
Hari sudah gelap saat mobil masuk pelataran Hotel,Pak Tono menurunkan semua bawaan nya di parkiran belakang dan Adrian turun hanya dengan menenteng ranselnya,setelah memberi instruksi pada pak Tono Adrian berjalan menuju ke kamarnya.
Matanya melirik bungalo Orchid no, 1 yang pintunya tertutup ada senyum di bibirnya,nggak mungkin sudah tidur paling lagi main ponsel atau lagi baca atau mungkin juga lagi melamun,dan mungkin juga lagi melamun kan dirinya.
Adrian masuk kamarnya dan menaruh bawaannya,membuka sepatu membersihkan diri ke kamar mandi dan berganti pakaian.
Duduk di sofa dan mengambil ponselnya,melihat lihat pesan yang masuk dan melihat kontak Aryanti terakhir di lihat dan terakhir online nya sejam yang lalu,Adrian mengerutkan dahinya dan meneleponnya.
"Tik tok tik tok tik tok..."
"Hai Mas udah sampai di mana ?"
"Aku masih di jalan,kira kira setengah jam lagi nyampe" Adrian berbohong.
"Malam banget,emang berangkatnya udah sore ?"
"Iya,kan banyak yang harus di selesaikan,kamu di mana ?"
"Aku di kamar lagi tiduran"
"Tapi tadi aku lihat pintunya rapat dan seperti nggak ada orang di dalamnya,aku keluar nih lagi ngetuk pintu kamar kamu,bener nih di dalam ?"
"Mas aku di depan,di cafe heeeeee..."
"Ngapain masih di situ ?"
"Beres beres aja,lagian Mas suka nggak boleh kalau aku masih ada yang di kerjakan kalau sudah malam,jadi aku bohong dikit,dikit aja kok heeeee...maaf ya"
"Katanya tadi di kamar"
"Mas juga kan bohong katanya masih di jalan,jangan ngambek kita impas,nih aku pulang sekarang"
Adrian menutup ponselnya,dan Aryanti berjalan ke bungalo Jasmin no.2 dan mengetuk pintunya,Adrian membukanya,Aryanti berdiri di pintu dengan senyuman khasnya.
"Masuk..."
Aryanti masuk dan duduk di sofa samping Adrian duduk,melihat dandanan Adrian yang sudah memakai baju santai.
Adrian meraih sebelah tangan Aryanti dan memegangnya semua pada diam seperti anak kecil yang lagi marahan.
"Mas marah ya sama aku ?" Aryanti melirik sekilas.
"Itu pertanyaan salah,siapa yang marah ? harusnya kamu nanya Mas kangen sama aku nggak ?"
Aryanti mendelik,sambil senyum di tahan,lalu cemberut.
"Nggak jelas banget masalahnya"
__ADS_1
"Udah udah jangan cemberut nanti lesung pipinya hilang tuh"
Aryanti semakin cemberut sambil menyembunyikan mukanya di balik tangan Adrian.
"Aku punya sesuatu buat kamu" Aryanti bangkit duduknya bersila menghadap Adrian.
"Buat aku ? apa Mas ?" Aryanti senang dan ingin segera tahu.
"Cium dulu pipi Mas baru di kasih sama laptopnya" Adrian tertawa sambil mendekatkan pipinya ke hadapan Aryanti, Aryanti mendorong muka dan badan Adrian.
"Ih Mas itu namanya pemaksaan,aku nggak mau"
"Ssssst,jangan keras keras nanti kedengaran orang di kira aku beneran maksa kamu"
Aryanti kembali diam,dan Adrian bangkit mengambil ranselnya di atas kasur dan membawanya ke depan kembali.
"Nih laptop kamu"
"Makasih ya Mas" Aryanti mendekap laptopnya di dada dan Adrian mengambil satu lagi bungkusan dan menyodorkan ke hadapan Aryanti.
"Aku nggak tahu kamu suka atau enggak,karena aku bingung mau ngasih apa buat kamu"
"Apa ini Mas?" Aryanti membalik balikan bungkusan itu dan menimbang nimbang nya.
"Buka aja,aku juga penasaran kamu suka apa nggak"
Aryanti membuka bungkusan itu,lalu bungkus kardusnya dan seakan tak percaya Aryanti teriak senang.
"Suka ?"
"Mas makasih ya oleh olehnya heeeeee...."
