Pesona Aryanti

Pesona Aryanti
Intermezzo


__ADS_3

Aryanti mencuci kembali mukanya yang sembab,mengambil air hangat dan mengompres nya,lalu meneteskan tetes mata di matanya yang agak merah,bercermin lima menit sudah lumayan matanya nggak merah lagi,berdandan lagi dan menatap wajahnya di cermin,seperti memotivasi dirinya sendiri Aryanti tersenyum 'aku harus jadi pemeran utama malam ini'


Lagi mematut dirinya depan cermin ponselnya berbunyi


"Tik tok tik tok tik tok..." Aryanti meliriknya dan melihat panggilan itu.


"Habil Ismail Al- Rasyid memanggil"


Aryanti terkejut tahu siapa yang memanggil di ponselnya,seketika otak cemerlangnya bekerja dengan seketika dan tersenyum,ada saatnya semua terjawab doa doa di dalam hatinya,aku inginkan teman malam ini,ya seorang teman,apakah ini jawabannya ?


"Assalamualaikum... Pak Habil ?"


"Waalaikum salam, Bu Aryanti ?"


"Ya,apa khabarnya Pak Habil ? senang rasanya mendengar suaranya heeeee..."


"Alhamdulillah sehat baik baik aja,kelihatannya akan meriah banget perayaan nanti malamnya Bu Aryanti ...? hotelnya begitu gebyar haaa..."


"Semoga seperti itu,dengan senang hati bila Pak Habil bisa bergabung bersama kami di sini anggap saja ini undangan teman heeee..."


"Serius Bu Aryanti mengundang saya ?" Habil sepertinya antusias banget.


"Silahkan kalau Pak Habil mau datang kami tunggu,kita ngobrol,tukar pikiran dan tukar pengalaman,terutama Pak Habil yang sudah senior,pasti saya serap ilmunya,sekalian kita santai mengisi waktu menanti momment pergantian tahun bersama"


"Ah Bu Aryanti bisa aja,sama saya juga baru di dunia perhotelan ini,saya yang kagum sama Bu Aryanti, kita sama sama belajar untuk lebih baik lagi"


"Ya ya ya,terima kasih Pak Habil telah memuji saya,kalau bisa tolang simpan saja pujiannya takut saya mabuk heeeee" kagumnya aku catat ya dalam hati,Pak Habil ! dalam hati Aryanti bergumam.


"Haaaaaaaa,saya senang ngobrol sama Bu Aryanti"


"Iya Pak Habil,jangan lupa saya tunggu ya nanti kita sambung lagi ngobrolnya..."


"Oke inshaAllah saya datang Bu Aryanti"


Pucuk di cinta ulam pun tiba,Aryanti nggak ngerti artinya ,tapi orang orang selalu mengatakan itu,mungkin artinya ada jalan ketika lagi buntu,Aryanti tersenyum sendiri,Maafkan aku Mas Adrian ini hanya intermezzo saja, Pak Habil hanya teman,dan akan tetap teman,selamanya teman,karena aku hanya mencintaimu Mas Adrian.


Akan aku sambut Pak Habil Ismail sebagai teman di malam pergantian tahun nanti,silahkan Mas Adrian jadi penonton,kita mulai dramanya malam nanti,karena aku juga akan jadi penonton yang baik buat Mas Adrian dan teman temannya walau harus dengan menahan perasaan cemburu,kita sama sama cemburu.


Aryanti keluar kamarnya masih ada yang harus di selesaikan dengan Linda di office,berjalan sendiri seperti tak menapak di lantai,hatinya seperti sakit dan hampa,lalu lalang orang tak hirau, karyawan yang menyapa pun sampai tak di kenali,walau muka senyum tapi hati dan fikiran sepertinya bersebrangan,begitu tak fokusnya Aryanti sampai sampai Adrian ada di terras lobby depan Aryanti tak menyadarinya.


Adrian lagi ngobrol sama Pak Edi,memandang Aryanti tapi Aryanti tak menyapa seperti biasanya,Adrian hanya ingin meyakinkan Aryanti baik baik saja,tapi Aryanti tak meliriknya sedikit juga,berjalan dan berlalu masuk ke office.

__ADS_1


Adrian menarik nafas berat,terasa dilema banget semua tak ada pilihan yang lebih baik.


(flashback 1 jam)


"Lu serius bro ?"


"Iya ini gue lagi di jalan isi bensin,gue berharap lu senang dengan gue datang bareng Livia,tapi lu malah maki maki gue,gue nggak ngerti banget masalah elu...


"Celaka ! lu emang supernya goblok,bukan senang malah lebih bisa di bilang bencana buat gue tahu nggak lu ?"


"Lu kan mencarinya habis habisan waktu itu ?" Adit belum faham semuanya.


