
Aryanti agak kecapaian dan duduk di lobby sambil ngobrol santai sama resepsionis,dari mulai nama,asal,mulai kerja dan lain sebagainya,Adrian duduk di sofa tamu sambil melihat lihat ponselnya,ada keakraban tersendiri setiap Aryanti mengajak berbincang dengan semua karyawannya,pendekatan yang alami mungkin kalau dengan seorang perempuan,apalagi Aryanti sosok yang lembut dan sopan berhadapan dengan siapapun membuat siapapun segan terhadapnya,di usianya yang masih belia baru lulus kuliah sudah memegang kendali sebuah Hotel besar walau kiprah dan kemampuannya belum kelihatan.
Dimata Pak Edi sebagai senior di Hotel sosok Aryanti begitu dominan,memimpin rapat dengan rapih,mengemas bahasan poin ke poin begitu terprogram semua dapat mengerti dan memahami,setiap menyampaikan pendapat selalu di awali dengan seandainya begini bukan harus begini,ada kekaguman tersendiri di hati orang yang mengenalnya,termasuk Pak Edi.
Walau belum kelihatan hasilnya karena baru beberapa hari aktif kerja,tapi rancangan kerjanya sudah kelihatan,target awalnya tidak muluk muluk cuma menaikkan presentasi pendapatan dan menarik instansi swasta dan pemerintah yang punya agenda rapat untuk bisa masuk ke Hotelnya dan melakukan kegiatannya.
"Bu Aryanti keliling semua lantai lihat lihat kamarnya ?"
"Enggak lah sampai lantai dua aja keburu pegel kakinya heeee..."
"Aku jalan dulu ya Elsa,jangan lupa data tamu masuk harian,dan mingguannya ya biar kita tahu jumlah rata ratanya"
"Baik Bu"
Aryanti keluar,melihat Adrian berbincang dengan seseorang,dan Aryanti nggak mau mengganggunya,Aryanti melihat jam di tangannya dan berjalan menuju office,Aryanti masuk ruangannya mendapatkan Linda masih depan komputernya.
"Linda pulang jam berapa Lin ?"
"Ya sudah saya juga mau pulang dulu sampai jumpa besok ya,biarin kerjaan nggak akan selesai semua sekarang di lanjut besok aja,saya duluan ya..."
" Oh ya silahkan Bu,saya juga bentar lagi selesai nih tanggung"
Aryanti keluar office dan berjalan lewat samping,berpapasan dengan beberapa tamu dan karyawan lainnya dan sampailah di taman belakang,lalu masuk ke kamarnya.
Aryanti begitu lelah,tapi semangatnya tetap tinggi,dan harapannya akan kemajuan Hotel ini begitu jadi obsesinya,tak bosan bosannya Aryanti menggali ilmu dari buku buku yang di bawanya setiap ada kesempatan, buku Perhotelan Internasional,buku Management Perhotelan dan beberapa buku lainnya jadi suguhan di atas meja sofa kecilnya.
Aryanti merebahkan badannya di kasur terasa letih badannya,dan pegal seluruh betisnya,kalau di tidurkan pasti lelap banget ini,tapi kata orang tua nggak boleh tidur habis ashar suka jadi penyakit,Aryanti meraih ponselnya dan memijit satu nomor.
"Nuuuuuut, nuuuuuut, nuuuuuut..."
"Ya ada apa ?"
"Emght Mas udah pulang ?"
" Belum"
"Lantas ngapain di situ ?"
"Nungguin kamu"
"Mau apa lagi,kan agenda hari ini udah selesai ?"
"Aku nungguin kamu di kamarku,aku kangen kamu haaaaaaa...mau aja di kerjain"
__ADS_1
"Maaaaas...!!!"
"Sorry bercanda sayang"
"Keterlaluan banget"
"Maaf ya jangan ngambek ntar nggak manis lagi,kita jalan jalan ke pantai yu"
"Nggak mau kakiku pegel aku mau istirahat,pergi aja sendiri"
Klik ! Aryanti mematikan ponselnya.
Adrian hanya tersenyum dan mencari akal untuk bisa pergi dengan Aryanti,Adrian mengetuk pintu kamar Aryanti tapi tak ada jawaban,di intip dari kacanya yang terbuka nggak kelihatan ada orangnya.
"Yan,Yanti,buka pintunya,kalau nggak di buka aku panggil satpam takut kamu kenapa kenapa"
Di tunggu beberapa saat tetap pintu tertutup,
Aryanti tahu itu hanya menggertak saja dan akal bulus nya Adrian untuk cari perhatiannya.
