Pesona Aryanti

Pesona Aryanti
Sangat menyenangkan


__ADS_3

Adrian menggandeng tangan Aryanti keluar dari kamar Hotel The Praja Hotel dan Restourant Bandung menuju lobby Hotel,Mereka duduk di sofa ruang tamu nya dan setelah ngobrol sedikit dengan resepsionisnya Adrian kembali duduk di samping Aryanti,The Praja Hotel dan Restourant Bandung menjadi saksi malam pertama mereka menjajaki segalanya dan sekarang bersiap untuk pulang seperti yang sudah di rencanakan dari awal,malam pertama di Hotel tempat resepsi,malam kedua di rumahnya Aryanti,dan malam ketiga di rumahnya Adrian,malam selanjutnya seminggu di Bali.


Dan tak lama Pak Daud datang sambil tersenyum lebar dan menyalami Adrian juga Aryanti, datang dengan senyum khas orang tua melihat anaknya habis melewati malam pertama pernikahan mereka.


"Nak Adrian,Dek Aryanti sehat sehat...? sekali lagi saya ucapkan selamat menempuh hidup baru,semoga lancar segalanya,jangan ada halangan apa apa,cepat punya momongan ya biar saya juga jadi Kakek nantinya haaaaaaaa..."


"Alhamdulillah Pak Daud kami sehat" Adrian tertawa sambil menjawab dan Aryanti hanya tersenyum.


Mereka ngobrol sebentar di lobby nggak enak rasanya Adrian tidak berbasa-basi dengan orang memberikan kepada dirinya dan Aryanti pelayanan begitu istimewanya dan juga Pak Daud begitu senang memberikan pelayanan kepada Adrian yang sudah seperti Anaknya sendiri dari kecil sampai dewasa sampai rumah tangga Pak Surapraja selalu menitipkannya kepada dirinya.


Terkadang ada masalah keluarga bukan masalah Hotel ya diselesaikan dengan musyawarah dengan dirinya, orang kepercayaan Pak Surapraja ini walaupun sebenarnya Pak Daud bukan kerja di salah satu Hotel ,tapi di keseluruhan Hotel dan Restourant The Praja Group,tapi berkantor di Hotel yang di Bandung.


Lagi ngobrol Lewat Bu Ratna kepala marketing di Hotel ini dan menyapa juga menyalami Adrian sama Aryanti sambil antusias dan begitu senangnya walaupun baru kemarin bertemu juga di resepsi pernikahan.


"Hai... Mas Adrian sama Neng Aryanti...


gimana semua sudah terlewati hemght...? menyenangkan kan heeeee..."


Semua tertawa Adrian senyum sambil mengangguk,dan Aryanti senyum sampai merona pipinya,merasa malu di godain Bu Ratna.


"Sangat menyenangkan Bu Ratna haaaa..." Adrian menjawab sambil memegang tangan Aryanti.


"Iya iya pelan pelan saja tapi pasti...lanjut ke mana nih bulan madunya ?"


"Rencana sih ke Bali Bu,semoga kami sehat"


"Ya ya ya... pulang Bulan madu langsung ohek ohek ya nyari mangga muda heee..."


"Semoga Bu Ratna,haaa..."


"Dulu saya sempat heran waktu Mas Adrian dan Neng Aryanti mulai kerja di sini,apa ini anak pacaran apa sekedar rekan kerja,atau cuma teman, intuisi saya sebagai marketing tak bisa membacanya... eeeeh kurang lebih dua tahun tahun tahu tahu jadi suami istri heee..."


"Pokoknya terimakasih kepada semua yang ada di The Praja Hotel dan Restourant Bandung ini yang telah mendukung kelancaran acara kami,juga servis special yang sangat memuaskan dari team management Hotel ini"


"Ya ya ya kami senang juga Mas Adrian,semoga lancar dan sukses kedepannya ya..."


"Aamiin...terima kasih Pak Daud juga Bu Ratna..." dan Adrian berdiri pamit karena sudah melihat Pak Agum sudah ada di luar menjemput dan menunggu mereka


Adrian dan Aryanti naik mobil dan melambaikan tangan pada Pak Daud dan Bu Ratna yang mengantar mereka.


Mobil melaju perlahan dan Pak Agum melirik Adrian dan Aryanti yang duduk di belakang sambil senyum senyum.


"Mas Adrian ke mana ini,ke rumah apa ke rumah Neng Aryanti ?"


"Ke rumahku Pa Agum..." Aryanti menjawab.


"Baik Neng Aryanti..."


"Besok jam jam segini jemput lagi ya bagian nginep di rumah..."


"Iya Mas..."


Mobil berjalan tanpa ada yang bicara lagi,hanya Adrian menggenggam dan meremas sebelah tangan Aryanti yang bersandar di jok samping dirinya sambil memejamkan matanya,Adrian meliriknya dan tersenyum.

__ADS_1


Mobil berhenti di depan gang masuk rumah Aryanti dan Adrian mengambil ranselnya berisi pakaian kotor dan turun di susul Aryanti,tak lupa terima kasih di ucapakan Aryanti pada Pak Agum.


Mamanya Aryanti menyambut anaknya sambil tersenyum di pintu,dan mempersilahkan Anak menantunya untuk masuk, Mamanya menyuruh menyuruh mereka untuk duduk,dan Adrian duduk di kursi ruang keluarga depan tv yang menyala,Aryanti masuk kamar dan melihat seprainya sudah di ganti sama yang baru, Aryanti tersenyum mengingat Mamanya begitu pengertian dan Aryanti merasa malu di hadapan orang tuanya.


Terdengar di luar kamar Mamanya sedang bercakap cakap dengan menantunya.