"Mestinya lu informasi dulu sama gue apa apa itu,pokoknya gue mau lu bawa dulu dia kemana gitu sebelum gue cari solusi buat masalah ini..."


"Ya nggak bisa bro,orang dia bukan anak kecil bisa gue bohongin apa ? atau tinggalin di jalan gitu ? pasti dia nyari Hotel lu lah apa itu juga bukan masalah buat lu...?"


"Ya sudah terserah lu aja,emang elu mah dasar kurang mikir"


"Emang kenapa bro apa masalahnya ?"


"Lu tahu ? Manager di sini itu cewek gue,terus gue harus ngapain sama Si Livia ? datang datang langsung gue ajak bicara langsung ngomong ke intinya kenapa gue nyari dia ke Bandung itu mau pisah,mau kata putus ? gitu ?"


terus gue ngomong apa sama cewek gue ? alasan apa yang masuk akal seandainya gue nggak bersama cewek gue malam ini ?


"Terlambat semuanya ugh...sial !!!


"Gue minta maaf banget, gue bersalah..."


"Gue menangkap sinyal sejak awal hubungan kami renggang dan tanpa komunikasi Si Livia itu nggak mau putus sama gue,lu tahu itu"


"Ini juga kelihatannya seperti itu bro,dari bicaranya"


"Sebenarnya gue udah muak,bukan rasa lagi yang ada,tapi lebih ke benci"


"Yah bro jangan gitu gitu amat,kan dia juga pernah mengisi hari hari lu,pernah mengisi hati lu,pernah bahagia bersama lu"


"Ya bahagia dalam salah"


"Terus gimana dong bro,gue minta maaf sekali lagi,awalnya kami ketemu di cafe terus ngobrol sama cewek gue Si Irene ya begitulah,tadinya gue seneng aja,di kira akan jadi surprise buat lu tak tahunya jadi begini"


"Yaaaaaah Adit,mana gue udah mau tunangan sama Aryanti..."

__ADS_1


"Serius ini bro,namanya Aryanti...? ambil aja dua duanya bro haaaaaaaa..."


"Lu emang kurang ajar banget,sembarangan aja kalau ngomong,kalau depan gue udah gue tonjok lu..."


"Sorry bercanda boss..."


"Udah lu jalan,gue tunggu lu,ingat aturan ada di gue kalau lu rese juga bikin masalah gue kerahin semua security gue buat nge bantai elu"


"Haaaaaaaa..."


****


Aryanti masuk ke office,ada diskusi sedikit dengan Linda di depan komputer begitu seriusnya sampai Adrian masuk dan duduk di sofa memperhatikan mereka, Aryanti nggak melihatnya,lalu Aryanti menelephon seseorang dan ngobrol begitu akrab sampai ada tawa segala,Adrian senang melihatnya walau Adrian nggak tahu Aryanti bicara dengan siapa dan membicarakan apa.


"Linda kamu bisa nyanyi nggak ?"


"Saya nggak bisa Bu heee..."


"Masa nyanyi nggak bisa,kan semua orang suka latihan di kamar mandi masing masing"


"Suara saya jelek Bu Aryanti"


"Saya juga sama jelek suaranya ,tapi setidaknya di coba"


"Heeeeeee saya malu Bu, Bu Aryanti aja yang tampil nanti,sepertinya suaranya enak heee..."


"Pacarnya jadi diajak nggak ? Aryanti melirik Linda yang lagi senyum senyum.


"Jadi lah Bu,nanti malam saya sama siapa temannya heeee..."


"Antar saya dulu keluar sebentar saya mau persiapan ngasih list lagu buat nanti malam biar kompak sama gladi resik dikit,heee..."


"Serius Bu Aryanti mau tampil ?"


"Iya emang kenapa kan ini acara kita,semua boleh tampil band itu hanya pengiring saja"


"Wah surprise banget Bu,ayo aku antar ke panggung mumpung kita santai"


Aryanti dan Linda berjalan keluar bersama melewati Adrian yang lagi memainkan ponselnya,Aryanti melihatnya tapi pura pura nggak tahu hanya Linda yang permisi dan mengangguk di hadapan Adrian.


Kepala band yang memegang alat musik keyboard menyambut Aryanti sambil membungkuk lalu ngobrol dan mengangguk,diambilnya dua kursi untuk Linda dan Aryanti, Aryanti memperlihatkan sesuatu di Ponselnya dan kepala band itu mengangguk tanda setuju

__ADS_1


Aryanti mulai menyanyi tanpa mic menyelaraskan suaranya dengan musik,lalu mengulang sekali lagi dan di akhir lagunya kepala band itu memberikan tepuk tangan,dan Aryanti hanya tersenyum.


__ADS_2