Pesona Aryanti

Pesona Aryanti
Hari yang indah


__ADS_3

Berdua di dalam ruangan tertutup,terkunci,ber AC apa yang di lakukan suami istri muda ? nggak mungkin cuma ngobrol atau diskusi pekerjaan yang pasti menikmati kebersamaan dengan suasana yang berbeda dengan di rumah.


Aryanti sama Adrian benar benar tenggelam dalam suasana romantis dengan pengharum ruangan aromaterapi juga parfum Aryanti yang begitu harum memabukkan seakan membawa mereka ke alam bawah sadar mereka dan Aryanti menyadari semuanya setelah semua terjadi.


"Iiiiiiiiiih... Mas bener bener keterlaluan Aaaah...semua jadi berantakan Aryanti memakai kembali blazernya"


Adrian menutup mulut istrinya dengan mulutnya lalu berbisik di telinga istrinya.


"Sendirinya yang datang tiba tiba...sendirinya yang memulai... Tapi kita begitu menikmatinya kan sayang ? heeee...kapan lagi kita punya kesempatan berdua di dalam ruangan ini biarin Aku nggak makan siang,rasanya sudah kenyang duluan..."


Adrian bangkit dan membuka kulkas mengambil minuman ringan dan membukanya lalu menyodorkan nya satu kaleng pada istrinya yang lagi merapikan pakaiannya.


Aryanti menerimanya dan menatap Adrian sambil tersenyum,tapi agak manyun.


"Tapi senja nanti kita ke Pantai ya Mas..."


"Sepertinya minta imbalan jadinya...Pantai indah kapuk aja ya heee..."


"Pantai yang itu mah kan tiap malam" Aryanti memakaikan kembali dasi di leher suaminya dan merapikan kemejanya yang kusut masai.


Aryanti ke kamar mandi dan meneliti semua wajahnya di cermin yang berantakan juga kerudungnya yang terbuka dan sekalian di buka dan di simpan di sofa, kembali setelah membasuh muka di wastafel dan mengeringkannya dengan tissue.


Aryanti membuka tasnya dan mengeluarkan cermin dan tas kecilnya berisi kosmetiknya Adrian memandang istrinya yang lagi berdandan sambil senyum senyum


"Sampai berantakan begitu Bu Aryanti memang habis dari mana ? seperti habis ada yang menyergap ya ?"


"Perempuan di sarang penyamun"(judul sebuah novel zaman dulu)


"Haaaaaaaa... enak saja penyamun ada juga perempuan di sarang madu,karena kamu manis dan legit..."


"Aku mau pulang nggak masuk kantor lagi,mau lihat lihat bangunan proyek Zoo,mau mandi dan mau main sama Alinea...


"Kamu dandan lama lama hanya untuk pulang ?" Adrian bengong.


"Memang kenapa Mas sayang ? apa Mas lebih senang lihat istrinya keluar ruangan dalam keadaan berantakan ? terus pintu ruangan tertutup rapat ada sampai dua jam tapi orangnya berdua ada di dalam nggak jadi pertanyaan juga keheranan ?"


Adrian hanya tertawa,dan di pikir memang iya juga...namanya laki laki di sodorkan sesuatu yang menggoda di hadapannya siapa yang tahan..lagian istrinya begitu menggodanya dari datang sudah glendotan aja dan peluk peluk tangan dan bahunya...Aaaah Aryanti semua begitu terasa manis seperti gula jawa dan indah bersamamu.

__ADS_1


Aryanti sudah rapi dan menghampiri Adrian mencium bibirnya sekilas dan berkata manja dan sangat menggoda.


"Ajukan meminta tempat tidur buat istirahat di ruangan mu ke bagian pengadaan,biar sofanya nggak berantakan"


Dan Aryanti berlalu dari hadapan Adrian membuka anak kunci dan menarik handle pintu lalu keluar,terdengar suaminya tertawa.


Adrian duduk kembali di meja kerjanya dan meneruskan kerjanya yang tak lagi fokus konsentrasi,pikiran dan lamunannya memenuhi otaknya


seandainya Aryanti nggak ada betapa akan seperti apa kehidupannya.


Bukan hanya dirinya tapi Alinea belahan hati mereka sungguh Adrian tak bisa bayangkan dan cepat cepat menghapus bayangan itu Adrian tak ingin sekedar hanya terlintas di fikirannya seandainya kehilangan seorang Aryanti istrinya dan Adrian cepat menggantinya dengan bayangan manis madunya cinta mereka,Adrian meraba bibirnya sendiri sambil tersenyum,masih terasa panasnya bibir mereka saat bertemu,beradu dan berciuman dan merambah ke mana-mana serasa terbakar dan begitu menggairahkannya setiap sentuhan tangan lembut Aryanti di tubuhnya,juga wangi parfum dari tubuh Aryanti masih tercium wangi di bajunya seperti candu yang membuat ketagihan semakin merasakan dan menikmati semakin ingin mengulangi dan mencobanya lagi.


