
Made Ardika menyudahi makannya dan meminum minumannya,Aryanti tak bergeming sedikitpun duduk di ujung tempat tidur apa yang harus di lakukannya ? marah marah lagi ? berantakin barang lagi ? memaki Made Ardika lagi ? menyerang Made Ardika ? tak mungkin secara tenaga dan perbedaan gender juga beda...
semua sudah di lakukannya tak ada efek apa apa selain sesak di dadanya dan ketakutan dalam dirinya...diam mungkin itu yang terbaik.
Aryanti menjatuhkan badannya ke bantal dan dan tidur dalam posisi kaki di satukan di tekuk menyamping seperti yang begitu dalam ketakutan luar biasa dan dalam kedinginan dengan tangan mengepal di simpan di dadanya seperti bayi dalam kandungan.
"Baru saja makan masa mau tidur ?" Made Ardika menepuk sambil menggoyangkan lembut sebelah bahu Aryanti.
Aryanti diam saja hanya airmatanya yang meleleh di ujung matanya dan membasahi pipi dan bantalnya,begitu putus asa tak ada pilihan di hadapannya semua salah dan tak menemukan jalan keluar terbaik,Mas Adri...Alinea belahan hatinya melintas di ingatannya, Aku dalam keadaan baik baik saja tapi dalam ketidak pastian dan banyak yang belum aku fahami.
"Bu Aryanti apa anda mau mendengarkan penjelasan saya ? atau mau istirahat saja dan tidur malam ini ?"
Aryanti diam dan berfikir untuk apa menunggu lama lebih cepat lebih baik apa yang akan di bicarakan Made Ardika ? dan dirinyapun tak merasa ngantuk sedikitpun hatinya selalu waspada dan siaga walau kelihatan Made Ardika tak memperlihatkan perlakuan tak beretika pada dirinya.
Aryanti bangun dan mengusap pipinya yang basah sambil masih terisak kecil Aryanti menatap Made Ardika yang telah duduk di kursi berhadapan dengan dirinya.
"Maafkan Aku Bu Aryanti, Aku tak berniat membuat Bu Aryanti sedih, menangis dan dalam keadaan ketakutan,semua ini di dorong oleh rasa cinta saya..."
"Stop ! jangan katakan itu lagi aku mohon...diantara kita nggak ada kesepakatan untuk saling mencintai dan perasaan lainnya"
"Maksud saya semua ini di dorong oleh rasa cinta saya pada anak saya Aira,ada janji saya pada dia yang harus saya tepati"
"Janji apa ? kenapa harus melibatkan saya sebagai orang lain ?" Aryanti merasa salah memperkirakan dan mengartikan perkataan Made Ardika karena terlalu cepat memotong kalimat sebelum selesai Made Ardika bicara
"Di situlah permasalahannya... semua berawal dari meninggalnya istri saya Ida Ayu Saraswati,tapi karena Aira masih kecil saya tidak berani berterus-terang kalau Mamanya sudah meninggal,saya hanya mengatakan Dayu Saraswati pergi ke luar pulau untuk bekerja,dan suatu saat Dayu akan kembali pada keluarga kami,memang satu kesalahan saya sebagai orang tua memberi janji pada Aira di awali kebohongan,dan setelah dia mengerti dan berusia hampir delapan tahun dia selalu menagih janjinya pada saya,sampai sampai dia mogok segala kegiatan nggak mau sekolah,nggak mau bermain dan hilang semua keceriaan masa kecilnya,semua tak terobati yang ada dalam fikirannya hanya ingin bertemu dengan Mamanya"
Aryanti mulai menemukan titik-titik terang semua permasalahan,dan Made Ardika menatap Aryanti dengan penuh pengharapan.
"Orang tua mana yang tega melihat putri kesayangannya dalam kondisi begitu,dan akan melakukan apa saja untuk kebahagiaan Anak nya walau jeruji besi menanti saya,saya sehat tidak sakit jiwa Bu Aryanti,satu yang saya harap dari rentetan kejadian ini saya ingin membahagiakan putri saya,dan itu semua tergantung pada Bu Aryanti mau tidak mau 'Jadilah Dayu Saraswati dalam tiga hari atau jauhnya seminggu' temui Aira seakan Bu Aryanti ini adalah Mamanya yang baru datang bekerja dari luar Pulau, bahagiakan dia kembalikan keceriaannya,karena Dayu Saraswati mirip dengan Bu Aryanti"
__ADS_1
Aryanti menatap Made Ardika dengan pandangan penuh selidik ingin mencari semua kebenaran dari kata katanya,kalau memang seperti ini masalahnya kenapa harus ada drama penculikan segala,yang meresahkan semua orang melibatkan keluarga besar mereka juga aparat hukum.
"Apa berarti saya di haruskan ber drama dan ber acting seperti istri Made juga ?"
"Saya tahu Bu Aryanti orang pintar langsung mengerti dan berfikiran seperti itu,hanya seminggu !"
"Kenapa harus saya ? tak adakah orang lain,keapa kenapa ?"
