Pesona Aryanti

Pesona Aryanti
Melihat lebih dekat


__ADS_3

Penawaran Adrian untuk istirahat,menikmati suasana dan tempat barunya,juga berbulan madu kembali selama seminggu tak membuat Aryanti senang, dalam fikirannya hanya satu ingin terjun langsung ke lapangan ke tengah tengah Hotel melihat lihat suasana dan bertemu Pak Bharata,Pak Daman,dan Komang Putri,dan bertemu dengan yang menjadi pimpinan sementara di The Praja Hotel dan Restourant Kuta Bali,Aryanti ingin menggali sedikit demi sedikit masalah yang ada dari semua orang yang terlibat aktif kerja di Hotel,


dengan segala permasalahan yang ada.


Satu permasalahan The Praja Hotel dan Restourant Kuta Bali melibatkan orang pribumi dalam merekrut tenaga kerja hampir 50 persenan,termasuk pimpinan awal yaitu Made Ardika,atas nama perduli lingkungan dan kenyamanan,tapi semua berakhir secara tak enak juga kurang harmonis antara Made Ardika dan pihak management pusat, dengan Pak Made Ardika selalu mediasi tapi tak menemukan titik temu permasalahan dan Pak Made Ardika akhirnya hengkang mengundurkan diri dengan menyisakan permasalahan dan meninggalkan catatan jelek soal keuangan.


Entah masalah pribadi apa Made Ardika sampai mengundurkan diri,juga ada masalah apa di The Praja Hotel dan Restourant Kuta Bali ini sehingga Made Ardika sampai mengundurkan diri ?


Aryanti membuka satu koper yang berisi peralatan mandi,dan perlengkapan Baby Alinea dan Aryanti memisahkannya, mengambil handuk lalu masuk kamar mandi,membasahi semua badannya begitu nikmat di tengah hari seperti ini,apalagi kalau berendam juga kalau ada sama Adrian suaminya Ah...Aryanti tersenyum mengingat saat saat awal pernikahannya...semuanya kan pernah di rasakannya sekarang mungkin tak banyak waktu untuk bisa berduaan dan bermesraan, selalu ada Alinea di fikirannya, takut rewel,takut bangun,takut nangis,takut haus takut ini juga itu semua kegiatannya juga perhatiannya otomatis menjadi terbagi.


Terkadang suka lucu saat Mas Adrian merasa cemburu sama putrinya sendiri,kelihatan mukanya cemberut kala Alinea tak mau lepas kalau mau tidur sama Mamanya dan akhirnya Adrian mengalah sampai Alinea tidur,tapi terkadang saat Alinea tidur istrinya juga sudah tidur mungkin karena kecapaian,tak tega rasanya Adrian mengganggu dan membangunkannya hanya ingin sekedar memadu cinta dan bermesraan dengan istrinya.


Kebersamaan dan kemesraan mungkin tak seperti dulu lagi itu sudah biasa mungkin semua orang juga tapi secara kualitas selalu di utamakan Aryanti,setiap ada kesempatan dirinya juga butuh sekedar tempat untuk bermanja,kebutuhan biologis tak semuanya ada di ranjang dan tempat tidur,tapi usapan,belaian ciuman mesra saat bertemu atau pamitan,atau saat santai bersama mengajak main anak, menyediakan pakaian,makan bersama juga mandi bersama itu sudah bagian dari keharmonisan, kesibukan, perhatian yang terbagi pasti mengurangi secara kuantitas kebersamaan dengan pasangan.


Aryanti keluar kamar mandi dan berpakaian santai tapi tetap sopan bukan pakaian rumahan,


dirinya ingin melihat lihat di sekitar Hotel dan masuk ke bagian Lobby,resepsionis dan ke kantornya mungkin dirinya bisa bertemu salah satunya Pak Bharata,Pak Daman atau Komang Putri yang dari kemarin menjabat seperti Linda sebagai sekretaris juga asistennya,


mereka mungkin sudah tahu kedatangannya tapi belum ada yang datang sebagai pernyataan selamat datang mungkin juga takut mengganggu waktu pribadinya atau juga mereka membiarkan Adrian dan Aryanti istirahat dulu.


Aryanti berdandan di kamarnya tanpa membangunkan kedua belahan hatinya yang masih tidur pulas dan keluar setelah dianggapnya selesai dandan dan memastikan lagi melirik Adrian dan si kecil Alinea masih tidur lalu keluar dan memberi sedikit pepatah pada Bi Inah.


Aryanti berjalan ke depan melintasi taman taman di sepanjang kamar kamar Hotel yang berarsitektur khas Bali yang begitu megah,terasa kecil perasaan Aryanti di bawah naungan Hotel yang sekarang menjadi miliknya juga,tapi semua itu seakan dirinya tak menyadarinya,Aryanti masih memposisikan dirinya adalah kerja dan pegawai di The Praja Hotel dan Restourant Group,fikiran yang di benaknya dan dibangunnya sampai saat ini.


