Pesona Aryanti

Pesona Aryanti
Luwes dan terbiasa


__ADS_3

Aryanti datang di kantor semua sudah kumpul dan rapat kembali di lanjutkan minus Pak Adrian tapi memenuhi syarat karena semua belum mengambil keputusan dan semua masih dalam bahasan.


"Baik semua kepala bagian untuk langkah pertama fokus di efektifkan dulu karyawan yang ada,seandainya di rasa sudah perlu tambahan kita lihat dan seleksi orang yang melamar lewat online supaya tidak terjadi antrian nantinya satu poin itu di fahami maksud saya ? Linda di catat semua poin poin nya ya..."


"Faham Bu,lanjut"


"Ya Bu Aryanti"


"Khusus di bagian marketing saya menitik beratkan untuk segera bergerilya ke instansi instansi pemerintah atau swasta yang punya agenda rapat segera mempromosikan Hotel kita ini dengan segala fasilitasnya,sambil kita berbenah diri di semua bagian"


Rapat terpotong ,Pak Adrian hadir di ruang rapat,semua mengangguk dan tersenyum.


"Selamat siang Pak Adrian,selamat bergabung kembali maaf rapat baru di mulai beberapa menit" Aryanti memandang sekilas sambil tersenyum Adrian ganti kemeja jadi abu muda,terasa geli dalam hatinya.


"Oh nggak apa apa Bu Aryanti silahkan di lanjutkan"


Aryanti ingin tertawa dalam hatinya,tapi tak mau melihat wajah Adrian yang sesekali mencuri pandang ke arahnya.


"Kita lanjutkan kembali,kita sudah menyepakati tiga poin,satu pengefektipan karyawan yang ada,dua mengutamakan penerimaan karyawan baru yang melamar lewat online supaya tidak terjadi antrian, ketiga menitik beratkan pada team marketing untuk segera bergerilya ke swasta dan pemerintahan yang punya agenda rapat segera mempromosikan Hotel kita,agar tamu harian juga semakin berminat dengan Hotel kita ini"


Poin selanjutnya... dan selanjutnya dan selanjutnya...


Bahasan semakin panjang dan kalau di bahas tak akan ada habisnya rapat di tutup jam 15.00 ,langkah awal sudah terlewati Aryanti merasa lega semua bubar dan yang di office menempati meja masing masing Aryanti meneguk air minumnya dirasa kerongkongannya terasa kering karena banyak bicara.


Aryanti memanggil Pak Edi duduk santai di sofa dengan dirinya dan Pak Adrian,ada snacks rapat di meja semua mencicipinya.


"Pak Edi jadi kapasitas Hotel ini total ada berapa kamar semua ?"


"Semua kamar Ada 300 di tiga lantai tambah bungalo bungalo ada 20 sama yang di pakai Bapak dan Bu Aryanti,kolam renang dewasa dan anak anak,ruang meeting dengan kapasitas beragam mulai puluhan orang,sampai ratusan orang, Restourant dan cafe untuk hangout"


"Ya ya ya...."


"Satu lagi pertanyaan saya soal keuangan Pak Edi,sementara ini untuk menutupi operasional Hotel di semua bagian itu dari mana ?"


"Begini Bu Aryanti Pak Adrian,Hotel ini baru buka dua bulan dan masuk bulan ke tiga,satu bulan awal full di biayai pusat,bulan kedua tiga puluh persen Alhamdulillah kebantu dari pemasukan tamu harian dan bulan ketiga semoga presentasinya semakin membaik"


"Baik Pak Edi,semua jadi catatan kita bersama"


"Pak Adrian barangkali ada yang di tanyakan langsung sama Pak Edi ?"

__ADS_1


"Semua jelas,nggak ada,saya hanya menunggu laporannya saja Bu Aryanti"


"Atau di bidang lain barangkali ?"


"Mungkin untuk meminta orang yang berpengalaman di Restourant biar saya aja yang komunikasi sama Pak Daud"


"Baik semua hampir terbahas untuk langkah awal,eh...ada yang lupa Linda coba cari data room boy yang sudah aktif ada berapa dan kebutuhan normal untuk kapasitas Hotel ini kira kira berapa?"


