Pesona Aryanti

Pesona Aryanti
Asal ada Mas dan cinta kita


__ADS_3

Mobil melaju ke arah pantai dan Aryanti begitu antusias melihat keindahan ramainya jalan dan pemandangan indah ke arah pantai menuju senja.


"Mas aku begitu nggak tenang nggak melihat dulu Alinea tadi,jangan lama lama ya aku hampir dari jam dua siang tadi aku meninggalkannya"


"Haaaaaaaa... gimana sih bulan madunya penuh kecemasan begitu,kamu tadi yang minta ke pantai tapi kamu juga yang merasa cemas sendiri sayang..."


"Sudahlah Mas jangan membahas bulan madu lagi malu sama Alinea,kita nikmati semua kesempatan dan waktu yang kita punya,Aku nggak bisa meninggalkannya terlalu lama tapi aku juga begitu ingin menikmati kebersamaan kita,Aku juga ingin menikmati suasana bersamamu Mas... ternyata setelah di jalani ingat sama Anak dan meninggalkannya itu sama menyiksanya seperti saat aku merindukanmu Mas..."


Adrian memandang istrinya sambil tersenyum.


"Aku mengerti sayang,tapi kan kita tidak meninggalkannya dalam waktu lama,hanya sebentar saja,nanti juga kita balik lagi,ayo turun dulu sampai senja berlabuh"


Lalu lalang orang di pantai sudah tak seramai waktu siang dan sore,tapi tetap saja begitu banyak orang yang asyik menikmati suasana santai senja hari,dengan ombak yang landai semilir angin di redupnya cahaya keemasan di ujung cakrawala, seandainya fikiran tak terbagi seperti Aryanti begitu romantisnya suasana saat ini.


Adrian menggandeng tangan istrinya melewati pelancong pelancong bule yang masih ada yang tiduran di pasir putih mungkin karena enak masih hangat pasir bekas di jemur matahari tadi siang,sampai di area yang tidak terlalu ramai Adrian memeluk istrinya dari belakang dan Aryanti diam menikmati kehangatan.


"Ini Pantai Kuta sayang..."


Aryanti tersenyum dan melirik ke belakang dan hidung mereka beradu,karena Adrian menyimpan mukanya dari belakang di bahu belakang Aryanti.


"Kenapa keindahan alam selalu menyertai kita saat kebersamaan di awal awal kita menapakkan kaki di satu tempat Mas ?"


Adrian mengerutkan keningnya begitu susah mencerna kata kata istrinya


"Dulu saat pertama kita jejak kan kaki di Pangandaran,pertama kali Mas nyatakan perasaan padaku di Pantai,sekarang pertama kali kita menginjak kaki di Pantai ini kita telah mengisinya dengan kemesraan juga saat senja begini"


"Nggak ada kata kata buatmu sayang...selain aku sayang banget sama kamu dan Anak kita,satu yang ingin Aku persembahkan padamu sepanjang hidupku yaitu kebahagiaan untuk kalian..."


"Mas Aku juga sayang Mas"


"Kita nikmati suasana ini,deburan ombak dan deburan hati kita,seperti perasaan kita yang tak pernah padam dan hilang"


Aryanti balik menghadap Adrian dan memeluknya erat,dan Adrian mengusap usap punggung dan kepala istrinya sambil berbisik.


"Sepertinya kita harus cepat pulang dan melanjutkan semuanya di dalam satu ruangan yang begitu nyaman heee..."


Aryanti tersenyum mengangguk penuh arti dan mereka berjalan ke arah mobil mereka di parkir,dan Adrian menjalankannya dengan perlahan,sambil sesekali meremas tangan istrinya dan meliriknya sambil tersenyum.


Mobil memasuki area Hotel dan menuju area parkir,Adrian turun duluan dan membukakan pintu mobil untuk istrinya yang masih sibuk mengambil tas nya,Adrian menyodorkan tangannya sambil membungkuk seperti pangeran menyambut putri pujaannya dan membantunya untuk turun dan Aryanti hanya tertawa kecil menyambut tangan suaminya dan lalu menggandengnya berjalan menuju rumah impian mereka,dimana segala cinta kasih dan kebahagiaan akan si semai bersama.


Sampai rumah Aryanti tak ada yang lain yang di buru selain Anaknya Alinea kesayangan.


"Bi nggak rewel Dedek nya kan ?"


"Enggak Neng cuma tadi mungkin haus saja Bibi bikin sedikit susu formula,dan dia tenang lagi"


"Sayang... kasihan Anak Mama,Mama lama ya perginya sama Papa,Dedek nya nggak Mama ajak nanti kalau sudah besar Dedek Mama ajak ya..."


Aryanti menyusui Alinea yang sudah meronta ronta dari tadi saat melihat Mamanya datang,Alinea di bawa masuk kamar,Alinea di susui di atas tempat tidur dan Adrian malah ikutan masuk kamar ikut tiduran.

__ADS_1


"Mas mandi duluan sholat dulu nanti gantian pegang Dedek nya,kasihan Bi Ani dari tadi nggak ada yang gantiin,lihat nih Dedek nya sampai kehausan begini"


"Bi mandi saja dulu sholat sekalian biar nanti gantian Dedek nya nyusu dulu"


"Ya Neng..."


Adrian malah memeluk istrinya dari belakang dan Aryanti membiarkan Adrian menonton dirinya menyusui Alinea.


