Pesona Aryanti

Pesona Aryanti
Rayuan gombal


__ADS_3

"Yang paling indahnya ya pantai Kuta ini sayang..."


"Coba tebak, ada berapa sih jumlah pantai yang ada di Bali ? dan yang paling indah ya Pantai Kuta ini..."


"Pokoknya aku nggak sabar pengen menginjakan kaki di pantainya Mas..."


"Hmmm… Kalo dihitung sih sebenernya ada lebih dari 50 pantai yang sudah sering dikunjungi wisatawan di seluruh Bali boleh jadi lebih,Tapi diluar itu sebenarnya masih banyak banget pantai-pantai di Bali yang jarang diketahui turis karena akses-nya yang sulit ataupun lokasi-nya yang super jauh!"


"Emang iya Mas ?"


"Nah, coba tebak kalo orang disuruh merencanakan liburan ke Bali, atau bulan madu ke pantai mana ? pasti pantai yang pertama kepikiran pasti Pantai Kuta, Pantai Seminyak ataupun Pantai Legian,itu pilihan utama semua orang...karena keindahan nya dan kita ini sudah ada di Kuta percis"


"Kalau malam malam di pantai kayak gimana nya Mas ?"


"Ya dingin lah sayang,kamu mau masuk angin ? Yang terindah kalau malam malam begini kita berenang di pantai Indah Kapuk,ya di kamar ini sayang..."


"Iiiiiiiiiih Mas Aku lagi serius..."


"Aku juga serius sayang..."


"Aku ngantuk"


"Enak aja pake senjata ngantuk,kenapa tadi nggak tidur ? katanya buat apa jauh jauh ke Bali kalau cuma tidur ?"


"Heeee...tapi ada syaratnya..."


"Sejak kapan kamu punya syarat segala heh...? oke apapun syaratnya aku penuhi asal jangan minta pakai bikini besok di pantai,aku nggak rela kamu di lihatin orang banyak heeee..."


"Aaaaaah Mas,kamu tega banget sama aku..." Aryanti melempar bantal ke badan Adrian dan Adrian menangkap nya sambil tertawa


"Haaaaaaaa, jadi apa syaratnya sayang..."


"Besok kalau kita jalan jalan kita ajak Aira kalau dia di bawa Pak Made ke sini ya...?"


"Hah... apa ? bawa anak kecil ?"


"Mas aku suka anak kecil,aku suka Aira dia lucu pintar menggemaskan..."


"Ini acara bulan madu kita sayang...kenapa kamu malah mau di repot kan dengan urusan lain ?"


"Mas aku kasihan,sama seperti kecilnya aku kesepian,aku masih beruntung orangtua masih lengkap tapi Aira,sekecil itu telah memiliki memori tak bahagia,walau belum mengerti arti sebuah kehilangan.."


"Terserah kamu sajalah,tapi ingat jangan terlalu baper kita hanya beberapa hari di sini,aku nggak mau fikiran kamu jadi terbebani"


"Oke Mas Adrian sayang,terimakasih ya...Aku ingin anak darimu,ayo kita mulai programnya..."


"Ssssssssst jangan terlalu jauh dulu ini masih masa honeymoon kita sayang,aku mau kita bahagia dan menikmatinya,kita baru beberapa hari menikah,setahun pertama pernikahan kamu milik aku sayang...setahun selanjutnya kalau Yang Maha Kuasa memberi kamu milik buah hati kita"


"Apa Mas belum berubah pikiran dengan jumlah anak sebelumnya heee..."

__ADS_1


"Sayang keinginan kita belum tentu yang terbaik juga menurut Yang Maha Kuasa tapi setidaknya kalau diberi berapa pun kita terima dengan senang hati"


"Mas Aku sayang Mas..." Aryanti mengusap bibir,alis dan memainkan hidung Adrian dengan telunjuknya.


"Aku tahu itu sayang,kamu kan segalanya bagiku,aku nggak mau ada yang mengganggu kamu,mengusik kamu dan menyakiti kamu,aku nggak mau nyamuk dan lalat pun hinggap di badan kamu heee..."


"Gombal banget Mas..."


"Aku bisa lebih gombal sayang...juga bisa lebih baik,atau malah bisa lebih gila dari orang lain"


Adrian memandang Aryanti yang sudah satu selimut dengannya dengan sorot mata yang penuh dengan hasrat tinggi,begitu juga Aryanti begitu tak bosannya mengusap apa apa yang ada di muka Suaminya,Aryanti bangun dengan tetap badan rapat dengan tubuh Adrian dan Adrian dengan begitu bebas tangannya menggenggam sesuatu yang unik di depan dada istrinya,Kalau sudah ke situ tinggal beberapa langkah lagi dan ciuman yang panas di mendarat bebas dan Adrian menyelusupkan mukanya di dada istrinya dan Aryanti menggelinjang dengan hebatnya marathon pun di mulai.


"Sayang aku nggak tahan lagi...satu babak pertama kita selesaikan ya..."


"Seperti sepak bola saja Mas..."


"Betul sayang... dan aku ingin mencetak beberapa gol malam ini,ayo sayang ekspresikan juga keinginan mu mau gaya apa heee..."


"Mas geli banget juga aku terstimulasi banget kalau mulut kamu terus di situ.."


"Ini daerah favoritku sayang...heee" Adrian melepaskan sedikit ciuman di dada istrinya dan kembali mulutnya menyelusuri daerah tutupan belantara lainnya dan merapatkan tubuhnya.


