
Seperti biasa Aryanti bangun pagi pagi,tapi kali ini terasa malas dan enggan, mata masih mau merem inginnya memeluk lagi suaminya,tapi tetep saja tak mau tidur lagi dan akhirnya mandi begitu segarnya dan mengguyur semua badannya dengan shower,dalam khayalnya Aryanti seandainya punya anak pasti anaknya akan cantik ,pintar,lucu dan menggemaskan seperti Aira,Bagi Aryanti Aira telah merubah cara berfikir nya betapa ingin dirinya memiliki anak walau pernikahan nya dengan Adrian baru berumur beberapa hari.
Sebelumnya belum terfikirkan tapi setelah kemarin Aryanti begitu senangnya bermain bernyanyi dengan Si kecil Aira ingin Aryanti menggali lebih dalam lagi proses menuju kehamilan menurut ilmu pengetahuan,seperti soal kesuburan,makanan penunjang kesuburan dan cara berhubungan yang sehat pasangan suami istri,untuk menghasilkan buah yang baik.
Aryanti handukan dan mengusap perutnya mungkin suatu saat Tuhan kasih anugrah kehidupan di dalam perutnya ini,entah bagaimana ekspresi Dirinya,Adrian Orangtuanya dan keluarga mertuanya Surapraja, Aryanti tak dapat membayangkan...
"Sayang...kamu di mana ?"
"Hai bangun dong,semangat kita kan mau jalan jalan keliling Bali" Aryanti keluar kamar mandi.
"Aku masih malas mau pelukan lagi..."
"Jangan mulai ya Mas...kita belum kemana mana sudah satu hari satu malam di sini,pokoknya aku udah mandi mau dandan dan kita maunya pergi hari ini jangan di kasur"
"Haaaaaaaa..." Adrian bangun dan memeluk Aryanti yang lagi berdandan dari belakang.
"Mandi Mas,bau tahu bangun tidur main meluk aja..."
"Justru yang bau yang di cari orang karena enak..."
"Ah ngaco,udah sana mandi..."
Adrian mencium pipi Aryanti dan berlalu ke kamar mandi, Aryanti hanya tersenyum melihat kelakuan suaminya,yang menurutnya berlebihan mengekpresikan perasaannya,atau memang begitu seorang pengantin baru ?
Aryanti mengambil pakaian Adrian berupa kaos santai kaos dalam dan pakaian dalam lainnya,celana pendek Bermuda komplit dengan sapu tangan, lalu di simpan di atas kasur yang sudah di rapikan,terdengar Adrian bersiul dari kamar mandi nggak jelas kedengarannya.
Selesai dandan Aryanti duduk di tempat tidur karena dirasa masih pagi,Adrian berdandan di depan Aryanti,dan Aryanti pun tersenyum merasa geli sendiri.
"Kenapa senyum senyum, baru lihat orang pakai baju ya ?"
"Ya baru lihat lah orang dewasa pakai baju depan orang,emang nggak malu apa ?"
"Enggak malah seneng,lihat kamu senyum senyum..."
"Mas aku lapar,kita cari makan yang enak keluar..."
"Di bawah juga Restourant kan sayang,kita cari makan di bawah saja banyak menunya lho... ini kan Bali jadi Restourant nya juga menyesuaikan dengan tamu tamu asingnya,menu luarnya banyak, Italia, Jepang,atau China ayo kita coba wisata kulinernya juga...asal jangan kayak Si Adel maunya bikin cilok melulu sama Bi Ani yang lain kek di coba heeee..."
"Aku jadi lapar banget Mas..."
"Kasihan menantunya Pak Surapraja sampai kelaparan di rumahnya sendiri..."
Aryanti hanya tersenyum,dan Adrian menggandeng tangan Aryanti keluar dari kamar dan mengunci pintu.
Jam setengah sembilan Restourant mulai ramai karena pengunjung yang menginap di Hotel sarapan pagi atau makan paginya banyak yang di Restourant.
Aryanti sampai bingung milih menunya dan menyerahkan pada Adrian.
"Milihnya gini sayang,mau makanan luar mana dulu Jepang apa Korea atau Italia apa Amerika ? baru pilih menunya...karena masih pagi kita pilih roti roti an aja ya tapi dengan isian daging,apa cornet atau ikan tuna ?"
