Pesona Aryanti

Pesona Aryanti
Kita lihat saja nanti !


__ADS_3

Pertemuan kedua Aryanti dan Adrian di kantor polisi seakan mengobati kerinduannya selama ini,Adrian memeluk istrinya yang kelihatan semakin segar dan Adrian juga kelihatan lumayan agak ceria senyumnya mengembang dan Tangannya menggenggam tangan Aryanti dan lekat memandang wajah cantik istrinya,Aryanti merasa salah tingkah sampai lupa apa yang akan di katakan pada suaminya.


Entah Adrian sudah dapat bocoran kalau dirinya hari ini bisa bebas bersyarat menjadi tahanan rumah dan di wajibkan lapor seminggu dua kali dan dengan pertimbangan Adrian bukan bikin masalah tapi efek dari masalah yang di timbulkan dari kasus Made Ardika dan penganiayaan yang tak menyebabkan luka berat hanya memar dan berdarah.


"Ibu yang paling Aku khawatirkan Mas...selalu nggak bisa tenang dan istirahat juga tidur memikirkan Mas..."


"Heemght..." Adrian menjawab pendek.


"Lama banget Pak Daud ya...padahal cuma satu lagi Mas tanda tangan persetujuan sudah kan ?"


Dan tak lama Adrian di panggil sama seorang polisi juga diantarnya dan berjalan bersama Aryanti yang menggelayut di tangan Adrian mereka berjalan ke arah kantor dan melewati tahanan kepolisian yang belum di proses...ada sepasang mata tanpa ekspresi yang menatap dengan tajam dengan menahan perasaannya sendiri yang pasrah dengan nasib dan takdirnya ya...


I Gusti Made Suardika bergumam hampir tak kedengaran oleh dirinya sendiri juga.


"Terimakasih Bu Aryanti semua pengorbananmu,kamu begitu sempurna di mataku"


Made Ardika menatap Aryanti dan Adrian yang berjalan tanpa melihat ke arahnya dan Made Ardika memandang sampai Adrian dan Aryanti hilang di belokan tembok ruangan.


Pak Suraparaja dan Pak Daud masih di ruangan pimpinan kepolisian dan entah apa yang di perbincangkan nya kelihatan begitu alot dan lama seperti debat kusir dan akhirnya setelah menunggu sekian lama keluar juga...dengan kertas di map entah apa itu Adrian tak perduli,apa surat dan tanda tangan penjamin dirinya atau yang lainnya biarlah Pak Surapraja dan Pak Daud yang mengurus dan Adrian ingin segera pulang dan istirahat tidur dengan nyenyak.


Dua hari dua malam di kantor tahanan polisi begitu sangat lamanya di rasa Adrian,hanya ngopi duduk duduk ngobrol yang nggak ada judulnya dan bosan yang di rasakannya begitu menghimpit perasaannya, apalagi orang yang begitu lama harus mendekam di dalam penjara sungguh sesuatu yang tak terbayangkan bagi Adrian hidup tapi dengan aktifitas di batasi dengan aturan.


Adrian menghela nafas saat mobil yang membawa dirinya keluar dari halaman kantor polisi dan memasuki jalan raya, Aryanti yang duduk di sampingnya melirik dan Adrian memejamkan matanya sambil bersandar kepalanya dan badannya di jok mobil,Aryanti tak berani mengganggunya hanya Aryanti tersenyum melihat wajah suaminya yang tak begitu terawat,jenggot jambang mulai tumbuh tanpa sentuhan silet cukur.


Semua sama sama capek menguras tenaga fikiran dan perasaan,Adrian merasakan itu terlebih istrinya Aryanti...

__ADS_1


Adrian juga merasa benar benar tersakiti dan kebencian terhadap Made Ardika tetap saja mengganjal dalam hatinya saat melihat Istrinya,Adrian tak rela dan tak terima istrinya di perlakukan seperti itu dengan cara paksa,Adrian tak rela istrinya di tatap dengan sorot mata suka atau penuh dengan tekanan,bagi Adrian itu sudah pelecehan dan penghinaan, apalagi selama empat hari hampir lima hari mereka bersama tak mungkin Made Ardika tak menyentuh istrinya sedikitpun...walau hanya Drama Adrian belum terima...


Dilema bagi Adrian di satu sisi Aryanti istrinya yang sangat berlebihan dirinya cintai dan menyayanginya... di satu sisi kebencian pada kenyataan istrinya di bawa paksa dalam keadaan tidak sadar...apa yang Made Ardika lakukan saat istrinya belum sadar ??? mungkin memegang tangannya ? memeluknya ? atau juga menciumnya bahkan yang lainnya...? Aaaaaah...semua itu membuat Adrian merasa tak percaya dengan siapapun termasuk istrinya,salahkah dirinya ? semua rasa itu begitu menghantuinya...


