Pesona Aryanti

Pesona Aryanti
Lakukan perintahku !


__ADS_3

Semua sudah kumpul di ruangan pimpinan... Adrian berdiri di balik meja kerjanya, Pak Daman, Pak Bharata juga Komang Putri duduk di sofa,Adrian menggebrak meja kerjanya sekeras kerasnya sampai pecah kaca satu inchi pelapis meja ukiran itu, Adrian berdiri mondar mandir dengan tangan berdarah dan legam...


"Sabar dulu Pak Adrian kita tidak bisa bertindak apa apa dalam keadaan panik dan emosi kita pikirkan langkah awal dan langkah selanjutnya..." Pak Daman bijaksana menenangkan tapi Adrian seakan tak bisa tenang.


"Mana komandan Satpam apa belum datang ??? Saya tidak bisa sabar ! Satpam yang paling bertanggung jawab atas kejadian ini saya akan bakar kampung Belakang itu kalau sampai terbukti Made Ardika di balik semua ini !!!"


"Kita tunggu dulu hasil penyisiran Satpam Pak Adrian baru kita musyawarah lagi"


"Apa sudah di kirim Satpam buat jaga ke rumah saya di belakang ?"


"Sudah Pak..."


"Semua tidak becus kerja,kalau datang satpam dengan hasil nihil segera lakukan apa yang seharusnya di lakukan Pak Bharata !!! lapor polisi dan Komang Putri Antar saya ke perkampungan mu akan saya obrak abrik semua kampung dan rumah Made Ardika itu ! ini kriminal,ini penghinaan ini pelecehan !!! sekarang keluar semua... !!! laporkan pada saya setiap apapun perkembangan dan penemuan baru"


Tapi semua tak ada yang berani keluar,semua khawatir dengan keadaan Pak Adrian yang lagi murka murkanya takut melakukan apa apa di luar kendali dan kesabarannya.


"Sabar Pak Adrian kami juga berfikir dengan keras seandainya lapor polisi belum 1kali 24 jam kehilangan pasti tidak di tanggapi"


"Aku nggak perduli apapun itu aturan kalau perlu segera sewa polisi Intel,sewa orang yang bisa mencari sampai ketemu istriku dan orang gila itu !"


Pintu yang terbuka ada yang mengetuk dan dua orang Satpam di depan pintu ruangan pimpinan dengan nafas masih memburu dan muka pucat pasi tidak bicara tidak menjawab apapun hanya menggeleng dan menunduk, semua tak berhasil menemukan pimpinan mereka sudah sejauh satu kilometer jarak yang mereka sisir bolak balik,tak mungkin Bu Aryanti berlari joging sejauh itu.


Adrian semakin kalap melempar semua apa apa yang ada di meja kerjanya dengan muka merah dan mata merah pula dan berair,Pak Daman cepat merangkul Adrian dan memberi minum setelah mendudukan nya di kursinya.


"Apa kita hanya menunggu sampai waktu 24 jam ? Aku nggak mau sampai terjadi apa apa dengan istriku lakukan sekarang apapun itu Pak Bharata !"


Komang Putri keluar mengambil kotak obat dan datang lagi lalu tanpa ngomong apapun meraih tangan Adrian yang masih berdarah,mencucinya dengan antiseptic dan meneteskan obat luka da memperbannya Adrian hanya mengatupkan mulutnya dengan gigi gemeretuk.


"Apa yang kamu tahu dengan orang gila itu,terus terang padaku..." Adrian bertanya di tujukan pada Komang Putri.


"Katakan !"

__ADS_1


"Maaf Pak Adrian saya sudah berulang kali menyampaikan pada Bu Aryanti tapi Bu Aryanti nggak mau terus terang pada Pak Adrian dengan alasan takut malah semakin menjadi ketakutan yang berlebihan katanya,juga takut malah mendatangkan kecemasan pada semua orang dan merusak konsentrasi semuanya.


Adrian menatap tajam pada wajah Komang Putri dan menelisik kebenaran nya.


"Bu Aryanti pernah bertemu dua kali dengan Bli Ardika di super market Beachwalk,dan Bli Ardika bohong pada Bu Aryanti yang mengatakan kalau Bli Ardika kerja di Beachwalk,di pertemuan pertama Bu Aryanti tak percaya tapi di pertemuan kedua baru percaya kalau Bli Ardika itu bohong karena Bu Aryanti di kasih surat ini..."


Adrian menerima surat itu dan membacanya dengan nanar dan emosi yang kian memuncak.


Aryanti Saraswati ku,Aku tahu suatu hari kamu akan kembali pada kami, Aku tidak salah lagi dan tak sabar kita hidup bersama lagi,lupakan semua keluarga Surapraja, Aku dan Aira begitu menunggu saat itu tiba,dan Aku yakin kamu adalah obat buat kesembuhan anak kita, Aku telah mempersiapkan segalanya,Aku begitu merindukanmu Aryanti Saraswati ku.


