
Aryanti keluar kamar mau mencoba berbincang dengan Pak Made Ardika yang tak jauh dari Perhotelan,sambil melihat lihat Hotel lainnya,Aryanti mengunci pintu dan meninggalkan satu anak kunci di meja kecil dekat ponsel samping tempat tidur...dan sekali lagi memandang Adrian yang tidur pulas.
Aryanti menuruni tangga dan berjalan ke lobby Hotel yang lumayan jauh,lalu tanya resepsionis kalau dirinya tamu Pak Made Ardika.
"Maaf dengan Ibu siapa ?"
"Aryanti"
"Silahkan Ibu tunggu di ruang tunggu,apa Ibu sudah ada janji ?"
"Belum,soalnya saya baru datang"
Tak lama resepsionis tadi menghampiri Aryanti dan mempersilahkan masuk ke salah satu ruangan diikuti dengan dirinya masuk pula.
Pak Made Ardika datang menghampiri Aryanti sambil menggandeng gadis kecil lima tahunan yang cantik dan lucu...
"Oh Bu Aryanti bagaimana Bu ? bisa saya bantu ? apa ada yang di butuhkan ?"
"Nggak saya hanya mau lihat lihat juga ngobrol ngobrol saja sama Pak Made soalnya suami saya lagi tidur...
Hai...cantik siapa namanya ? boleh kenalan nggak sama Tante ?"
"Aira namaku Tante...nama Tante siapa ?" Pak Made Ardika hanya tersenyum.
"Wow nama yang cantik, secantik orangnya
Oh iya,panggil saja Tante Yanti,jadi Tante namanya Yanti.." Aira tersenyum manis
"Putri Pak Made Ardika ?" Aryanti menatap Made Ardika yang dari tadi memandang Aryanti yang berjongkok di hadapan puteri nya.
"Iya Bu Aryanti,selalu ingin ikut,tapi karena harus sekolah dan saya juga repot paling hari libur begini baru di ajak..."
"Mamanya ???"
"Justru itu Bu Aryanti,mamanya sudah tiada...setahun yang lalu saat usia Aira 4 tahun, sebenarnya menceritakannya kembali bagi kami berdua adalah seperti menggali kembali luka terdalam di hati kami istri saya meninggal karena penyakit yang telah lama dideritanya setelah dia melahirkan dari hari ke hari semakin menurun kesehatannya, mengurusnya sampai di usia 4 tahun dia selalu sakit dan sakit hanya obat dan rumahsakit juga dokter hari hari yang di lalauinya sampai pada akhirnya setahun yang lalu dia tidak bisa bertahan dengan semua sakitnya meninggalkan kenangan,meninggalkan kita dengan banyak cerita, buat kami juga meninggalkan luka yang teramat dalam juga untu kami berdua begitu sulut terobati hingga saat ini kami mulai bisa menapaki dan menata kembali kehidupan kami"
"Maaf Pak Made..."
"No problem Bu Aryanti,semua adalah proses kehidupan,maaf Bu Aryanti setelah saya melihat Bu Aryanti saya jadi teringat Istri saya yang telah tiada karena sekali lagi maaf.... Bu Aryanti begitu mirip dengan Mamanya Aira...sampai sampai tadi Aira mengira Bu Aryanti adalah Mamanya yang telah kembali"
"Masya Allah...Pak Made..." begitu serba kebetulan
Aryanti memeluk Aira dengan perasaannya sendiri,dan di usap usapnya kepala anak kecil itu.
"Saya selalu berkata pada Aira,mamanya pergi bertemu Tuhan,dan kapan kembali itu yang masih menjadi jawaban ngambang saya,saya selalu mengalihkan setiap Aira bertanya yang berhubungan dengan Mamanya"
"Tante bisa nyanyi nggak ?"
"Oh... Tante bisa banget sayang... Aira sukanya lagu apa ? Balonku,atau pelangi pelangi atau lagu apa ? ayo nyanyinya di sana sambil duduk..."
Aryanti menuntun Aira ke sofa yang ada di lobby Hotel.
"Aku sukanya lagu Anak Gembala...kalau Mama ku suka nyanyiin aku lagi "Lihat lebih dekat..."
"Aira bisa nyanyiinnya ?"
"Bisa"
"Bisa sekarang nyanyi biar Tante bisa dengar ?"
"Boleh..." tanpa di komando lagi Aira begitu hafal lirik lagunya...
__ADS_1
Hatiku sedih
Hatiku gundah
Tak ingin pergi berpisah
Hatiku bertanya
Hatiku curiga
Mungkinkah kutemui
Kebahagiaan seperti disini
Sahabat yang selalu ada
Dalam suka dan duka
Sahabat yang selalu ada
Dalam suka dan duka
Tempat yang nyaman
Kala ku terjaga
Dalam tidurku yang lelap
Pergilah sedih
Pergilah resah
Jauhkan lah aku
Pergilah gundah
Jauhkan resah
Lihat segalanya lebih dekat
Dan 'kubisa menilai lebih bijaksana
Mengapa bintang bersinar
Mengapa air mengalir
Mengapa dunia berputar
Lihat segalanya lebih dekat
Dan 'ku akan mengerti
Mengapa bintang bersinar
Mengapa air mengalir
Mengapa dunia berputar
Lihat segalanya lebih dekat
Dan 'ku akan mengerti....
