Pesona Aryanti

Pesona Aryanti
Mas Aku begitu kangen ...


__ADS_3

"Satu kesepakatan telah tercapai bagaimana saya mempercayai Made ?Apa semua bisa saya percaya bagaimana nanti kalau saya di bohongi dan Made curang pada saya ?"


"Saya akan tulis satu cek dan Bu Aryanti bisa mencairkannya kapan Bu Aryanti mau setelah kesepakatan di jalani dan usai dan semua rencana berjalan lancar"


"Apa semua itu menjamin saya ?"


"Kalau Bu Aryanti ragu bawa Anak saya Aira ke Hotel saat selesai nanti bila perlu bawa saat pencairan cek ke Bank bawa bersama perjanjiannya dan cek nya sampai cair,biar nanti saya yang jemput atau pegawai saya"


"Cukup adil menurutku..." pertama kali Aryati tersenyum.


Made Ardika memandang Aryanti dan ingin segera mendengar permintaan kedua sebagai kesepakatan mereka.


"Kedua ! saya akan mengembangkan Hotel yang saya pegang sekarang dengan inovasi yang berbeda dengan yang lainnya dan saya sebagai kepala manager menginginkan perluasan tanah ke bagian belakang Hotel,saya dengar di belakang Hotel itu tanah Made Ardika dan keluarga bisakah saya minta untuk di beli sebagai area lahan untuk pembangunan Mini Zoo yang sekarang sebagian sudah mulai di bangun ? "


"Waduh kalau itu saya tidak bisa memasukkan ke perjanjian ini karena itu menyangkut keluarga besar saya tetapi sebagai gantinya saya akan mencoba bernegosiasi bermusyawarah juga berunding dengan keluarga besar saya ya siapa tahu mereka dengan senang hati bisa melepaskan kembali tanahnya dan juga semoga tidak menjadi kesalah pahaman lagi diantara keluarga kami"


"Kesalah pahaman apa yang Made Ardika maksudkan ?" Aryanti semakin ingin menggali dan tahu semua permasalahan soal sengketa dan konflik keluarga yang tak selesai selesai itu.


"Bu Aryanti di keluarga besar kami telah terjadi konflik kesalahpahaman yang begitu panjang dan lama dan tidak ada penyelesaian sampai sekarang, semua berawal dari keluarga besar kami menjual tanah pada Pak Surapraja... saya menerangkan ini seadanya dan saya berterus terang yang sebenarnya terjadi, setelah tanah itu dijual dengan kesepakatan bersama keluarga kami,ada diantaranya yang menganggap kepada orang tua saya dan menyangka juga menuduh orangtua saya bersekongkol dan berbuat curang pada mereka, mereka menganggap orang tua saya kerjasama dengan Pak Surapraja mengambil keuntungan di belakang saudara-saudara kami, tetapi orang tua kami tidak pernah curang seperti itu,tapi mereka tidak bisa masuk paham dan saya sendiri tak bisa meyakinkan mereka semua kepada saudara-saudara kami yang tetap menganggap orang tua saya menipunya pada mereka, karena waktu itu saya bersekolah di luar negeri...di kira kami banyak duit hasil kerjasama menipu mereka padahal saya sekolah ke luar negeri itu mendapatkan beasiswa !mungkin antara orang tua saya dengan Pak Surapraja ada kesepakatan setelah nanti saya pulang dari luar negeri akan memfasilitasi saya untuk bekerja di Hotelnya... Bu Aryanti mengerti sampai disitu ? jadi seperti itu ceritanya kami tidak bisa memberikan keterangan pada keluarga besar kami karena mereka menutup untuk diskusi dan musyawarah, tidak bisa meyakinkan mereka jadi saya keluar dari Hotel juga untuk meredam konflik keluarga kami dengan tuduhan tuduhan salah mereka"


Aryanti bengong dan menganggukkan kepalanya berkali kali.

__ADS_1


"Saya tidak bisa menjanjikan tanah itu tapi saya akan berusaha mencari tahu tanah saudara saya siapa yang berbatasan dengan benteng The Praja Hotel itu,saya jarang pulang saya juga hampir putus hubungan dengan keluarga saya"


"Oke perjanjian kesepakatan nomor dua di tunda dengan catatan saya menunggu khabar selanjutnya dari Made Ardika,dan saya juga harus tahu seberapa berusaha dan kerasnya Made memperjuangkan keinginan saya ! karena saya juga akan dengan kerasnya berusaha mewujudkan keinginan Made dan kebahagiaan putri Made !" Aryanti merasa telah menang dengan memberikan perjuangan pada lawannya.


"Begini saja Bu Aryanti,untuk permintaan yang kedua ini saya berjanji akan melepaskan tanah orangtua saya untuk keperluan Hotel karena Bu Aryanti tidak mengambil perusahaan saya ! karena saya anak kedua makanya nama saya diawali "Made" saya yang akan berunding dengan kakak perempuan saya,itu semua urusan saya"


"Terserah Made Ardika teknik nya saya tak tahu yang terbaik buat keluarga Made,tapi ini juga bukan pemaksaan hanya keinginan saya saja,syukur syukur Made bisa mengusahakannya buat saya,saya akan membelinya dengan harga yang pantas,bukan berdasarkan kesepakatan"


"Bu Aryanti menyindir saya ?"


