Pesona Aryanti

Pesona Aryanti
Membunuh kesendirian


__ADS_3

Mas,betapa ingin aku sampaikan inovasi ku di sini lihatlah aku sudah bisa senam aerobic,


zumba dan lain lain walau aku hanya ikut 3 hari saja, mengisi waktu dengan hal yang positif seperti berolahraga adalah sesuatu yang banyak manfaatnya selain untuk mengalihkan ingatanku padamu juga bisa untuk menjaga stamina dan menjaga tubuh.


Juga bisa meregangkan urat syaraf dengan bernyanyi,melepaskan beban hati dan fikiran,semua terealisasi sudah,semua berawal dari kebutuhan pribadi untuk merelaksasi diri tapi semua orang juga kalau sudah tersedia sama pada butuh.


Dan sesuatu yang lain dari biasanya sekarang benar-benar Aryanti rajin berolahraga bahkan renang juga setelah Adrian nggak ada,mungkin Aryanti ingin benar benar sibuk dan mengisi waktunya agar tidak ada celah untuk mengingat kesendiriannya,dan itu menjadi perhatian Pak Edi,terkadang Pak Edi sedih dan prihatin juga melihat Aryanti begitu hari harinya di habiskan untuk bekerja,menyibukkan dirinya mungkin dengan alasan yang hanya Aryanti yang tahu,


Perpisahannya dengan Pak Adrian membuatnya tertekan dan begitu terlihat nyata kemurungan dan kurang bergairahnya,itu pasti dan jelas kentara banget walau tak terucap tapi kasat mata bagi orang yang sehari hari bersamanya nggak bisa di bohongi.


Lihatlah sekarang tampilan Hotel semakin cantik dengan taman-taman cantik di depannya juga di samping sampingnya,maaf Mas saya mengganti nama kamar kamar bungalo menjadi nama pohon pohon yang sebelumnya adalah nama bunga bunga,hanya untuk satu rasa dan ingatan yang nggak enak di hati,dan sekarang saya lagi mengajukan inovasi terbaru dan terbesar, saya menunggu keputusan dari pusat disetujui atau tidaknya.


Outbond terbesar di Pangandaran ini menjadi satu obsesi ku...


Agar Mas pulang nanti bisa bangga melihat perubahan ini,ternyata dalam kesendirian aku lebih bisa mencipta dan mendatangkan ide cemerlang.


Hatinya terasa sedih,Aryanti masih berkutat di depan komputernya melihat lihat semua ide rancangannya, sesibuk apapun Mas Adrian masa belum membuka laptop dan membaca curahan hatinya ? atau laptopnya ada masalah ?atau karena musim dingin begitu malasnya dan benar benar mager ? Aryanti mencoba menelephon Adel dan melihat jam di tangannya sore sore mungkin lagi lada santai.


Tapi sama saja nggak ada jawaban mungkin Adel masih sibuk atau masih di kampus atau malah lagi jalan-jalan,dan Aryanti hanya menerka nerka dan membayangkan jauh di sana suasananya seperti apa.


Begitu asyik melamun, sambil tetap mengotak atik ponsel juga laptopnya terkadang ke komputernya Aryanti serba salah dengan dirinya,terkadang sampai malam di office walau hanya sendiri.


Fikiran Aryanti benar benar kacau,begitu tak bertepi terombang ambing dengan banyaknya ingatan dan fikiran seperti benar benar tak fokus,pulang ke tempatnya rasanya malas,di atas meja kerjanya Aryanti seperti anak TK yang ketiduran di sekolah dengan kepala tidur di meja,Pak Edi tertegun melihatnya, memandang Aryanti yang menjadi atasannya di usia yang begitu muda,Pak Edi ingin membangunkannya tapi takut malah mengagetkannya hanya berdiri saja dengan segala pertimbangan dan mengamati Aryanti yang masih dalam posisinya karena ditunggu begitu lama waktu udah mau hampir maghrib Pak Edi berinisiatif untuk membangunkannya saja


"Bu,Bu Aryanti..." Pak Edi membangunkan dari jarak jauh.


Lalu datang Linda yang siap siap mau pulang bertanya kepada Pak Edi.


"Ada apa Pak Edi ?"


"Coba lihat Linda,Bu Aryanti itu tidur atau sakit ?"

__ADS_1


"Astaghfirullahaladzim..."


Linda menghampiri Aryanti lalu dia menepuk-nepuk pundaknya dengan pelan dan mengusap-usap punggung nya


"Bu Aryanti...Ibu sakit ?"


Aryanti menggeliat bangun dan kaget melihat Pak Edi dan Linda berdiri tidak jauh dari hadapannya.


"Astaghfirullahaladzim jam berapa ini ?"


"Sudah mau maghrib Bu makanya saya membangunkan Ibu"


"Ya ampun...maaf Pak Edi,Linda saya ketiduran ya..."


"Bu Aryanti nggak sakit kan ?"


"Oh enggak,serius enggak cuma ketiduran,maaf saya sudah bikin cemas kalian"


"Ya ya ya...saya juga pulang sekarang"


Aryanti beranjak berdiri mematikan komputer dan membawa laptopnya memasukkan ponsel ke dalam tasnya lalu keluar dari office semua itu tak luput dari perhatian Pak Edi,apa-apa yang dilakukan Aryanti harus menjadi laporannya kepada Pak Adrian sekecil apapun, juga terkadang juga ada hal-hal yang disembunyikan Pak Edi agar semuanya tidak menjadi kecemasan dan permasalahan bagi keduanya.