__ADS_1
Aryanti bertepuk tangan dan sekali lagi memeluk Aira,dengan berlinang airmata,dan Aira pun menangis terisak,seakan mengingat kembali kenangan akan Mamanya yang belum kembali sampai sekarang.
Dan Aryanti pun seperti menemukan dunianya kembali dengan basic pendidikannya yang berkecimpung dengan anak-anak dan praktek ngurus skripsi segala macam berkecimpung langsung dengan dunia TK dan anak-anak kecil seperti Aira,Aryanti seperti terhanyut dalam suasana.
Aryanti begitu merasakan perasaan Aira, dan Pak Made kehilangan itu sesuatu yang menyakitkan dan menanamkan luka yang terdalam di dalam hati,apalagi setelah Pak Made Ardika bicara dirinya mirip dengan Mamanya Aira Aryanti jadi merindin sendiri,entah perasaan apa yang ada di dalam hatinya,kasihan,prihatin atau yang lainnya yang tahu hatinya telah jatuh cinta sama gadis kecil cantik Aira...
Pak Made memangku Aira dan di dudukkan di sofa sambil mencium sayang pipinya.
"Kok Sayang jadi nangis ? kan malu sama Tante Yanti,sekarang kita dengarkan Tante Yanti nyanyi ya ? ayo senyum..."
Dan Aira pun tersenyum kembali,Aryanti meraih kedua tangan Aira dan membentuk lingkaran kecil memeluk Aira,sama lingkaran besar sambil merentangkan tangan berputar dan bernyanyi bersama sama...tak perduli ada tamu yang melihatnya dengan tersenyum tak perduli siapapun,apalagi Pak Made Mengiringinya dengan tepuk tangan,Aryanti tak sadar Adrian memperhatikan dari jauh dan sebenarnya ada apa ini ? ko Istrinya lagi ngasuh anak dan anak siapa ? bernyanyi bersama dengan senangnya,Adrian berjalan ke arah Aryanti kelihatan segar habis mandi.
"Eh Mas sudah bangun ?"
Adrian mengangguk dan mencium samping kepala Aryanti Pak Made juga tersenyum.
"Sayang kasih salam sama Om Adrian" Pak Made Ardika menghampiri putrinya.
Aira maju ke hadapan Adrian dan menyatukan kedua telapak tangannya di dada dan memberi salam sambil agak membungkuk,Adrian tersenyum dan kembali melakukan hal yang sama,di hadapan Aira.
"Ini putri Pak Made ? cantiknya....pasti gedenya akan secantik punya Om ini heeeeeee..." Adrian merengkuh bahu Aryanti dan Aryanti tersenyum semua tertawa,mereka duduk di sofa dan ngobrol.
"Apa Pak Adrian butuh rekomendasi tempat untuk sekedar jalan-jalan apa semuanya sudah di kunjungi dan tereksplor ?"
"Nggak usah Pak Made,biarin saya nanti paling pinjam mobil saya lumayan sering jalan jalan ke sini..."
"Oke kalau begitu,kapan perlu tinggal datang saya stand by di sini,Gimana khabarnya The Praja Hotel dan Restourant Pangandaran semakin maju juga ya ?"
"Jangan tanya saya Pak Made heeeee... saya kan baru datang,setahun saya tinggalkan yang mengelola kan istri saya full"
"Oh iya ya...tapi kedengaran semakin banyak inovasi-inovasi nya"
Aryanti bermain sama Aira begitu akrabnya,Aira berlari menjauh lalu berlari ke pangkuan Aryanti begitulah beberapa kali di lakukannya.
"Tante coba cariin aku..." Aira ngumpet di balik meja.
"Di mana yaaaa...ada anak kecil di sini nggak ?"
Aryanti pura-pura mencari walaupun tahu Aira ngumpetnya di mana.
"Langsung program Pak Adrian nggak di halangi dulu haaaaaaaa...?"
"Nggak enak di halangi Pak Made,lanjut aja sedikasihnya sama yang Di Atas..."
"Haaaaaaaaaaa...semoga lancar Pak Adrian"
Adrian juga sama seperti Aryanti menanyakan soal Mamanya Aira, kenapa dibawa bekerja kenapa ikut Bapaknya dan Pak Made Ardika kembali menceritakan hal yang sama seperti kepada Aryanti dan Adrian menanggapinya dengan bengong seakan nggak percaya.
"Astaga Pak Made....betapa berat cobaan Pak Made,saya minta maaf telah membuka luka lama Pak Made..."
"Nggak apa apa Pak Adrian semua sudah terlewati cuman saya belum bisa kasih tau hal yang sebenarnya pada putri saya karena dia mungkin belum mengerti segalanya"
"Saya turut berduka cita yang sedalam dalamnya walaupun sudah lama terlewat,semoga Pak Made tabah dan kuat"
"Aamiin...dan maaf juga Pak Adrian tidak biasanya anak saya lengket seperti pada Bu Aryanti,selalu malu dan tak percaya diri kalau bertemu orang asing"
"Oh nggak apa apa Pak Made,memang dunia anak dunia istri saya,harusnya dia kerja sebagai guru TK atau anak PAUD kalau melihat dasar pendidikannya,bukan kerja di Hotel"
"Begitu nya ?"
"Biarkan mereka akrab dan bersenang senang dan saling terhibur asal jangan ganggu jatah malam saya saja heeee...."
__ADS_1
"Haaaaaaaa...."