
Adelia sudah duduk di jok depan dan Fath di belakang kemudi memandang Aryanti di peluk Ibunya,bergantian dengan Kakaknya,kelihatan Ibunya begitu sayang kepada Kak Aryanti, seperti sayang Ibunya terhadap Kakaknya dan kepada dirinya.
Adelia tersenyum melihat pemandangan yang begitu indah antara anak dan orangtua dan juga menantunya,walaupun dirinya dengan Fath belum serius tapi Ibu dan Bapaknya sudah menunjukkan rasa sayangnya kepada Fath,
Fath yang begitu sholeh dan juga begitu sayang kepada Adelia walau pada kenyataannya belum terlihat karakter yang sebenarnya.
Akhirnya Aryanti dan Adrian masuk juga ke mobil dan duduk di jok belakang.
"Hati hati ya sayang...jangan kasih kemudi sama Kakakmu pasti dia kurang tidur,Ibu khawatir pelan pelan jangan ngebut ya Nak Fath asal selamat sampai tujuan..."
"Iya Bu..."
Bu Handayani dan Pak Surapraja melambaikan tangan dan memandang mobil sampai belok di tikungan.
"Adrian Adrian... seperti mabuk banget sama Dek Aryanti haaaaaaaa..."Pak Surapraja duduk di kursi terras samping kolam renang"
"Sama saja kali pengantin baru mah Pak...
semua orang juga begitu seperti Bapak dulu..."
"Tapi semangat Adrian begitu kelihatan menggebu lain sama Dek Aryanti yang kalem"
"Bapak ini gimana sih,ya Adri laki laki akan beda pembawaannya,pasti lebih dominan"
"Makanya aku senang menggodanya..."
"Apalagi dek Aryanti masih kelihatan malu, masih beradaptasi dengan keluarga kita"
"Akhirnya kita punya menantu Bu...dan sebentar lagi punya cucu haaaaaaaa...senangnya hatiku bisa memangku cucu...jadi Opa Oma"
"Semoga Dek Aryanti sehat selalu"
"Melihat mereka aku jadi kangen masa masa dulu Bu heee..."
"Ah Bapak seperti anak muda saja,bapak kangen sama Ibu apa ke tempat tempat dulu kita kunjungi ?"
"Kangen semuanya Bu walau dengan serba keterbatasan,tak seperti sekarang ini kita bebas melepas anak mau bulan madu kemana mereka suka,tapi kita tetap bahagia.."
"Ayo Ibu juga kangen Pak kita jalan jalan..."
"Bapak maunya di kamar saja dulu heee..."
"Sepertinya tertular juga Bapak ini melihat kemesraan Mas Adri sama Dek Aryanti"
__ADS_1
"Ah Ibu... biarin tua tapi aku masih semangat seperti anak kita"
"Bapak sama anak memang percis,jadi nggak ke kantor hari ini ?"
"Nggak apa apa lah semua berjalan,Kan Bapak ke kantor hanya mengisi waktu aja..."
Pak Surapraja bangkit dan mengusap punggung Istrinya,dan Bu Handayani tersenyum lembut dan ikut bangkit juga mereka berjalan ke kamarnya sambil Pak Surapraja merengkuh bahu istrinya.
Virus bulan madu selalu menyebar liar tak perduli pada siapapun dan tak ada toleransi pada yang tua ataupun yang muda,begitu juga yang lagi di perjalanan Adelia melihat kemesraan Kakaknya dan Kakak iparnya menjadi agak cemburu juga,timbul niat jail nya dan menyuruh Fath membelokkan ke Arah rumah makan yang ada di rest area.
"Kak hai...kita makan dulu udah senderan nya ,peluk pelukannya nanti lagi di sambung kalau sudah sampai Fath mau ngopi katanya..."
"Apaan aku masih kenyang "
"Pokoknya turun jajan apa kek...nggak makan juga ayo Kak Aryanti kita cari yang pedas pedas..."
Aryanti bergeming melepaskan senderan kepalanya di bahu Adrian dan genggaman tangan Adrian yang dari tadi merapatkan badannya dengan enak dan nyamannya.
Mereka turun dan Fath meregang kan pinggang dan otot ototnya terdengar bunyi kretek sendi sendinya,Adelia menggandeng Aryanti memasuki pusat jajanan oleh oleh dan bergerilya mencari yang di sukanya,sama Aryanti juga sudah satu jinjingan masing-masing masih saja memilih,datang Adrian sama Fath.
"Banyak banget sayang buat siapa hemght...?"
"Biarin di simpan di kantor kan kita nggak bawa oleh oleh,juga buat Linda siapa aja yang mau"
"Hei lu juga tuh buat di bawa ke Australia ya bawa belanjanya banyak banget" Adrian menegur Adel yang masih saja mencari cari sesuatu yang di sukai nya.
