
Aryanti datang di kantornya dan di kerubungi banyak orang dan staf stafnya yang menyatakan kebahagiaanya Bu Aryanti telah kembali dengan selamat.
Dan Aryanti hanya tersenyum dan mengucapkan terima kasih juga atas doa doanya kemarin...
Komang Putri yang pertama menemuinya di meja kerjanya langsung mengatakan kalau Pak Daud dan Pak Surapraja menunggunya di ruangan pimpinan.
Komang Putri duduk di dekat Aryanti hanya menyampaikan itu saja belum berkomentar untuk hal hal yang lainnya mungkin melihat situasi muka Aryanti yang belum memberikan sinyal untuk membuka percakapan.
Sebenarnya Aryanti ingin bercerita segalanya pada Komang Putri yang sebenarnya Made Ardika tak seperti yang di bayangkan semua orang luar termasuk Komang Putri saudaranya sendiri,pada kenyataannya semua tak seperti yang di khawatirkan banyak orang.
"Ayo kita ke ruangan pimpinan..."
Aryanti duluan berjalan dan mengetuk pintu yang tak tertutup di ikuti Komang Putri.
Aryanti masuk dan mengangguk pada Pak Surapraja juga pada semua yang ada di situ.
Begitu kangen Aryanti masuk ruangan ini,tapi yang selalu di kangenin suaminya nggak ada di sini,selalu ada kebahagiaan dan kemesraan di ruangan ini yang mereka ciptakan di waktu senggang pekerjaan mereka,dan mereka selalu mencuri waktu terlebih suaminya Adrian selalu saja memberikan kejutan yang tak terduga sebelumnya di ruangan ini.
Aryanti duduk di sofa yang masih kosong dan menyimpan tasnya di sampingnya diikuti Komang Putri.
"Dek Aryanti,kita samain dulu pernyataan kita di sini jangan sampai ada kerancuan dan rekayasa yang akan memberatkan dan merugikan salah satu pihak juga meringankan terhadap pelaku,masalah nanti pernyataan Dek Aryanti di kantor dalam pemeriksaan polisi harus sama seperti pernyataan di sini,dan Dek Aryanti jangan mendengar dan tahu dulu pernyataan dan kesaksian saksi saksi lain...bagaimana ?"
__ADS_1
"Saya Mengerti Pak Daud dan bisa kita mulai sekarang...?"
"Maaf Bu Aryanti sehat,juga tidak dalam emosi dan tekanan ?"
"Saya InsyaAllah sehat Pak Daud" Aryanti meyakinkan pada Pak Daud dan semua orang.
"Bu Komang tolong siapkan catatan,karena kita akan mendengar kronologi versi Dek Aryanti sebagai korban"
"Baik Pak..."
"Pagi hari minggu pagi saya joging di halaman Hotel,di sapa sama Security seraya berkata 'joging di jalan raya Bu biar semangat' dan saya merasa terpancing lalu melihat keluar banyak banget orang orang pada olahraga,tanpa berfikir apa apa saya tertarik dan membaur dengan mereka dan joging ke arah pantai,dan kita kira lima sampai sepuluh menitan serasa ada yang mepet saya dengan mobil dan turun seseorang yaitu Made Ardika,karena kami sudah saling kenal lupa dengan segalanya saya di kasih minum karena kelihatan saya berkeringat dan kami bertegur sapa juga bersalaman dari situ saya nggak ingat apa apa..."
"Saya tersadar sudah berada di satu ruangan lantai dua dengan koleksi alat alat musik,dengan udara yang begitu menusuk tulang,entah bagaimana prosesnya saya sudah berselimut masih dalam pakaian olahraga,saya bangun melihat suasana sekeliling saya dan tidak ada orang melihat ke jendela kaca pemandangan danau yang begitu indah dengan segala isi dan aktifitasnya"
"Kemungkinan itu di Bukit Kintamani,Saya bersama team beberapa kali ke situ tapi rupanya Made Ardika punya beberapa tempat di Kintamani dan kami mendatangi vila vila penginapan yang di komersilkannya" Pak Daud menyela pembicaraan.
"Saya baru sadar saat Made Ardika datang dan masuk ruangan dan kami bersitegang, saya berantakin apa apa yang ada di hadapan saya,dan saya marah se marah marahnya dan Made diam saja hanya memandang saya dan semua barang yang berantakan dan hanya berkata 'mau marah marah menghabiskan energi silahkan atau mau dengar penjelasan saya biar semua menjadi jelas ayo...mau istirahat dulu biar Bu Aryanti tenang ayo... juga mau makan dan minum dulu juga boleh"
Aryanti masih membayangkan rasa ketakutannya tapi begitu ingat semua tahapan tahapan sampai Made Ardika bercerita setelah dirinya tenang.
"Dan saya berpikir untuk apa marah-marah lagi bersitegang lagi dan Made Ardika sendiri tidak ada perlawanan jujur saya hanya ingin mendengar penjelasannya motif apa yang membuat dia menyekap saya dalam ruangan ini dan saya juga ingin tahu apa sebenarnya yang akan dilakukan terhadap saya saya dalam ketakutan saya siagakan diri saya setiap waktu...saya perempuan bisa kalian bayangkan...
