
Masih agak pagi Pak Daud sudah sampai di Pangandaran dan yang dituju langsung ke rumah sakit dimana Adrian dan Aryanti dirawat, Kedua orang tua Aryanti setengah histeris memburu anaknya yang lagi terbaring belum siuman dari pingsannya, diciumnya dipeluknya diusap-usap dengan cucuran air mata.
Tak henti hentinya orangtuanya Aryanti memanjatkan do'a do'a bagi kesembuhan putri semata wayangnya.
"Lama nggak pulang pulang kok Mama ketemu kamu keadaanmu seperti ini Nak...apa kamu nggak ingat pesan Mama Nak ? kalau segala tindakan baik buruk akan ada akibatnya,cepet siuman sayang ini ada Mama di sampingmu,
cepet sehat kembali Mama sudah kangen senyuman mu Nak,cepet sehat mama ingin dengar cerita cerita gembira mu"
Mamanya Aryanti terus saja berbicara sambil di dekatkan di telinga putrinya seakan ingin menyampaikan segala isi hatinya, terkadang Mamanya bicara sambil bercucuran air mata, kerinduan seorang Ibu akan kesembuhan putrinya.
"Cepat sembuh Nak Mama kangen lihat kamu makan,lihat kamu makan makanan yang Mama masak, Mama kangen pujianmu walau Mama tahu yang kamu ucapkan tidak sesuai kenyataannya,kamu begitu tulus ingin membahagiakan Mamamu juga Bapak mu"
Linda yang ada di sisi tempat tidur Aryanti mendengar semua yang diucapkan Mamanya Aryanti ikut menyeka air mata.
Dan Adrian yang satu kamar perawatan dengan Ariyanti hanya dihalangi oleh gorden kain mendengar juga segala apa yang diucapkan Mamanya Aryanti,kesadarannya sudah pulih cuma kepalanya masih berat,dan akibat benturan sambil tertimpa tubuh Aryanti Adrian mengalami retak tulang rusuk belakang,juga luka di sebelah badan dari tangan sampai kaki bekas terkena pecahan gelas, tubuhnya terasa nyeri semua dan sulit untuk digerakkan.
Perasaan bersalahnya pada Aryanti semakin menjadi-jadi,saat Adrian menyadari Aryanti sampai sekarang belum siuman,hatinya sakit,marah pada dirinya sendiri juga pada teman-temannya terlebih kepada Livia yang dengan sengaja telah memperlakukan Aryanti dengan membabi buta, ingin Adrian meminta berjuta maaf kepada orangtuanya Aryanti terlebih kepada Aryanti nya sendiri, tapi dirinya juga sekarang tidak berdaya, ingin rasanya Adrian memeluk Aryanti dan membisikan kata kata penyesalannya.
Linda datang lihat ke tempat perawatannya Adrian takut Adrian ada yang diperlukan walau dengan perasaan segan Linda tetap bertanya apa yang dirasakan dan takut ada yang diinginkan Adrian.
"Aku nggak mau apa-apa Linda,Aku hanya ingin melihat Aryanti Aku hanya ingin meminta maaf tapi sekujur tubuhku juga masih begitu sakit"
"Pak Adrian jangan banyak pikiran dulu fokus istirahat untuk memulihkan kesehatan,biar cepat sembuh"
"Iya Linda terima kasih..."
__ADS_1
Tak lama datang pak Daud setelah mengurus urusan di tempat kejadian dan mewakili memberi keterangan bersama Pak Edi pada Polisi yang datang ke Hotel,duduk di samping Adrian yang lebih banyak meringis nya.
"Bagaimana Mas Adrian sudah agak mendingan ? jangan banyak dulu bergerak istirahatkan saja,tidur kan kalau bisa dan harus bisa biar obatnya bekerja dan cepet berkurang rasa nyerinya"
Adrian menjawab dengan nyengir dan ringisan.
"Bapak dan Ibumu sedang dalam perjalanan ke sini,istirahat saja saya mau melihat dek Aryanti dulu ya"
"Pak Daud tolong saya juga mau melihat Aryanti Pak tolong dekatkan ranjang saya ke dekatnya saya hanya ingin meminta maaf walaupun dia belum siuman"
"Mungkin itu belum boleh Mas Adrian sama dokter kamu juga bangun saja belum bisa lagian kan kamu perlu istirahat begitu juga Nak Aryanti, gampang bagi Bapak membawa Mas Adrian ke tempatnya Aryanti tapi apa itu tidak melanggar aturan dokter kan kita harus taat aturan"
"Apapun itu aku mohon Pak Daud aku mohon aku mau melihat Aryanti kalaupun ketidakbolehan itu harus dibeli tolong beli Pak buat saya tolong saya sekali ini aja"
"Pak Daud orang sakit itu ada sugestinya sugesti kesembuhan itu adalah motivasi dari dirinya dan orang-orang terdekatnya jadi saya ingin motivasi walaupun saya sakit juga saya ingin banget memotivasi Aryanti"
Pak Daud rupanya nggak tega juga lihat Adrian memohon dan minta tolong kepadanya,Adrian sudah seperti anaknya sendiri melihat Adrian tumbuh dari kecil sampai dewasa adalah dalam pengawasan nya.