"Papa juga mau dong di sayang sama Mama kayak Dedek heee..."


Alinea seperti mengerti apa yang di ucapkan Adrian lalu berhenti ******* dan menatap Adrian bergantian lalu menatap Mamanya dan tersenyum sangat lucu...Adrian juga sama Aryanti menjadi tertawa berdua.


Kebahagiaan memiliki Anak seperti Adrian dan Aryanti adalah melebihi segalanya,terlebih dua tahun penantian mereka juga penantian keluarga besarnya begitu berharap akan hadirnya cucu pertama kesayangan mereka.


Tak bisa di pungkiri hadirnya Alinea di tengah tengah mereka laksana oase pelepas dahaga keinginan yang begitu di nantinya


Alinea adalah segalanya sebagai Anak penyambung kasih sayang suami istri juga mertua dan orangtuanya,Alinea adalah juga rezeki diatas rezeki yang begitu di mudahkan jalannya Bagi Adrian dan Aryanti.


"Ya sudah Dedek kan sudah mandi,Papa masih malas jadi Mama dulu yang mandi ya..."


Aryanti memandang Adrian yang pura pura tidur,dan Aryanti memijit hidung Adrian dan Adrian pun terperanjat kehabisan nafas dan menarik Aryanti ke pelukannya dan menciumnya bertubi tubi,Alenia yang baru belajar telungkup merasa kecapaian dan menangis membuyarkan pelukan Mama Papanya.


Aryanti cepat memangku nya dan di injakan kakinya ke punggung Papanya di atas punggung Adrian,Alinea tertawa merasa di ajak main dan tertawa tawa Adrian merasa lucu lalu gantian menggendongnya.


Aryanti beranjak mandi dan Adrian menggendong Alinea yang tak henti mengacau dan meronta,di kasih mainan belum bisa memegang kenceng jadi jatuh melulu kincringan mainannya.


"Nggak mau pokoknya Aku sudah selesai mandi Mas,mau sholat maghrib udah telat"


Aryanti yang lagi handukan menghindar dari pelukan Adrian,dan Adrian pun melepaskan kembali tangan istrinya sambil tertawa.


"Dasar nggak sabaran heee..."


Aryanti tertawa meledek suaminya sambil mau keluar di depan pintu kamar mandi.


"Yeeeee...sama saja cuma malu mengakuinya"


"Ngarang aja"


"Awas ya..."


"Huh dasar nggak sabar..."


Aryanti sudah selesai sholat dan berpakaian dan berdandan alakadarnya lalu mengambil Alinea dari Bi Inah dan menggendong,di tidurkan di karpet dan kasur tipis berguling lagi telungkup lagi telungkup lagi Aryanti menjadi kasihan dan menggendong lagi,datang Adrian dan mengajak main Alinea.


"Mas makan malamnya apa ? kita belum sempat belanja, perasaanku dari waktu ke waktu begitu cepatnya..."


"Tinggal pesan mau makan apa,kasihan Bi Inah belum makan"


"Iya, Aku ke depan dulu ya,pesan saja biar di antar ke sini...sama minta no telephonnya"

__ADS_1


"Aku mau spaghetti Mas,Bi Inah samain saja Mas mau apa ?"


"Aku apa aja masuk yang penting energi yang maksimal heee..."


"Energi malam malam buat apa tuh..."


"Ya buat begadang lah memang begadang nggak pake energi apa ?"


"Yang di begadangin siapa ?"


"Satu diantara bidadari ku heee..."


Adrian ke Restourant di samping Lobby Hotel dan mesan makanan yang di inginkan istrinya juga dirinya,begitu mudah mendapatkan makanan apapun yang di inginkan di sini,dan bisa juga memesan makanan apapun itu lewat aplikasi dan diantar jasa pengantar dari online aplikasi.


Adrian kembali dan mendapatkan Bi Inah lagi nonton tv dan istrinya sedang menidurkan Alinea di kamar.


"Bi nanti kalau ada yang antar makanan makan dulu ya..."


"Iya Pak,Bibi mau Isya dulu tapi..."


"Oh ya sudah tapi jangan tiduran dulu kan belum makan"


Adrian melongokan kepalanya ke kamar.


"Hai jangan tidur dulu sayang...aku sudah capek capek ke depan pesan makanan"


"Ssssssssst...berisik amat sih Pa..."


"Soalnya aku nggak rela kalau kamu tidur heee..."


Akhirnya Aryanti pun keluar kamar Alinea sudah tidur,dan mereka makan bersama,dan Bi Inah langsung istirahat Aryanti dan Adrian duduk di sofa ruang keluarga menyalakan dan menonton tv.


"Mas..."


"Heemght"


"Aku begitu senang tinggal di sini walau mungkin nggak akan punya tetangga"


"Ya seperti inilah tetangga kita kamar kamar Hotel...dan tinggal di balik benteng yang tinggi"


"Asal ada Mas dan cinta kita,itu sudah segalanya buatku heee..."


"Ya sayang, Aku juga senang mendengarnya, Aku selalu ada buat kalian semoga ini awal yang baik buat kita..."


Aryanti menyandarkan kepalanya di bahu Adrian dan Adrian mengusap usapnya dengan perasaan sayang.


"Tidur ?"


Aryanti tak menjawab,hanya tersenyum penuh arti dan tangannya mematikan remote tv lalu berdiri di susul Adrian mematikan lampu dan mengikuti istrinya masuk kamar.

__ADS_1


__ADS_2