Pesona Aryanti

Pesona Aryanti
Jihan dan Habil


__ADS_3

"Apa Kak Habil pernah mencintainya ?"


Sepertinya ada yang menyelidiki tentang pribadinya dan juga pribadi orang lain ataukah Jihan hanya ingin tahu sisi lain Habil dan pandangan Habil terhadap perempuan seperti apa ? tetapi menurut Habil perkataan Jihan terlalu vulgar dan kurang sopan diungkapkan dan itulah perbedaan.


Dan Habil berusaha membuka hatinya menciptakan ke terus terangan di antara dirinya dengan Jihan dan berharap hanya satu kata yaitu kebaikan.


"Terus terang Ji aku pernah begitu mencintainya... tapi saat aku tidak tahu dia telah memakai cincin berlian pertunangan di jarinya,dan sejak saat itu aku sadar diri semua bukan takdirku aku merubah cara pandang ku terhadap Bu Aryanti,semua berjalan baik sampai saat sekarang ini dengan keikhlasan hati semua baik baik saja"


"Apa Bu Aryanti tahu kalau Kak Habil pernah mencintainya ?"


"Malah Aku pernah mengungkapkannya di hadapannya,tetapi apa yang dia katakan padaku,kata kata yang begitu sopan,bijaksana dan begitu puitis,sangat bisa di fahami dan di maklumi,kami melanjutkan persahabatan dengan datar datar saja,walau pada awalnya aku merasa malu tapi kami harus kerjasama dan hidup harus berjalan tak berhenti sampai di situ"


Jihan terdiam,harusnya dirinya juga merasa malu pada kenyataan yang tak berpihak baik pada dirinya satu hal kesalahan dirinya mengirim surat pada Adrian diantara kesalahan kesalahan lainnya juga tentang perasaannya yang belum hilang seratus persen pada pesona Adrian.


Sudahkah suratnya keterima,apa maafnya di terima siapa yang baca,Jihan mengutuk dirinya yang selalu ceroboh dan sembrono dalam tindakannya, saat itu hanya putus asa dan perasaan tak terima di tinggal Adrian tanpa pesan...


Tak berbalas,tak ada pesan jawaban juga tak ada telephon harusnya itu satu jawaban diantara jawaban jawaban sebelumnya,Aku akan menjadi sahabatmu Jihan...Aku sudah berkeluarga,Istriku lagi hamil, Aku do'a kan semoga kamu mendapatkan seseorang yang cocok,yang terbaik buat masa depanmu,semua kata kata itu memenuhi kepala Jihan...


"Adel,bukan Aku tak menerima takdir,tapi boleh Aku sedikit memberi pada hatiku apa yang aku suka ? semua orang ingin hatinya bahagia"


"Cobalah berdamai dengan bathin mu Ji...apa yang kamu harapkan dari seorang laki laki selain kedamaian di pelukannya ? jaminan hidup mapan di masa depan, keluarga yang cinta dan sayang sama kita apa lagi ?"


Jihan diam memang apalagi harapan seorang perempuan dari pernikahannya ?


"Kalau kita mengikuti ego nggak akan selesai semua permasalahan,dan kalau kita tidak menerima apa yang sudah menjadi takdir kita pasti kita akan selalu bermasalah dengan perasaan kita"


Semua terngiang di telinga Jihan sebagian percakapan antara Dirinya dengan Adelia,Jihan merenungkan semuanya...semua yang sahabatnya katakan,yang Habil sukai adalah type seperti Aryanti,baik cantik,pintar sopan humble,nyambung ngobrol segala hal dan Jihan mulai menilai dirinya dan mencari kesamaan dirinya dengan Aryanti.


Cantik sama aku malah lebih punya ciri khas aku punya muka campuran Sunda Arab yang begitu unik dan exotic,soal pintar berbicara itu kebiasaan dalam pekerjaan apalagi sebagai pimpinan itu bisa di biasakan, pintar dalam bekerja ya itu tergantung kesempatan dan perbandingan perbandingan lainnya...


"Ji kamu melamun...?"


"Oh Iyah apa Kak ?"

__ADS_1


"Cantik cantik banyak melamun,apa aku ada salah padamu Ji ?"


"Kak Habil salah apa ? mungkin aku yang harusnya minta maaf karena selama kita bersama sama aku banyak tidak fokus,fikiran ku entah kemana"


"Aku memakluminya Ji...perlu waktu lagi buat kita beradaptasi dengan suasana yang berbeda,kamu belum lama datang ke Indonesia,dari kebiasaan belajar dan belajar, sekarang selesai gamang menentukan aktivitas yang akan kamu pilih sebagai kegiatan dan merintis pekerjaanmu juga kedua orangtuamu menghadapkan mu pada pilihan yang sebenarnya tidak kamu sukai...


