
"Kak Adri, Ibu sama Bapak baik-baik saja kan ? serius ini ada apa karena aku nggak percaya intinya sama Kakak karena jejak riwayat Kakak itu begitu bikin pusing Ibu sama Bapak mulu"
"Serius ini masalah pribadi gue yang merembet pada orang tua jadi gue kena sanksi titik itu aja faham ?"
"Jadi masalahnya apa ? aku malah tambah gak ngerti ?"
"Nih gue gue kasih tahu ya... kesalahan gue itu gue mabuk sebenarnya bukan minuman beralkohol tinggi tetapi karena gue diracuni orang dikasih obat tidur di malam tahun baru udah itu aja nggak ada apa-apa lagi puas...?"
"Ya puas nggak puas lah orang gak jelas permasalahannya masa cuman mabuk doang gitu dikasih obat tidur ya tidur kali...Aku nggak ngerti deh ya udah kalau nggak mau cerita mah...pokoknya Kakak di sini jangan cari masalah aku nggak mau di repotin urusan Kakak"
"Idiiiih... siapa yang mau ngerepotin kamu aku juga bisa mandiri tahu, cuma awal-awalnya aja aku pusing mikirin kamar sama jalan"
"Terus pacar Kak Andri sekarang siapa sama orang mana ?"
"Bukan pacar tapi tunangan" ada lah nanti juga tahu.
"Wow wah wah...ada yang serius rupanya,udah tunangan malah di tinggal, kasihan ceweknya apa kasihan cowoknya yang pergi heeeee..."
"Sudah sudah bawel banget udah kayak nenek-nenek kumpulin semua berkas-berkas gue yang gue e-mail ke elu waktu itu"
Adelia bangkit dan mengambil semua berkas-berkas yang diperlukan Adrian untuk pendaftaran besok lalu menyerahkan map di depan Adrian.
"Yang belum lengkap lengkapi saja dulu biar nanti tidak terlalu bertele-tele tinggal ngasih udah beres semuanya"
"Ya sudah gue pelajari dan dibawa dulu ke kamar gue ya..."
Andrian bangkit sambil membawa semua map nya setelah sebelumnya meminum sisa minumannya sampai habis.
"Eh Del selisih waktu Indonesia khususnya Bandung sama Perth berapa jam ya ?"
"Australia Barat kota Perth lebih cepat 1 jam dari Jakarta dan Bandung, entar kalau di terangin lagi pusing kayak mikirin rumus, pokoknya itu aja deh lebih cepat 1 jam kalau di sono jam sekarang nih jam 17.00 di sini jam 18.00..."
"Oke makasih ye..."
"Huh...!"
Sepeninggal Adrian Adelia menelpon Ibunya dia tahu waktu-waktu yang tepat saat Ibunya istirahat dan bisa bersantai bertelepon ria bersama dirinya.
"Bu halo nih Adel..."
"Oh ya ampun sayang ,Iya Nak gimana Kakakmu sudah sampai dan selamat?"
"Udah Bu,ini juga kan ngabarin itu sama Ibu biar Ibu enggak cemas, kalau Adrian sih nggak ngerti hal-hal yang begini dia lempeng aja"
"Iya nggak apa apa kamu atau Kakakmu yang ngabarin sama aja, sekarang Ibu semakin tenang sayang ada Kakak kamu yang bisa menjaga kamu"
__ADS_1
"Iya Bu,semoga Kak Adrian di sini nggak bikin ulah lagi ya Bu, kalau dia berlaku macam-macam nanti aku yang repot lagi"
"Semoga enggak lah kan dia sekarang udah dewasa udah berpikir baik kedepannya, saling ingatkan aja sama kamu saling menjaga itu kan saudara kamu satu-satunya baik buruknya juga bagaimanapun dia itu adalah saudara kamu"
"Iya Bu, tapi kadang dia bikin aku kesal"
"Jangan begitu, sebenarnya hatinya baik dan juga sayang, hanya karakternya saja yang berbeda kan semua orang juga berbeda, kalau seragam semua orang punya karakter sama ya nggak aneh di dunia ini enggak ada perbedaan"
"Bu sebenarnya ada masalah apa sih Kak Adrian kok bisa dia punya niat sendiri atau dihukum Ibu sama Bapak dia sampai mau kuliah di sini ? kan Adel tahu dia itu paling gak mau yang namanya sekolah kuliah ini itu"
"Hush... gak boleh begitu sama Kakakmu dihukum apaan Ibu Bapak kamu nggak pernah meng hukum kalian,itu niat baiknya saja,sudahlah baik baik kalian di sana ya..."