Adel Adel... sekali keluar jajannya sekarung yang pedas semua lagi...ayo Fath kita cari minum biarin urusan cewek kita nggak ngerti,membiarkan mereka itu lebih baik"
"Iya Kak haaaaaaaa...." Fath tertawa
Aryanti yang menemani Adel hanya tersenyum dan menyuruh suaminya sama Fath pergi,Aryanti menunggu Adel selesai memilih makanannya dan duduk di bangku kecil tempat istirahat,karena dirinya sudah merasa cukup berbelanja.
Setelah selesai belanja dan membayarnya di kasir,Adelia dua tentengan dan Aryanti satu tentengan mereka mendatangi meja Adrian sama Fath,Aryanti memeluk Adrian yang lagi duduk dari belakang.
"Mau makan nggak hemgh...?" Adrian memegang tangan istrinya.
"Itu Adel sama Fath yang tanya mah,aku ikut aja mau makan ayo nggak juga belum begitu lapar"
"Del mau makan sekarang nggak ? kalau nggak kita berangkat lagi makannya di sana aja nanti"
"Nggak ah ...ya sayang ...? Adelia melirik Fath dan Fath hanya mengangguk.
"Ya sudah kita berangkat lagi..."
__ADS_1
Dan mereka meneruskan perjalanan.
"Ini udah di mana Kak ? udah mau nyampai belum kayaknya lama banget..."
"Apalagi jalan kaki nyampenya lama Adelia sayang...sabar nanti juga sampai,Fath aja yang pegang stir anteng anteng aja...makanan kecil masih sekarung tuh haaaa..."
"Orang nanya aja masa nggak boleh ya kan Kak Aryanti ?"
"Bentar lagi kok Del..." Aryanti menjawab sambil tertawa.
"Recomended ya Kak Aryanti objek wisatanya..."
"Oke dengan senang hati...mau ke mana dulu ? Pertama pantai Pangandaran tentunya ,berpasir putih dengan taman laut,dan biota lautnya yang bisa kita lihat telanjang mata dari atas perahu, kita bisa melihat pemandangan bawah air yang tak terlalu dalam pokoknya terbayar semua. capek kita... kedua Pantai Batu Hiu yang romantis banget dengan suasana sepi dan deburan ombak bisa kita lihat dari bukit walaupun curam kita di atasnya,buih ombak,angin semilir dan suara camar senja yang pasti menciptakan puisi di dalam hati masing masing...
"Stop stop stop dulu ! kayaknya ini guide punya pengalaman sendiri heeee..."
"Pantai Pangandaran Pantai kita ya sayang heeee...,jadi aku merekomendasikannya maksimal soalnya tiap senja kami melewatkannya bersama..."
"Iya doooong pokoknya kalian jangan iri deh... silahkan buktikan sendiri keindahannya" Adrian mencium pipi Aryanti sambil tersenyum.
"Wow so sweet Fath...kita juga jangan lewatkan semua moments indahnya..."
"Haaaaaaaa..."
"Memang Adel belum pernah ke Pantai Pangandaran ?"
"Belum Kak baru dengar sama pernah menelusuri di situsnya..."
"Sekarang saatnya kita Explorer,belum lagi objek lainnya ada Pantai Batu Caras dan Grand Canyon nya nggak lebih indah dari Grand Canyon luar negeri lainnya atau Canyon Track nya Australia kali heeee..
"Pemandangan indah di setiap sudut, terutama tanah yang subur dan mengundang penguji adrenalin untuk lompat dari ketinggian tanpa pengaman sama sekali,setelah hujan lebat terlihat airnya sangat unik,percampuran tanah dan air laut,banyak anak tangga yang curam dan licin di sepanjang jalan membuat jantung Anda berdebar kencang, terutama saat Anda keluar dari ngarai setelah gelap, Anda akan melihat sekilas gugusan pendar biru laut yang berkilauan di seluruh dinding ngarai dan akan menemukan mahluk melata yang membuat geli,takut ataupun jijik ! Berhati-hatilah dan ambillah senter yang andal jika Anda ingin berjalan di jalan setapak di malam hari untuk menemukan jalan pulang"
"Wow wow wow...kayaknya luar biasa Fath...nggak sia sia kita nungguin orang bulan madu hanya ingin tahu ke tempat yang konon kata cerita Kak Aryanti begitu unik dan menakjubkan haaaa...."
"Yang aman dan nyaman jangan ikuti track jalan kakinya tapi susuri dengan pemandu dan perahu bermotor di jamin santuy,dan aman nyaman kita tinggal mengagumi saja dan berdecak kagum..."
"Kayaknya berpetualang banget Kak Adrian sama Kak Aryanti ini di Pangandaran sini ya ?"
"Seperti berpetualang dengan hati dan penuh perasaan sayang Adelia haaaa..."
"Huh...gombal...kok mau Kak Aryanti sama orang itu sih ?"
"Sembarangan banget aku ini teristimewa di hatinya,begitu juga sebaliknya ya sayang..."
__ADS_1
Dan Aryanti hanya tersenyum,juga Fath...
Mobil memasuki pelataran The Praja Hotel dan Restourant Pangandaran,dan melewati post pemeriksaan petugas satpam,dan mobil pun masuk ke parkiran.