
Hari yang sangat ditunggu bagi setiap pasien pengisi rumah sakit yaitu hari dimana ia dinyatakan bisa pulang bisa istirahat di rumah,dan dinyatakan sembuh,seperti juga Aryanti dan Mamanya setelah dokter mengatakan boleh pulang boleh beristirahat di rumah langsung berkemas dan bapaknya pun membantu membereskan semua perlengkapan semua barang milik Aryanti.
Tiga hari tiga malam di rumah sakit terasa lama di rasakan Aryanti dan juga dirasakan pasien pasien lain yang pernah masuk di rumah sakit, ingin rasanya Aryanti cepat pulang ingin rasanya Aryanti merefreshkan semua fikirannya betapa kangen ingin pulang ke Bandung ingin tidur di kamarnya dengan memeluk boneka boneka kesayangannya.
Prosedur rumah sakit memang harus dijalani dengan sabar dan antrian dulu,sebelum pasien benar-benar bisa pulang, dari masalah administrasi pasien,asuransi, masalah obat dan juga kontrol terakhir dokter terhadap pasien.
Tengah hari Aryanti baru bisa pulang,Aryanti dijemput Pak Tono dan Pak Edi dari rumah sakit dan mereka datang ke Hotel langsung ke kamarnya Aryanti,Bapak Mamanya tak berkomentar apa-apa dibawa masuk ke wilayah Hotel yang begitu megah tempat anaknya bekerja,hanya kekaguman terlihat dari wajah mereka yang mungkin baru pertama kali masuk ke tempat seperti ini.
Aryanti nampak sudah pulih cuman kelihatan masih agak lemas,luka pecahan gelas kaca sudah terlihat mengering di kulitnya,tapi Aryanti memakai baju tangan panjang jadi tidak terlihat dari luar hanya bekas benturan di jidat sebelah kanannya masih memakai perban dan obat oles penghilang memar.
Pak Edi ngobrol dengan Aryanti tentang segala urusan pekerjaan yang mungkin akan ditinggalkan beberapa hari oleh Aryanti dan kemungkinan Aryanti hanya memantau lewat telepon saja,dan tak lupa juga Pak Edi mengingatkan sekali lagi kepada Aryanti untuk segera mengaktifkan ponselnya karena sampai sekarang Aryanti belum mau mengaktifkan ponselnya entah dengan alasan apa.
Mamanya lagi sholat begitu juga Bapaknya,rencana Aryanti ingin mengajak dulu Mama dan Bapak nya makan di restoran di depan sebelum mereka berangkat pulang,sebenarnya ingin Aryanti mengajak juga Mama dan Bapaknya menginap dulu di sini barang semalam tapi Aryanti ingin segera pulang keluar dari lingkungan dan rutinitas pekerjaannya karena mungkin juga ada rasa trauma dalam hatinya atas kejadian waktu itu.
Keluarga kecil Aryanti telah duduk di satu meja restoran dan Aryanti memesan makanan yang disukai oleh kedua orang tuanya,Pak Edi juga ada di situ menemani dan makan bersama.
Sehabis makan Pak Edi menelepon seseorang dan tak lama Adit datang dengan Irene masuk ke ruang restoran dengan dandanan cek out mau pulang juga sepertinya,mereka semua bersalaman,dan tak lupa Aryanti juga menawarkan makan terhadap kedua sahabat Adrian itu, tetapi mereka menolak dengan alasan sudah makan.
Setelah dirasa basa-basi nya selesai baru Adit mengatakan sesuatu di hadapan Pak Edi Aryanti dan juga kedua orang tua Aryanti.
__ADS_1
"Saya atas nama pribadi dan juga teman-teman Adrian saya mohon maaf yang sebesar-besarnya atas kejadian yang tidak mengenakkan di malam tahun baru itu, sekali lagi mohon maaf terhadap keluarga besar Hotel ini juga keluarga Ibu Aryanti,keluarga sahabat saya Adrian semua di luar dugaan saya dan semua di luar kendali saya"
Semua terdiam lalu Aryanti yang berinisiatif pertama kali menjawabnya.
"Semua yang kalian lakukan itu telah melibatkan semua orang,telah melibatkan orang tua kami,menjadi kejadian yang sangat memalukan,merusak citra diri sendiri dan orang lain,kalau untuk dimaafkan mungkin sulit bagi saya untuk memaafkan dan tak layak untuk dimaafkan, tetapi hati saya layak untuk mendapat ketenangan,dan saya bisa keluar dari permasalahan ini,juga bisa berdamai dengan hati saya sendiri,sebagai manusia biasa saya berbesar hati memaafkan kalian semua,
Saya menganggap kejadian ini adalah pelajaran untuk diri saya sendiri dan Mas Adrian dan kejadian ini memberi hikmah bagi kami bahwa memaksakan kehendak dengan jalan yang tidak baik akan mendatangkan efek buruk pada diri kita,juga terhadap orang lain"
"Bu Aryanti,tak terhingga terima kasih saya dengan tidak diproses nya kasus ini lebih lanjut,walaupun teman kami telah melakukan perbuatan melawan hukum dan perbuatan tidak menyenangkan,terima kasih untuk nama baik yang di kedepankan pihak Hotel ini,jadi saya bisa pulang dengan tenang,mungkin hanya maaf dari Bu Aryanti yang saya harapkan,terima kasih untuk kebesaran hati Bu Aryanti"
Adit sekali lagi mengucapkan terima kasih kepada Aryanti dan kepada pihak Hotel
Mereka berpisah dan bersalaman satu sama lain Adit dan Irene kelihatan mukanya sangat sumbringah telah langsung bertatap muka dan mengatakan permintaan maaf kepada Aryanti dan pihak Hotel
"Iya Mas Adit InsyaAllah"
Aryanti hanya tersenyum menanggapinya,lalu melambaikan tangan kepada Adit dan Irene yang telah duduk di jok mobil masing-masing dan mobil pun melaju meninggalkan Hotel.