Seperti berpacu dengan waktu mereka memulai malam dengan panasnya dan gejolak asmara jiwa muda mereka seakan tiada henti,seperti deburan ombak yang begitu ganas menghempas apapun yang ada di tebing dan dinding batu karang,mereka memadu cinta dan menyatukan hasrat dengan begitu semangatnya,menghasilkan buih buih kenikmatan yang tiada duanya,saat Adrian dan Aryanti terkulai dalam kepuasan.


"Sayang terimakasih untuk rasa nikmat yang kamu persembahkan malam ini..."


Aryanti tersenyum sambil mengangguk,dan mengusap keringat di kening Adrian,dan Adrian juga membelai rambut istrinya dengan penuh perasaan sayang.


"Mas aku ke kamar mandi dulu..."


"Ya sayang..."


Aryanti turun dan berjalan ke kamar mandi,Adrian menyalakan televisi dan memencet remotenya asal saja dan acak,dan ada panggilan di ponsel Istrinya di samping tempat tidurnya,ada keheranan di dalam hatinya kok kak Pak Made Ardika menelepon istrinya video call lagi.


"Sayang tadi ponselnya bunyi,lupa matiin ya ? coba lihat sepertinya Anak kamu tuh yang nelephon...coba aja telephon balik"


"Masa Mas..." Aryanti meraih ponselnya dan duduk di pinggir tempat tidur.


"Aku telephon balik ya Mas boleh ?"


"Telephon saja....hai hai mau video call ? lapisi dulu tuh baju tidurmu dengan cardigan mu juga kerudungnya tuh,apa mau jadi tontonan gratis ?"


"Heeee...Oya ya Mas aku lupa..."


Aryanti mulai menekan keypad ponselnya dan memandangi layar.


"Hai Aira sayang...kenapa menangis ?"


Pak Made yang bicara sedang Aira hanya menangis terisak.

__ADS_1


"Bu Aryanti maaf banget...saya mengganggu istirahatnya Bu Aryanti,saya bingung Aira nggak mau tidur, tadi nggak mau makan,katanya mau tidur sama Tante...ya ampuuuuun Bu maafkan kami,saya sengaja video call biar bisa Aira lihat sendiri kalau ini sudah malam,dan Bu Aryanti kiranya sudi bicara sama putri saya..."


"Aira sayang kenapa nggak mau bobo ? kan ini sudah malam Tante juga mau bobo..."


"Aira mau bobo sama Tante..."


"Sayang ini sudah malam...coba Aira tengok ke luar sana buka gordennya,pasti lampunya sudah nyala itu tandanya sudah malam...anak kecil nggak boleh keluar malam malam,kan kalau malam gelap"


"Tapi Aira mau diantar sama mobil Papa..."


"Oke begini saja,sekarang Aira bobo sama Papa dulu,besok ketemu Tante lagi, Tante janji besok Aira Tante sama Om ajak jalan jalan mau ?"


"Mau mau... horeeeeee.... Aira besok jalan jalan"


"Udah ya jangan nangis lagi mana senyumnya ? haaaa... gitu dong Aira kan Anak pinter,jangan lupa sebelum tidur apa dulu... ?"


"Sebelum tidur kita berdo'a dulu..."


"Iya pinter bobo ya besok Aira bangun mandi dan pake baju bagus kita jalan jalan.."


"Iya Tante daaaaah..."


Telephon di tutup dan terputus tak sempat Pak Made Ardika ngomong lagi terhadap Aryanti tapi setidaknya Pak Made tenang Aryanti juga mengerti kondisi dan posisinya,biarlah besok saja ucapkan terimakasihnya.


Aryanti tiduran ke badan Adrian,dan Adrian memeluk lagi Aryanti,dan tangannya mulai nakal lagi...


"Sekarang lagi sayang ? heee..."


"Aaaaah Mas nanti dulu aku masih capek..."


"Ya ya ya...kamu kok bisa banget merayunya sayang,Sampai Aira langsung tenang dan mau nurut begitu,rayu aku juga doooong...heee"


"Serius Mas mau aku rayu ?"


"Iya coba kamu rayu senakal nakalnya rayuan kamu sama cowok"


"Tapi Mas dulu rayu aku terus nanti aku balas"


"Oke siapa takut haaaaaaaa... Sayang apa kamu tahu kalau mutiara itu bening ? tapi tak sebening hatimu yang telah aku miliki...apa kamu tahu mutiara begitu susah mendapatkannya ? lebih susah lagi aku mendapatkan hati dan cintamu...juga apa kamu tahu untuk mengambil mutiara itu harus mengorbankan satu kehidupan yaitu kerang,dan membelah badannya untuk mengambil satu butir mutiara itu...Aku mau mengorbankan diri untukmu belahlah dadaku dan ambilah mutiara hatiku dan berilah aku kehidupan yang baru selamanya bersamamu"


"Haaaaaaaa gombal abis...sekarang aku ya...


Sayangku Mas Adrian yang gombal juga tukang rayu...kamu begitu baik banget padaku,begitu pengertian padaku, begitu cinta dan sayang yang aku rasakan,segala keinginanku kamu penuhi maukah kamu memenuhi satu saja permintaanku yang satu ini ?"


"Apaan tuh ? katakan saja mau tambah durasi,atau gaya baru atau tambah babak hemght...?


"Aku tak mau itu semua Mas,aku maunya Mas beliin aku pucuk Monas itu...!"


"Haaaaaaaa...itu matre namanya,curang curang nggak nyambung tahu haaaaaaaa..."

__ADS_1


Aryanti tertawa dan merasa menang,Adrian menangkapnya dan memeluknya kembali,malam menunjukan pukul 00.01,dan mereka bersiap untuk babak kedua.


__ADS_2