
Pagi-pagi sengaja Adrian menunggu Adel lewat di depan pintu kamarnya untuk berangkat ke kampus dan Adrian berniat ingin mengajak Adel seolah tidak ada apa-apa antara dirinya dan Adel,Adrian ingin mengajak jalan-jalan dan membeli oleh-oleh untuk Aryanti saat nanti pulang kembali ke kampung halamannya akhir tahun.
Menunggu memang bikin greget apalagi yang ditunggu nggak datang-datang tengok lagi tengok lagi kepala Adrian keluar tapi kelihatan sama Adrian pintu kamar Adel belum buka-buka.
Karena penasaran lalu Adrian pergi ke kamar Adel dan mengetuk pintunya tetapi tidak ada orang dan jawaban malah Jihan lagi yang keluar dari kamar sebelah.
"Adel udah berangkat ya Ji ?"
Kayaknya dia nggak pulang dari malem Mas Adrian orang aku nggak ngelihat Adel,sejak pergi dari sini sama Fath sore kemarin"
"Kuliahnya gimana..."
"Kan kuliah semua libur Mas..."
"Terus kamu juga libur ?"
"Iya ini kan tanggal merah"
"Oh ya ampuuuuuun aku sampai nggak ingat,kalau ini tanggal merah"
"Makanya jangan serius amat,santai saja"
"Heeeeee...tadinya aku mau ngajak Adel untuk sekedar jalan-jalan mencari oleh-oleh untuk nanti pulang"
"Ayo sama aku aja aku anter mau ke mana beli oleh-olehnya,aku antar Mas Adrian mau mencari apa ? ke Perth City Farm ? mencari yang unik unik seperti mutiara khas Australia kita ke Upper Floor,untuk koleksi barang antik banyak tersedia di Leaderville, Suvenir khas Australia khususnya Perth ada di London Court,atau Mas Adrian mencari fashion yang berkualitas lokal maupun internasional ? ayo ke Murray Street atau Hay Street, atau juga mencari kerajinan tradisional suku aborigin seperti kain motif,patung patung lucu sampai souvenir yang terkecil gantungan kunci khas Australia aku pernah datang ke sana tempatnya ada di Japinka Gallery..."
"Wow wow wow ....luar biasa Ji sampai aku bingung memilihnya kamu tukang traveler juga rupanya referensi yang luar biasa...heeee"
"Nanti sajalah aku pikir-pikir dulu kalau nggak ada referensi dari Adel kayaknya nggak seru,mestinya kita pergi sama Adelia juga ya Ji"
Jihan mengangguk sambil tersenyum,meneliti setiap sudut muka Adrian yang berbinar antusias banget.
Begitu menarik ajakan Jihan untuk berjalan-jalan ke tempat-tempat pusat souvenir yang unik-unik begitu banyak yang ingin Adrian beli sesuatu yang bisa memberi kenangan dirinya selama di Australia dan juga ingin mengirimnya buat seseorang yaitu Aryanti sesuatu yang sangat berharga seperti kalung mutiara,atau permata khas Australia.
Tapi pergi bersama Jihan bukan satu solusi dan jalan keluar terbaik bagi dirinya, di samping pasti Adelia yang tidak menyukainya,juga malah akan menimbulkan pertengkaran dan ketegangan mereka,juga Adrian merasa takut dirinya memberi hati dan kesempatan kepada Jihan,rasa kasihan kepada Jihan timbul dalam hatinya karena Adrian melihat ketulusan dari hati Jihan.
__ADS_1
"Mas sudah sarapan belum kalau belum sini bareng aku,aku lagi bikin roti panggang dengan isian kornet saus mayones cicipi yuk.."
Dengan setengah memelas Jihan menawarkan sarapan,rasanya Adrian nggak tega menolak juga nggak ada alasan untuk menolak kebaikannya lagian dirinya juga belum sarapan,Adrian hanya tersenyum dan mengangguk.
Senang rasanya hati Jihan,di tariknya tangan Adrian masuk kamarnya.
"Duduk Mas Adrian aku sediain dulu ya tinggal panggang kok 3 menit ya..."
"Heemght.."
Adrian melihat lihat ponselnya dan mencoba menelephon Adelia,tapi Ponselnya nggak aktif.
"Mas Adrian Minumnya apa ?" Jihan bersuara dari belakang.
"Apa aja lah Ji yang penting hangat..."
"Oke"
Adelia yang baru datang nginep dari rumah temannya setelah jalan-jalan dan nonton sama Fath kaget kok Kak Adrian ada di kamarnya Jihan ? ini dua orang sepertinya memang sengaja ya,menciptakan peluang begitu terang terangan,apa yang ada di fikiran Kak Adrian ?