"Ya sudah terserah Mas saja aku ikut saja yang penting enak dan aku bisa makan dengan cepat karena aku lapar..."
"Emang begitu capeknya tadi malam dan habis ngapain juga dari mana aja...?"
"Maraton Ten K"
"Haaaaaaaa...kasihan pantesan lapar"
__ADS_1
Adrian memandang istrinya makan sambil tertawa begitu cepatnya Aryanti makan,dan Adrian sendiri belum makan baru menyeruput minumannya.
"Kenapa pesanya cuma satu macam kan itu banyak pilihannya" Adrian menyodorkan piring makanannya ke hadapan Aryanti takut belum kenyang.
"Udah Ah Mas nanti aja maka siang, kalau belum ketemu nasi,uduk,lontong atau bubur ayam serasa belum sarapan padahal udah makan banyak heeee..."
"Haaaaaaaa... ya itu model Si Adel percis,itulah perut orang Indonesia,kita cari lagi makanan yang lain sambil jalan nanti"
Selesai sarapan mereka menuju Lobby Hotel dan benar adanya Aira kecil berlari menghampiri Aryanti dan memeluknya,entah apa yang ada dipikiran Aira apa memandang Aryanti itu mengingatkan akan Mamanya ?mungkin seperti kangennya dia kepada Mamanya padahal mereka baru kemaren kenalan.
"Bu Aryanti maafkan saya juga Aira kenapa jadi begini ? maafkan kami jika tak sopan dan mengganggu private Bu Aryanti dan Pak Adrian"
"Enggak apa-apa Pak Made biarkan dia suka pada Istri saya,istri saya malah senang,kita kan keluarga besar,biarkan mereka punya kesan indah bersama"
"Terimakasih Pak Adrian kami jadi nggak enak banget mengganggu liburan dan bulan madu kalian"
"Yang penting keduanya sama sama senang"
"Aira sayang... bajunya bagus banget,sudah sarapan juga minum susu belum ?"
"Sudah Tante..."
"Ini tasnya juga bagus isinya apa ?"
"Makanan sama minuman"
"Ya sudah ayo pamit dulu sama Papa Aira"
"Bener nih Aira ikut sama Tante ? nggak nangis juga nggak minta pulang ?" Aryanti bertanya lagi sama Aira setelah mereka berhadapan dengan Ardika dan Adrian,dan Aira mengangguk pasti,Pak Made Andika dan Adrian tersenyum dan Adrian mengusap-usap kepala Aira sepertinya dia juga telah jatuh cinta sama gadis kecil ini.
"Saya belum punya tujuan Pak Made heee...yang penting jalan jalan aja kalau ada objek bagus ya kami turun..."
"Ini ada brosur wisata barangkali bisa jadi pilihan dan alternatif,bisa di lihat lihat..."
"Oh boleh boleh..." Aryanti begitu antusias.
Pak Made menyerahkan beberapa brosur ada mungkin 5-10 brosur dengan gambar-gambar menarik dan juga referensi wisata komplit dengan denah lokasi dan jarak dari bandara dan juga jarak dari pantai Kuta,dan juga kunci mobil.
Mereka berpamitan dan Aira begitu senang melambaikan tangan pada Papanya.
"Dadah sayang... jangan nakal ya,nurut sama Tante sama Om ya..."
"Bu Aryanti saya titip Aira ya.."
"Iya Pak Made"
Mobil pun melaju keluar dari pelataran parkiran Hotel,Aryanti yang duduk di depan samping Adrian melirik suaminya.
"Mas kita ke mana ini"
"Ke pantai Kuta dulu ini aja yang deket,kata orang Pantai Kuta adalah Pantai romantis,tapi kita nggak bisa romantis soalnya sudah punya anak heee..."
"Romantisnya nanti aja biasanya juga udah di kamar"
Asal kamu senang aku juga senang sayang..."
"Aira mau pindah ke depan nggak sayang ? sini sama Tante duduknya...buka tasnya simpan di situ ya"
__ADS_1
Aira nurut membuka tas punggung mungilnya dan menyimpannya di kursi belakang dan dia melangkah pindah dibantu Aryanti duduk di pangkuan Aryanti di depan,Adrian tersenyum begitu lelaten istrinya memperhatikan anak kecil,mungkin nanti saat dirinya dan Aryanti memiliki anak kebahagiaan mereka akan lebih sempurna.