"Halo halo ya...Satpam tolong ke belakang ya... bungalo no satu nggak bisa di buka pintunya"
Aryanti terperanjat dan membuka pintu kamarnya dengan melotot kaget.
"Mas ini apa apaan sih,bercandanya keterlaluan ah...aku nanya serius tadi telephon itu"
"Mas aku pegel banget kakinya"
"Nanti aku gendong...kan naik mobil Bu Aryanti,terus kaki kamu tuh rendam di air laut rasakan manfaatnya,kan kamu belum pernah coba"
"Serius Mas ?" Aryanti antusias.
"Kapan aku bohong ?"
"Iya nggak bohong tapi gombal juga bercandanya keterlaluan" Aryanti setengah menggerutu tapi sambil mengambil sendal jepit dan memakainya.
Adrian tersenyum,Aryanti memakai sweater longgar dan celana jeans, begitu cantiknya penampilan santainya Aryanti fikirnya,dengan tetap berhijab instan bahan kaos Aryanti tetap kelihatan modis,Adrian hanya berkaos oblong dan celana Bermuda pendek bawah lutut.
Seperti tamu tamu Hotel yang lain Adrian dan Aryanti hampir tak di kenali,Adrian dan Aryanti menyelinap ke parkiran diantara jejeran mobil mobil pengunjung Hotel lainnya,Adrian masuk duluan di susul Aryanti dan mobil berjalan perlahan ke arah pantai lewat jalan pintas.
"Mas"
"Hemght,apa ?"
__ADS_1
"Aku takut ada orang yang melihat kita di sini"
"Takutnya kenapa ?"
"Apa kita tak menyalahi aturan pekerjaan kita ? kalau sampai Pak Surapraja, Pak Daud tahu hubungan kita gimana ?"
"Malah bagus itu,kita nggak usah ngasih tahu kalau mereka sudah tahu"
"Maksudku aku baru menapaki karir ini di sini,aku ingin sukses menjalankan management Hotel ini,aku takut hubungan kita jadi hambatannya"
"Yanti,dengan siapa kamu jatuh cinta,dan aku juga dengan siapa jatuh cinta,masa aku membiarkanmu begitu aja,aku yang akan membelamu,aku rasa nggak ada aturan seperti itu,selama kita bisa bertanggungjawab pada pekerjaan kita"
"Iya sih"
"Dari awal Bapakku kenal kamu aku pernah salah sangka padamu,tapi sekarang aku tahu pandangan Bapakku sangat jauh kedepan dan bisa membaca karakter seseorang termasuk pandangan ke kamu"
"Mas,aku mencintaimu itu tulus dari dalam hatiku,tanpa melihat Mas itu siapa dan anak siapa..."
Adrian menghentikan mobilnya di pinggir pantai dan memandang Aryanti lalu meraih tangannya.
"Aryanti,aku juga mencintaimu juga mengagumimu tanpa melihat siapa dirimu dan anak siapa"
Berdua berpandangan dan tersenyum.
"Turun yu"
Adrian turun duluan lalu Aryanti mengikuti di belakangnya,Adrian meraih tangan Aryanti dan menuntunnya ke arah riak riak ombak yang berkilauan.
"Itu celananya di gulung dikit biar nggak basah,ayo sampai kerendam dan biarkan beberapa menit"
"Mas tapi aku oleng lihat kakiku seakan di bawa ombak nih"
"Haaaaaaaa,aku di belakangmu ya,coba rentangkan tanganmu tahan untuk beberapa menit"
Adrian memeluk Aryanti dari belakang dengan menahan tangan dan badan Aryanti,membentuk garis badan dan tangan sejajar menyatu,Aryanti hanya terdiam,terdiam tanpa bersuara hanya nafasnya seakan tercekik.
"Pejamkan matamu sayang dan bukalah matamu perlahan lihatlah mentari yang hampir tenggelam,itu saksi cinta kita jadikan setiap melihat mentari untuk mengingat cinta kita"
Aryanti berbalik berhadapan dengan Adrian,kedua tangannya jadi berpegangan di bawah.
"Mas aku titipkan hati dan perasaanku padamu"
"Ya sayang aku tahu itu,kita sama sama jaga rasa itu,aku ingin masa depanku beraamamu"
__ADS_1
"Masss"
"Ssssst"