"Baik saya harus meminta izin dulu sama orang tuanya Aryanti dan juga harus melihat dulu kondisi Aryanti,Mas Adrian harus sabar harus tenang juga harus istirahat kendalikan semua emosi karena itu yang akan mempercepet kesembuhan,di tunggu ya ya Bapak mau lihat dulu kondisi Aryanti"
Pak Daud beranjak dari sisi ranjang Adrian pergi ke seberang kamar sisi satunya lagi yang terbujur Aryanti dengan masih dengan nafasnya yang teratur dengan infusan di tangan dan penopang leher juga kepala yang diperban,Pak Daud ngobrol sebentar dengan kedua orang tua Aryanti orang tua Aryanti mengangguk lalu berdiri duduk kembali berjejeran dengan Bapaknya.
Pak Daud membuka gorden kain dia pergi ke ranjang Adrian meminta tolong Linda untuk memegang tiang infusan Adrian lalu Pak Daud mendorong Adrian mendekatkan ranjangnya untuk bisa berjajaran dengan ranjangnya Aryanti.
Setelah dekat Adrian melihat sesosok yang dikenalnya sangat semangat,optimis dan penuh percaya diri itu tak berdaya,tubuh ramping yang selalu dipeluknya terdiam, tangan halus yang selalu digenggamnya juga diam,dan senyuman yang selalu menghiasi wajahnya hilang hanya nafasnya yang teratur, sosok Aryanti terbujur tak berdaya dalam kondisi belum siuman Adrian hatinya sakit,hatinya hancur berulang kali menyesali dan menyalahkan dirinya sendiri kenapa semua ini harus terjadi kenapa Ia begitu egois dan begitu cemburu, sedang dirinya gak memikirkan perasaan Aryanti yang juga mungkin sama punya rasa cemburu seperti dirinya.
__ADS_1
Adrian berusaha bangun dengan meringis menahan sakit lalu Pak Daud dan Mamanya Adrian juga Bapaknya membantu Adrian untuk bisa bangkit dengan bersender di senderan tempat tidurnya dengan di ganjal bantalnya.
Adrian menarik tangan Mamanya Aryanti dan berbicara sambil menangis mohon maaf atas kejadian ini memohon ampun atas segala yang terjadi terhadap Aryanti semua ini berpangkal dari dirinya.
"Maafkan aku Ibu Bapak,aku tidak bisa menjaga titipan Ibu aku lengah aku khilap Aku tidak menyangka akan terjadi seperti ini"
"Semua telah terjadi Nak Andrian tidak ada yang harus disesali dan tidak ada yang bisa kita lakukan kita berdoa bersama-sama semoga Aryanti cepat sehat cepat siuman dan pulih kembali, Dan nak Adrian juga semoga cepat sehat kembali"
Mamanya Aryanti mengusap-usap punggung Adrian kelihatan seperti sayangnya Ia terhadap anaknya sendiri,walaupun Mamanya belum tahu hubungan seperti apa antara Adrian dengan anaknya Aryanti, mungkin hanya hubungan sebatas teman kerja atau lebih kedua orang tua Aryanti belum tahu.
"Bu bolehkah aku minta maaf terhadap anak Ibu walaupun dia belum siuman tapi aku yakin Aryanti mendengarnya aku hanya ingin minta maaf Bu"
Mamanya Aryanti mengangguk,Adrian mencium tangan Mamanya Aryanti.
Adrian mendekati tubuh Aryanti yang belum ada reaksi dan terdiam seperti layaknya orang tidur,pelan-pelan ia memegang tangannya dan mencium punggung tangannya,punggung Adrian sesenggukan Adrian menangis sambil mengucapkan kata-kata penyesalan di dekat telinga Aryanti.
"Apapun hukumanmu terhadapku aku terima aku memang bersalah tapi aku menyesalinya kau berhak benci kepadaku"
Tetapi Aryanti diam saja tidak merespon apapun yang diucapkan Adrian.
"Bangunlah sayang kita pergi lagi bersama-sama ke tempat yang kamu mau kita isi lagi hari-hari bersama-sama lagi,bangunlah ! aku hanya ingin meminta maaf kepadamu setelah kamu sadar"
Adrian bercucuran air mata sambil menggenggam tangan Aryanti dan menciuminya dan semua yang ada di situ juga merasakan kesedihan terutama orang tuanya Aryanti dan tanpa disadari oleh semuanya Pak Surapraja dan Ibu Handayani juga sudah hadir di situ dengan menahan langkah di belakang orang-orang yang mengelilingi Aryanti dan Adrian.
Ibunya Adrian maju menghampiri anaknya lalu mengangkat kedua bahunya dari posisi menunduk sambil menangis juga mencium tangan Ariyanti dan menyadari ada orang yang memegang bahunya lalu dia berbalik melihat ke atas Ibunya Adrian memeluknya sambil menangis Adrian semakin pilu di pelukan Ibunya juga semua orang yang ada di situ ikut terharu,Pak Surapraja menarik nafas panjang lalu dia menarik tangan Pak Daud juga pada Bapaknya Aryanti dan mengobrol di dekat pintu keluar,
__ADS_1