
Aryanti menatap Komang Putri seakan nggak percaya,semua yang di ucapkan nya seakan lain dengan kenyataan yang Aryanti lihat dan yakini saat bertemu Pak Made Ardika di Beachwalk beberapa Minggu lalu,seakan hatinya membantah kalau Pak Made sakit secara psikologisnya,terlalu mendalam memikirkan kepergian istri tercintanya,dan keluarganya begitu malu dengan keadaan itu.
"Bu Aryanti yakin itu Bli Ardika ?"
"Ya ampuuuuun...Komang Putri,saya itu bersalaman dan ngobrol ada sepuluh menitan"
"Setahu saya Bli Ardika tidak bekerja di Beachwalk bahkan Dia tidak punya jabatan apapun karena setelah resign dari hotel ini sepertinya dia tidak bekerja lagi... saya selalu mengikuti perkembangannya,selain Bli Ardika saudara saya, karena saya merasa ada tanggung jawab dengan semua yang diucapkannya yang saya pikir merupakan ancaman buat Bu Aryanti"
Aryanti menyorongkan minuman ke hadapan Komang Putri biar minum dulu dan menenangkan pikirannya agar semua bisa tenang dan merasa segar kembali, Aryanti menarik nafas panjang sambil melihat sekeliling ruangan cafe yang ramai sama bule juga wisatawan lokal yang pada santai minum dan makan makanan ringan.
"Komang Putri,saya terus terang merasa takut mendengar ucapan Komang Putri tentang kebencian Pak Made Ardika juga perasaan nya pada saya,tapi saya takut sama apa ? saya fikirkan kembali semua begitu nggak beralasan, karena saya bertemu ngobrol, tatap muka dan bersalaman di super market itu Pak Made biasa biasa saja semua baik baik saja"
"Apa Bu Aryanti bicara sama Pak Adrian tentang pertemuan dengan Pak Made Ardika di Beachwalk beberapa minggu lalu ?"
"Sementara ini belum,dan mungkin tidak,saya takut hanya akan menambah kecemasan semua orang yang tahu akan masalah ini"
"Bu Aryanti sekali lagi Bli Ardika itu sakit,cara berfikir nya sudah lain bukan orang biasa,dia orang pintar dan berprestasi bukan hanya di lingkungan Hotel saja dia bisa menjalankan roda perusahaan tapi di lingkungan kami juga Bli Ardika itu termasuk tokoh lingkungan tapi semua itu sudah berubah"
"Saya juga kadang bingung orang se berpendidikan seperti Pak Made bisa menanamkan kebencian seperti itu ?"
"Terus terang saya takut Bu Aryanti menjadi sasarannya"
"Haaaaaaaa...Komang Putri jangan terlalu berlebihan"
"Bli itu benci pada Pak Surapraja, benci pada Pak Adrian dan ingin memiliki Bu Aryanti yang katanya Ibu dari Anaknya Aira,seakan Ibu Aryanti itu Dayu atau Ida Ayu Saraswati itu terang terangan di hadapan saya" Komang Putri berusaha meyakinkan lagi Aryanti.
Aryanti diam.
"Bagaimana kalau Bu Aryanti mengikuti saran saya apa Bu Aryanti mau kita menjebaknya untuk bisa membuktikan kalau Bli Ardika bohong di hadapan Bu Aryanti dan dia tidak bekerja di Beachwalk Kuta Bali ?"
__ADS_1
"Apa itu perlu ?"
"Ini hanya pembuktian saja dan penawaran saja,terus terang walau saya ada di pihak keluarga Bli Ardika tapi saya lebih mencemaskan keselamatan Bu Aryanti pimpinan saya bekerja"
"Apa rencana kita ?"
"Bu Aryanti belanja lagi di super market Beachwalk denganku juga sopir dan pengawal yang berbaju santai di mobil lain"
"Komang Putri apa kita tidak terlalu berlebihan ?"
"Bu Aryanti kalau semua ini tahu Pak Adrian saya yakin Bu Aryanti sudah di karantina,tolong dengar saya sekali ini"
Aryanti berpikir apa ini ancaman serius untuk dirinya, haruskah suaminya tahu atau akan menambah masalah semakin rumit padahal orang yang dianggap sakit dan berbahaya jelas jelas Aryanti bertemu dan sehat seperti biasa malah dirinya mengirimkan pesan salam untuk anaknya...
Ini sesuatu tantangan bagi dirinya dan Aryanti ingin membuktikannya sendiri apa Komang Putri yang mengada ada lantas tujuannya apa ? atau memang Pak Made Ardika benar-benar benci pada keluarga Pak surapradja dan juga terobsesi pada dirinya ? sungguh ini semua perlu pembuktian.