Aryanti berjalan menuju ke arah Lobby, Aryanti menyapu semua pandangannya ke seluruh bangunan dan area Hotel yang kelihatan,bangunan tiga lantai dengan fasilitas lengkap berada di daerah wisata no satu Pantai Kuta Bali mustahil dalan fikiran Aryanti kalau hotel ini harus merugi kalau tidak ada masalah apa apa dan di kelola dengan lempeng lempeng saja,Aryanti tersenyum melihat tiang tiang yang penuh lingkaran kain hiasan corak kotak kotak hitam putih dengan list pinggirnya merah khas Bali seperti tak bisa di pisahkan kain kotak hitam putih dari kekhasan daerah ini dan Aryanti masuk ruang resepsionis yang lumayan banyak orang lalu lalang dan touris asing juga domestik pada santai di taman dan kursi ruang tunggu Lobby.


Aryanti bertanya pada resepsionis menanyakan bisa bertemu Pak Made Ardika,sang resepsionis itu tertegun dan menatap Aryanti.


"Ibu sudah nelephon belum dan sudah ada janji ?"

__ADS_1


"Oh belum...saya belum nelephon karena kemarin ponselnya Pak Made Ardika seperti tidak aktif"


"Maaf saya tidak tahu soal Pak Made Ardika,apa Ibu ada keperluan sama Pak Made ?"


"Ya saya cuma sahabatnya...


nggak apa apa kalau nggak bisa menyambungkan,apa saya bisa bertemu dengan pimpinan di sini ?"


Sekali lagi resepsionis itu tertegun dan menatap Aryanti, dan Aryanti memang tak di kenali di sini.


"Ibu silahkan tunggu di sini saya sampaikan sama Pak Bharata, maaf dengan Ibu siapa kalau saya boleh tahu...?"


"Saya Ibu Aryanti dari Bandung"


"Oh iya silahkan Ibu tunggu di sini"


Aryanti mengangguk dan tersenyum,di kursi Lobby ini dulu Dirinya Adrian dan Made Ardika juga Aira Anaknya bernyanyi bertepuk tangan dan bermain kurang lebih tiga tahun yang lalu,Aryanti berdiri melihat lihat semua ornament dan hiasan juga semua pajangan baik di dinding dan juga di pojok pojok ruangan, ada patung patung, lukisan penari Bali,lukisan upacara adat,tenunan khas Bali dengan bingkai keemasan yang terlihat sudah kuno,juga pernak pernik khas Bali dan lain lain.


"Ya ampuuuuun...Bu Aryanti saya fikir Bu Aryanti masih istirahat,


Mana Pak Adrian ...? ayo mari silahkan masuk..."


"Iya Pak Daman terimakasih,Pak Adrian masih istirahat"


"Ini Ibu Aryanti pimpinan baru kita di sini " Pak Daman memeritahu dan memperkenalkan Aryanti pada resepsionis yang sejak tadi bengong saja...lalu resepsionis tadi membungkuk mengangguk dan tersenyum.


Aryanti berjalan keliling di Lobby Hotel dan mengikuti Pak Daman membawanya,dan mereka duduk di sofa ruangan buat tamu khusus dan mereka duduk di sana.


"Saya hanya melihat lihat saja dulu Pak Daman,di tempat tinggal saya masih berbenah, apalagi punya anak kecil banyak yang harus di benahi dulu,tapi semua pelan pelan saja"

__ADS_1


"Iya iya Bu Aryanti...silahkan saja sampai semua merasa siap"


"Terimakasih lho Pak Daman, telah mempercantik hunian kami semua terasa nyaman heee..."


"Sama sama Bu Aryanti saya hanya menjalankan perintah,


semoga Bu Aryanti sama Pak Adrian sekeluarga betah di sini"


Aryanti senyum dan mengangguk dan meng Aamiin kan...


"Ayo Bu Aryanti mau lihat lihat ke mana dulu biar saya antar..."


"Di sini saja dulu Pak,saya mau lihat ruangan kerja dan kantor utamanya"


Pak Daman berdiri dan mempersilahkan Aryanti berjalan mengikutinya,dan membuka satu pintu yang tertutup dan Pak Daman menerangkan lampunya.


"Ini ruangan pimpinan nya Bu..." Pak Daman memberitahu Aryanti.


Seperti pada umumnya ruangan VIP orang no satu,meja dengan ukiran khas Bali dengan lapis kaca tebal,kursi kerja yang tinggi dengan sandaran bisa di setel naik turun sesuai kenyamanan pemakainya, hiasan dinding lukisan juga masih khas Bali dengan latar belakang pantai,lemari rak arsip,dan sofa privasi tamu.


"Semua staf di ruangan sebelah sini,semua bisa Ibu seting sesuai selera Ibu karena selera satu pimpinan dan yang lainnya pasti berbeda kami hanya mengikuti apa baiknya..."


"Ya ya ya... nanti kita atur,agar suasana kerja menjadi lebih segar"


Ada beberapa staf di Kantor dan mereka menganggukkan kepala pada Aryanti dan Aryanti tersenyum sambil sama sama mengangguk.


"Saya mau melihat Restourant nya Pak Daman juga Cafe nya..."


"Oh mangga mangga silahkan Bu mari lewat sini..."

__ADS_1


Aryanti senyum logat Sunda tak bisa di hilangkan dari kebiasaan Pak Daman yang sekilas Aryanti tahu Pak Daman dari Pulau Jawa juga.


__ADS_2