"Baik Bu Aryanti saya cari dulu"


"Linda saya minta datanya ya untuk di bahas nanti sama kepala bagiannya,saya keluar dulu"


"Ya ya Bu"


"Pak Adrian kita lihat seberapa siap kamar kamar dan fasilitas lainnya..."


"Boleh ayo" Adrian bangkit dari duduknya berjalan berdampingan dengan Adrian menuju bangunan utama lantai satu,dua dan tiga.


"Kayaknya saya perlu laptop untuk data cadangan selain Linda yang pegang Pak Adrian"


"Bisa nggak panggil aku Mas aja kalau kita lagi berdua"


Aryanti sudah mulai luwes membiasakan dirinya bersikap saat kerja dan soal pribadinya,sudah mulai bisa mengajak bercanda dan sedikit membangkang di hadapan Adrian,membuat Adrian sering menatapnya dengan tajam,tapi Aryanti menanggapinya dengan senyuman.


"Kemejanya sehari dua kali ganti ya Pak eh...Mas heeeee... ?"


"Sepertinya akan ada noda setiap hari di kemejaku,dan wangi parfum yang pindah,tapi tak akan aku cuci biar di koleksi aja,biar jadi saksi suatu saat nanti walau kedengarannya konyol"


"Apa apaan sih Mas,biar aku cuci nanti " Aryanti tertegun mendengar penuturan Adrian dan menghentikan langkahnya.


"Nggak akan,enak aja di cuci emang kamu tukang cuci aku ?" akan aku biarkan selamanya.


"Aku jadi malu Mas"


"Malu sama siapa ? pada kenyataan ? kenyataannya seperti itu kita nikmati aja,kita pulang jam 16.00 aku mau senja hari ini di pantai bersamamu"


"Emang bawa berapa kemeja, Mas ?"


"Nggak usah di fikirkan"

__ADS_1


Aryanti terdiam,dalam hatinya ingin segera senja itu datang dan dirinya telah ada di sana,tempat paforitnya sekarang bersama Adrian adalah di pantai menghabiskan senja bersama,tak ada keindahan lain selain bersama seorang kekasih,melewati setiap saat kesempatan bersama,dan menumpahkan segala galau dan kerinduan bersama,menghapuskan rasa khawatir takut dan kecewa, inilah Cinta pertamaku bersemi di Senja pantai Pangandaran.


"Hai melamun" Adrian menyenggol tangan Aryanti dan Aryanti gugup.


"Enggak kok, ingetin aku nanti ya Mas mau ngabarin Mama sama Bapak ku"


"Iya,tenang aja ntar aku ingetin,biar kamu nggak banyak melamun"


"Aku nggak ngelamun kok,yang di lamunin ada di sebelahku"


"Haaaaaaaa,sama yang ada di otakku juga ada di sampingku"


Aryanti mendelik sambil melirik ke arah Adrian yang lagi tertawa,muka Aryanti merah merona terasa ucapannya kena di hatinya sendiri.


"Mas" Aryanti berhenti berjalan dan mengambil nafas.


"Apa sayang ?"


"Aku cape berjalan dengan hak segini,harusnya pagi pagi sebelum aktifitas jadi sekalian olahraga"


"Haaaaaaaa,kasihan...ya sudah udah dulu lihat lihatnya,lagian ini udah mau sore kita lihat pemandangan pantai dari atas sana dikit lagi ke depan mau"


"Nggak ah mas lain kali aja"


"Ya sudah kita turun,jago taekwondo KO duluan heee..."


"Hai masalahnya bukan jago atau nggak nya masa aku harus buka sepatu berjalannya ? atau aku pake sepatu cats ke kantornya ? lucu jadinya nanti"


"Ide bagus tuh,kalau jalan jauh seperti ini pake aja sendal Hotel atau sendal jepit aja"


"Aku nggak mau itu aturan,nanti di ikuti karyawan lainnya gimana ?"


Adrian diam dan mengiyakan ucapan Aryanti,di mana mana juga semua karyawan jangan kelihatan santai tapi harus selalu siap dan rapi dalam penampilan.


Mereka turun dan berjalan perlahan menuruni anak tangga yang berbelok menuju Lobby Hotel.


"Pegangan aja sini ke tanganku"


"Mas Mas Mas jangan mulai ini di mana ?"

__ADS_1


__ADS_2