
Aryanti membuka kunci kamarnya lalu masuk di susul Adrian,Aryanti berdiri menatap Adrian seolah ingin ada yang di sampaikan tapi Aryanti kelihatan ragu.
"Mas siapa dulu ke kamar mandinya Mas apa aku dulu ?"
"Kita bareng bareng aja ayo..." Adrian menarik tangan Aryanti dan Aryanti meronta melepaskan diri.
"Iiiiiiiiiih...Mas aku nggak mau,jangan kita belum boleh,kita bukan suami istri..."
"Kan sebentar lagi kita jadi suami-istri,ini sudah hampir sebentar lagi..." Adrian menggoda Aryanti.
"Mas aku mohon jangan begitu..."
Adrian tertawa,nggak tega rasanya mendengar Aryanti memohon pada dirinya,Adrian menghampiri Aryanti yang berdiri,lalu meraih kedua tangannya dan menciumnya,lalu memeluknya dengan penuh gairah,kerinduan yang menggelegak di hatinya menunggu saatnya tumpah seperti deburan ombak yang memecah sunyi di hening pagi,seperti setetes embun yang jatuh di tanah kering saat kemarau panjang menderanya,begitu juga Aryanti seakan lupa diri dengan perasaan rindunya yang memuncak,seperti sehelai daun kering jatuh terbawa angin,pasrah dalam kehangatan rindu yang menggunung.
Dengan baju setengah kering tak membuat keduanya kedinginan,hangatnya cinta dan gelora asmara mereka begitu membara membawa hanyut apa saja yang di terjang arusnya, dari berpelukan berdiri sadar sadar Aryanti sudah di atas tempat tidurnya lagi berpelukan dan berciuman begitu panasnya,Aryanti berusaha melepaskan pelukannya tapi tangan kokoh Adrian begitu kuat merengkuh dirinya,Aryanti hanya pasrah dan membalasnya sampai menunggu Adrian merasa puas.
Dengan nafas terengah-engah Aryanti mendorong dan menahan dada Adrian kuat kuat yang menghimpitnya dan mereka melepaskan pelukannya,lalu Aryanti duduk Adrian malah tiduran di pangkuan Aryanti.
"Sakit tahu mas ini nih" Aryanti membelai muka Adrian yang brewoknya mulai tumbuh panjang.
"Tapi ada sensasi lain kan heee..."
"Aku lebih suka rapi Mas..."
"Iya aku kan sibuk kemarin kemarin mah..." Adrian memegang tangan Aryanti dan telapak tangannya di tempelkan di pipinya dan di tahan tangannya sendiri.
"Nanti aku cukuran,kalau kamu sakit kena di kulitmu"
"Tiduran lagi sayang..." tangan Adrian mulai merayap...
"Mas jangan ! aku mohon,aku nggak mau"
"Aku kan masih kangen,ggak apa apa sayang aku nggak memaksa kamu,aku nggak minta yang belum menjadi hak ku,kalau aku akan memaksa mungkin dari dulu aku sudah paksa kamu..."
"Aku takut kebablasan,jangan memancing aku Mas ,aku nggak mau ada sesal yang semua karena nafsu sesaat,aku ingin memberi sesuatu yang teristimewa pada saatnya nanti"
"Maafkan aku ya sayang,terimakasih kamu selalu mengingatkan aku,aku begitu menghargai kamu,dan aku nggak mau memaksa kamu...mandi sana duluan,biar aku istirahat dulu"
Aryanti tersenyum lalu mencubit kedua pipi Adrian dan Adrian tertawa,lalu beranjak ke kamar mandi.
__ADS_1
"Jangan ngintip ya heeee..."
"Yeeee siapa yang mau ngintip,sebentar lagi aku akan tahu semuanya,tunggu tanggal mainnya"
Aryanti tertawa dan masuk kamar mandi.
Dahaga asmara seperti meminum telaga oase di Padang pasir,semakin meminumnya semakin ingin lagi dan lagi ingin mereguk dan merasakan kesegarannya,perasaan yang begitu berat di dada Adrian mulai mencair dengan sendirinya,Aryanti bagai oase itu di hatinya begitu menyejukkan,tapi terkadang memabukkan,dan membuat lupa diri sebelum Aryanti sendiri yang mengingatkannya.
Adrian melirik jam di dinding sudah setengah sepuluh,begitu cepat waktu berjalan kalau di nikmati dengan kebahagiaan,dan Aryanti keluar dari kamar mandi dengan wangi harum sabun mandi,terasa nyaman menikmati keharuman yang ditebarkan aromanya,Adrian membuka bajunya dan berdiri mau memeluk lagi Aryanti tapi Aryanti menghindar apalagi Adrian nggak pakai baju semakin tak nyaman rasanya berduaan di dalan kamarnya.
"Mas mandi dulu, masa aku sudah wangi Mas masih bau gitu...Aku nggak mau deket kalau Mas belum mandi"
"Iya iya aku mandi"
Adrian masuk kamar mandi dan Aryanti segera berpakaian dan berdandan,lalu mengambil pakaian buat Adrian dan menyimpannya di atas sofa.
Adrian keluar kamar mandi dan Aryanti sudah selesai dan rapih.
