Pesona Aryanti

Pesona Aryanti
Deburan Ombak


__ADS_3

Lama Aryanti termenung dalam diam di kamarnya,terlintas dalam hatinya Adrian lagi ngapain ya ? apa tidur ? mungkin saja.


Aryanti bangun membuka koper kopernya membereskan pakaiannya ke dalam lemari biar tak terlalu berantakan fikirnya,mengumpulkan peralatan mandi dan menempatkan sepatu sepatunya.


Teringat dirinya belum sholat Aryanti pergi mandi membersihkan diri dan lepas itu kembali membereskan pakaian pakaian nya kembali.


Hari menjelang senja begitu sepi suasana bagian samping Hotel itu,Aryanti melihat bungalo nya Adrian tertutup rapat ingin rasanya Aryanti mengajak Adrian keliling pengenalan lokasi tempat ini tapi mungkin Adrian cape dan Aryanti hanya keliling keliling sendirian,lagi asyik berjalan sambil melihat lihat bagian Hotel itu datang Pak Edi,dengan terburu buru menghampiri Aryanti dan berjalan pelan pelan sambil ngobrol.


"Eh Pak Edi belum pulang Pak ?"


"Belum Bu Aryanti,biasanya saya pulang agak malam setelah semuanya beres,Ibu mau kemana ?"


"Saya mau lihat lihat aja Pak daripada di kamar"


"Oh ayo mari saya antar"


"Pak Edi lagi nggak ada kerjaan kan ?"


"Enggak Bu"


"Berapa jauh dari sini ke pantai Pak ?"


"Deket banget Bu,ke halangin jalan raya sama kebun coklat habis itu sudah pantai,kalau dari lantai dua bangunan utama Hotel ini bisa melihat langsung pantai Bu"


"Wah wah wah menakjubkan banget,pantesan baunya udah udara pantai ini deket banget berarti"


"Apa Ibu mau saya antar ke lantai dua ?"


"Nggak usah besok aja Pak Edi,saya mau lihat Restourant nya di bagian depan samping office ya ?"


"Iya Bu mari saya tunjukin"


"Tadi saya melihat sekilas"

__ADS_1


Pak Edi membawa Aryanti keliling Restourant yang belum buka itu dan beralih ke tempat tempat lainnya,Aryanti sampai di kolam renang dewasa dan Anak anak yang semua fasilitas belum maksimal di gunakan bangunan utamanya tiga lantai satu lantainya ada berapa kamar, Restourant,ruang meeting,Aula belum bungalo bungalo yang Aryanti belum tahu jumlahnya, membayangkan ekspektasi bangunannya aja membuat merinding berapa M budget yang di infeskan di Hotel ini.


Benar benar kaya raya keluarga Pak Surapraja fikir Aryanti,sedangkan anaknya sama seperti dirinya lagi tahap belajar dan menempati bungalo yang sama pula,Adrian seakan orang biasa aja padahal di balik semuanya memiliki warisan orang tuanya yang mencengangkan.


"Asyik banget jalan jalannya,nggak ajak ajak" Adrian kelihatan segar banget kelihatannya sepertinya habis mandi dengan celana jeans lusuh dan kaos putih dengan motif sedikit di bagian depannya,begitu santai penampilannya.


"Eh Pak Adrian..." Pak Edi membungkuk dalam.


"Aku habis mandi pengen lihat lihat aja Mas daripada di kamar "


"Besok aja nggak apa apa masih banyak waktu,ikut aku ke pantai yu Yan" Aryanti bengong mau ngapain ke pantai sebentar lagi mau maghrib fikirnya.


"Ayo mau lihat pantai senja hari ayo,pasti kamu belum pernah lihat matahari tenggelam mumpung cuacanya bagus"


"Pak Edi gimana nih ?"


"Oh silahkan aja Bu Aryanti silahkan nggak apa apa,lihat lihat lokasi bisa besok lagi"


Aryanti mengikuti Adrian berjalan menuju mobilnya yang di parkir di bagian parkiran samping Hotel, Adrian telah menghidupkan mobilnya dan Aryanti pun mau nggak mau naik juga,mobil berjalan pelan seakan Adrian ingin menunjukkan seluk beluk daerah itu biar Aryanti tahu.


"Nggak itu udah kedengaran deburan ombaknya"


"Mas tahu betul daerah sini ya ?"


"Lumayan tapi nggak terlalu juga,sejak bapakku membeli tanah yang di jadikan Hotel sekarang sering saya ikut Bapak sama Ibu juga Pak Daud sekalian menghirup udara pantai,lagi peletakan batu pertama juga saya ikut juga"


"Oh"


Mobil melaju perlahan membelah kebun kelapa dan coklat dan sampailah di pesisir pantai berpasir putih yang begitu menakjubkan,Adrian melajukan mobilnya persis di bibir pantai yang masih banyak pengunjung berlalu lalang,orang orang mungkin seperti dirinya dan Adrian yang iseng aja menyaksikan langit senja dan matahari tenggelam di ujung cakrawala.