"Maafkan aku Ji... aku tak mau menjadi bagian dalam hidupmu yang hanya mendatangkan masalah,setidaknya aku mau kita melangkah bersama menapaki kebahagiaan kita"


"Kak Habil begitu baik dan sabar,ajarkan semua itu pada hatiku Kak, Aku ingin menjadi orang yang lebih baik lagi,hatiku penuh dengan berbagai ambisi menjadikan Aku orang yang selalu optimis dan ambisius"


"Heee...Ji...Ji...kalau ambisi mu positif itu adalah sesuatu yang baik,dan optimis akan sesuatu hal itu harus tapi ingat saat harapan tak sesuai kenyataan di situlah mampukah kita mengendalikan hati kita ?"


"Sepertinya Kak Habil sudah seperti Bu Aryanti saja..."


"Haaaa...apa salahnya kita mencontek sesuatu yang baik mengadopsi sesuatu yang bermanfaat entah dari siapapun itu,apa kamu nggak suka dengan Kakak iparnya temanmu itu ? Aku rasa semua orang akan menyukai orang seperti Bu Aryanti"


"Oh aku juga suka...tapi aku kan belum mengenal jauh sosoknya,bertemunya juga baru sekarang apa tidak terlalu cepat juga mengambil kesimpulan menyatakan baik buruknya seseorang ?"


"Orang Hotel seperti itu dan harus seperti itu keramahan memang keharusan Kak..."


"Nggak juga Ji mereka semua benar benar baik dan ramah apa adanya...ini benar terasa sama semua orang,bukan hanya saya saja yang berpendapat begini,tapi orang yang ada di lingkungan terdekat mereka dan pernah mengenal keluarga Pak Surapraja mengatakan begitu"


Jihan diam,memang hatinya nggak bisa bohong kebaikan Anak anak keluarga Pak Surapraja,Adelia sahabatnya yang begitu baik selama mereka menimba ilmu di Australia juga Anaknya yang lain Adrian begitu baik juga bahkan membius dirinya sampai saat ini dengan perasaan yang Jihan juga tidak tahu kenapa dengan dirinya dan hatinya seakan tidak terima kalau faktanya Adrian sudah menikah,punya istri dan keluarga bahkan istrinya sekarang sedang hamil buah cinta mereka.


"Banyak pelajaran kehidupan kalau kita mau membuka hati dari orang orang sukses terdekat kita"


"Iya Kak..."


"Memangnya kamu mau belajar bisnis Ji heee..."


"Semua orang punya cita cita Kak masa aku enggak ?"


"Haaaa... ya boleh lah siapa yang mengatakan nggak boleh,aku senang malah kalau bisa ya aku dukung,tapi jangan ketus gitu mulailah banyak senyum heee...

__ADS_1


memang tidak di pelajari di universitas itu,tapi kunci bisnis yang sukses menjalin relasi poin itu mutlak harus ada"


Jihan tersenyum juga akhirnya walau Habil tak tahu itu ikhlas atau terpaksa.


"Tuh kan kalau senyum cantik banget,senyum juga kan ibadah"


"Aku mau mulai bisnis kecil kecilan di lingkungan Hotel Abi di Anyer,entah kapan mulainya... persiapan sudah ada sih tinggal memulainya saja"


"Sebaiknya jangan di tunda tunda lakukan hari ini apa yang bisa kita lakukan,aku daftar deh jadi langganan pertama kamu heee..."


"Heeee.... usahanya juga belum mulai"


"Iya biar kamu semangat kalau udah ada yang daftar jadi langganan"


"Terimakasih banyak atas support nya Kak..."


"Heemght..."


"Adikmu Sarah sama Salma sekarang mereka kelas berapa ? perasaan lama banget nggak ketemu,sibuk dengan kegiatan masing masing"


"Sarah semester satu Salma SMA kelas dua"


"Pasti cantik cantik secantik kamu heee..."


"Ya cantik Kak kan kami perempuan"


"Yang bilang kamu laki laki itu siapa ? aku nih laki laki baru di bilang ganteng heeee..."


Jihan tersenyum,Memang Habil ganteng walau bukan idealnya, sama seperti dirinya punya garis darah keturunan Arab,dan Jihan akan berusaha belajar mencintainya dan memulai haluan hidupnya.


Jihan tahu Habil begitu baik,sopan,pintar dan juga tampan dan satu lagi Habil tidak memaksa dirinya untuk mencintainya,semua menyerahkan pada keputusan Jihan,mau menjalani dulu,mau langsung serius,mau bagaimanapun juga Jihan Habil ikuti,betapa bijaksana dan pengertiannya Habil.


Satu lagi kalaupun dirinya dan Jihan tak akan mengikuti apa yang di usulkan keluarga mereka Habil dengan ikhlas mempersilahkan Jihan menjalani semuanya dan tidak memilih dirinya,Habil tak mau menjadi beban keterpaksaan bagi saudaranya Jihan,semua berhak bahagia dengan pilihan masing masing,tapi seandainya Jihan serius dengan dirinya ya tetap Habil ingin hubungan yang sehat atas dasar suka sama suka.

__ADS_1


__ADS_2