
Malamnya benar saja halaman Hotel menjadi tempat hidangan dan makan makan besar ada yang lesehan di beberapa meja juga ada kursi kursi yang di sediakan agak jauh berjejer memenuhi area parkir segala...
Adrian, Aryanti, Adelia, Fath, Linda dan suaminya duduk di satu meja besar juga Alinea dan Bi Inah semua bercengkrama tak henti hentinya semua tampak bahagia dan pengantar sebelum makan ada do'a dulu yang di pimpin Pak Daman.
Semua begitu senang dan ceria bahagia,tak ada kebahagiaan selain kita bersama orang dekat dan kita sayangi dan malam ini juga seperti pesta kasih sayang yang menyatukan mereka, bagaimana tidak tiga pasangan muda yang lagi semangat meniti dan menjajaki masa depan mereka dengan limpahan berjuta cinta bersama pasangan mereka,menjadikan suka cita yang begitu membekas di hati mereka dan tak mudah untuk di lupakan...dan Pulau Bali yang sebenarnya belum mereka jajaki tapi keindahan dan kedamaian telah menyentuh hati mereka.
Kebahagiaan yang nyata bukan hanya polesan dan casing luar dan itu di buktikan Aryanti dan Adrian dengan ikhlasnya berbagi kebahagiaan mereka dengan semua orang yang mendukung mereka dalam pekerjaan dan hanya ada dalam hati Adrian dan Aryanti biarlah yang sudah terjadi pada mereka tak akan jadi cerita bagi mereka cukup di ingat di dalam hati,dan kejadian kemarin telah begitu banyak memberi hikmah pelajaran kehidupan dan keikhlasan bagi perjalanan rumah tangga mereka.
Tak ada orang yang paling bahagia selain Adrian dan Aryanti di kelilingi orang yang mencintai mereka seperti tak lepas lepas senyum dari bibir keduanya dan Adrian sendiri begitu senang bisa membuat istrinya begitu bahagia dan membuatnya selalu tersenyum melihat istri dan Adiknya makan begitu banyak makanan kesukaannya.
"Kak Aryanti nggak takut kolesterol tinggi dari seafood ?" Adelia yang masih makan sama Aryanti berdua meski yang lain sudah pada berhenti.
"Kita makannya jarang jarang Del...tapi sekali makan lumayan banyak nggak apa apa lah nggak lagi program diet kok heee..."
"Itu mah alasan menenangkan diri saja Del...sangat pintar Kakak mu itu dan selalu berkelit atas apa yang dia suka dan tidak suka heee..." Adrian memandang dari dekat istrinya yang masih makan bersama Adiknya dan Adrian geleng geleng kepala melihat keduanya...
"Orang langsing biasanya makannya banyak heeee..." Pak Daman menggoda Adelia dan Aryanti dan di sambut tertawa yang lainnya... dan Linda yang sudah mengambil minuman datang lagi melihat Aryanti dan Adelia yang masih makan udang dan cumi asam manis.
"Teh Linda ini nih yang bikin stamina kuat apalagi buat pengantin baru coba tanya Kak Adrian" Adelia mengacungkan Lobster ke hadapan Linda...
"Sudah kenyang Del nggak pakai doping udang juga sepertinya nggak tidur semalaman nanti itu mah di alami semua yang baru married heeee....nanti kekenyangan malah ngantuk dan malah melewatkan malam pertama di Bali,cukup banyak saya juga makan tadi takut malah nggak banyak ekspresi nanti malam kekenyangan haaaaaaaa..." Linda malah bercanda juga.
"Wow dia pengantin baru Kak Aryanti masih serba menjaga... nggak seperti kita haaa..."
Semua tertawa.
__ADS_1
Aryanti ngobrol bertiga Adelia sama Linda dan Aryanti ingin tahu khabar sahabatnya Habil dan juga sahabat Adelia Jihan, khabar yang sebenarnya,karena sekilas tadi sore kedengarannya kabar mereka itu menurut Linda kurang begitu enak kedengarannya.
"Coba telephon Del biar kita juga tahu...bukannya kita ingin sok tahu dan mencari tahu masalah orang lain,tapi setidaknya ingin mereka juga bahagia dalam kehidupannya juga dalam rumah tangganya..."
"Betul itu Bu Aryanti...karena walau saya sama tinggal di Pangandaran jarang banget bertemu kalau nggak ada acara yang melibatkan beberapa Hotel sesekali Pak Habil ke Praja Hotel kalau ada yang mau outbound tapi ke sini sini bukan Pak Habil yang mengantar tamunya tapi anak buahnya"
"Aku coba telephon ya,tapi pada diam jadi pendengar saja..." Adel setelah cuci tangan dan minum duduk kembali di tempatnya tadi.
"Fath sayang bagi dong jus jeruknya..." Fath yang lagi ngobrol sesama kaum lelaki ada Adrian Pak Daman juga suaminya Linda datang dengan tiga jus jeruk di nampan dan di letakan di hadapan ketiga cewek cewek.
