Pesona Aryanti

Pesona Aryanti
Rayuan manja


__ADS_3

"Kok Komang Putri begitu hafal segalanya soal daerah wisata Kintamani ?"


"Heeee... dulu saya pernah jadi guide freelance Bu Aryanti sebelum kerja di sini dan Bli Ardika menawarkan pada saya kerja saya coba betah dan sampai sekarang deh..."


"Pantesan Komang Putri begitu fasih dan luwes banget,saya selalu tertarik pada pengalaman orang tentang apapun itu,dan selalu mengambil pelajaran dari semuanya"


"Keluar sekolah pariwisata saya kuliah sambil nyambi kursus bahasa dan coba coba jadi guide datang ke hotel hotel dan vila juga ke tempat wisata menawarkan jasa...ya begitulah lumayan capek dan banyak suka dukanya"


"Apa tuh suka dukanya heee..." Aryanti semakin akrab dan anteng saja ngobrol sampai kata orang mah 'ngaler ngidul'.


"Ya sukanya saat kita dapat duit haaaa....Sukanya saat kita dapat tamu rombongan Bu Aryanti, misal satu bus kita begitu leluasa membawa mereka ke obyek obyek wisata yang mereka inginkan itu kan ada panitianya, panitia yang bayar kita suka dapat servis juga dari pengunjung dan tamunya kalau kebetulan ketemu yang baik"


"Enak juga kayaknya,saya suka semua yang berbau piknik dan pariwisata haaaa..."


"Alaaah Bu Aryanti mau piknik tinggal berangkat apa susahnya ayo nanti saya yang jadi guide nya heee"


"Dukanya apa Komang Putri,selama Komang menjadi guide ?"


"Banyak Bu Aryanti mungkin lebih banyak dukanya yang namanya kerja seperti itu ya ada sepinya,apalagi saat saya bentrok kuliah juga ada tamu pribadi yang ingin di pandu yang sepertinya bukan hanya ingin di pandu saya sebagai guide tapi ada yang meminta saya menjadi guide plus plus begitu Bu Aryanti...haaaa..."


"Ah... Masa ???"


"Ada memang yang seperti itu walau bayarannya menggiurkan tapi saya masih punya akhlak..."


"Sangat menarik Komang Putri"


"Ya begitulah sekelumit perjalanan saya...sampai Bli Ardika menawarkan pada saya ya saya pilih di sini kerja dekat dengan rumah tanpa resiko yang berat"


"Memang saya belum kaya pengalaman seperti Komang pernah jadi guide segala,tapi yang Komang Putri ceritakan semua sangat menarik buat saya"


"Terimakasih..."


"Sebelum di Bali waktu di Pangandaran saya juga punya Asisten seperti Komang namanya Linda sama akrab begini ya tukar pengalaman segala lah walau kebanyakan saya jadi obyek semua curhatan pribadinya mungkin saya dianggapnya sudah tua kali heeee..."


Komang Putri juga tertawa, mereka tertawa berdua,


sejenak mereka melupakan segala permasalahan yang ada dan rutinitas kerja yang tak ada hentinya,bekerja dalam melayani orang memang perlu kesabaran, yang di layani di Hotel adalah orang orang lagi bersenang senang dan berduit jadi banyak tingkah dan banyak maunya juga banyak komplain tak seperti di rumah sakit kebalikan dari Hotel yang di layani orang terpaksa datang karena sakit ya di layani terima apa adanya mengikuti aturan yang ada.


"Sudah dulu ya ngobrolnya, sekarang Komang ada kerjaan nggak ? kita lihat ke belakang yu melihat lihat rancangan proyek "


"Bu kan tadi Pak Adrian masuk ruangannya apa tidak sama Pak Adrian juga ?"


"Oh iya...ya sudah Komang Putri lanjutin saja kerjanya saya ke ruangan pimpinan dulu..."

__ADS_1


Aryanti bangkit sambil membereskan pakaiannya yang kusut karena kelamaan duduk dan berjalan masuk ke ruangan Adrian yang lagi duduk di balik komputernya.


"Mas lagi ngapain ?"


"Lagi mencari binatang binatang di rumah penampungan,tapi Aku ingin binatang yang di ternakkan bukan hasil rehabilitasi"


Aryanti menarik kursi dan duduk di samping suaminya begitu dekatnya bahkan menyenderkan kepalanya di sebelah lengan suaminya.


"Hai hai hai...dilarang bermanja manja di depan umum apalagi bermesraan..."


"Biarin aku lagi ingin berdua sama Mas"


"Biasanya yang banyak aturan itu kamu sayang heee..."


"Ini kan bukan tempat umum tapi ruangan pribadi"


"Bisa aja kamu" Adrian berhenti menggeser geser kursor mouse komputernya dan balik menatap istrinya yang menggelendot di tangannya.


"Seperti sebuah kode ini,pasti ada maunya heee..."


"Mas kita ke Pantai yuk...aku kangen Pangandaran, senjanya, tenangnya,juga segalanya..."


