
Bangun pagi pagi dengan memulai aktifitas seperti biasa,Aryanti mandi menunaikan kewajibannya sholat shubuh dan beres beres lalu membereskan pakaian dari dalam koper di pindah ke lemari, Aryanti tersenyum saat melihat ada seseorang yang masih tidur di balik selimut dengan lelapnya di tempat tidurnya.
Hari ini Aryanti mulai masuk kerja begitu bersemangatnya kembali pada rutinitasnya dengan status baru seorang istri Adrian,Aryanti memilih baju yang berjajar rapi di lemari kaca gantung untuk di kenakan nya hari ini.
Setelah bekerja Aryanti begitu bebas memilih dan memiliki pakaian yang di sukai nya, memuaskan hasrat berbelanja setiap bulannya pasti ada aja pakaian yang di belinya,baik itu pakaian resmi untuk ke kantor atau pakaian untuk keseharian nya bersantai,tak heran begitu penuh lemarinya dan harus menambah lemari baru, belum lagi sekarang pakaian suaminya Adrian satu lemari penuh juga.
Setelah di rasa selesai pekerjaannya Aryanti mendekati tempat tidur yang masih tergolek Adrian,Aryanti memandang wajah simpatik Suaminya yang begitu sempurna di matanya,pertama yang paling di ingat dari wajah Adrian adalah matanya, yang terkadang galak atau terkadang redup menenangkan.
Lalu Aryanti pindah menatap hidung dan bibirnya yang sesekali Aryanti menggigitnya perlahan karena greget,Aryanti menjadi geli sendiri,karena di rasa Adrian masih lelap Aryanti lalu mau membuat minuman dan sekilat tangannya di pegang Adrian...
"Ngintip orang tidur ya...ngapain bangun kalau masih mau tidur ? ayo tidur lagi..."
"Ah Mas aku udah mandi,harusnya Mas juga bangun dan mandi shubuh dulu udah kesiangan tuh lihat,kita kan mulai kerja hari ini,juga Adelia sama Fath mau di temani mau outbound nggak enak kita masih tiduran jam segini...ayo bangun"
"Alah sayang pagi pagi panjang banget alasannya,aku mau peluk kamu sini sebentar saja nanti aku bangun..."
"Mas ayo bangun...aku nggak mau dipeluk kalau Mas belum mandi"
"Kalau aku maksa ?"
"Aku nggak mau di paksa"
Aryanti tetap tetap pada pendiriannya nggak mau mengikuti keinginan Adrian untuk tiduran kembali Adrian yang jadi bangun tapi tetap sambil memegang tangan Aryanti dan melingkarkan tangannya ke pinggang Aryanti
yang masih berdiri di sisi tempat tidur.
"Mas tahu waktu dong ini sudah siang sayang... kita kan kerja"
"Alah alasan aja kerja ini jam berapa,masih pagi aku masih mau malas malasan"
"Hai hai hai... kok jadi sensitif begini ?"
"Ya sudah aku kerja hari ini Bu Aryanti !"
"Mas..." Aryanti memegang tangan Adrian dan Adrian melepaskannya sambil bangkit menuju kamar mandi dan Aryanti mengejarnya dan menghalangi Adrian yang mau masuk kamar mandi.
"Mas maaf bukan aku menolak,ini memang masa bulan madu kita,tapi apa kita akan terus lepas tanggung jawab kita akan pekerjaan ?
nih tarik ayo kita tiduran lagi..." Aryanti menyodorkan ujung tali piyama mandinya ke hadapan Adrian.
__ADS_1
Tapi Adrian diam saja tak menarik tali piyamanya,Aryanti memeluknya dari belakang,dan Adrian masih saja diam.
"Maafkan aku Mas..." Aryanti melepaskan pelukannya dan membiarkan Adrian masuk kamar mandi.
Aryanti berdandan dan memakai baju yang tadi di pilihnya,lalu duduk di meja riasnya mematut diri di depan cermin,perasaan bersalah pada suaminya membuat hatinya nggak tenang sebelum mendapatkan senyum dan maafnya,terngiang petuah Mamanya "jangan sekali-kali menolak keinginan suamimu walaupun dirimu dalam keadaan capek, karena itu adalah ibadah dan kebaikan buat dirimu"
Apa aku salah membangunkan suami untuk melakukan sholat dan mengingatkan akan pekerjaan ? terkadang merasa bersalah juga tapi biarlah mungkin ini masih masa masa bulan madu kami.
Adrian keluar dari kamar mandi dengan handuk melilit bagian bawah badannya,Aryanti menghampirinya dan membuka lemari pakaian Adrian dan mengambil pakaian dalamnya dulu lalu menyodorkannya pada Adrian.
"Mas mau pakai baju mana ?"
"Mana aja"
Aryanti mengambil sekenanya dan mematching kan dengan celana dan dasinya,dan Adrian tanpa basa basi memakainya,dan tinggal dasinya ,Aryanti berdiri di depan Adrian menaikkan kerag baju kemeja Adrian dan memasangkan dasinya,wangi parfum Aryanti mengingatkan Adrian akan masa masa pacaran mereka yang membuat Adrian ingin memeluknya dan begitu menggoda nya terangsang untuk menciumnya,tapi Adrian merasa gengsi terlanjur diam.
