
"The Praja Hotel dan Restourant Pangandaran di sini selamat siang bisa di bantu ?"
"Oh ya,bisa disambungkan dengan Ibu Aryanti ?"
"Bapak siapa dan dari mana ?"
"Saya Habil Ismail Al-Rasyid dari Pangandaran Beach Hotel..."
"Maaf Pak Habil, hari ini Ibu Aryanti tidak masuk kerja, Ibu Aryanti sedang sakit dalam perawatan di rumah sakit, barangkali bapak bisa menghubunginya lewat ponselnya..."
"Astagfirullah,maaf sejak kapan itu ?"
"Sejak malam tahun baru itu Pak"
"Deg !" perasaan Habil langsung gak enak dan terakhir sebelum dirinya pulang waktu malam tahun baru itu Aryanti pamitan duluan mau istirahat karena merasa badannya lelah takut ambruk ternyata benar Aryanti sampai dirawat segala.
"Halo Pak Habil masih di situ ?"
"Ya ya ya di rawatnya di mana ?"
"Di Pangandaran Hospital Pak"
"Ya sudah terima kasih"
"Sama sama terima kasih telah menghubungi The Praja Hotel dan Restourant Pangandaran selamat siang...!"
Masih dengan perasaan terkejutnya Habil menutup telepon di ruang kerjanya,terbayang kembali malam yang indah itu,sosok Aryanti yang telah begitu memikat hatinya,hampir di semua pribadinya begitu mempesona, senyumnya,ramahnya,juga kata-katanya menjadi daya tarik tersendiri bagi Habil.
Bernyanyi sepanggung berdua menjadi moment yang tak akan terlupakan bagi Habil kesempatan yang diberikan Aryanti dan undangan kepada dirinya membuat Habil berpikir mungkin Aryanti memberi sinyal kepada dirinya kalau Aryanti belum punya pacar dan masih sendiri,terbukti di malam tahun baru dia mengundang di acaranya dan di situ tidak ada pria lain yang menemaninya.
Tapi apa mungkinkah gadis mandiri secantik Aryanti sepintar Aryanti semenarik Aryanti se mempesona Aryanti belum memiliki teman dekat ? penunjangnya begitu komplit apalagi jabatan di Hotel jadi orang kedua setelah pimpinan 'Manager' tak semua orang bisa mencapai jabatan itu.
Tak bisa dipungkiri Habil ternyata jatuh hati pada pandangan pertama melihat sosok Aryanti, begitu banyak gadis yang Habil kenal bule,indo,lokal tetapi tidak menemukan orang se exotic Aryanti,begitu unik dengan kepintaran cemerlang yang di atas rata rata orang pada umumnya,semua bisa Habil tangkap dari bicara dan obrolannya dengan Aryanti.
Habil merasa tertantang untuk mengikuti langkah Aryanti dan kalau mungkin ada kesempatan untuk bisa lebih dekat lagi dan lebih jauhnya lagi bisa mengungkapkan perasaannya, hati Habil begitu berbunga,seperti di taman taman khayalan,dan begitu tercium wangi semerbaknya saat pewangi ruangan menyemprotkan cairannya dengan waktu dan jeda teratur, Habil tersadar dari lamunannya dan beranjak keluar setelah sebelumnya memberikan pesan kepada sekretarisnya.
Mobil melaju menuju Pangandaran Hospital,masuk pelataran parkirnya dan bertanya di ruang depan pada resepsionis,ada karangan bunga anggrek dan Ros merah yang masih segar dengan daun daunnya yang masih hijau di tangan Habil,juga mungkin sama penjualnya di semprot pewangi biang di kuntum kuntumnya wanginya begitu segar tercium begitu kuat.
Habil berjalan di lorong rumah sakit dan mencari kamar dengan nomor yang ditunjukkan sama resepsionis tadi,kamar ekslusif dengan dua tempat tidur di dalamnya,sesuai untuk Aryanti dan jabatannya fikir Habil.
"Tok tok tok..."
__ADS_1
Seorang ibu-ibu membuka pintu dan keluar melongokan kepalanya belum begitu tua cuman garis-garis cantik masih terlihat di wajahnya.
"Ya Bapak dari mana,siapa mau ketemu Aryanti ?"
"Iya iya di sini kamarnya ?"
"Iya,nanti saya bilang dulu sama orangnya ya,dengan bapak siapa ?"
"Habil Ismail,dia sudah tahu kok"
"Iya di tunggu ya..."
Habil menunggu dengan tak sabar di ke belakang kan bunga di genggamannya seakan ingin memberi kejutan dan penghiburan bagi Aryanti"
"Silahkan masuk Pak..."
"Oh iya terima kasih"
Habil masuk dengan senyum tersungging di bibirnya dan menghampiri Aryanti yang masih tiduran di ranjangnya juga dengan senyuman khasnya,dan mereka bersalaman.
"Wah wah wah... rupanya wonder woman yang satu ini ambruk juga,kenapa waktu itu nggak ajak aku yang antar ke sini kalau memang sudah nggak enak badan ?"
"Ah Pak Habil bisa saja,semua tak terduga Pak heee..."
"Alhamdulillah Pak sudah mendingan dibandingkan dari awal saya masuk rumah sakit ini"
"Syukur Alhamdulillah semoga cepat sembuh Dan semoga bisa beraktifitas kembali seperti biasa dan ini spesial untuk orang yang bersemangat tinggi,partner duet yang saya kagumi heeeeee..."
"Haaaaaaaa..."
Habil menyimpan karangan bunganya di pangkuan Aryanti sambil mereka tertawa-tawa berdua.