"Turun yu"


"Ayo"

__ADS_1


Mereka turun seperti anak kecil menginjak injak pasir dan membasahi kaki mereka smbil tertawa tawa,sesuatu yang hampir nggak pernah bagi Aryanti bermain atau berkunjung ke daerah pantai,langit semakin temaram berganti dengan warna oranye di permukaan laut di ujung batas pandang,begitu indah warna keemasan di atas riak air dan deburan ombak yang tiada henti.


Berdua mematung di samping mobil,Adrian melirik Aryanti yang tak henti hentinya memperlihatkan takjub pemandangan yang kali pertama di lihatnya,begitu antusias,senyumnya merekah selalu,wajah Aryanti terlihat berseri di tengah redupnya suasana senja menuju malam,kaki mereka basah sampai tengah betis di biarkan di sapu ujung ujung ombak.


Adrian mendekatinya dan memegang sebelah tangan Aryanti sambil pandangannya tetap ke depan,Aryanti diam hanya hatinya yang berdebar,bergemuruh seperti ombak yang ada di depannya,Aryanti tahu sorot mata itu dan tak sanggup melihatnya,tak sanggup juga menolak genggaman tangan itu dan hampir tak kedengaran Adrian menyebut namanya.


"Apa kamu senang ? sekarang dan senja senja selanjutnya milik kita,setiap saat kita bisa menikmatinya "


"Heemght"


"Yan,aku tidak tahu dengan perasaanku sendiri,apa aku telah jatuh cinta denganmu ? mungkin ini kedengarannya aneh tapi aku tak bisa menahannya,aku ingin kamu tahu"


Aryanti tertegun tak sedikitpun menyangka Adrian mengungkapkan perasaan hatinya begitu cepat,dalam keadaan semuanya serba baru bagi Aryanti juga dalam suasana berbenah segalanya.


Genggaman tangan Adrian semakin kuat tapi hati dan tubuh Aryanti terasa lemas,dan saat ini bukan sedang latihan taekwondo jadi dirinya tak bisa pasang kuda kuda dengan tangguh,semua serba tiba tiba dan tak terduga,tak ada nafas yang bisa untuk di hirup dan di hembuskan semua berjalan seperti marathon.


Aryanti memberanikan menatap wajah tak asing Adrian di atasnya dan Adrian balik mengungkungnya dengan menggenggam kedua tangan Aryanti,Aryanti tak bisa menolak walau ini baru pengalaman pertamanya di sentuh laki laki,siapa yang tak suka Adrian ? begitu juga dirinya,tapi Aryanti hanya diam seribu bahasa hanya hatinya yang berdebar kencang,takut ini semua hanya mimpi,halusinasi atau yang lainnya.


"Ok aku tak memaksa meminta jawaban sekarang darimu,tapi setidaknya aku telah ungkapkan semuanya"


"Aku tahu kamu pasti kaget tapi segalanya ingin aku mulai dari sini baik pekerjaan kita ataupun soal hati kita"


Aryanti tetap diam dan tanpa di sadari nya Adrian telah memeluknya dan mengusap usap belakang kepalanya,Aryanti memejamkan matanya merasakan setiap sentuhan Adrian,ada tetesan air mata di pipinya yang terasa begitu panas mukanya,Adrian melonggarkan pelukannya dan menatap wajah penuh pesona itu dengan air mata berkilauan,Adrian mengusapnya perlahan.


"Aku ingin memberimu kebahagiaan,aku mencintaimu Aryanti,aku tahu pasti begitu banyak pertanyaan di hatimu tapi aku tak perduli itu semua,aku ingin memulai semuanya denganmu"


Aryanti mengangguk perlahan,dan Adrian tersenyum puas walau hanya dengan jawaban anggukan


"Ayo kita pulang mulai malam lho..."


Aryanti mengikuti Adrian yang menggandeng tangannya menuju mobil,dan mobil pun melaju perlahan seperti perasaan Aryanti yang mulai meleleh dan menyadari apa yang telah terjadi.


Sepanjang perjalanan tak ada pembicaraan berdua sibuk dengan perasaan masing masing hanya tangan Adrian meraih sebelah tangan Aryanti dan menggenggamnya di sela sela ngover kendaraannya.

__ADS_1


Dan senja pun berlabuh di temaramnya malam yang berganti dengan benderang nya bintang gemintang di langit yang lengang tanpa awan...


__ADS_2