Pesona Aryanti

Pesona Aryanti
Kehormatan ketiga


__ADS_3

Dan akhirnya jreng juga,The Praja Hotel dan Restourant Pangandaran Jawa Barat secara resmi di buka untuk umum,Pita yang di bungkus bunga bunga mawar putih di potong dan papan nama Hotel terbuka dan terbaca dengan jelasnya,pak Surapraja memotong tali pintanya dan di lanjutkan dengan memotong tumpeng tanda selamatan,centong pertama di kasih sama Istrinya,centong kedua pada Adrian anaknya dan centong ketiga kejutan luar biasa di berikan pada Aryanti,Aryanti merasa nggak pantas mendapat hak istimewa,dia bukan siapa siapa di keluarga Surapraja,saudara bukan bahkan nggak ada tali kekerabatan.


Aryanti mundur satu langkah,tapi pembawa acara malah lebih di tegaskan lagi menyuarakan.


"Dan yang ketiga Pak Surapraja mempersembahkan kehormatan dan rasa bahagianya di mohon kepada Bu Aryanti untuk kedepan dan bisa menerima kehormatan ketiga..."


Tepuk tangan bergemuruh Aryanti panik nggak tahu apa yang harus di lakukan nya, dan Adrian dengan sigap menarik tangan Aryanti perlahan keduanya maju bersamaan dan menerima piring kecil berisi nasi kuning dari Pak Surapraja,gemetar tangan Aryanti tapi dirinya berusaha kuat dan tegar walau kakinya terasa lemas.


Pak Surapraja tersenyum sambil memberikan piring itu.


"Untuk kesuksesan kita semua"


"Terimakasih Pak" Suara Aryanti seperti tercekat dan parau.


Acara di lanjutkan dengan pidato Pak Surapraja berisi penyerahan sepenuhnya pada team management Hotel dan harapan akan kemajuan Hotel dan Restourant nya,juga kesejahteraan semua karyawan yang menjadi prioritas utama,juga pelayan maksimal pada setiap konsumen.


Dan penerimaan team management berupa ucapan terimakasih atas kepercayaan The Praja Group pada team nya dan juga semua team solid di bidangnya masing masing untuk saling bertanggung jawab atas kemajuan Hotel ini.


Aryanti duduk tak berani menatap Adrian yang lagi bicara di podium,yang pastinya selalu memandang ke arahnya,tapi setiap yang di baca dan di ucapkan Adrian adalah semua di olah oleh otaknya.


Usai sudah acara hari ini setelah sebelumnya semua tamu undangan dan karyawan Hotel makan makan di Restourant yang hari itu di buka bebas.


Ada satu mata yang selalu memandang ke arah Aryanti dengan pandangan istimewa,Habil Ismail,Pengelola Pangandaran Beach Hotel,juga anak pemilik Hotel itu sebagai tamu kehormatan juga aktif di organisasi PHRI atau Perhimpunan Hotel Dan Restourant Indonesia cabang Pangandaran dan mencari kesempatan untuk bisa berkenalan dengan Adrian dan Aryanti,dan usai makan baru semua kesampaian.


"Pak Adrian ya ?"


"Oh iya saya Adrian Surapraja" mereka bersalaman.


"Saya Habil Ismail dari Pangandaran Beach Hotel,juga dari PHRI saya menyampaikan Undangan untuk mendaftarkan Hotel Anda untuk jadi anggota PHRI,kami tunggu di sekretariat,ini undangannya"


Habil menyodorkan surat undangan, dan Adrian menerimanya sambil senyum dan ucapan terimakasih.


"Itu yang tadi adiknya ya ?" Habil menunjuk Aryanti dengan mukanya,dan Adrian melihat ke arah Habil menunjuk,kelihatan Aryanti lagi ngobrol sama Linda sambil minum.


"Oh bukan,dia staf di sini Kepala operasional,dan satunya Linda asistennya"


"Oh Ya ?"


"Silahkan kalau Anda mau kenalan,biar kenal mungkin nanti dia yang akan mendaftarkan Hotel kami"


"Ya ya ya..."

__ADS_1


Habil berjalan ke arah meja Aryanti dan Linda duduk,mereka berkenalan dan langsung ngobrol akrab tukar cerita dan tak jauh soal Perhotelan,tak lama Adrian juga bergabung dan ngobrolnya semakin jauh,tapi tak ada pesta yang tak usai waktu jua yang mengharuskan mereka berpisah, sekali lagi mereka bersalaman akrab sebelum berpisah,Adrian dan Aryanti pulang ke kamarnya masing masing.


Begitu banyak pertanyaan yang ingin disampaikan Aryanti pada Adrian,tapi kelihatan seperti capek banget Aryanti menahan diri juga karena masih ada Ibu dan Bapak nya di sini.