"Loh loh loh...bukannya kita lagi menikmati Bali yang begitu indah ini ? kok jadi kangen Pangandaran ? kita baru memulai proyek baru kita...ada apa ini ? apa kamu bosan di kawal kemana mana dan di batasi semua langkah langkah kamu sayang ?"


"Ya sudah nanti kita ke pantai ya...tapi sama sopir juga..."


"Heemght..." Aryanti tersenyum manja.


"Tumben glendotan siang siang gini biasanya serius amat sampai nggak mau di ganggu, seperti ada maunya hemght ?"


"Mas..."


"Ada apa bobok siang lagi heeee...?"


"Iiiiiiiiiih apaan sih...Mas tahu nggak tempat wisata Bukit Kintamani ?"


"Sudah tahu,pernah juga ke sana tapi dulu...kenapa emang ?"


"Ya Aku hanya nanya Mas saja..."


"Aku tahu kamu penasaran ya dengan tempat itu...mau ke sana ? lihat saja di mesin pencarian semua ada haaaa..."


"Aku tahu Mas Aku cuma nanya doang kok" Aryanti cemberut.

__ADS_1


"Aku juga tahu kamu pasti penasaran ingin ke sana,tapi kita kan lagi membatasi diri kita sayang...juga kita lagi ada proyek yang memerlukan perhatian dan konsentrasi kita, nanti saja kalau kita sudah tenang semua merasa aman kita kesana semua sama Bi Inah,Alinea..."


"Sampai kapan semua ini Mas ?"


"Aku juga tidak tahu tapi setiap saat kita tetap harus hati hati, Aku nggak mau ada apa apa dengan kamu sayang..."


Aryanti menjadi teringat surat yang di tulis Made Ardika begitu takutnya Aryanti dan kalau sampai Adrian tahu seperti apa murkanya Adrian,juga dua kali pertemuannya dirinya dengan Made Ardika Adrian tak mengetahuinya.


Aryanti memeluk Adrian dan Adrian merasa heran kenapa istrinya mendadak begitu manja,memeluknya juga glendotan di tangan dan bahunya apa ada yang salah yang di makannya atau habis nonton video syur di laptopnya atau apa ya ???


"Ssssssssst... Aku tutup dulu pintunya"


Adrian melepaskan pelukan perlahan dan bangkit menutup pintu dan sekalian menguncinya...hah...!!!


"Kenapa kamu merayu Aku biar bisa pergi jalan jalan ya ?"


"Enggak memang kelihatannya aku lagi merayu ?"


"Lebih tepatnya merajuk heee..."


Aryanti hanya diam.


"Sini Aku peluk kelihatannya kamu cemas banget ada apa heh ...?"


"Mas Aku takut,aku nggak tahu aku begitu risau dengan yang aku nggak tahu... Aku nggak mau kita berpisah" Aryanti semakin menenggelamkan wajah dan kepalanya di pelukan Adrian.


"Kamu ini takut apa ? kan ada Aku di sini,kamu terlalu banyak fikiran membuat kamu nggak tenang,aku janji beres proyek ini kita jalan jalan ke mana kamu suka kalau mau keliling Pulau Bali ini sekalian"


Aryanti masih memeluk Suaminya dan seperti ada tempat buat sekedar melonggarkan sesak perasaan di dadanya.


"Sudah sudah jangan ngelantur siapa yang akan berpisah heh ? Aku suamimu, Aku mencintaimu lebih dari apapun tak akan kubiarkan sesuatu terjadi padamu,aku membatasi kamu karena aku sayang"


Aryanti mendongakkan kepala dan mukanya ke atas menatap Adrian dengan tatapan yang Adrian tak tahu entah itu tatapan,sayang,cinta menggoda atau memancing...


Adrian membelai pipi istrinya dengan kedua tangannya merengkuh muka Aryanti dan mengusapnya dengan kedua ibu jarinya,saat Adrian mencium keningnya...Aryanti merasakan sentuhan yang begitu di rindukannya,semua wajah istrinya di kecup nya pipinya, hidungnya,matanya,dan berakhir di bibirnya,bibir yang begitu mungil dengan polesan lifstick merah muda begitu bermagnet untuk di cium dan menggigitnya secara perlahan.


"Mas Kita pulang yuk..." Aryanti tersenyum begitu penuh arti bagi Adrian.


"Sayang kita pulang juga belum tentu Alinea nya tidur" Aryanti mengangguk tersenyum.


"Aku begitu kangen Mas dan ingin bermesraan dan melewatkan waktu berdua saja"


"Wow...sesuatu banget kali ini kamu ini sayang haaa... kita pindah ke sofa yuk"

__ADS_1


Adrian membopong tubuh istrinya dan di tidurkan di sofa dengan bantal bantal kecil yang begitu empuk dan mereka bercumbu seperti lupa daratan dan lupa di mana mereka berada,lupa juga kalau mereka adalah pimpinan dan kepala semua bagian di situ,kalau sudah menyangkut hati dan perasaan semua orang lupa diri.


__ADS_2