"Kenapa Made merasa tersindir ? bukankah fakta dan kenyataannya kita sekarang lagi diskusi kesepakatan ? jangan tersinggung,yang seharusnya tersinggung dan tersakiti itu saya !"


"Oke satu kesalahan,maafkan saya !"


"Dengan senang hati Bu Aryanti silahkan syarat selanjutnya"


"Permintaan terakhir saya,yaitu permintaan yang ketiga ! sebelum semua benar benar deal saya minta jaminan keselamatan selama saya di sini dan jaminan nama baik saya di depan suami saya,di depan orangtua dan mertua saya juga di depan orang orang yang tahu akan masalah ini dan di depan aparat hukum !"


Semua di luar perkiraan dan di luar konteks yang telah rapi di buat skenario Made Ardika,Made Ardika mengakui Bu Aryanti begitu pintar berkelit dan melilitkan tali perjanjian yang di luar dugaannya,tetapi Made Ardika tak ingin kelihatan kaku dan tertegun dengan permintaan ketiganya,dengan tersenyum Made Ardika menamprak kan kedua telapak tangannya tanda terbuka negosiasi bisa di lanjutkan.


"Sebutkan poin-poinnya..."

__ADS_1


"Saya minta dua orang saksi yang bisa di hadirkan di sini,juga saat nanti 'drama' berlangsung beberapa hari sampai seminggu lamanya seperti yang ada di perjanjian kesepakatan kita,dua orang atau lebih yang tahu butir perjanjian kita,juga masalah yang sebenarnya terjadi,juga kompensasi diantara kita ! Apa Made sanggup menghadirkan orang luar selain Saya,Made,dan Putri Made yaitu Aira di sini ?"


Kelihatan Made Ardika berpikir,wajah tampannya agak berkerut Aryanti tersenyum juga akhirnya melihat sosok seorang Bapak yaitu Made Ardika yang sanggup melakukan apa saja untuk kebahagiaan putrinya, mungkinkah Mas Adrian juga seperti itu ? teringat suaminya Aryanti begitu merindunya juga pada Anak tersayangnya Alinea.


Rasanya setelah menikah belum pernah Aryanti berpisah dengan Mas Adrian, belum pernah kehilangan malam tanpa pelukan suaminya,dan setiap pagi kalau nggak Mas Adrian yang menciumnya pasti dirinya yang menciumnya sekedar membangunkan dengan rasa sayangnya.


"Ya Bu Aryanti saya sanggup mengahdirkan tiga orang saksi di sini, karena saya fikir untuk menguatkan dan meringankan saya juga nanti di depan hukum"


"Bagus, kelihatan Made Ardika orang yang berfikir juga"


"Bu Aryanti,dua orang guru musik di sekolah musik saya dan pengelola studio musik saya yaitu suami istri tanpa anak Jefferson atau biasa di panggil Jeff sama istrinya Ashley Hart mereka warga Australia yang sudah punya izin tinggal dan menetap di sini fasih bahasa Indonesia dan satu lagi warga Bali pengasuh Aira Putri saya siap saya jadikan saksi"


"Hebat bisnis Pak Made ini sudah lintas negara,begitu suksesnya sampai punya karyawan warga negara Asing"


"Sudah nggak usah ngobrol bisnis dulu sekarang,besok pagi perjanjian dan butir butir nya siap di tanda tangani yang terpenting kita sudah dapatkan kesepakatannya,sekarang Bu Aryanti tidur sudah sangat larut malam,ini koper semua keperluan perempuan saya jamin semua baru dan pas ukurannya,mau ke kamar mandi silahkan,mau ganti pakaian silahkan asal jangan mencari jalan keluar..."


Aryanti merebahkan badannya di tempat tidur yang lumayan gede dan udara dataran tinggi begitu meresap dingin ke seluruh tubuhnya,tanpa di sangka sangka Made Ardika menyelimutinya tanpa mematikan lampu sambil berkata membuat Aryanti merinding.


"Selamat tidur sayang..."


Seperti ucapan Adrian suaminya selalu dengan kata kata sayang,mungkin ingin menegaskan pada dirinya kalau rasa sayang yang sesungguhnya bukan di kata kata tapi setidaknya dengan panggilan lembut sayang setiap memanggil itu sudah pembuktian sebuah rasa.

__ADS_1


"Mas Aku begitu kangen padamu,mungkin sekarang juga Mas pasti nggak tidur,pasti dengan fikiran kalutnya,pasti dengan kerinduan dan ketakutan juga kecemasan"


Made Ardika membawa Koper satunya lagi dan keluar ruangan itu,dan tak lupa menguncinya kembali,Aryanti berusaha memejamkan matanya terdengar suara Kentungan di pukul di kejauhan mungkin ronda malam atau hansip keliling kampung, Aryanti berusaha mengosongkan fikirannya dan mencoba tidur dan beristirahat tetap ada rasa ketakutan dalam dirinya dan berangan angan dan seandainya seandainya Made Ardika kurang ajar pada dirinya Aryanti telah mempersiapkan jurus taekwondo nya walau sudah lama tidak di gunakan nya tapi setidaknya dirinya punya basic dasar bela diri itu.


__ADS_2