"Nak Adrian mau minum Apa biar Mama yang bikinin"


"Biarin Bu nanti aja...biar nanti Yanti yang bikinin"


"Nggak apa apa sama Ibu juga,ngopi aja ya mau ?"


"Boleh Bu..."


Aryanti menaruh tas di atas meja rias nya lalu dia keluar lagi dan berjalan ke dapur menemui Mamanya yang sedang bikin minuman,Aryanti memeluk mamanya dari belakang, Mamanya tersenyum dan berhenti mengocek kopinya dan balik menatap putrinya dan mengusap kepalanya,seakan Mamanya tahu isi hati anaknya,kalau "aku sudah menjadi istri yang baik" tadi malam Ma..."


Mamanya Aryanti memberikan cangkir kopi yang sudah di beri tatakan piring kecil pada Aryanti sambil tersenyum dan mengangguk,Aryanti tersenyum juga sambil menerimanya dan di bawanya ke dalam dan di simpan di depan Adrian.


Adrian tersenyum sambil meliriknya,dan menaruh ponselnya di meja.


"Terima kasih sayang...Bapakmu nggak ada kemana ?"


"Paling ke Pasar atau ke Alun alun..."


Datang Mamanya Aryanti dengan kue kue kecil di beberapa toples dalam satu baki menaruhnya di meja.


"Nak Adrian sudah pada makan ? Mama masak lho...kalau belum makan ayo kita makan dulu,nanti Mama siapkan"


Adrian memandang pada Aryanti dan Aryanti tahu Adrian meminta pendapatnya.


"Makan saja kalian,mama masih belum mau biar nanti nunggu Bapak pulang,ayo Nak Adrian


seadanya aja ya..."


"Iya Ma nggak apa apa,sama aja..."


Aryanti menyentongkan nasi ke piring Adrian dan membiarkan Adrian memilih lauknya sendiri,mereka makan sambil ngobrol.


"Kamu tuh makan yang banyak..."


"Cewek nggak boleh makan banyak banyak kan harus jaga penampilan heee..."


"Untuk satu bulan pertama pernikahan nggak boleh diet dulu"


"Emang kenapa ?"


"Kan harus banyak tenaga ekstra malamnya heee..."


"Tapi aku bisa mengimbangi kan ?"


"Iya tapi sepertinya sudah kewalahan..."


"Enak aja kewalahan...,ya kitanya aja yang melebihi batas normalnya orang orang pada umumnya,bahkan mau pecahkan record segala... dasar nggak sabaran"

__ADS_1


"Haaaaaaaa haaaaaaaa...Aku mau sore ini ya sayang satu kali saja..."


"Mas jangan,aku malu kalau sore sore begini,waktunya ngobrol sama keluarga atau santai baca,nonton tv,nyiram tanaman dan lain lain"


"Kan kita pengantin baru, Mama sama Bapakmu juga pasti maklum,hanya pemanasan buat nanti malam,permainan yang sebenarnya nanti malam heeee..."


"Mas mending tidur dulu nanti habis makan ini,istirahat jadi ada tenaga buat nanti malam"


"Tapi tidurnya sama kamu ya sayang..."


"Yah kalau sama aku lain dong jadinya bukan istirahat namanya"


Aryanti membereskan piring bekas makan mereka dan menutup kembali tudung sajinya Aryanti mencuci piring dan Adrian duduk kembali di kursi yang tadi.


Aryanti masuk kamar Adrian meliriknya dan tersenyum lalu bangkit mengikuti Aryanti masuk kamar dan menutup pintunya.


"Katanya Mas mau ngopi,itu kopinya belum di sentuh,atau bawa aja ke sini ?"


"Sebenarnya aku lebih suka menyentuh kamu sayang...apalagi kita sudah halal,ngopi bagi cowok hanya formalitas saja bukan kebutuhan"


"Mas nanti malam saja..."


"Aku maunya sekarang,lihat Mamamu susah payah mengganti seprainya sengaja memberi ruang buat kita,ayolah sayang jangan menolak"


"Mas"


"Heemght"


"Aku mau ikut menyiram tanaman anggrek sama Mamaku"


"Nggak boleh aku nggak izinin,makanya Mamamu keluar agar kita bisa di dalam kamar"


"Aku mau di luar saja nggak mau di dalam kamar"


"Tapi aku mau dua duaan di sini sama kamu"


"Ya sudah lah Aku pasrah,mau sebelah mana dulu ?" Aryanti tiduran duluan


"Haaaaaaaa... jangan gitu sayang harus ikhlas, jangan ketus,kita pelan pelan saja dulu pemanasan dan stimulus dulu"


Adrian menarik Aryanti ke pelukannya, dan mencium bibirnya,Aryanti terdiam gejolak hatinya merasa malu sama orangtuanya,tapi kedua orangtuanya pasti maklum juga.


"Jangan jadi beban,semua orang juga mengerti dan pernah mengalaminya,enjoy dan dibawa senang aja kapan kita mau kita lakukan oke...?"


Aryanti hanya tersenyum.


"Kita bercinta di tempat tidur kamu,tempat mengkhayal tingkat tinggi kamu,kini kita buktikan dan nyatakan, High Quality Jomblo nggak ada lagi tapi yang ada adalah nyonya Adrian haaaa...."


Aryanti memukul dada Adrian manja merasa tersindir dengan tulisannya sendiri di laptop yang di baca Adrian.


Adrian tak melepaskan pelukannya kerudung Aryanti sudah terbuka,juga semua pakaiannya telah tanggal entah kemana,dan mereka hanya bergerak gerak mengusap mencium dan saling meraba dan saling bersentuhan di dalam selimut...


"Mas...

__ADS_1


"Ssssssssst"


__ADS_2