Pak Edi selalu memperhatikan Aryanti sampai dia masuk ke kamarnya dan itu menjadi tugasnya, memang tugas yang aneh... tapi Pak Edi senang melakukannya memberikan kedamaian kepada kedua majikannya Adrian dan Aryanti ini juga adalah tugas dari pimpinan terbesarnya yaitu Pak Surapraja selalu pada dirinya untuk menanyakan kabar-kabar yang lebih pribadi tentang Aryanti yang menjadi calon menantunya yang juga dalam pengawasannya.


Seperti malam ini jadwal Pak Edi seminggu sekali Pak Edi harus melaporkan kepada Pak Adrian apa-apa keadaan Hotel juga yang paling utama yaitu kabar Aryanti.


"Ya Pak Edi gimana kabarnya Pak Edi sehat ? juga kabar Aryanti baik-baik saja kan ?"


"Saya Alhamdulillah sehat cuman saya menyarankan kepada Pak Adrian jangan terlalu lama menelpon Bu Aryanti kalau bisa seminggu dua kali lah telepon dia saya kasihan melihat dia..."


"Memang kenapa Pak Edi, apa kelihatan sakit atau seperti apa Aryanti ?"

__ADS_1


"Akhir akhir ini Bu Aryanti seperti banyak melamun,juga nggak tahu efek dari olahraga juga kelihatan badannya agak lebih langsing, ada yang aneh sepertinya dari dirinya seperti mengalihkan fikirannya atau membuang perasaan dengan menyibukkan diri, seperti yang tadi dilakukannya di kantor Bu Aryanti sampai ketiduran di atas meja kerjanya atau keanehan lain seperti dia ingin benar benar membunuh kesendiriannya, kelihatan


pikiran Bu Aryanti ke Pak Adrian tak bisa lepas dan sangat mengganggu aktivitasnya,kadang dia renang habis maghrib tanpa henti hentinya sampai saya menjadi khawatir Pak Adrian...takut dia sakit"


"Hah...!? yang benar Pak Edi ? setahu saya waktu saya ada di sana dia paling nggak mau kalau diajak berenang"


"Ya seperti itulah,apalagi sekarang dia menghadapi proyek besarnya tinggal menunggu persetujuan dari pusat dan tahun ini akan segera dimulai pembangunannya"


"Jadi saya harus bagaimana Pak Edi"


"Ya itu tadi jangan lama-lama telephon dia, support dia,kasih semangat dan dukungan,jaga komunikasi dengan baik"


"Ya ya ya Pak Edi..."


"Terus tak ada lagi orang yang ngasih bunga waktu di rumahsakit itu muncul ?"


"Sampai saat ini nggak ada, tapi kalau komunikasi lewat telepon saya nggak tahu"


"Sekarang Aryanti nya ada dimana ? apa setiap malam suka karaokean ?"


"Sekarang sudah masuk kamarnya, karaokean Bu Aryanti paling kalau malam minggu itu juga suka sama Linda yang saya lihat..."


"Oke Pak Edi,jadi intinya sekarang Hotel kelihatannya sangat ceria,semarak dan ramai tamu pengunjung dengan penampilan barunya, tetapi pengelolanya Bu Aryanti semakin kurus,dan itu menjadi tanggung jawab saya,dan saya mengikuti saran Pak Edi untuk bisa lebih efektif lagi komunikasi dengan dia"


"Iya Pak Adrian...semoga Pak Adrian cepat selesai dan pulang ke sini dan bisa menjadi obat buat Bu Aryanti heee...jadi married nya akhir tahun ini ?"


"Iya Pak Edi inshaAllah harus jadi,sekarang juga rasanya saya mau terbang ke sana kalau bisa mah,apalagi saya setiap bulan yang udah terlewati saya coret kalendernya,ingin segera semua bulan bisa terlewati"


"Jangan sampai ada sekecil apapun permasalahan yang didengar Bu Aryanti tak enak atau miring soal Pak Adrian karena itu akan menambah beban pikiran dan perasaannya dan ingat kabari dia yang baik-baik yang membuat hatinya bahagia, Bu Aryanti sekarang menjadi lebih sensitif dan kami semua memahaminya"


Deg ! Adrian teringat permasalahan dirinya dengan Adel aja belum selesai, jangan sampai Adel mengabari hal-hal yang buruk terhadap Aryanti,Adrian menyadari kesalahannya,Dirinya mengakui Adel benar dalam hal ini dirinya terlalu mengecilkan masalah menganggap semuanya gampang,tidak memikirkan perasaan orang-orang terdekatnya yang menjadi pikirannya sekarang adalah Aryanti mungkin dia lebih tersiksa dengan perpisahan ini beban terlalu berat di pundaknya dengan masalah pekerjaan juga,Adrian menutup pembicaraannya dengan Pak Edi dengan perasaan hampa, dengan perpisahan ini dirinya dan Aryanti sama-sama tersiksa menanggung perasaan yang begitu berat menjalani hari-hari dengan harapan dan penantian begitu terasa lelah menumpuk kerinduan yang tak terbendung.

__ADS_1


__ADS_2