
"Sayang kamu serius dengan ucapan tadi itu ? Ayo kita bicara pada orangtuaku,pada management,kalau memandang permasalahan ini begitu seriusnya,aku tak mau ada apa apa,kalau Kamu sudah tak betah di sini hanya dari masalah sepele seperti ini ? jangan semua permasalahan mengganggu kesehatanmu juga calon bayi kita !"
Aryanti diam dalam berbaring nya.
"Aku tidak suka Si Jihan,aku tidak mencintainya, semua yang dia katakannya hanya kegalauan dia saja,kenapa kamu begitu menganggapnya itu sesuatu yang serius heh ?"
"Jangan menghardik aku seperti itu Mas ! aku tidak suka...
memang aku nggak boleh punya rasa galau seperti Si Jihan temanmu itu heh ?"
"Kamu membuat aku serba salah sayang,boleh... semua orang boleh galau,cemas,kecewa,sakit hati, suka duka itu kan realita kehidupan, tapi harus yang masuk di akal dan jelas faktanya juga masalahnya,maafkan aku... kenapa kertas surat tadi kamu baca ? kenapa malah di kasih sama aku ? nggak kamu buang saja sekalian biar nggak jadi masalah...?"
"Aku pengen tahu seperti apa orang yang nggak sopan itu,kok seperti nggak ada tata krama,juga sopan santunnya sedikit juga,
mengabaikan perasaan orang lain demi perasaannya sendiri"
"Sayang aku sengaja tak ngasih tahu masalah Si Jihan suka sama aku sejak dari aku di Australia,takut kamu punya fikiran yang bukan bukan,aku sengaja demi kebaikan kita,aku tak bangga dengan semua ini,aku merasa takut sebenarnya dia mencintai aku itu,aku malah bangga kamu cemburu sama aku,aku ingin kamu cemburu sama aku,karena aku yakin kita sama sama nggak mau dan takut kehilangan, jangan pupuk perasaan cemburu mu menjadi kebencian,ayo bangun kita jalan jalan lihat lihat rumah"
Adrian mengusap usap kepala dan rambut istrinya yang masih saja berbaring.
"Jangan bahas sesuatu yang nggak perlu sudah mulai sekarang kita fokus pada pekerjaan,pada kesehatan buah hati kita juga pada rumah yang belum dapat sampai sekarang"
Aryanti diam memahami apa yang Adrian katakan.
Adrian mencium kening Aryanti dan menarik tangannya perlahan untuk membantunya bangun,tapi Aryanti malah menarik Adrian lebih dekat dan memegang kedua pipi Adrian yang ada di atasnya.
"Mas,begitu banyak kecemasan di hatiku,aku mencintaimu,aku sayang Mas,aku takut dengan kekecewaan,aku takut sakit hati,dan perasaanku begitu sensitifnya,inilah kondisi perasaanku saat ini,aku sama bayiku takut Mas tinggalkan"
"Astagfirullahaladzim...kalau aku melakukan itu sama kamu juga bayiku aku pasti sudah di gantung Bapakku sayang...yang jelas Aku yang takut kamu pergi tinggalkan aku,aku pasti gila,dan tahu nggak ? Yang pasti di bela itu pasti kamu bukan aku walau aku adalah anaknya,apalagi aku yang melakukan kesalahan, kamu itu menantu idaman keluarga Surapraja,aku tahu betapa orangtuaku menyayangimu,terkadang aku iri pada istriku sendiri"
Aryanti diam mendengar penuturan Adrian yang begitu panjang meyakinkan dirinya,dan memang benar adanya.
__ADS_1
"Itu mungkin kecemasan Ibu hamil sayang,aku begitu sayangnya sama kamu berdua nih sama yang masih di dalam perut,aku memakluminya,aku akan lebih sabar lagi..." Adrian membelai rambut istrinya
"Mas Aku manja ya ?"
"Nggak,aku suka kemanjaan kamu dan aku mau memanjakan mu,dulu kamu yang bilang aku kolokan tapi sekarang malah kamu yang sedikit sedikit ngambek membuat aku bingung nggak jelas..."
"Ayo kita keluar kita kontrol kamar buat Adel sama Fath menginap heeee..."
"Nanti Mas malah mau juga bulan madu seperti mereka"
"Tapi apa salahnya sayang kan kita juga merayakan kehadiran si kecil di perutmu...kalau bisa aku tengok tiap malam biar cepet gede dede nya heee...nggak ada salahnya kan ?"
"Hamil muda nggak boleh Mas,bukan aku nggak mau tapi kalau membuat riskan aku takut"
"Iya aku sudah baca aturannya.
"Peluk aku dulu Mas..."
"Aaaah manjanya ini calon Mama...sini aku peluk dulu"
"Mirip Mas ya Alhamdulilah kan Mas ganteng banget heee..."
"Tapi aku maunya mirip kamu sayang,kan kamu orang yang paling cantik yang aku punya heee...