"Sekali lagi saya katakan Bu Aryanti itu seperti Mamanya Aira dari segalanya "
"Apa anak usia delapan tahun masih bisa di bohongi dengan kepura puraan kita Made ?"
"Berdandan lah layaknya Dayu Saraswati walau pasti telah banyak yang berubah,akan ada pengarahan sedikit dari saya,semua sudah saya persiapkan pakaian buat Bu Aryanti,tas koper sampai oleh oleh saat nanti Bu Aryanti atau Dayu Saraswati datang,saya mengerti Bu Aryanti bisa menaklukan hati anak anak seperti dulu saat bu Aryanti pulang Bulan madu Aira menjadi tak bergairah beberapa hari"
"Saya mengerti sekarang,saya harap Made Ardika juga mengerti pada saya, Saya orang bisnis segala sesuatu di perhitungkan dengan bisnis apa kompensasi yang Made Ardika janjikan buat saya seandainya saya bisa melewati seminggu kepura-puraan ini ? semua bisa kita nego di awal karena tanpa kompensasi semua tak akan berjalan selain kebebasan saya nanti tentunya dan pernyataan saya di depan keluarga dan di depan hukum ???"
"Apa yang Bu Aryanti inginkan dari saya dan harta saya ? mau vila di bukit Kintamani ? mau galery saya di Jalan Legian ? mau studio musik ini ? atau apa ? mau uang yang mungkin Bu Aryanti juga punya lebih dari saya"
"Ya ya ya...saya sudah mempersiapkan semuanya dengan sempurna,tunggu di sini" Made Ardika berjalan dan tak lama balik lagi dengan dua koper besar.
Oh berarti dirinya sekarang berada di studionya Made Ardika,tapi di manakah ini ? Aryanti mulai sedikit tenang tapi setelah tahu semua permasalahan walau tetap harus waspada orang seperti Made penuh dengan kejutan yang tak di perkirakan nya.
Made Ardika mengeluarkan map berisi sertifikat kepemilikan aset asetnya ternyata begitu banyak dan lebih banyak dari yang Komang Putri tahu waktu cerita pada dirinya,Made Ardika menjajarkan semua photo photo semua asetnya dan mensinkronkan dengan sertifikatnya dan surat perjanjian lengkap.
"Boleh saya membaca surat perjanjiannya ?"
"Oh silahkan biar tidak ada salah faham dan menguntungkan satu pihak saja"
"Boleh saya mengajukan beberapa pertanyaan sebelum menandatangani perjanjian ini ?"
__ADS_1
Aryanti berusaha meneliti semua photo photo aset seakan dirinya tertarik dengan semuanya padahal hatinya tak sedikitpun ingin memiliki itu semua.
"Silahkan..."
"Boleh kita flashback sedikit ke belakang saat Made masih menjabat pimpinan di The Praja Hotel ?"
"Kenapa kita bicara begitu jauh ?"
"Karena semua akan berhubungan dengan kesepakatan kita saat ini,ini bisnis saya dan Made keperluan pribadi dan keluarga Made !"
"Oke deal kita sambungkan dengan bisnis Bu Aryanti"
"Saya hanya tiga permintaan, saya tidak tertarik dengan penawaran aset milik Made Ardika sedikitpun,dunia saya bukan di dunia itu ! sepakat kita selama seminggu menjadi suami istri pura pura dan Mama dari Anakmu Aira yang pura pura juga...bagaimana ?"
"Sepakat !"
"Maaf Pak Made Ardika sekarang saya punya kartu Pak Made juga punya kartu yang akan kita mainkan sama sama...Satu !Waktu team investigasi management pusat The Praja Hotel Group mendapatkan penemuan kebocoran dana Hotel saat di pimpin Pak Made dengan jumlah lumayan cukup besar, bisakah Made Ardika menerangkan pada saya soal dana itu ? dan saya ingin dana itu di kembalikan sebagai aset Hotel kami"
Made Ardika diam dan berfikir, kenapa Bu Aryanti tak mengambil aset yang di milikinya ? dan tak lama mengangguk mengiyakan menandakan setuju mengembalikan uang Hotel yang di selewengkan nya.
"Saya tak perlu rinciannya perkiraan yang saya tahu kurang lebih di hitung secara global segini ? apa Made Ardika sanggup mengembalikan dan bertanggungjawab ?" Aryanti menulis angka beberapa digit di kertas di hadapannya.
"Oke Aku siap itu jadi kesepakatan,walau sebenarnya itu adalah bentuk protes saya pada management pusat karena semua inovasi saya selalu di tolak dengan alasan ini Hotel keluarga lah...tak sesuai dengan instruksi pimpinan yang menginginkan citra Hotel tetap pada tujuan awal,yang namanya orang pergi berwisata ya pasti yang di cari kesenangan ya kan ?"
"Inovasi apa yang Made ajukan waktu itu ?"
"Saya ingin ada club malam di Hotel itu"
"Itu semua luar kewenangan saya,itu urusan Made Ardika dengan team management"
__ADS_1
Ayo comment dong biar nggak ngantuk nih heeeee....🤦💝
Seru semakin seru !!! Juga semakin asyik untuk diikuti.