"Mas,itu pakaian nya di atas sofa,kalau Mas mau berpakaian aku keluar dulu, juga kalau nggak cocok pilih sendiri,pakaian Mas pintu kiri ya,Mas lapar nggak ?"
"Yang mana aja,apalagi yang kamu pilih aku suka saja...memang pakaianku di pindah semua ke sini ?"
"Iya lah masa setahun satu kamar bungalo nggak di manfaatkan,sayang banget..."
Aryanti hanya duduk sambil menyetel televisi, Adrian mengambil pakaiannya dari samping Aryanti di sofa, Aryanti tak berani melirik Adrian yang hanya di belit handuk separuh badannya.
Selesai berpakaian Adrian duduk di samping Aryanti,dan Aryanti dengan santainya menyenderkan kepalanya di bahu Adrian dan memeluk sebelah tangannya,Adrian tersenyum sambil mengusap usap tangan dan meremas jari jari Aryanti...
"Sayang ,coba tebak aku bawa oleh oleh apa buat kamu yang paling teristimewa di hatiku...?" Adrian membelai pipi Aryanti dengan rasa sayangnya.
"Aku nggak bisa nebak Mas,tapi kalau kategorinya di kasih tahu mungkin aku bisa nebak heeee..."
"Itu curang sayang,tapi buat kamu aku bocorin dikit deh...
"Apa hayo..."
"Emght...sesuatu yang dari dasar terdalam,enak,kenyal,indah,tipis,menggoda..."
"Stop stop...! apaan kok kategorinya begitu nggak jelas banget"
__ADS_1
"Haaaaaaaa...terus terang aja kalau nggak bisa nebak" Adrian tertawa sambil merangkul dan memeluk Aryanti.
Aryanti terdiam saat bibir Adrian menyentuh lembut bibirnya,sesaat hening hanya nafas keduanya yang memburu,Aryanti memejamkan matanya saat sentuhan menerbangkan rasanya entah ke mana,menikmati setiap ***** an bibir panas dan bergetar,kehangatan telah menenggelamkan keduanya menikmati getaran asmara tiada tara yang tak terbatas.
"Mas sudah..."
"Sebentar lagi sayang"
"Aku lapar..."
Adrian melepaskan ciumannya dan mengusap bibir Aryanti berulang ulang dengan jari jempolnya,dan menatap Aryanti yang seperti lemas,mungkin menahan rasa di dadanya dengan irama nafas yang belum beraturan.
"Ayo kita cari makan,tapi ke atas ke kamarku dulu ambil ranselku dan juga kejutan hadiah buat kamu..."
"Mas pesan kamar di atas ?"
"Terpaksalah ngetuk kamar kamu nggak ada orangnya, malah keluar yang nyewa orang lain hampir Aku ribut di kira kamu selingkuh sama orang itu..."
"Haaaaaaaa,maaf aku pindah nggak bilang bilang,soalnya kalau aku tinggal di bungalo no satu,aku tiap hari melihat pintu kamar Mas"
"Sudah sudah...,semua sudah terlewati,'tiba tiba aku ada di depan kamu' nih heeeee..." Adrian merentangkan tangannya dan Aryanti memeluknya dengan eratnya sekali lagi menenggelamkan kepalanya di dada Adrian dengan penuh perasaan,menikmati detak jantung dan usapan usapan sayangnya,Adrian mencium ubun ubun nya.
"Kita ke Bandung mau kapan hemght...? aku ingin secepatnya, Ibuku telah mempersiapkan semuanya tinggal melamar sama orangtua kamu,tentuin tanggal dan kita terbang berdua,mau ke mana bulan madu kita apa di Rumah saja di Bandung ? apa di sini saja di Pangandaran ? apa di The Praja Hotel Bali ? apa ke Australia lagi,atau ke Malaysia jalan jalan di kebun kelapa sawit Fath haaaaaa..."
"Kalau di rumahmu kita nanti malu sama Bapak sama Ibu juga Adel masih ada,kalau di rumahku apalagi malu juga Bapak dan Mamaku,kalau di sini di Pangandaran,lebih malu lagi teman kerja dan stafnya semua kenal...
"Berarti aku tahu,kita nggak keluar kamar 7 hari 7 malam di Bali haaaaaaaa...ke Bali kan ?"
"Nikah aja belum kita Mas...."
"Kan harus punya rencana sayang,pokoknya aku terserah kamu kemana mana juga,aku serahin sama kamu asal satu syaratnya heeee..."
"Apa itu syaratnya...???"
"Harus ada tempat tidur yang gede dan nyaman haaaaa..."
"Idiiiih Mas ini ngeres aja otak sama fikiran nya"
"Yu kita keluar,udah setengah hari kita di dalam kamar,di kira orang beneran kita udah bulan madu"
__ADS_1
Adrian dan Aryanti keluar,memang hari minggu ini begitu rame tamu pengunjung bahkan tak seperti biasanya,mobil mobil berjejer di parkiran,lalu lalang orang dengan acaranya masing masing.
Adrian menuntun Aryanti menaiki tangga,dan membuka kamar no.50 lalu mengambil ranselnya dan menguncinya kembali.