Pesona Aryanti

Pesona Aryanti
Romantika saudara


__ADS_3

Dengan merasa masih geli Adelia dan Fath keluar dari lift di lantai 7, dengan meninggalkan beberapa orang di dalam lift nggak tahu entah mau ke atas atau ke bawah, Fath berjalan sambil merengkuh bahu Adelia.


Senyum Adelia tak lepas dari wajah cantiknya,tak ada kebahagiaan saat ini selain bisa berdekatan, berdampingan dan bisa bersama kekasih hatinya,bagi Fath kebahagiaannya adalah ada Adelia,begitu juga sebaliknya,mereka sama-sama saling mensupport untuk lebih giat dan semangat lagi dalam belajar karena mereka sadar Australia hanya persimpangan sementara bagi mereka, Australia adalah tempat di mana benih cinta mereka di semai tetapi suatu saat entah di Indonesia atau di Malaysia cinta mereka akan tumbuh subur dan bersemi.


Prinsip mereka adalah belajar yang utama dan cinta hanya pemanis dan selingan, walau terkadang banyak orang yang sebaliknya mengatasnamakan cinta yang utama, segalanya menjadi terbengkalai dengan tujuan utamanya menjadi gagal di tengah jalan.


Fath dan Adelia sepakat cinta harus diperjuangkan,tetapi gelar bergengsi juga harus melekat di namanya sebagai hasil dari perjalanan panjang, dan ilmu sebagai bukti perjuangannya harus di bawa pulang.


Adelia melihat kamar Kakaknya buka kira-kira setengahnya, berarti dalam pikirannya Kak Adrian sudah pulang duluan,dan Adelia hanya lewat saja tetapi kedengaran Kakaknya seperti lagi ngobrol dengan seseorang, Adelia mundur kembali dan Fath berdiri nggak jauh melewati kamar Kakaknya Adel tidak ikut balik lagi seperti Adel.


Adel mencuri dengar apa yang di obrolkan orang yang bersama Kakaknya tapi nggak jelas,lalu Adel mengetuk pintu dan membukanya lebar,tampak Jihan lagi tiduran di samping Adrian yang lagi duduk mengutak-atik laptop.


"Hai Adelia baru pulang ya ?" Jihan senyum dan bangkit duduk melihat Adelia berdiri di pintu.


Adel hanya mengangguk sedikit pada Jihan, lalu menatap Kakaknya dengan tatapan penuh tanda tanya,dan meminta penjelasan,tapi Adrian hanya senyum tanpa beban dosa.


"Sini masuk,ini laptop Jihan nge blank minta di lihat..."


"Oh jadi Kakak sekarang sudah jadi tukang reparasi elektronik ya,sekalian aja buka bengkelnya"


Lalu Adel balik badan meninggalkan kamar Kakaknya,tak melihat dan mendengar lagi jawaban mereka,Adel berjalan dengan tergesa dan menarik tangan Fath yang masih berdiri menunggu.


"Hai hai hai... ada apaan ini ?"


Adel nggak menjawab pertanyaan Fath, Fath berlari kecil mengimbangi langkah Adel, dan Adel membuka kunci pintunya dan masuk setengah melemparkan dirinya Adel duduk dengan cemberut.


"Ada apa dengan kamu heh ? ada apa pula dengan Kakakmu ?"


"Itu si Jihan lagi dua-duaan sama Kak Adrian, aku nggak suka melihatnya"


"Ya jangan di lihat kalau kamu nggak suka"


"Orang semua nggak pada ngerti sih"


"Adelia, orang harus jelas masalahnya,cuma duduk ngobrol berdua salah nya apa ?"


"Kamu juga nggak ngerti Fath ! sama saja laki laki selalu memanfaatkan kesempatan"


"Haaaaaaaa,kok jadi aku yang jadi sasaran kamu, sana ngomong sama Kakak kamu, salah aku apa? aku hanya berpendapat kalau Kak Adrian sama Jihan nggak ngapa-ngapain cuman ngobrol nggak ketahuan lagi ciuman,nggak kepergok lagi pelukuan kamu jangan terlalu negatif thinking,tadi juga saya melihat lagi nunggu kamu di restoran itu mereka juga makan sama minum di situ Kak Adrian sama Jihan,dan itu bukan perbuatan menyimpang dan asusila"

__ADS_1


"Hah apa ? berarti mereka sudah janjian dari kampus dan bersama-sama pulang"


"Hai hai hai... Adelia tenang kamu jangan keburu emosi belum tentu mereka itu ada apa-apa mereka hanya bersahabat"


"Fath, kamu itu belum tahu kalau Jihan itu terang-terangan menyatakan suka terhadap Kak Adrian walaupun aku telah mengatakan Kak Adrian itu telah bertunangan dan punya cewek"


"Sudah sudah aku nggak mau debat masalah orang lain sama kamu, nih kalau mau lihat foto kebersamaan mereka tidak ada apa-apa hanya duduk ngobrol tertawa makan minum udah itu balik cuman aku nggak tahu yang mereka obrol kan nya karena jauh"


Fath menyerahkan ponselnya ke hadapan Adel dan Adel membukanya beberapa hasil jepretan itu jelas Adrian lagi tertawa dan juga Jihan lagi duduk tertawa memang nggak ada yang istimewa tapi di belakang mereka Adelia merasa takut seperti dalam kamar atau di mana saja saat mereka berdua, keluar dan masuk dari ruangan publik siapa yang tahu ?


