
Selesai makan Aryanti dan Komang Putri kembali ke kantor dan kelihatan pintu ruangan Suaminya sudah terbuka dan Aryanti melirik sebentar tapi tak kelihatan orangnya mungkin di sofa karena yang terlihat dari luar hanya meja kerjanya.
Aryanti menekuni kembali di meja kerjanya melihat lihat lagi semua pekerjaannya dan semua selesai dan beralih pada koleksi satwa yang ada di laptopnya yang sudah mengisi kebun binatangnya, berikut semua photo dan jenis jenis nya,Aryanti berkeinginan begitu banyak menambah koleksinya lagi tapi cukupkan tempatnya ?
Ade pesawat kertas tepat di di mejanya dan mengenai tangannya, Aryanti begitu kaget dan Aryanti ngedumel sendiri mencari siapa orang yang begitu iseng melempar pesawat pesawat an dan mengenai tepat di mejanya,dalam hati Aryanti mungkin staf staf nya lagi pada bercanda dan Aryanti perlahan mengamati tapi semua begitu anteng dengan pekerjaannya masing masing dan Komang Putri juga seakan tak tahu apa apa... sibuk dengan file file di depan komputernya.
Dan Aryanti beralih ke ruangan suaminya tapi tak ada yang mencurigakan pintu masih terbuka sedikit dan nggak ada orang di pintu.
Aryanti mengamati pesawat kertas itu dan ada tulisan di atasnya hanya simbol Hati dan kata kata buka ! Aryanti mengerti siapa lagi yang telah iseng dan jail pasti Adrian suaminya,Aryanti membuka kertas itu dan dalamnya berisi tulisan.
Hai orang yang paling cantik dan mempesona dan membuat Aku kangen selalu ! ada kejutan manis buatmu di sini, apa kamu tertarik ?
- Selalu cinta
Aryanti tersenyum Aryanti tahu tulisan jelek itu milik siapa... teringat masa masa pacaran begitu kasmarannya dirinya dan Adrian saat itu dan Aryanti begitu mudah menciptakan puisi kerinduan dan perasaannya, Aryanti memang menyukai puisi sebagai ungkapan perasaannya.
Dibacanya sekali lagi kertas itu dan hatinya begitu senang dan Aryanti begitu ingin tahu kejutan apa yang di tawarkan suaminya...hatinya berkata paling pelukan tiba tiba atau makanan yang di belinya tadi waktu keluar.
Dengan perasaan berbunga Aryanti mengetuk ruangan suaminya dan Adrian lagi duduk di sofa dengan ponsel di tangannya.
Adrian tersenyum lebar dan memandang istrinya yang datang dan langsung masuk duduk di samping suaminya,tapi Adrian lalu bangkit berjalan ke meja kerjanya,Aryanti heran nggak ada apa apa di meja sofa di kira ada makanan atau apa lah...
Adrian mengambil paper bag dan menghampiri Aryanti lalu menarik isinya buket bunga mawar merah segar ada yang mekar dan ada yang masih kuncup memberikannya pada istrinya dan seketika Aryanti tertegun dan tersanjung,Adrian menyimpannya di tangannya dan Aryanti tersenyum tak berkata apa apa...tak menyangka banget ini kejutan yang begitu jauh dari perkiraannya.
"Suka ?" suara Adrian begitu dekat di telinganya.
"Heemght" Aryanti mengangguk dan mencium bunga itu begitu senang hatinya dan menghampiri Adrian dan mencium pipinya sambil agak berjinjit sedikit.
Adrian tertawa merasa tersanjung istrinya begitu suka dan mengena banget di hatinya dan kejutan nya kali ini berhasil membuat istrinya agak merona pipinya.
"Makasih Mas sayang...ternyata Mas bukan cuma bisanya ngegombal saja tapi bisa juga romantis"
"Itu baru bunga sayang belum yang lainnya heee..."
"Emang ada lagi ?" Aryanti lumayan kaget untuk kedua kalinya
"Ada lah pokoknya nanti malam sebelum tidur tunggu saja heeeee..."
Aryanti merasa kecolongan kali ini di bikin usil suaminya dan Aryanti mengejar Adrian yang berlari ke balik meja kerjanya menghindar kejaran Istrinya dan Adrian menangkap tangan Aryanti dan menarik nya begitu dekat di hadapannya.
Aryanti kali ini merasa di kerjain suaminya.
__ADS_1
"Yang itu mah kewajiban suami istri sudah bukan kejutan lagi,sudah tidak terkejut lagi..." Aryanti mencium sekali lagi bunganya
"Heeeee...kok cuma bunganya yang di cium cium ?"
"Kan Mas sudah tadi nanti tambahannya sebelum tidur kan ?"
"Sudah kamu baca pesan di pesawat kertas tadi apa tanggapan mu sayang ?"
"Aku begitu suka dan tertarik"
Adrian meraih dagu Aryanti dan mengecup keningnya.
"Tok tok tok...."
Baru Adrian mau menyentuh bibir istrinya dan semua buyar begitu kaget dan agak terperanjat terutama Aryanti dan melihat siapa yang datang...