__ADS_1
"Sampai pada saat saya tenang dia ungkapkan tujuannya tiada lain mau tidak mau kita ber drama Untuk Aira, peran,alur cerita,skenario semua telah di siapkan nya...di situ saya nego karena saya orang bisnis kalau tidak ada kesepakatan untuk apa ? apa kompensasi buat saya ? maka jadilah surat perjanjian di dalam koper itu, tolong Komang putri buka kopernya !" Aryanti menunjuk koper hitam yang masih berdiri di pojok ruangan,dan Komang Putri membukanya diambil satu map plastik merah di kasih sama Aryanti dan Aryanti mulai membukanya satu persatu dan lembar demi lembar.
"Ini cek dengan nilai fantastis senilai kerugian Hotel kita saat investigasi team management pusat dengan cerita bla bla bla... silahkan cairkan Pak Daman dan ricek kebenarannya..."
"Ini perjanjian Made Ardika akan menjual tanahnya lagi buat pengembangan Hotel kita ini dan saya membutuhkan untuk inovasi Mini Zoo saya dengan cerita bla bla bla.... kita tunggu apa benar apa bohong !
"Tadinya dia menawarkan aset yang dia miliki apa saja saya boleh memilih tetapi saya tidak bisa menerima semua itu,hanya untuk senyuman sang Anak... terasa berlebihan menurut saya,tapi Bagi sebagian orang termasuk Made Ardika itu suatu yang harus di tebus dan di tukar dengan apapun yang dia miliki,
saya sanggup membuat Aira tersenyum,saya bisa membuat Aira percaya diri dan mau main juga sekolah lagi,saya hanya mengambil hak saya saja dan menyampaikan keinginan saya saya mau membeli tanah dengan harga pantas bukan hasil kesepakatan... setelah di jalani semua drama itu saya malah timbul keikhlasan dalam hati saya,melihat Aira begitu ceria kembali memperkenalkan saya dengan bangganya pada teman teman sekolahnya setelah semua di jalani Aira benar benar berubah setelah saya pura pura pulang di jemput Papanya dan memanggil saya Mama...saya tidak di perlakukan kasar,saya tidak di perlakukan tidak sopan dan saya di penuhi segala kebutuhan saya sampai sedetil detilnya,dan saya di pulangkan sebelum waktu karena saya yang meminta dengan satu konsekwensinya Aira bisa di yakinkan,dan saya di pulangkan dengan saksi Jefferson dan Ashley warga Australia guru musik dan pengelola studio musik Made Ardika,Me Nik pengasuh Aira sehari hari dan Aira sendiri..."
Sampai di situ semua terdiam Pak Surapraja manggut manggut dan semua pada bengong dan akhirnya Komang Putri yang bicara duluan.
"Berarti Bli Ardika itu nggak sakit ?"
"Saya jamin Made Ardika tidak sakit dan yakin salah kalau ada yang menganggap Made Ardika sakit"
"Dan satu lagi di luar konteks berita acara itu malah saya dapat mengorek keterangan konflik yang ada di keluarga besarnya yang menurut saya sederhana tapi sulit di selesaikan semuanya :
''Di keluarga besar kami telah terjadi konflik kesalahpahaman yang begitu panjang dan lama dan tidak ada penyelesaian sampai sekarang, semua berawal dari keluarga besar kami menjual tanah pada Pak Surapraja... saya menerangkan ini seadanya dan saya berterus terang yang sebenarnya terjadi, setelah tanah itu dijual dengan kesepakatan bersama keluarga kami,ada diantaranya yang menganggap kepada orang tua saya dan menyangka juga menuduh orangtua saya bersekongkol dan berbuat curang pada mereka, mereka menganggap orang tua saya kerjasama dengan Pak Surapraja mengambil keuntungan di belakang saudara-saudara kami, tetapi orang tua kami tidak pernah curang seperti itu,tapi mereka tidak bisa masuk paham dan saya sendiri tak bisa meyakinkan mereka semua kepada saudara-saudara kami yang tetap menganggap orang tua saya menipunya pada mereka, karena waktu itu saya bersekolah di luar negeri...di kira kami banyak duit hasil kerjasama menipu mereka padahal saya sekolah ke luar negeri itu mendapatkan beasiswa !mungkin antara orang tua saya dengan Pak Surapraja ada kesepakatan setelah nanti saya pulang dari luar negeri akan memfasilitasi saya untuk bekerja di Hotelnya... jadi seperti itu ceritanya kami tidak bisa memberikan keterangan pada keluarga besar kami karena mereka menutup untuk diskusi dan musyawarah, tidak bisa meyakinkan mereka jadi saya keluar dari Hotel juga untuk meredam konflik keluarga kami dengan tuduhan tuduhan salah mereka"
''Apa pernyataan seperti itu Made Ardika kelihatan sakit ? Bagaimana Komang Putri apa betul seperti itu konfliknya ?
__ADS_1