Adelia mendekati pintu kamar Jihan yang terbuka, sedikit nggak enak rasanya hati Adelia nguping pembicaraan orang ,tapi Adelia ingin tahu seperti apa mereka itu...
"Mas Adrian boleh aku ngomong nggak ?"
"Ngomong aja soal apa Ji..."
"Apa benar Mas Adrian sudah punya cewek ?"
Deg ! hati Adelia begitu terkejutnya, berani banget si Jihan ini pikirnya,juga blak blakan banget bicara soal hatinya,sungguh terlalu !
"Ya,emang kenapa Ji ?"
"Oh,nggak apa apa,cuma aku mau katakan,jujur aku juga menyukai Mas Adrian,terlepas Mas Adrian punya cewek ataupun tidak"
Adrian agak lama tidak menjawab seolah memilih kata-kata agar ia bisa menyampaikan isi hatinya tanpa menyakiti perasaan Jihan.
__ADS_1
"Aku juga suka sama kamu Ji,tapi maaf aku menyukaimu sebagai teman dan sahabat saja,aku sudah punya janji,punya satu komitmen,punya satu tujuan bersama dengan seseorang yang aku cintai dan sekarang sedang menanti mungkin dengan kerinduan yang sangat seperti aku"
Di luar Adelia tersenyum,senyum yang sangat lebar,selebar lebarnya.
"Aku mengerti Mas tapi setidaknya ada sedikit kesempatan kita mencari kecocokan dan kebahagiaan di sini ?"
"Heeeeeee... Ji maaf,kalau aku mencari kebahagiaan juga kesenangan dan kepuasan,begitu banyak di luar sana,apalagi ini kota metropolis apa yang nggak ada ? dan kalau aku hanya mencari kesenangan dan hanya iseng kenapa harus dengan kamu yang notabene satu negara ? tapi bukan aku sok idealis kesetiaan bagiku dan kekasihku adalah menjadi identitas diri kita sendiri,karena kita mengharapkan jodoh yang baik harus di mulai dengan akhlak dan niat kita yang baik pula"
Ini baru Kakak aku dalam hati Adelia berkata, Adelia tersenyum sambil buka kunci kamarnya dan menaruh tasnya lalu dia balik lagi ke kamar Jihan dan mengetuk pintu seolah tidak ada apa-apa dan tak pernah ada masalah apapun di antara mereka,ingin rasanya Adelia melepaskan beban hatinya yang selama ini berat dan sekarang hatinya begitu lapang selapang lapangannya lapangan sepak bola.
"Hai hai hai...sarapan berdua aja bagi aku dong"
Adrian melirik Adel dan agak kaget Adel tiba tiba datang,seperti orang yang habis di kejar induk ayam.
"Hai Adel nih masih banyak..." Jihan nyengir agak grogi sambil menyodorkan roti panggang buatannya.
"Pokoknya kalian jangan sirik deh aku udah nonton film terbaru malam tadi Jeniffer Lopez Huhuuuuuy deh pokoknya,rombongan sama temanku" Adel cerita sambil mengunyah makanannya.
"Minumnya mana aku Ji ?"
"Nih punya gue baru setengah lu habisin aja"
Adrian menyodorkan gelas kehadapan Adelia
"Heeeeeee makasih Kak..."
"Kalau kita berdua sarapan di sini habis nanti persediaan Jihan kamu kan makannya banyak"
"Pokoknya ntar aku ganti kita makan di luar
aku yang traktir, emang Adrian Suraparaja aja yang punya duit ? ntar Fath yang traktir kita soalnya dia habis panen kelapa sawit heee..."
"Haaaaaaaa... haaaaaaaa..."
Adelia sama Adrian keluar pulang dan mereka masuk ke kamarnya Adelia, Adrian ingin meyakinkan diri kalau itu Adel,yang sekarang kenapa dia begitu berubah kenapa dia tidak kelihatan benci sama Jihan sama dirinya padahal dirinya ketahuan berdua sama Jihan ada itu di kamar Jihan, Adrian tak bertanya apa-apa hanya keyakinan hatinya mungkin Adel mengerti juga melihat bahwa dirinya tidak ada hati kepada Jihan,atau entah apa pula yang dikatakan Fath kepada Adel sore kemarin sehingga Adelia berubah sikapnya seratus delapan puluh derajat, begitu besar pengaruh Fath terhadap kehidupan Adelia, seandainya berubahnya fikiran Adel adalah dari pengaruh yang diberikan serta pemasukan paham yang diberikan Fath.
__ADS_1