Haruskah Adrian marah sama istrinya ? sesuatu yang nggak mungkin,kemarahan pada Made Ardika sudah di lampiaskan saat pertama bertemu...tapi hati Adrian belum puas masih banyak ganjalan di dalam dadanya.


Apa yang harus Aku lakukan sungguh ini suasana yang tak begitu nyaman bagi Adrian keraguan pada istrinya begitu mengganggunya,tapi bersikap dingin juga menyakitinya, pertama kali Adrian hilang rasa dan gairah pada istrinya.


Mobil terus berjalan dan Adrian belum membuka matanya mengembara begitu jauhnya dengan lamunan dan perasaannya sendiri sampai tangan halus istrinya memegang dan menggoyangkan tangannya karena mobil sudah sampai di parkiran Hotel.


Adrian membuka matanya yang kelihatan merah, karena kurang tidur dan juga mungkin dari fikirannya,Aryanti melihatnya dengan prihatin.


"Kita langsung saja pulang Mas,biar Mas bisa istirahat,biarin yang lain lainnya nggak usah di fikirkan dulu,Aku khawatir takut Mas sakit"


"Pak Adrian pulang Bu ? mana dia ?"


"Sudah jalan duluan ke rumah..."


"Oh...syukurlah"


Komang Putri dan Aryanti hanya berjalan dan tak ada obrolan apapun sepanjang jalan di teras pinggir Hotel yang begitu panjang,sampai rumah Komang menempatkan bawaannya di teras dan pamit kembali,Aryanti masuk dan mendapati Bi Inah lagi menemani putrinya Alinea main dan begitu antusias melihat Mamanya pulang...


"Mama mama..." Dan Aryanti memeluknya.


"Sayang....Dedek sudah makan Bi ?"

__ADS_1


"Sudah Neng tadi di suapi Ibu"


"Ibu di mana Bi ?"


"Ibu tadi habis sholat mungkin langsung tidur..."


"Ya sudah Mama beresin ini dulu Dedek main lagi ya..."


Aryanti masuk kamar dan melihat pemandangan yang begitu tak biasanya Mas Adrian tidur di tempat tidur dengan tanpa melepas sepatunya...Apa saking ngantuk nya ? atau capek kah ? Aryanti duduk di tepi tempat tidur dan membukakan sepatu suaminya juga kaos kakinya,Aryanti tahu Mas Adri belum tidur karena masih terlihat dia menggerakkan dan meregangkan jari jari kakinya.


"Mas apa nggak sebaiknya mandi dulu bersihkan dirimu biar nanti istirahatnya enak ? Aku siapkan air hangat kalau Mas mau mandi dulu..."


Adrian tak menjawab hanya diam dan tetap pada posisinya tidur menyamping,Aryanti keluar dan mau membereskan bawaannya tadi,tapi sudah di beresin sama Bi Inah.


Aryanti masuk kamar lagi dan suaminya kelihatan lagi melihat ponselnya,Aryanti mendekat dan memegang tangan Adrian yang lagi anteng melihat lihat ponselnya,setelah menutup dan mematikan baru Aryanti bicara lagi.


"Mas nggak mandi dulu...apa mau langsung tidur ?"


"Bawel amat sih jadi cewek...?!biarin saja mau ngapain ngapain juga,nggak usah semua terlalu beraturan...mandi nggak mandi juga sama saja,terserah Aku maunya apa ! mau mandi dulu nggak mandi juga biarin...mau istirahat mau tidur juga biarin jangan bikin Aku pusing !"


Aryanti tertegun hatinya bagai di tonjok dengan balok jang begitu besarnya...dan langsung menarik tangannya dari atas tangan suaminya,ada apa dengan Mas Adrian ? seumur umur belum pernah ngomong begitu kasar pada dirinya,apa salahnya hanya menawarkan mandi dulu biar istirahatnya nyaman...apa itu salah ? juga apa salahnya hanya jawab nanti saja apa itu susah ?Aryanti langsung tak berucap lagi bukan saatnya adu faham dan argumen...Aryanti bangkit dan keluar menutup pintu dengan mengusap airmata dan meninggalkan Adrian di tempat tidur dengan perasaan bersalah.


Sepertinya perasaan Aryanti tahu dan mengatakan Mas Adrian seperti yang ada dalam bayangannya selama ini...Mas Adrian meragukannya...


Aryanti masuk kamar mandi dan menangis sepuasnya mengguyur seluruh tubuhnya dengan shower dan membiarkan tubuhnya bersama semua pakaiannya basah,Aryanti harus menyelesaikan semuanya,ini rumah tangganya,dan ini semua masalahnya, kerikil dalam rumahtangga semua pasti mengalaminya dan harus ada jalan keluarnya,oke sampai kapan Mas mau diam diaman ? tak bicara,tak bertegur sapa...apa perempuan yang kalah atau laki laki yang kalah duluan ? kita lihat saja nanti.

__ADS_1


__ADS_2