Pesona Aryanti

Pesona Aryanti
Cincin sebagai teman


__ADS_3

"Mas sudah malam kita pulang..."


"Aku masih ingin bersamamu"


"Kasihan Mamaku takutnya menunggu"


"Ya sudah ayo kita pulang sekarang"


Adrian bangkit sambil merengkuh bahu Aryanti mereka berjalan menuju mobil yang di parkir tak jauh dari tempat duduk mereka.


"Sayang kamu yakin nggak mau kemana mana dulu ?"


"Nggak ah Mas sudah malam lagian aku lelah banget kita pulang saja langsung"


"Heemght..." Adrian mengangguk.


Terasa berat mata Aryanti mungkin efek dari menangis,juga mungkin dari beban fikiran yang datang bertubi-tubi, rentetan peristiwa tak bisa dipungkiri mungkin itu semua penyebab nya,masalah sepertinya berbarengan datang pada dirinya mungkin efek domino juga dari suatu permasalahan dan merembet menjadi masalah baru.


Adrian hanya melirik pada Aryanti berkali kali sepertinya memastikan kalau Aryanti baik-baik saja Aryanti bisa tegar dan menerima semua ini,jangan sampai jatuh sakit karena mungkin Adrian akan lebih mengkhawatirkannya itulah harapan utamanya.


"Sayang sudah sampai ayo turun...,sekalian aku pamit sama Mama dan juga Bapak mu ya.."


Aryanti tersenyum dan mengangguk,perasaan dirinya ketiduran walaupun beberapa menit tapi alam sadarnya tetap ingat kalau dirinya masih di atas mobil bersama Adrian.


Seperti biasa mobil berhenti di depan gang menuju ke rumah Aryanti,mereka turun dan Adrian berjalan dengan merengkuh bahu Aryanti yang tak menolak lagi dengan alasan malu.


Aryanti mengetuk pintu dan tak lama lamanya membuka pintu,lampu di tengah rumahnya masih terang Bapaknya juga masih duduk di ruang keluarga sambil nonton televisi.


"Oh sudah pulang Nak,mari Nak Adrian masuk dulu"

__ADS_1


"Iya Bu,terimakasih..."


"Maaf Ma Yanti pulangnya malam karena Yanti masih ada urusan dan menyelesaikan dulu semua urusannya"


"Ya sudah nggak apa apa kan di antar sama Nak Adrian"


Adrian masuk dan duduk berseberangan dengan Bapaknya Aryanti,Mamanya mau mengambil minuman tetapi Adrian menolaknya dengan alasan dia tidak akan lama karena sudah malam.


"Maaf Pak Bu saya sekalian saja pamit,saya mohon do'a nya dari Bapak dan Ibu semua juga dari Aryanti semoga saya bisa menjalankan segala tujuan saya dan semoga segala nya diberi kelancaran juga harapannya saya cepat kembali kesini meneruskan rencana semula bersama Aryanti"


"Ya Nak Adrian,do'a terbaik buat Nak Adrian dari Bapak sama Ibu di sini semoga di beri kesehatan, kemudahan dan kelancaran segalanya..."


"Aamiin..."


"Dan do'a in juga Aryanti semoga dia sehat dan di mudahkan segala jalan dan urusannya"


"Iya Bu itu do'a do'a saya"


Andrian menyalami Bapak Mamanya Aryanti dan juga berdiri dihadapan Aryanti memegang kedua bahunya dan menepuk nepuk nya lalu dia berbalik dan melangkah keluar mengucap salam,Aryanti mengikuti langkah Adrian keluar sampai terras.


"Hati hati Mas"


Adrian menghampiri Aryanti dan mengangguk, Di ciumnya kening Aryanti dengan penuh perasaan,dan melangkah keluar tanpa memandang lagi ke arah Aryanti.


Aryanti memandangi punggung Adrian yang berjalan keluar dari halamannya sampai jauh dan hilang di balik ke rumah-rumah yang berderet,terasa ada yang hilang dari dirinya,terasa hampa dalam hatinya,Aryanti mengusap sekali lagi airmatanya yang terasa hangat di ujung matanya,lalu menarik nafas panjang dan masuk ke dalam rumahnya.


"Bapak sama Mama belum mau tidur ?"


"Mama sama Bapakmu dari tadi nungguin kamu pulang sudah ngantuk tapi keburu hilang lagi,kalau kamu belum ngantuk duduklah Bapak sama Mamamu ada yang mau disampaikan"

__ADS_1


Aryanti duduk di kursi di samping namanya.