"Kakak kamu memang mempesona sama seperti kamu, jadi jangan heran kalau banyak orang yang suka walaupun hanya sekedar untuk berteman"


Adelia masih saja cemberut walau Fath telah memujinya.


"Walaupun aku baru kenal Kakak kamu Kak Adrian dia sangat menjaga perasaan orang lain, mungkin juga sama kepada Jihan juga,tetapi aku melihat kesungguhan hatinya, Kak Adrian orang yang tak mudah berpaling kelihatannya"


"Alah sudah seperti dukun aja Fath ini kayaknya ya ? pandai menilai orang rupanya ya ?"


"Hahaha boleh juga tuh pendapatmu mungkin hasil sekolah di Australia kalau oran ada yang percaya aku nanti jadi dukun dan kamu jadi istri dukun mau ?"


"Nggak ! aku nggak mau..."


Adel mendorong tubuh Fath dan memukulnya manja Fath tertawa sambil meraih kepala Adelia ke dadanya.


Adelia meliriknya tapi tetap diam dan malah tiduran membelakangi pintu dengan kepala di pangkuan Fath,Fath merasa nggak enak dalam posisi begitu ada Kakaknya Adelia.


"Hai Fath apa khabar ?" mereka bersalaman.


"Baik Kak"


"Itu si Jihan laptopnya rusak,minta di lihat tapi kayaknya harus servis full"


"Oh,biasanya mending beli baru daripada di servis beda beda sedikit..."


"Iya sih kalau masih bisa ya di manfaatin ya di servis aja dulu..."


Adelia bangun dan sibuk dengan ponselnya membiarkan Fath dan Adrian ngobrol.


"Del makan yu bareng Fath "

__ADS_1


Adrian mengajak, Adrian mengerti kalau Adel itu memang benar-benar enggak suka kalau Jihan bersama dirinya, tapi Andrian siap dengan jawaban yang masuk akal nya.


Fath menyikut Adelia,tapi Adel tetap nggak mau ngomong, Fath hanya nyengir ke Arah Adrian.


"Ngambek lagi,tuh cewek mu tukang ngambek Fath,masa gue harus tutup pintu saat si Jihan datang bawa laptopnya ? kita kan nggak mau di bilang nggak sopan ya kan Fath ?"


Fath hanya tersenyum saja menanggapi pembelaan diri Adrian.


"Laki laki sama aja suka cari alasan dan perhatian" Adel bersungut-sungut


"Haaaaaaaa ....sama aja kali perempuan juga emang nggak pernah cari perhatian ? cewek juga sok jual mahal lagi..."


"Perempuan itu wajar jual mahal dan emang mahal...yang murahan itu yang datang pada cowok yang punya status"


"Adelia Ssssssssst,apaan sih jangan begitu kamu ngomong nggak kontrol kedengaran orangnya nggak enak" Adrian melotot.


"Apa melotot ? marah ? nggak suka aku ngambek,sana bilang !"


"Udah Fath udah nggak bener,urus tuh cewek mu biar ngerti"


"Ya Kak Adrian...biar aku aja yang ngomong"


"Jangan pernah pengaruhi aku ya Fath,sekali aku nggak suka aku tetap nggak suka"


"Siapa yang pengaruhi kamu tapi kan semua harus diluruskan ada baiknya kamu mengerti dulu sedikit masa tidak mau mendengar alasan dan penjelasan orang ?"


"Fath berulangkali aku katakan Jihan itu hatinya suka,atau cinta sama Kak Adrian, punya tujuan ke Kak Adrian sedangkan Kak Adrian menerimanya dengan kepolosannya,aku takut Kak Adrian di manfaatkan"


"Berarti si Jihan memperjuangkan perasaannya,ya itu bagus kalau Kak Adrian nggak suka ya nggak bakalan jadi,jadi si Jihan menepuk angin bukan tangan"


"Bagus apaan ? perjuangan yang salah menurut ku,karena apa,orang itu sudah ada yang punya,tapi dia tetep pada sikap dan pendapatnya sendiri di situ saya nggak sukanya..."


"Adel sayang sudahlah mungkin itu kecemasan kamu saja sebagai adiknya,takut Kakak kamu salah jalan,itu di maklumi,sini aku peluk kamu kayaknya dari tadi tegang aja bawaannya..."


Adel diam saja saat Fath menarik bahunya dan memeluknya.


"Berbeda prinsip berbeda pendapat itu biasa tapi semua itu jangan sampai mengorbankan persaudaraan kamu sama Kakak kamu persahabatan kamu juga sama Jihan sikapi secara dewasa, kalian sudah bersahabat sekian tahun hanya karena berbeda prinsip masa kalian menjadi musuh ?"


Adel masih saja diam.

__ADS_1


"Aku jelas tidak berpihak kepada siapapun dalam hal ini cuman aku menyarankan seandainya ada baiknya seperti itu,baik baiklah juga sama Jihan kamu ngomong baik-baik,juga sama Kakak kamu ngomong baik baik begitu kan enak jangan sambil emosi dan juga jangan sambil marah-marah"


Fath tersenyum sambil memegang kedua pipi Adel dan mencium keningnya.


__ADS_2