Senangnya siang siang mereka bermain di pantai,dan mereka memilih di sudut yang nggak terlalu ramai orang orang dan turis asing berjemur,hari agak mendung tak terlalu panas mataharinya jadi nyaman banget bermainnya,Aryanti membiarkan Aira berlarian dikejar Adrian dan sebaliknya, mereka bertiga berpegangan tangan lalu mengangkat tangan dan tubuh Aira saat ombak menyentuh mereka, Aira menjerit jerit senang dan Adrian juga Aryanti jadi tertawa.
Mereka menyewa payung dan beristirahat di kursi kursi santai sambil minum air kelapa hijau khas Bali.
"Sepertinya kita di beri kebahagiaan lebih Mas,dengan adanya gadis kecil ini heee..."
"Kita bawa aja ke Pangandaran kita pinta sama Papanya heee..."
"Memang Aira anak kucing,kasihan Papanya mungkin setengah gila Pak Made kehilangan anaknya"
"Haaaaaaaa...Iya ya..."
"Di jilat sayang es krim nya,tuh leleh sampai sikut sikut...Mas tolong ambilkan tissue di tasku"
"Tante udah makan es krim nya Aira mau pipis"
"Oh iya Aira nggak pakai diaper ya ?"
"Kata Papa Aira sudah gede"
"Heee...iya Aira sudah gede jadi nggak pake diaper lagi,ayo kita pipis nyari toiletnya..."
Aryanti membimbing Air menuju toilet,Adrian memandangnya dan tersenyum,yang tadinya dirinya berfikiran mungkin akan ribet membawa anak kecil ternyata setelah dijalani semua berjalan begitu alami malah mereka menambah kemesraan dengan hadirnya Aira di sisi mereka.
Hari ini begitu puas mereka jalan jalan ada dua objek yang mereka kunjungi yaitu pantai Kuta dan Kebun binatang atau Bali Safari and Marine Park (BSMP) adalah tempat konservasi dan edukasi untuk satwa endemik dari 3 wilayah yaitu Indonesia, India, dan Afrika.
Bali Safari Park, berbeda dengan Bali Zoo Park. Selain beda pengelola dan manajemen, lokasinya juga tidak sama. Bali Zoo Park di Singapadu Gianyar, sedangkan Bali Safari Park di Bypass Ida Bagus Mantra Gianyar,walau agak jauh tapi terobati dengan senangnya hati mereka.
Satwa dari kawasan hutan tropis Indonesia : Jalak Putih, Burung Hantu, Tapir, Buaya, Babi Rusa dan Harimau Sumatra.
Satwa dari kawasan India : Rusa Tutul, Beruang Himalaya, Nilgai dan Black Buck
Satwa dari kawasan Afrika : Kuda Nil, Burung Unta, Singa, Babbon, Zebra dan Blue Wildebeest.Ketiga kawasan tersebut bisa dijelajahi dengan mengikuti Safari Journey Trip menggunakan kendaraan Trem sejenis bus, senangnya Aira juga Aryanti.
Adrian yang meminta duluan pulang hari menjelang sore dan Aira tidur sambil duduk menyender di pelukan dada Aryanti dengan pulas nya.
"Sepertinya ada yang mau buru buru punya anak ya..."
"Sama Mas juga kan ?
"Aku sih terserah Yang Di Atas aja,kalau bisa jangan dulu biar aku puas dulu bersama kamu,belum di repotin dengan hadirnya anak,perasaan aku belum rela kamu terbagi sayang...tapi kalau di kasih cepat ya bersyukur juga"
"Iya Mas..."Aryanti memegang tangan Adrian di atas operan gigi mobil.
"Aku pengen cepet sampai kamar aku kangen banget sama kamu, hari ini belum memeluk kamu"
"Kan malam nanti masih panjang Mas..."
"Malam ya lain lagi heeeeee..."
"Aku mau jalan lagi nanti malam lihat lebih dekat Bali waktu malam,boleh kan Mas ?"
"Nggak,kalau siangnya jalan jalan malamnya waktu kita di dalam kamar,kalau malam kita main keluar ganti siangnya di dalam kamar..."
"Yaaaaaah aturan sendiri lagi..."
__ADS_1