Tak ada habisnya Adrian memuja dan memuji istrinya yang diatas rata rata semua yang ada di dirinya,dan sekarang kecantikannya turun pada buah hati mereka Alinea kesayangan, seperti punya dua bidadari rasanya,dan selalu jadi bahan pamer kebanggaan pada Adiknya Adelia yang belum hamil hamil sampai saat ini.


Setiap video call Adelia hanya menjerit jerit dari sebrang ponsel ingin bertemu,ingin memeluk,


ingin mencium dan mencubit pipinya Alinea dan Adrian sama Aryanti hanya tertawa.


Adrian bangkit dan pulang ke rumahnya sungguh tak bisa konsentrasi lagi kalau sudah ingat sama Anak dan...juga istrinya.


Alinea lagi main dan sudah begitu lancar berjalan di awasi Bi Inah dan Adrian menghampirinya dan Alinea mengerti yang datang siapa Adrian jongkok menyambut Alinea di pelukannya, 'Papa...Papa...' dan berlari lagi sambil tertawa...


"Mandi kali Pak" Bi Inah yang jawab.


"Dedek sudah mandi ya hemght...wangi banget" sekali lagi Adrian mencium pipi putrinya dan meninggalkan Alinea main kembali.


Adrian masuk rumahnya dan tak kelihatan istrinya pasti di kamar mandi dan Adrian duduk di ruang tamu sambil membuka sepatu dan kemejanya.


Aryanti keluar kamar mandi sambil menggosok gosok handuk di rambutnya yang basah dan wangi sabun menyeruak menerpa hidung Adrian,Aryanti duduk di samping suaminya.


"Katanya mau ke pantai tapi malah sudah santai di rumah"


"Heeee...jadi malas kalau sudah di rumah kapan kapan kapan lagi lah..."


"Ya sudah kan paling enak di rumah apalagi di kamar"


"Huh...ujung ujungnya joging"

__ADS_1


"Haaaaaaaa..."


"Eh.. Mas besok kita joging ya,sejak di sini perasaan kita jarang olahraga deh..."


"Kan hampir tiap malam juga kita olahraga sayang heee..."


"Iiiiiiiiiih...Mas ngomongnya ke situ melulu,mandi sana bau parfum cewek tuh kemeja"


"Malam nanti satu kali saja ya heee..."


"Iya tapi besok joging"


"Gampang cuma joging doang mah,tenang saja nanti Papa temenin,mau sampai mana joging nya sampai Kintamani ?"


"Hush... Mas ngapain jauh jauh amat... ?"


Adrian tertawa dan berdiri masuk kamar mandi dan Aryanti keluar bermain mengendong Alinea yang sudah begitu berat badannya dan nggak mau di gendong gendong lagi...


Aryanti melihat lihat bangunan yang di peruntukkan sebagai kandang kandang taman kebun binatang mininya yang sebagian sudah selesai dan sudah bisa di isi,tapi dari keseluruhan bangunan masih banyak yang belum jadi apalagi yang memerlukan pagar besi atau pondasi beton,belum lagi akses jalan jalannya taman tamannya mesti di perbaiki kembali,di hitung hitung Aryanti ingin seratus spesies hewan mengisi kebun binatangnya atau lebih bisa di sebut taman binatang.


Sebentar lagi Alinea akan mengenal berbagai macam burung,unggas,hewan lucu seperti kura kura, kelinci,angsa,


kalkun,monyet,rusa dan lain lainnya,semua hewan akan datang secara bertahap kalau kandangnya sudah memadai...


Juga kolam ikan hias yang sudah ada sebelumnya yang telah di isi ikan koi,arwana dan ikan tawar biasa,menjadi perhatian utama karena sudah ada tinggal di perbaiki sedikit sedikit saja.


Perasaan Aryanti cukup seratus dulu hewan yang akan mengisi kebun binatang ini dan semua akan berangsur dan bertahap hingga sampai dengan apa yang di inginkan nya.


Semoga menjadi surprise buat Tante Adelia juga Om Fath yang nanti tahun baru mau liburan ke Kuta Bali ini,nggak sabar rasanya pengen bangun tidur mendengar suara suara lucu bersahutan,dan Alinea pasti akan begitu senangnya.


Besok hari minggu akan datang pesanan burung burung tahap pertama dan semua sudah di kondisikan dengan baik,juga perekrutan tenaga pengelolanya sudah di pesan khusus dan sekaligus dokter hewannya.


Alinea yang lagi jalan jalan di tuntun Aryanti dengan senangnya berkeliling taman yang masih agak berantakan,apalagi datang Papa Adri dan ngobrol sama tukang tukang juga Pak Daman yang lagi nge las bagian bagian yang lagi di di kerjakan,Aryanti sedikit memberi petunjuk apa yang di inginkan nya dan Adrian Memangku Alinea dengan senangnya.



__ADS_1




__ADS_2