"Makasih sayang...nanti jangan lupa di tagih ya imbalannya diatas jam sepuluh ya heee..." Adel menggoda suaminya dan Fath hanya mesem mesem saja,Aryanti sama Linda ngakak berdua.
"Pasti dong sayang haaaa..." Fath balik menggoda istrinya.
"Halo Assalamualaikum...ini sama Kak Habil ? ini Adelia temannya Jihan..."
"Ya ya...saya kehilangan kontak sama Jihan barangkali saya bisa minta nomor telephonnya apa kabarnya Jihan sekarang Kak Habil ?"
"Iya terus ?"
"Jadi ?"
"Kok bisa ?"
"Ya ampuuuuun"
__ADS_1
"Terus sekarang gimana ?"
Hanya itu yang kedengaran sama Aryanti dan Linda,Aryanti begitu penasaran banget minta di loud speaker tapi Adelia menolak dengan alasan banyak orang lain yang bisa saja dengar obrolan mereka.
Aryanti begitu antusias ingin segera tahu apa pembicaraan yang kedengaran hanya sepihak dan bikin penasaran...Adelia lama bicara dan hanya komentar komentar kecil yang di keluar dari mulutnya lebih ke Habil yang bercerita dengannya.
Dari raut mukanya Adelia kelihatan tak ceria dan muram seperti menyayangkan apa yang di dengarnya,tapi kabar seperti apa yang di dengar nya ? setengah jam kurang lebih akhirnya Adelia menutup pembicaraan dan menarik nafas begitu dalam memandang Aryanti dan Linda di hadapannya,sepertinya enggan menceritakan kembali tapi mengingat nggak enak khabar yang baru saja di dengarnya,tapi tuntutan kedua orang di hadapannya membuat Adelia mulai bercerita.
"Seperti yang di ceritakan Kak Linda benar mereka sudah menikah,dan kata Kak Habil pernikahan mereka sempat berjalan normal beberapa bulan sampai setahun pertama,habis itu Jihan seperti berontak sendiri atas perkawinannya,dan dari situlah semua berawal Jihan yang belum bisa banget bawa kendaraan nekad keluar rumah yang pasti habis berselisih faham sama Kak Habil tragisnya Jihan kecelakaan sampai mengakibatkan kelumpuhan sebelah badan sampai kaki...
Dari situ semua jadi di dingin yang tadinya juga tak begitu harmonis karena pernikahan mereka ada sedikit banyak campur tangan kedua belah fihak orangtua mereka,menjadikan kedua orangtua mereka terbuka mata dan hatinya atas mengarahkan anak anak mereka dalam menentukan jodohnya, tapi apa mau di kata semua terlanjur terjadi,sampai sekarang Jihan masih melakukan terapi kesehatannya dan bercerai pun belum kata Kak Habil tapi, tapi Kak Habil sendiri ikut mengurus dan membiayai kehidupan Jihan,asalnya Jihan iya tinggal di Pangandaran tapi sekarang tinggal di Anyer"
"Ya ampuuuuun... Pak Habil tak menyangka semua berakhir seperti itu,Saya yakin kalau Pak Habil banyak mengalah dalam hal ini" Aryanti seperti menerawang jauh masa masa perkenalan mereka dengan seorang Habil sampai pada akhirnya datanglah Jihan di kehidupannya juga di hadapan Aryanti.
"Ji Ji... kalau memang tak bisa berkorban dengan perasaanmu untuk apa menikah ? hanya menambah luka hati semua keluarga, kedua belah fihak...di kira cara berfikir kamu itu sudah jauh,dan lebih maju dari Aku ! tapi nyatanya kamu banyak berargumen saja menentukan masa depan saja di nilai masih kurang begitu pas" Adelia ngomong sendiri seakan Jihan ada di hadapannya seperti menyayangkan keputusan Jihan yang mengorbankan semua hati orang orang tercintanya dan tali persaudaraan mereka.
"Perlu motivasi untuk bisa bangkit memulai lagi atau memperbaiki semuanya Del..." Aryanti juga ikut prihatin.
"Betul sekali itu Kak Aryanti,Aku sebagai sahabatnya sekian lama tak bisa ada saat dia terpuruk, Aku merasa bersalah dan memang keadaan kami saling berjauhan,tapi Aku akan menyempatkan diri menemuinya saat pulang nanti selesai liburan di sini juga Aku kangen Ibu sama Bapak...jadi sekali dayung beberapa pulau terlampaui heeeee..."
"Tapi ingat jangan sampai mengganggu mood bulan madu kalian ingat kalian juga harus bahagia dengan perjalanan kalian..." Aryanti mengingatkan dua orang di hadapannya.
"Oh itu mah berjalan pada rel nya Kak Aryanti jangan takut kami masih punya trik dan cara kami bisa saling menyenangkan haaaaaaaa..."
Dan Linda juga mengangguk mengiyakan pernyataan Adelia.
__ADS_1