Tanpa di sadarinya juga tanpa di rencanakan spontan Aryanti mencium pipi Adrian,Adrian kaget tapi juga senang,dan Aryanti malu sendiri dengan ketidaksengajaannya
"Sama sama sayang,aku juga senang kalau kamu suka"
"Kok Mas tahu aja kasih aku yang aku suka"
"Aku hanya ngira ngira aja semua cewek mungkin suka sama yang gituan"
"Heeee Makasih ya, aku pulang sekarang..."
Adrian mengangguk mempersilahkan Aryanti keluar,Aryanti keluar dengan laptop dan kotak perhiasan yang di atasnya ada boneka Barbie dengan gaun panjang yang bisa berputar dan kalau di buka mengeluarkan nada sebuah lagu,di simpannya laptop di atas kasurnya dan hanya memegang dan meneliti setiap detil kotak perhiasan itu.
Di dekapannya kotak perhiasan itu di dadanya
seakan memiliki sesuatu yang sangat berharga
__ADS_1
dan sesuatu yang nggak mungkin di milikinya kini memilikinya.
Ponselnya bunyi hampir nggak di hiraukan nya ,tapi di lirik juga,video call Adrian.
"Ya Mas apa ?"
"Kamu udah buka kotak itu belum ?"
" Belum kenapa memang Mas ?" Aryanti heran dan mencoba membukanya dengan sebelah tangan tapi masih pake selotip.
"Ada sesuatu yang istimewa buat yang teristimewa,buka aja sebenarnya kejutannya ada di dalam,karena tadi aku melihat kamu udah senang dengan kotak perhiasan itu jadi aku nggak tega mengejutkanmu lagi"
Aryanti membuka selotip yang menyatukan tutup dan bagian badan kotak itu dan melihat ada cincin warna putih dengan dua mata putih juga yang sangat berkilau"
"Mas ini untukku juga ?" Aryanti setengah tak percaya.
"Emang kamu fikir untuk siapa ? ayo cobain aku mau lihat cincin itu di jari manismu"
Aryanti memakainya dan pas di jari manisnya,lalu memfokuskan camera ponselnya ke jari nya sambil tertawa senang.
"Pas banget Mas"
"Sempurna" Adrian tertawa.
"Mas apa ini nggak berlebihan ?"
"Sayang Aku baru beliin kamu cincin mas putih doang bukan berlian bukan kendaraan bukan rumah atau yang lainnya,kamu senang dan suka dengan yang aku beri aku bahagia itu cukup"
"Terimakasih ya Mas"
"Ya ya ya...eh jangan sekarang terimakasihnya besok aja tadi kan baru cium pipi belah kanan yang kiri aku tagih besok... haaaaaaaa"
"Ah Maaaaaas, jangan membuat aku merasa berhutang,aku jadi nggak enak"
"Enggak sayang, aku ikhlas memberi itu semua tanpa tuntutan apapun aku bercanda aja,aku senang menggoda kamu"
"Ya sudah aku ucapin terimakasih lagi ya buat semuanya,sudah repot repot cariin aku oleh oleh yang begitu aku suka"
"Iya cuma aku kecewa aja sama kamu,masa cuma laptopnya aja yang di peluk aku enggak ?"
"Mas Mas ngiri kok sama laptop,nggak jelas gitu"
"Ya sudah,istirahat besok banyak yang harus kita bahas dan kita kerjakan,selamat tidur ya..."
"Ya Mas sama sama bye..."
Adrian tiduran di kasurnya bibirnya masih saja tersenyum,Aryanti begitu antusias banget,begitu menghargai apa yang di beri nya walau itu menurut Adrian tak seberapa,kesenangan yang tulus di perlihatkan Aryanti membuat dirinya sadar perhatian dan rasa cinta yang menjadikan semuanya begitu berharga.
__ADS_1
Melihat begitu senangnya Aryanti seperti senangnya juga hatinya,tak ada kebahagiaan selain melihat orang yang kita sayangi bahagia, begitu sederhananya Aryanti dengan ekspresi kebahagiaannya sampai nggak sadar mencium pipinya,Adrian mengusap pipi kanannya sambil meluk guling di sebelahnya.
Saking gembira dan antusias dengan kejutan yang di berikan nya, Adrian juga Aryanti sampai lupa apa misi sebenarnya Adrian pergi ke Bandung,tapi keduanya sudah terlelap di peluk mimpi manis madu cinta mereka,dan membawa mereka melayang layang ke alam bawah sadar mereka,tanpa mereka tahu perjalanan cinta mereka baru di mulai masih jauh dengan cerita yang belum terinspirasi...