Langkah Awal buktikan semuanya,itulah yang ada di pikiran Aryanti,biarlah sementara Mas Adrian tidak tahu sampai semua bisa terang benderang dan dirinya bisa melihat permasalahan dengan benar.
Rencana begitu matang di rancang dan semua tanpa sepengetahuan Adrian,semua begitu berjalan normal dan biasa biasa saja,entah langkah salah atau benar Aryanti hanya ingin tahu kebenaran,dan mengesampingkan resiko dengan di dampingi sopir dan Komang putri juga dua satpam berbaju biasa di mobil lain.
Mobil berjalan perlahan dan memasuki Area parkir Beachwalk Kuta Bali Aryanti berjalan sendiri dan Komang Putri baru keluar setelah Aryanti masuk super market.
Dengan santainya Aryanti melihat list semua kebutuhannya sambil mendorong keranjang belanjaan dari lorong ke lorong menyatu dengan pengunjung lain dan melupakan misi sebelumnya,Komang Putri hanya mengawasi dari kejauhan.
Sampai pada daftar belanjaan susu Alinea seperti waktu beberapa minggu lalu Aryanti di kejutkan dengan sapaan yang begitu di kenalnya Pak Made Ardika sudah tersenyum di hadapannya.
"Hai... Bu Aryanti sangat kebetulan kita bertemu lagi saat Bu Aryanti belanja..."
"Oh eh ..Iya Pak Made kebetulan..."
__ADS_1
"Boleh kita ngobrol sebentar ? simpan saja di pojok situ belanjaannya, nanti tinggal di teruskan lagi belanjanya"
"Oh iya,soal apa ya Pak Made ?"
"Penghormatan sekali buat saya kedatangan tamu istimewa, rekan kerja yang begitu baik dan sangat saya kagumi semua inovasi inovasinya banyak menginspirasi sesama pelaku perhotelan"
"Pak Made jangan berlebihan, saya merasa biasa saja,sama seperti Pak Made yang lebih banyak pengalaman di dunia perhotelan"
"Oh ya Bu Aryanti santai kan mari saya traktir minum di cafe hanya lima menit saja boleh...?"
Aryanti begitu bimbang takut cemas dan khawatir semua ngumpul di hatinya tapi keinginan menggali lebih dalam apa yang di sampaikan Komang Putri membuat Aryanti di tarik perlahan sama Made Ardika dan menurut saja dan lalu duduk berhadapan di meja cafe Beachwalk.
"Anak saya Aira begitu girang waktu saya sampaikan saya bertemu sama Bu Aryanti,dia menitipkan ini buat Bu Aryanti tulisan tangannya...tapi di bacanya nanti saja" Made Ardika menyodorkan amplop pada Aryanti dan Aryanti menerimanya dengan ragu ragu dan memasukannya di dompetnya.
"Saya sengaja selalu membawanya karena Bu Aryanti selalu belanja ke sini dan saya yang ingin langsung menyampaikannya pada tangan Bu Aryanti sesuai pesan Aira"
Aryanti mengangguk seraya tersenyum.
"Pak Made sudah berapa lama kerja di sini ?"
"Jangan bertanya soal itu, sebenarnya saya lebih tertarik di dunia perhotelan sesuai pendidikan saya,dan suatu saat nanti saya ingin merintisnya kembali.
Aryanti menelisik wajah simpatik Made Ardika saat berbicara di hadapannya dan Aryanti menangkap ada sesuatu yang di sembunyikan dan tidak ingin diketahui oleh Aryanti itu hanya pandangan Aryanti saja dan selebihnya Aryanti juga menangkap seperti ada keputusasaan dan merasa tidak menikmati dunia kerja yang sekarang di jalaninya,kalau memang Made Ardika kerja di sini.
"Apa sekarang inovasi baru Bu Aryanti untuk The Praja Hotel dan Restourant Kuta Bali ini ?"
"Saya ingin punya sesuatu yang berbeda dari Hotel lain Pak Made sebagai bahan ilmu pengetahuan dan juga observasi di dunia pendidikan bagi anak anak dan keluarga yaitu Mini Zoo dan semua sudah rampung rancangan dan anggarannya dan mulai di realisasikan minggu minggu ini memanfaatkan tanah dan taman yang ada Pak Made,semoga ini segera terwujud dan menjadi penarik wisatawan pada Hotel kami"
"Oh Ya ? sangat inovatif sekali,tapi mungkin kita berbeda pandangan...dulu saya mengajukan club malam pada pusat tapi semua di tolak dengan alasan yang tidak masuk di akal,dari situ saya tidak ada terobosan baru lagi dan sampai saya berhenti dengan alasan anak saya sakit sakitan dan saya harus menjaganya.
__ADS_1