"Sayang jangan kaget ya ada selentingan dari Pak Daud kemarin,Bapak tahu pertama kamu hamil lalu katanya kalau kamu sudah lahiran Bapak mau pensiun,seperti itu omongannya sama Pak Daud katanya..."
"Terus apa hubungannya dengan kita Mas ?"
"Aryanti sayang... kalau Bapak pensiun otomatis kepemimpinan yang akan maju Aku sama Kamu itu pasti,aku lemah sayang dalam memimpin dan ide ide itu lebih cemerlang kamu dalam memajukan usaha ini aku akui ini semua,dan kalau bukan bersama kamu kita melangkah dari awal aku tidak akan seperti ini,tanpa kamu aku bukan apa apa..."
"Mas jangan bicara begitu... justru aku hanya seorang istri,setinggi apapun jabatan aku, jadi Mas lah pemimpinku,apalagi ini perusahaan orangtua Mas,Mas lah yang harus maju dan memimpin,aku siap berada di belakangmu Mas"
__ADS_1
"Aku bangga menjadi suamimu sayang,kamu pintar dalam segala hal dan satu lagi begitu pintarnya telah memberiku satu kebahagiaan yang ada di dalam isi perutmu ini...
Aryanti memeluk Adrian,dan menenggelamkan muka dan kepalanya di dada suaminya entah kenapa begitu suka Aryanti mencium tubuh suaminya tanpa parfum rasanya seger banget,entah sugesti kehangatan atau ingin bermanja saja atau barangkali bawaan bayi ? entahlah...
Aryanti mengakui kalau suaminya lemah untuk ide-ide cemerlang karena mungkin tadinya dia begitu lengah dalam menangkap dunia pelajaran, mungkin efek terlalu dimanjakan orang tua atau juga terlalu mengikuti kata hatinya tidak berpikir sama sekali untuk masa depan karena baginya masa depannya sudah cerah sudah dipersiapkan orang tuanya.
Padahal untuk memegang kendali sebuah perusahaan diperlukan skill yang sangat tinggi bagaimana menguasai pekerjaan,ya kita harus merasakan bekerja sebagai karyawan dulu, memanage karyawan,merangkul relasi dan mengatur strategi pasar yang ramai dalam situasi kondisi saat ini.
Itu semua sudah Aryanti kuasai terbukti dengan kemajuan pesat The Praja Hotel dan Restourant Pangandaran sebagai pembuktian dirinya dalam dua tahun terakhir ini, kepemimpinannya mampu merebut posisi teratas di antara semua Hotel yang masuk dalam management The Praja Group.
Ada satu lagi ambisi Aryanti tapi itu cukup ada di dalam hati dan angan-angannya pada suaminya saja belum pernah dirinya mengungkap,kalau Aryanti ingin memegang The Praja Hotel dan Restourant yang ada di Bali karena dirinya sudah punya ide untuk mengembangkan Hotel itu dan mengangkat kembali citra Praja hotel dan Restourant Bali menjadi no satu.
Wah...rasanya semangat banget seandainya dirinya bisa merambah ke Hotel yang di idamkan nya di Kuta Bali itu adalah obsesi selanjutnya,
mungkin akan sesuatu banget pengalaman nya di Perhotelan,
dan hidup di pulau yang romantis Bali adalah idaman semua orang termasuk dirinya.
"Aku nggak begitu semangat mencari rumah di sini Mas,mungkin karena aku terbiasa hidup nyaman di sini"
"Loh loh...katanya kalau nanti hamilnya sudah gede Mamanya mau ikut nungguin kamu sampai saatnya lahiran...?"
"Aku punya impian Mas tapi ini bukan keinginan dan aku juga tak yakin bisa terealisasi,hanya angan angan dan obsesi ku saja"
Apa itu sayang...katakan aku suamimu jika mungkin aku bisa memberimu sesuatu dan bisa mengusahakannya"
"Aku memimpikan hidup denganmu di Bali Mas,aku jatuh cinta pada pulai romantis itu,aku ingin mengelola The Praja Hotel dan Restourant Kuta Bali... dengan beberapa rancangan perubahan di otakku"
Adrian tertegun tak menyangka Aryanti punya keinginan itu jauh dari perkiraannya,pantesan diajak mencari rumah seperti malas malasan.
"Sayang sekalian aku ngomong sama kamu sekarang dan minta pendapat,Ibu pernah ngomong sama Aku kalau aset berjalan Bapak berupa Hotel ada di beberapa tempat di bawah satu naungan The Praja Hotel Group,seandainya Anaknya sudah menikah semua tentu akan di hibahkan pada anaknya sebagian padaku juga Adelia,karena Adelia nggak bakalan tinggal di Indonesia untuk waktu sekarang ini jadinya pengelolaannya pasti dipercayakan kepada kita,dan seandainya mau milih aku minta pendapatmu dan aku tahu keinginanmu tinggal di Pulau Bali jadi kalau ada penawaran dari Bapak ambil saja dan pilih Hotel yang ada di Bali itu..."
__ADS_1
"Tapi kita jangan memintanya Mas..."
"Tapi keinginanmu mereka harus tahu"