"Yanti,sekarang kamu sudah ada yang mengikat dan hubungan kalian sudah diketahui sama keluarga kedua pihak baik dari pihak Adrian juga dari pihak kita, sekarang Bapak hanya ingin memberikan sedikit bekal tetapi ini lebih ke untuk lebih bisa menjaga diri lagi,


hati-hati jaga diri baik-baik,jaga nama baik keluarga kita,jaga nama baik keluarga Adrian dan juga jaga nama baik diri kalian berdua,Bapak menekankan khusus pada kamu Nak hati hati juga dengan jabatan tinggi mu saat ini,itu mungkin berkaitan sangat erat dengan hubunganmu dengan Nak Adrian,dalam arti nggak mungkin menurut Bapak kamu di beri kepercayaan setinggi itu kalau bukan kamu akan menjadi bagian dari keluarga Pak Surapraja.


"Iya Pak,Yanti faham..."


"Bapak sama Mamamu jauh tidak memperkirakan karir kamu akan seperti ini jabatan kamu akan setinggi sekarang,apa lagi dengan dasar pendidikan kamu yang bukan di bidang itu, Bapak sama Mamamu hanya orang biasa dengan pendidikan standar Bapak sama Mamamu hanya bangga dan takut dan takut akan semua yang kamu raih selama ini, jadi Bapak hanya meminta kepada kamu jaga kepercayaan Pak Surapraja sebaik baiknya"


"Iya Pak..."


"Nak Adrian calon suamimu,semua keluarganya sangat baik dan menghargai kita, saling menjaga perasaan saat berjauhan itu sangat penting,Bapak tak mau melihat lagi seperti waktu di rumah sakit waktu itu ada pria lain dengan bunga dengan sorot mata lain terhadapmu..."


"Itu Pak Habil Pak teman sesama pengelola Hotel,bukan siapa siapa..." Aryanti kaget sedetail itu Bapaknya memperhatikan dirinya.


"Bapak tahu itu pasti sahabat kamu tetapi kamu juga harus bisa menjaga diri jangan sedikit pun memberikan celah peluang orang lain masuk ke kehidupan kamu kalau memang kamu tidak ada hati, jangan coba-coba memercikan api dan mendatangkan masalah di hubungan kalian"


Aryanti terdiam dalam duduknya dia menyadari memang ada salahnya yang dilakukan dirinya terhadap Pak Habil, ada sedikit permainan dalam hatinya, tapi itu hanya untuk membalas kekesalan hatinya dan rasa cemburunya terhadap Adrian, dan itu juga Aryanti tak di sengaja,dalam hatinya berjanji tidak akan mengulanginya lagi.


"Kalau masalah pekerjaan bapak mungkin tidak bisa memberikan nasehat untuk kamu karena itu adalah dunia kamu Bapak tidak mengerti pekerjaan kamu,bapak tidak berpendidikan dalam dunia itu,jadi Bapak hanya menasehati untuk diri kamu sendiri,untuk kehidupan kamu sendiri, jaga diri dengan baik jaga harga diri keluarga Nak Adrian juga harga diri keluarga kamu hanya itu yang dapat Bapak sampaikan"


"Iya Pak,Yanti akan selalu ingat pesan Bapak"


"Sudah malam,jam berapa kamu berangkat besok terus kamu sudah beres-beres semua yang akan kamu bawa dan kalau udah selesai istirahat lah"


Aryanti berpamitan kepada Mama dan Bapaknya lalu masuk ke kamarnya dan menutup pintu,sejenak Aryanti duduk di tempat tidurnya melirik lagi ujung tempa tidurnya dan mengingat kembali seseorang yang pernah masuk ke kamarnya diam diam.


Aryanti merebahkan tubuhnya di atas kasur tempat tidurnya lalu dia berbalik telungkup dengan kepala tetap bangun dia meneliti kembali cincin yang melingkari jemarinya,seumur hidup dia tidak pernah bermimpi memiliki cincin seperti ini, tapi ini nyata dimilikinya,lalu Aryanti mengambil tempat perhiasan dan membukanya lalu mengambil cincin putih kedua cincin itu lalu didekatkan dan di adukan secara berjajar.

__ADS_1


"Kamu adalah Mas Adrian yang ada di dekatku saat ini dan seterusnya" Aryanti bicara sama cincin itu.


Aryanti memandang kedua cincin itu di telitinya satu per satunya,meneliti setiap detailnya dengan dibolak-balik disimpan di tempat kotak perhiasan dicabut kembali ditutup dan dibuka kembali begitulah,sampai Aryanti terkulai dalam lelah dan kantuknya memeluk mimpi masa depannya bersama Adrian.


__ADS_2