Aryanti selesai memakaikan dasi di leher Adrian dan berharap ada sedikit terimakasih sekedar pelukan atau ciuman dari suaminya,tapi semua tak terjadi Adrian malah duduk di sofa dan menyalakan tv dan melihat berita terkini.
"Mas mau minum apa ?"
"Apa aja"
Aryanti membuat teh dan menyimpannya di meja depan Adrian,Aryanti duduk di samping Adrian yang anteng atau pura pura anteng nonton tv.
"Emang kenapa ?"
"Mas marah ya ?"
"Nggak"
"Tapi kok ketus sama diam ?"
"Emang nggak enak di diemin ?"
"Ya nggak enak lah..."
"Kamu juga ngediamin aku,apa salahnya aku mau memeluk kamu,kapanpun aku mau"
"Kan aku udah minta maaf,sini aku peluk sekarang"
__ADS_1
"Nggak mau"
"Mas ! marah ceritanya ya ? Oke kita marahan, apa aku seorang istri nggak boleh ngingetin suaminya ? mengingatkan bangun pagi sholat shubuh ? juga kalau hari ini kita kerja ? baik kalau hal sepele jadi masalah berlindung lah terus dalam ketidak mandirian,silahkan jalani semau mau sendiri,aku berangkat sendiri"
Aryanti memakai sepatunya dan mengambilkan sepatu dengan kaos kakinya buat Adrian dan menaruhnya di bawah meja dekat suaminya.
Aryanti benar benar berangkat sendiri,mengambil tas dan laptopnya dan keluar,suara hak sepatu nya terdengar semakin jauh dan samar....Adrian menyesali semuanya hanya soal Ingin memeluknya tapi Aryanti sudah mandi dan siang mau berangkat kerja karena pasti banyak yang mesti di buka dan di periksa nya.
Adrian menyadari dan juga menyesali betapa ruangan terasa lengang setelah Aryanti berangkat betapa tak enak suasana hatinya tanpa ada seorang Istri di sisinya.
Adrian menutup pintu dan menguncinya dan berjalan berangkat juga ke office,terlihat istrinya dan Linda sedang membuka map-map mungkin itu pembukuan hotel yang selama ditinggal kurang lebih 2 minggu perlu dilihat dan di periksa,pemasukan pengeluaran dan data lainnya.
Adrian masuk ruangannya dan menyalakan komputernya lalu menelephon seseorang dan terlihat Adrian keluar bersama Pak Edi membiarkan komputernya hidup.
Adrian termangu dan bengong melihat wahana baru di belakang Hotel yang tadinya tak terpakai dan malah terbengkalai tapi kini di sulap menjadi indah dengan semua permainan yang kekinian dan sangat menarik dan menantang adrenalin.
"Apa Pak Adrian mau mencobanya ?"
"Haaaaaaaa...tapi bukan kostum begini kali Pak Edi"
"Hari ini saja ada tiga rombongan yang mem booking tempat ini,satu rombongan pecinta alam dari Bandung,dua anak anak SMA studi tour dan satu lagi perusahaan limpahan dari Pangandaran Beach Hotel,Pak Habil Ismail yang memesannya"
Adrian manggut manggut sambil berjalan berkeliling memegang semua dan melihat-lihat dari jarak dekat, Adrian kagum banget dengan brilian otak cemerlangnya Aryanti,semua yang tak mungkin menjadi mungkin dan bisa terjadi, lalu Adrian berjalan ke arah area camping yang ditata dengan rumput yang begitu apik dan luasnya dengan ditumbuhi rumput yang sangat rata membikin orang pengen tiduran di situ, atau gelar tikar dan bersantai.
Dan yang paling tak terpikirkan oleh Adrian adalah wahana air yang murni memanfaatkan alam berupa sungai yang tak terlalu besar dan dirancang seaman mungkin dan sebanyak mungkin permainan.
Kenapa Aryanti tak pernah memberitahukannya ? apa ini kejutan untuk dirinya ? semua menjadi tanda tanyanya dan masih dalam kekagumannya pemikiran istrinya...
"Menelan biaya berapa Pak ini semua ?"
"Soal rinciannya tanya Linda,tapi secara perkiraan lumayan Pak M lah kira-kira..."
"Nggak ada kendala pengajuan pada pusat ?"
"Nggak ada Pak Alhamdulillah semuanya lancar cuman ini sebelum dibangun dikontrol sama Pak Surapraja sama Ibu Handayani datang ke sini apa itu menyangkut hal pribadi Aryanti atau apa pokoknya seperti itulah"
"Ayo Pak Edi,kita kembali ke office sambil saya mau nelephon adik saya"
"Oh iya ayo Pak Adrian..."
__ADS_1
Sepanjang perjalanan pulang melewati samping Hotel dan belakang yang sudah berubah menjadi teman-teman yang indah tempat orang check-in dari hotel lalu menuju ke permainan outbound di belakang hotel dengan manis dipadukan dengan lampu-lampu hias mungkin kalau malam terlihat sangat indah.
Adrian tak berhenti mengagumi kemampuan istrinya yang sekarang masih diam diaman.