"Terimakasih Pak Habil atas support,waktu dan doa-doanya"
"Ya ya ya...sama sama,jangan lupa minum obatnya,jaga kesehatan dan semangatnya di longgarkan dulu,jangan sampai pengelola Pangandaran Beach Hotel merasa tersisihkan lho sama Bu Aryanti di dunia Perhotelan ini heeeee..."
"Heeeee,Pak Adrian jangan berlebihan,saya justru banyak belajar dari orang-orang Pangandaran Beach Hotel"
"Haaaaaaaa..."
"Oke,karena yang sakit harusnya istirahat, jadi saya gak bisa lama-lama di sini dan sekarang saya pamit aja semoga lekas sembuh,biar bisa keluar dari hotel yang kita tidak sika ini dan bisa kembali beraktifitas seperti biasanya saya doakan yang terbaik buat Bu Aryanti"
__ADS_1
"Terimakasih banyak Pak,terimakasih..."
Habil keluar setelah bersalaman penuh kehangatan dengan Aryanti, hatinya begitu puas bisa melihat seorang Aryanti, dan memperlihatkan perhatian lebih,dalam hatinya, jauh di lubuk hatinya yang paling dalam Habil berharap Aryanti mengerti dengan perhatiannya ini dan juga semoga Aryanti bisa membaca apa yang ada dipikirannya.
Hati dan perasaannya telah membawa Habil melangkah kehadapan Aryanti dan berharap balasan perhatian lebih juga dari Aryanti.
Keluar Pak Habil dari kamar Aryanti masuk lagi Pak Edi,Mamanya hanya bisa duduk di kursi ruang tunggu pasien masih di dalam kamar perawatan itu.
"Pak Edi" Aryanti duluan menyapa Pak Edi sambil tersenyum
"Ya gimana kabar Bu Aryanti apa sekarang sudah lebih baik ?"
"Alhamdulillah Pak Edi,semoga besok saya sudah bisa pulang dan mungkin saya langsung istirahat aja dulu di Bandung dan pulang bersama orang tua saya"
"Ya sudah biar besok saya kondisikan Pak Tono untuk bisa mengantar Ibu ke Bandung dan menjemput dulu ke sini"
"Ponselnya di hidupkan saja Bu Aryanti,kalau memang Ibu sudah agak baikan,jadi kami tidak terhambat konsultasi apapun dan staf lain juga mungkin bisa menghubungi Ibu,Ibu juga sudah kuat kan sekedar untuk memberikan masukan atau apa saja"
"Oh Iya Pak Edi nanti saya hidupkan mungkin mulai besok ya"
"Satu lagi Bu Aryanti maaf ini menyangkut persoalan yang kemarin bukan saya bermaksud mengingatkan atau menggali lagi ingatan Bu Aryanti atas kejadian kemarin tapi ini sesuatu yang harus diselesaikan karena antara Bu Aryanti, Pak Adrian, juga temannya Pak Adrian itu sudah ditangani sama Pak Daud dengan perjanjian damai atas dasar kekeluargaan tetapi temannya Pak Adrian yang namanya Adit pengen menemui Ibu Aryanti secara pribadi mungkin untuk permohonan maafnya atau apa tapi saya belum mengijinkan dia datang ke rumahsakit ini dan saya mau minta izin dulu sama ibu Aryanti, bagaimana Bu ?"
"Oh boleh mungkin besok saya mampir dulu ke Hotel sebelum pulang ke Bandung Pak Edi bisa mengkondisikan Adit ada di tempat atau saya tunggu di office jadi saya mampir dulu ke Hotel mengambil yang saya butuhkan baru saya berangkat ke Bandung"
"Ya ya Bu"
Pak Edi apa tidak ditemukan seperti yang kita curiga kan sebelumnya di teman-temannya Pak Adrian seperti obat-obatan terlarang atau sejenisnya atau apa barangkali yang membuat Adrian begitu mabuk malam itu menurut hasil penelitian polisi ?"
"Sementara data yang saya terima juga hasil test urine semua temannya Pak Adrian tidak di temukan positif narkoba,minuman yang dikonsumsi Pak Adrian itu hanya minuman beralkohol sedang cuman mungkin Livia menambahkan obat tidur kedalam minumannya dengan maksud dan tujuan kita tidak tahu,tetapi tuntutan dari pihak Hotel di gugurkan menganggap kasus selesai dan tidak diperpanjang, untuk nama baik semua orang terkait"
Pak Edi apa temannya Pak Adrian Adit masih sama teman-temannya di Pangandaran ini atau sebagian temannya sudah pulang ?"
"Saya tidak tahu persis soal itu Bu Aryanti saya hanya menerima telepon dari saudara Adit saja"
"Ya sudah"
"Bu Aryanti, saya minta tolong sama Bu Aryanti,jangan menyulitkan saya mulai sekarang saja aktifkan ponselnya karena saya merasa terganggu ditelepon terus sama Pak Adrian,Pak Adrian ingin ngomong,ingin menghubungi mendengar suara Bu Aryanti,ingin tahu keadaan Bu Aryanti katanya, jadi setiap 1 menit sekali atau setengah menit sekali dia nelpon lagi makanya saya datang ke sini saya mohon aktifkan saja nomornya biarin dia ngomong"
"Baik Pak Edi,maaf masalah pribadi saya jadi merepotkan semua orang,nanti saya aktifkan"
"Ya sudah kalau begitu saya pamit dulu cepat sembuh ya,dan itu bunga yang sangat bagus,semoga tidak berduri buat Bu Aryanti dan Pak Adrian Haaaaaaaa...."
__ADS_1
"Saya tahu Pak Edi mana bunga yang berduri dan juga bunga yang tidak berduri, bahkan saya tahu dan bisa mencium bunga yang harum dan nggak harum, hehehe..."