Dan tak lama Aryanti pun beserta kedua orang tuanya juga Pak Tono berangkat dengan diantar Pak Edi ,Linda dan staf-staf lain, setelah sebelumnya Aryanti begitu banyak yang diinstruksikan untuk Pak Edi dan juga Linda, banyak program yang tertunda dan mungkin nanti dilanjutkan setelah Aryanti kurang lebih seminggu minta cuti istirahat.
__ADS_1
Perjalanan Pangandaran - Bandung mengingatkan Aryanti pertama kalinya berangkat ke Pangandaran bersama Adrian waktu itu, titik awal kisah cintanya dengan Adrian di mulai dari perjalanan mereka,selain pendekatan pendekatan yang di lakukan tak terduga Adrian terhadap dirinya,Aryanti mulai menangkap sinyal kuat yang diberikan Adrian,dan Adrian mulai berani menunjukkan rasa sukanya pada dirinya di perjalanan Bandung - Pangandaran.
Dalam lamunannya Aryanti tertidur dengan ber bantal kedua paha Mamanya sambil memeluk bantal,dan berusaha menghalau ingatan tentang kejadian-kejadian yang telah dilaluinya.
Mamanya memandang wajah putrinya begitu tak bosannya mengingatkan akan masa mudanya dulu perjalanan cintanya dan juga awal-awal rumah tangganya sampai dia memiliki seorang Aryanti, begitu sayangnya dirinya dan suaminya terhadap Aryanti sampai-sampai dia mendidiknya begitu keras dalam hal akhlak dan juga norma agama dan mereka berdua berusaha untuk menyekolahkan Aryanti setinggi mungkin sesuai kemampuan mereka, dan sekarang jadilah Aryanti yang ada di hadapannya.
Sampai di rumah menjelang magrib Aryanti langsung membersihkan diri dan masuk ke kamarnya betapa kangen suasana kamarnya, betapa kangen dengan semua yang dimilikinya, boneka-boneka, buku-buku puisi bacaannya,makalah kuliahnya kaset-kaset album fotonya dan juga baju-baju di lemarinya,serasa kembali ke masa yang telah di lewatinya semua di pegangnya bantal guling yang selalu menemani tidurnya,meja belajarnya,lemari boneka kesayangannya dari kecil,rak buku bukunya,sepatu dan aksesoris wanita di meja rias nya.
Aryanti membuka lemari bonekanya dan mengambil dua yang paling besar lalu menaruhnya di atas kasur,Aryanti merebahkan dirinya di atas kasur terasa dingin seprai nya lama mungkin belum Ibunya ganti tetapi di rasa Aryanti begitu nyaman,Aryanti memeluk bonekanya yang sudah seperti temannya sejak lama,lalu memeluk guling nya bergantian.
Ibunya masuk kamarnya dan duduk di samping tempat tidur Aryanti.
"Makan dulu Bapakmu sudah datang habis beli makanan dari depan nanti terus minum obat biar kamu bisa istirahat dan tidur sepuasnya kalau sudah minum obat"
"Makan kue aja Bu perasaan Yanti nggak lapar biar ada aja yang masuk nggak papa kan ?"
"Iya enggak apa-apa Mama ambilkan air minum sama kuenya ya"
Mamanya melihat Aryanti makan dan di teruskan meminum obat,semua di tungguinmnya dan diperhatikannya dengan penuh rasa sayang seperti kepada anak yang masih kecil, setelah selesai baru Mamanya merasa tenang dan keluar kamar sambil menutup pintu.
__ADS_1
Aryanti membuka tasnya mengambil laptop,ponsel dan kotak perhiasan di simpannya di atas kepala lalu membukanya membiarkan kotak perhiasan itu berbunyi dan sudah di hafal nya bahkan ingat nada lagu lagunya,lalu mengisi daya baterai ponselnya tanpa menghidupkannya,juga mengisi daya laptopnya tanpa menghidupkannya, Aryanti berbaring berselimut memeluk boneka dan guling nya mencoba istirahat dengan memejamkan matanya.
Tapi entah kenapa matanya begitu sulit untuk dipejam kan pikirannya serasa melayang-layang entah kemana entah pada pekerjaannya, entah peristiwa kemarin entah kepada Adrian, Aryanti ingat sudah 4 hari dirinya dan Adrian tidak komunikasi terakhir bicara saat Adrian mau pergi duluan ke Bandung,itu juga dengan marah dan kecewa,dan entah kenapa saat itu hatinya belum bisa nerima semua yang dilakukan Adrian terhadap dirinya,tapi sekarang lambat laun hatinya sudah mulai cair dan bisa menerima kenyataan,Aryanti sudah bisa berdamai dengan hatinya sendiri dan jauh kebelakang Aryanti sudah memaafkan Adrian walaupun belum terucap di hadapannya