Komang Putri berdiri di pintu dan merasa bersalah saat melihat Adrian dan Aryanti berdiri berhadapan begitu dekatnya,tapi Aryanti cepat berjalan menghampiri Komang Putri sambil tersenyum dan menaikkan alisnya.
"Bu Aryanti sepertinya tamunya sudah datang...apa Adiknya atau sahabatnya saya nggak tahu..."
"Hah ? di mana mereka ?"
"Mas ayo keluar kita lihat siapa yang datang !"
Aryanti masih dengan buket bunga di tangannya bergegas keluar duluan dan berjalan di susul Adrian,dan dalam hatinya menebak satu diantara dua siapa yang datang.
Aryanti tersenyum melihat siapa yang duduk di Lobby berdua dengan koper gede di tangannya dan Adelia juga Fath melirik saat ada yang datang dari arah luar lalu Adelia menghambur ke pelukan Kakak iparnya Aryanti setelah sebelumnya Adelia mencium tangan Aryanti dan cipika cipiki lebih dulu...
Ada linangan airmata di mata Adelia.
"Ini buatku Kak ?" Adelia menunjuk buket bunga di tangan Aryanti,dan Aryanti tertegun tak menyadari semuanya,lalu melirik Adrian suaminya meminta jawaban pertanyaan Adel dan Adrian tersenyum sambil mengangguk.
Aryanti mengangguk pada Adel dan memberikan buket mawar merah dan dengan antusiasnya Adelia menerima dan langsung menciumnya.
"Fath lihat betapa perhatiannya Kakak Kakak ku ini,dan ini satu penyambutan yang begitu manis Aku begitu suka dan cara kalian begitu luar biasa romantis"
Aryanti,Adrian dan Fath tertawa begitu senang,dan dalam hati Adrian satu buket bunga saja bisa membahagiakan dua perempuan yang di sayangnya apalagi satu taman ? dan Adrian merasa bersalah pada istrinya dan tak menyangka akan kejadian seperti itu dan Aryanti dengan suka rela memberikan bunga yang menjadi kejutan darinya ada rasa kasihan di hati Adrian melihatnya,sesuatu yang menjadi hak nya harus di kasih d pada Adiknya dengan kejadian ketidaksengajaan.
Setelah semua bersalaman dan berpelukan Aryanti dan semuanya duduk kembali di sofa.
"Maunya tidur di kamar Hotel atau di rumah saja ?" Aryanti memandang Adelia.
__ADS_1
"Aku sih maunya di rumah banyak kenangannya juga biar ketemu Alinea terus...tapi nggak tahu nih Fath" Adel memandang suaminya.
"Maksudku di kamar Hotel saja biar nggak terlalu merepotkan, soal mau ketemu Alinea setiap saat juga boleh banget...yang paling deket saja ambil kamarnya dari rumah"
"Ok suamiku Aku mengerti banget deal semua,dan sekarang Aku mau ketemu Alinea dulu dan Fath cariin kamar sana sama Kak Adri..."
"Nggak minum dulu Del ?"
"Nanti saja Kak gampang,Aku sudah nggak tahan pengen ketemu Alinea..."
Adelia menyerahkan buket bunga pada suaminya biar bisa di bawa sama kopernya ke kamar Hotel, Adelia juga Aryanti berjalan duluan menuju rumahnya...
"Aku nggak bawa oleh oleh Kak Aryanti bingung harus bawa apa cuma mainan saja buat si cantik heee..."
"Itu sudah oleh oleh" Aryanti menunjuk paper bag yang di jinjing Adelia.
"Iya Kak maksudku makanan gitu...soalnya Aku bingung di sini juga surganya makanan makanan enak"
"Iya nggak apa apa tinggal kita nyari dan satu lagi Aku sudah menyiapkan kejutan buatmu Del... Aku sudah bikin cilok tinggal di rebus saja nanti sama Bi Inah heeee...."
"Serius Kak ? haaaaaaaa... Kak Aryanti masih saja ingat"
Sampai rumah Aryanti dan Adelia mengetuk pintu dan Alinea mengintip duluan dari kaca melihat siapa yang datang..
"Mama Mama...Bi...Mama datang..." Alinea girang melihat siapa yang datang begitu lucunya sambil loncat loncat ke sana kemari minta segera di bukakan kunci pintu sama Bi Inah.
"Hai sayang Alinea cantik..." Adelina mengangkat tangannya dan dadah dadah dari luar.
Alinea diam melihat dan mengamati siapa yang ada di depannya dan memeluk Mamanya setelah pintu terbuka.
"Itu Tante Adel sayang katanya kangen banget ayo kasih salam... kan Alinea anak Mama yang pintar"
Adelia mengeluarkan mainan dari tas kertasnya dan di perlihatkan pada Alinea,ada boneka Barbie dan boneka karakter lainnya,Alinea tersenyum dan mau di pangku Tantenya.
"Cium dulu pipi Tante nih baru mainannya di kasih" Adelia menyodorkan pipinya dan Alinea menciumnya.
"Bilang Apa sama Tante sayang ?"
"Maacih Ateu..."
"So sweet...sama sama sayang..." Adelia begitu gemes di pangku nya Alinea dan di dudukkan di pangkuannya dan beberapa kali pipinya di cium lagi dan lagi...
__ADS_1