku nyesel mengajak kamu ke tempat ini,sial banget,kenapa kalian bertindak bodoh banget, apa yang kalian inginkan Apa yang kalian lakukan terhadap Adrian dan Aryanti ?"


Pak Edi mengunci pintu itu tanpa menyentuh apapun yang ada di dalamnya biar polisi yang menyelidikinya dan menyerahkan semuanya kepada aparat hukum.


__ADS_2