"Aaaaaaah gila...dasar gila brengsek ! lapor polisi sekarang juga jadikan surat ini barang bukti menunggu apa lagi cepat !" Adrian menunjuk Pak Bharata,Adrian begitu kalap seperti orang kesurupan berteriak,dan menjerit jerit,Pak Bharata bangkit keluar dari ruangan dan ngobrol sebentar dengan Pak Daman dan pergi di antar sopir akan mengajukan laporan orang hilang.


"Pak Adrian sabar sekali lagi... Istigfar doakan Bu Aryanti semoga selamat,ingat Neng Alinea begitu butuh Pak Adrian,jangan histeris seperti itu kami menjadi tak tenang dalam berfikir,ayo Istighfar tenangkan hati tidak cukup dengan teriak dan tidak akan menyelesaikan masalah"


Adrian istighfar dan meminum air yang di sodorkan Pak Daman dan duduk di sofa dan bersandar, amarahnya mulai kendor dan sedikit agak tenang,tetapi sorot matanya tetap begitu marah dan menakutkan.


"Hubungi Pak Daud katakan yang sebenarnya jangan sampai tembus dulu masalah ini pada orangtuaku juga mertuaku Pak Daud selalu ada jalan keluar setiap permasalahan,harus datang hari ini juga apapun urusannya semua tunda"


"Lakukan perintahku ! semua sudah mengerucut ke orang gila itu tak ada keraguan lagi"


"Baik Pak Adrian"


"Jangan sepenuhnya mengandalkan polisi ! polisi banyak yang di urusnya,kita juga harus punya team pencari sendiri,kumpulkan semua data dan keterangan"


"Pak Adrian coba cek ponsel Pak Adrian juga Bu Aryanti barangkali bisa memberikan petunjuk"


Adrian meraih ponselnya dan membukanya tak ada apapun lalu membuka juga ponsel Istrinya sama nggak ada yang bisa di jadikan petunjuk.


"Kamu ini Komang Putri nggak sedikit pun berfikir ke arah lain, dua kali pertemuan istriku secara tak sengaja bagi istriku tapi bagi orang gila itu semua ada dalam rencananya,kenapa begitu nurut pada Istriku ? untuk hal bahaya ini harusnya berfikir dua kali untuk merahasiakan semuanya !"


Komang Putri diam dan menunduk merasa dirinya bersalah,tapi di sisi lain Bu Aryanti melarangnya,tapi semua sudah kejadian apa mau di kata semua tiada guna,semua jadi sesal hanya tinggal penyesalan setelah semuanya terjadi.

__ADS_1


"Di mana Orang gila itu tinggal sekarang ?"


"Saya tidak tahu Pak Adrian yang pasti di rumah orangtuanya tidak ada paling datang kali kali itu juga jarang jarang saya tahu itu"


"Usaha apa yang dia punya ?"


"Penginapan di bukit Kintamani,Bli Ardika punya vila vila dari pihak istrinya Dayu Saraswati yang di kelolanya dari dulu"


"Catat itu Pak Daman,terus apalagi ?"


"Rental mobil travel dan galeri di jalan Legian Kuta itu yang saya tahu"


"Apa Komang Putri yakin cuma itu usahanya ?"


"Sepengetahuan saya hanya itu saja"


Pak Daman Keluar dulu dan menelepon Pak Daud di meja kerjanya dan setelah selesai masuk lagi ke ruangan pimpinan.


"Pa Daud langsung tanggap dan lagi bersiap siap berangkat"


Adrian tak menjawab laporan Pak Daman.


"Tunggu hasil laporan Pak Bharata dan sore ini kita mulai ada tindakan,pertama saya mau ke rumah orangtuanya dulu nanti biar semua pro aktif dan tahu masalah ini,siapa tahu mereka tahu kebiasaan Orang gila itu dan perkiraan istriku kemana di bawanya"


"Pak Adrian saya ambilkan makanan ya kelihatan dari pagi Pak Adian belum memasukkan apa apa ke perutnya" Komang Putri menawarkan makan dan mengambilkannya, walau Pak Adrian menolaknya.


"Jangan kan ingin makan apapun Aku nggak mau !"


"Jangan begitu Pak Adrian jangan malah sakit nantinya gimana kita ada tenaga mencari keberadaan Bu Aryanti"


Komang putri lalu berdiri dan berjalan ke luar mungkin mau mengambil makanan buat Pak Adrian,dari pagi memang belum sebutir pun nasi atau apa apa masuk ke perutnya,hanya air mineral yang di sodorkan paksa Pak Daman saat tadi dirinya emosi.

__ADS_1


Saat pagi bangun tidur Adrian sudah mencium wangi pisang keju buatan istrinya tapi kejadian tak terduga ini jangan kan sempat memakannya semua menjadi buyar seketika.


__ADS_2