Pesona Aryanti

Pesona Aryanti
Waktu penaklukan yang pendek


__ADS_3

Karena capek mungkin sejak turun dari bus Adrian yang Adelia berjalan berdua sambil diam seperti habis bahan obrolan atau mereka sibuk dengan pikiran masing-masing entahlah... dan Adrian masuk duluan ke kamarnya dan Adelia juga masuk ke kamarnya sambil menjinjing belanjaannya sendiri.


Hari udah mau menjelang magrib dan Adelia langsung membersihkan diri mandi dan juga melakukan kewajibannya shalat Maghrib, walaupun hidup di negeri orang tidak membuat lupa akan kewajibannya sebagai seorang muslimah yang menjadi identitas dirinya.


Mandi sudah,makan sudah,tinggal santai ria telephon Fath Al Fatih, Adelia mengambil ponselnya dari dalam tasnya,kedengaran pintu diketuk orang,Adelia menengokkan kepalanya melihat siapa yang datang, Jihan ?


"Del lagi ngapain ?"


"Baru selesai mandi, masuk Ji..."


"Kamu dari mana emang ?"


"Itu Mas Andrian mau diantar nyari sesuatu,ya mungkin buat oleh-oleh nanti kalau pulang, masuk duduk Ji..."


Jihan duduk sambil ngambil remote control TV dan menyetelnya,dan memilih acak Chanel,dan Adelia telah duduk duluan.


"Nggak terasa ya setahun itu begitu cepat perasaan kemarin aku kenalan sama Kak Adrian tahu tahu sekarang udah mau pulang lagi"


"Heemght..."


"Sorry Del aku sudah salah menilai Mas Adrian"


"Maksud kamu apaan Ji ?"


"Ya aku menganggap mudah memasuki hati seseorang di saat dia sendiri dan jauh dari orang yang di cintainya,tapi ternyata Kakakmu begitu istimewanya dengan prinsip dasarnya"


Adelia tersenyum dan merasa Jihan begitu tak energik lagi dan begitu tak bersemangat lagi.


"Terus aku maafin apanya Ji ?"


"Aku menganggap omonganmu waktu itu hanya ketakutan seorang Adik takut Kakaknya tergoda, dan aku cuek aja melihat muka kamu nggak suka kedekatan aku sama Mas Adrian, tetapi sekarang semua yang kamu omongkan kepada saya untuk berubah haluan,masih ada waktu,buang buang energi,benar adanya Del...,Jujur aku katakan sampai sekarang aku masih suka dan mengagumi Kakak kamu, tapi aku sadar diri semua sudah terlambat, terlalu pendek jarak kebersamaan kami"

__ADS_1


Adelia terdiam ini si Jihan masih saja menyukai Kak Adrian walaupun dirinya mengakui dan udah sadar cintanya bertepuk sebelah tangan dengan alasan waktu penaklukan begitu pendek itu yang dapat di cerna Adelia,Masya Allah...masiiiiih saja beralasan.


"Sama aku juga minta maaf Ji,aku ngomong begitu sama kamu hanya ingin kamu tak merasa kecewa aja dan ternyata benar semua yang kamu harapkan tidak menjadi satu kenyataan,maafkan juga Kak Adrian telah mencuri hati kamu dan membuat kamu gelisah mungkin"


"No problem Del, semua orang punya pesonanya masing masing,semua tak merubah apapun di diriku"


Jauh di dalam hatinya Adelia kasihan terhadap Jihan sahabatnya dan Adelia lebih kasihan juga terhadap Kakaknya seandainya sampai tergoda cinta sesaat atau hanya cinta lokasi akan seperti apa nantinya,Adelia tidak bisa membayangkan tambahan hukuman dan sangsi dari orangtuanya pada Mas Adrian.


"Ji semangat ya aku selalu bersamamu,dan mulailah merubah prinsip yang satu itu,seperti aku mau ketemu dan mencoba menjalin hubungan dengan cowok yang cocok dari negara manapun,kita jalani saja, tidak usah berpatokan harus sama satu negara oke ? heee..."


Jihan tertawa, juga Adelia mereka tertawa bersama itulah sahabat walaupun berbeda prinsip harus sama-sama memahami dan menghargai.


"Sebenarnya ada persoalan pribadi Del di diriku yang membuat aku begitu seperti marathon mencari seorang cowok yang cocok dengan diriku"


Adelia tak mengerti maksud ucapan Jihan dahinya mengkerut dia menatap dalam-dalam mata hitam Jihan,seakan meminta lebih jauh apa arti ucapannya.


"Ini murni masalah pribadi dan keluargaku, sebenarnya aku tidak suka dengan semua ini tetapi aku harus menghargai kedua orang tuaku dan persaudaraan kami,Aku dijodohkan Adelia dengan saudara sepupuku,nasab kami sama sama Arab dengan alasan keturunan dan darah,yang aku juga tidak mengerti sampai sekarang dan selalu bertanya kenapa harus ada yang seperti ini ?"