Pak Surapraja dan Ibu bersiap siap,mau pulang dan sudah berkemas,Pak Agum sibuk membawa semua barang barangnya dan di masukkan ke bagasi mobil,waktu menunjukkan pukul 16.01,juga semua tamu undangan terutama dari The Praja Group semua sudah siap balik ke Bandung bahkan ada yang sudah berangkat duluan.


Kamar Aryanti di ketuk Adrian dan Aryanti membukanya sedikit berdiri di depan pintu sambil memegang pintu.


"Ya Mas ?"


"Bapak sama Ibu mau pulang sekarang ayo keluar mereka mau pamitan"


"Heemght" Aryanti mengangguk.


Tak lama Aryanti keluar sudah berganti pakaian dan menghampiri Adrian yang menunggunya di luar.


"Bapak sama Ibu di mana ?"


"Sudah di depan" Adrian melirik yang berjalan di sampingnya.


"Aku ngomong apa ya kira kira Mas ? heeeeeee..."


"Heeee iya ya..."


"Kamu cape banget ya ?"


" Cape nya nggak terlalu,tapi banyak hal tak terduga,bukan mengerjakan pekerjaan"


"Haaaaaaaa,kan sama aku juga,semua di luar perkiraan kita"


"Tapi aku sedikit curiga sama Mas"


"Banyak juga boleh kok curiganya,yang pasti mereka sekarang sudah tahu hubungan kita,dan itu harusnya kita senang kita nggak usah repot repot memberi tahu mereka"


Adrian melirik Aryanti yang terdiam, Adrian nggak tahu apa yang ada di fikirannya,yang membuat dirinya merasa takut,atau galau.


"Sudahlah sayang,semuanya sudah terjadi Orangtuaku sudah tahu hubungan kita harusnya kamu itu senang kan yang di takutkan sikap mereka menolak mu,tapi kan kamu lihat sendiri Ibuku begitu menyayangi kamu juga Bapakku"


"Iya Mas"


Sampai halaman depan kelihatan Pak Praja Ibu Handayani lagi ngobrol sama pak Daud, Pak Edi dan juga Linda yang belum pulang,datang Adrian juga Aryanti dan gabung bersama.

__ADS_1


"Mas Adrian bulan depan kita hanya perlu laporannya saja ya, haaaaaaa..."


"Iya Pak Daud semoga semua berjalan seperti harapan semua"


"Ya ya ya.."


Semua bersalaman Adrian mencium tangan Bapaknya juga tangan Ibunya dan mencium kedua pipi Ibunya,di usap usap kedua pundak Adrian dan kata kata yang tak terdengar oleh orang lain,Aryanti juga begitu menyalami kedua Orangtuanya Adrian sambil mencium tangannya dan untuk kedua kalinya Bu Handayani memeluk Aryanti tapi kali ini Aryanti sudah tak begitu tegang lagi.


"Jaga diri kalian baik baik ya" kata kalian mungkin mewakili dirinya dan Adrian


"Ya Bu terimakasih"


Dan giliran Pak Daud yang bersalaman dengan Aryanti Pak Daud menyalami Aryanti dengan senyuman dan anggukan yang sulit di artikan,dan memegang tangan Aryanti dengan eratnya.


Pakde do'akan sepenuh hati sukses segalanya ya"


"Terimakasih Pakde..." Aryanti tersenyum dan membungkuk.


Sebelum masuk mobil kelihatan Pak Daud membisikan sesuatu pada Adrian dan di sambut Adrian dengan tertawa lebar,semua orang heran apa ya kira kira yang di bisikin Pak Daud pada Adrian ?


Semua masuk ke mobil dan pertama jalan mobilnya Pak Surapraja di susul mobil mobil lainnya.


Adrian dan Aryanti melenggang berjalan terasa berkurang beban di hati dan pundaknya,acaranya berjalan sukses,dan seperti biasa Adian mengajak Aryanti cari angin sore untuk sekedar melepaskan penat,dan Aryanti tanpa alasan juga penolakan, drama dulu juga adu argumen ikut naik mobil Adrian,dan Aryanti pun ingin merefresh kan hati dan fikirannya.


"Mas"


"Heemght"


"Aku mau jalan jalannya yang jauh"


"Mau kemana tinggal bilang,ke bulan ke planet atau ke pelangi ? kalau bersama kamu aku turuti aja"


"Nggak sejauh itu Mas tapi,aku mau ke Pantai Batu Hiu"


"Ntar pulangnya kemalaman nggak apa apa ?"


"Ya jangan malam malam banget lah,aku cuma mau tahu aja soalnya kata Doel Sumbang di lagunya saat terang bulan di langit Batu Hiu itu indah banget"


"Haaaaaaaa kamu itu lucu banget sayang rupanya terobsesi sebuah lagu,itu cuma lagu,yang pasti kata katanya merayu biar orang penasaran dan suka pada lagunya,tapi nggak apa kita buktikan saja"


Dan mobil pun melaju ke arah Batu Hiu.

__ADS_1


__ADS_2