"Banyak Adelia, sebenarnya hatiku berontak tetapi aku tidak berdaya kenapa aku dulu tidak berminat untuk kuliah disini dan aku juga berpaling dari arahan orang tua tidak mendalami Perhotelan malah aku mengambil ekonomi itu adalah satu bentuk protes dan penolakan yang aku berikan kepada mereka"


"Yaaaaaah Ji sabar ya,terus yang dijodohkan orang tua kamu itu sekarang cowoknya ada di mana ? kalau dia ganteng,juga keren, pintar sayang sama kamu,cinta sama kamu apa salahnya ? heeee... maaf ya"


"Kita namanya saudara kenal dari kecil,gimana ya, berteman dari kecil,kita pengen lah mencari yang beda menengok dunia lain yang cocok menurut selera kita, Kakek aku itu Al Rasyid,


Abi aku Husen Al Rasyid,ua aku atau Kakak nya Abi Hasan Al Rasyid,ya anaknya Ua aku itu yang di jodohkan sama aku namanya Habil Ismail Al Rasyid"


"Halah...Ji ...Ji, aku mumet banget Ji mendengar nama nama keluarganya kamu aja aku pusing mikirnya,kok seperti kawat kusut gitu,pantesan kamu juga pusing sendiri,mending nyari deh yang lain yang simpel aja,walau dari negara mana mana juga"


Jihan juga mau tidak mau tertawa agak terbahak mendengar kejujuran Adelia yang dianggapnya lucu dan malas berfikir.


"Orangnya ganteng,pintar, kerja juga di Perhotelan lulusan Al Azhar Kairo,tapi kenapa hati aku selalu tak merespon nya, image saudara mungkin yang jadi masalahnya"

__ADS_1


"Terus kapan kamu terakhir bertemu,cowokmu itu suka nggak sama kamu menurut pandangan kamu, atau sama seperti kamu hanya menurut saja kepada orang tua ?"


"Terakhir ketemu dia berangkat ke Kairo aku ikut ngantar, dia empat tahun di Kairo aku waktu itu kelas satu SMA dan saat aku lulus berarti dia masih di Kairo tahun tahun terakhir, aku sudah berangkat ke sini jadi yaitu terakhir kali ketemu"


Adelia melihat muka Jihan begitu tidak bersemangat, mungkin ini adalah masalah serius masalah pribadinya, tetapi Jihan ingin curhat kepada dirinya hanya sekedar meringankan berat beban hatinya, dan Adelia juga merasa seandainya dirinya seperti itu ada di posisi Jihan mungkin tak ada pilihan selain menurut kepada orang tua.


"Rencana kamu apa Ji kita kan masih ada waktu dua tahun lagi,sebelum final kamu di nikahkan heeee..."


"Aku nggak berniat pulang liburan tahun ini,aku di sini aja"


"Serius kamu ?"


"Pulang ke tempatku aja Ji bebas perjodohan di keluargaku mah heee..."


"Iya Adel terimakasih,tapi InsyaAllah suatu saat kita sudah pulang dan kuliahnya sudah tamat aku pasti main ke tempatmu di Bandung.


"Sabar Ji ya,semoga dua tahun kedepan bisa merubah nasib kamu"


"Tapi aku rasa itu sesuatu yang impossible Del,biarlah waktu yang akan menjawabnya"


"Iya Ji..."


"Udah malam aku pulang dulu ya"


"Iya iya Ji"


Jihan keluar dan Adel menutup pintunya dan mematikan TV,Adel naik ke tempat tidur membuka laptopnya dan menelephon Fath,tapi Fath entah kemana ponselnya nggak di angkat.


Adelia meraih tas belanjaannya yang tadi di belinya bersama Adrian dan membukanya satu persatu,ada bross mutiara dengan bingkai emas murni yang di belinya khusus buat oleh oleh istimewa Kak Aryanti,sedangkan dirinya hanya membeli aksesoris yang biasa saja dan beberapa potong pakaian untuk bersantai dan juga satu jaket untuk musim dingin.


Adelia rebahan di atas kasur pikirannya belum lepas dari Jihan yang ternyata Jihan memiliki permasalahan yang begitu rumit,pantesan Jihan selalu aktif kalau memandang seseorang yang disukainya ternyata dibalik semua itu adalah mencari kecocokan dengan seseorang menghindari perjodohan, kasihan dia dengan permasalahannya.

__ADS_1


Semoga Jihan mendapatkan orang yang tepat dan cocok dengan dirinya seandainya perjodohan itu bukan yang diinginkannya.


__ADS_2