"Iya Bu,eh Bu satu lagi kata Kak Adrian dia sudah tunangan betul itu Bu ? sama siapa dia kok dia bisa serius begitu Bu ?"
"Nanti juga kamu tahu, kita do'a in saja yang terbaik buat Kakakmu"
"Ya sudah Bu ya..." Salamualaikum !
"Ya ya ya..Nak Waalaikum salaam..."
Adelia begitu tak puas dengan jawaban dari Ibunya, Kakaknya pergi ke sini menyusul dirinya pasti ada apa-apanya nggak mungkin biasa biasa saja dengan niat baiknya, terbukti Ibu juga nggak ngasih tahu Kak Adrian tunangan apalagi tunangannya dengan siapa, Kak Adrian juga tidak berterus terang,tapi biarlah nanti juga seperti kata Ibu akan tahu segalanya yang penting dia disini bisa bersamaku, mungkin aku sedikit-sedikit bisa mengorek keterangan dari dirinya.
Rasa sayang Adelia pada kakaknya menimbulkan kekhawatiran,takut akan terjadi apa-apa takut kakaknya berbuat sesuatu yang di luar kontrolnya takut Kakaknya mencemarkan kedua orang tuanya, makanya Adelia pengen tahu alasan Kakaknya sampai mau kuliah di Australia bersama dirinya.
Teringat juga waktu dulu masa kecil mereka saat Kakaknya mau ngambil layangan di atas pohon tidak bisa turun dari pohon di halamannya, Adelia yang pertama nangis saking takut kakaknya jatuh lalu bilang sama Bi Ani.
"Kak Adri"
"Heemght.."
"Aku barusan udah ngabarin Ibu"
"Ya sudah syukur kamu ngerti"
"Harusnya Kakak yang ngabarin itu bukan aku"
"Sama aja intinya kabar-kabar juga dari kamu sama kabarnya dari aku juga sama yang penting kita baik-baik aja"
"Kak lihat dong foto tunangannya...cantik nggak heeee..."
"Mau apa ? kan kamu belum kenal"
"Makanya mau lihat ya mau kenal biar kenal..."
"Oke gue kasih lihat tapi beresin baju Kakak dulu ke lemari ya Nona cantik..."
__ADS_1
"Kakak meras banget sih, kayak gak ikhlas gitu ? malu ya tunangannya jelek ? apa lagi hamil kali ? atau nggak di setujui Ibu sama Bapak atau..."
"Stop ! bawel banget nih gue kasih lihat..."
Adrian menyodorkan ponselnya kehadapan Adel dan Adel mengambil dengan cepat sambil cemberut tapi tetap ponselnya Adrian dibuka-buka semua galerinya.
"Wow cantik banget Kak,orang mana Kak ?siapa namanya,kerja di mana,rupanya perubahan besar selera Kakak ini,Kakak cinta banget ya sama dia,,hijaber yang sangat cantik,ketemunya di mana ? nggak mungkin di cafe kan ?"
"Nanyaaaaaaa... mulu,kapan beresin bajunya ?"
"Hehehe...nanya juga nggak ada yang di jawab ini,ya bajunya biarin beres di koper"
"Lagian nanyanya rombongan gitu mana yang harus dijawab dulu ?"
"Bebas yang mana aja Kakak suka"
"Sini ponselnya,udah udah..."
Adelia memberikan ponsel Kakaknya mungkin dia telah puas melihat apa yang disembunyikan Adrian ternyata memang tidak mengecewakan menurut pandangan dirinya walaupun hanya melihat dari penampilannya saja belum tahu karakter yang sebenarnya,dalam hati Adel berdoa semoga Kakaknya mendapatkan orang yang sholehah yang bisa membawa Kakaknya ke arah yang lebih baik.
Tanpa disuruh kedua kalinya Adelia membereskan baju Kakaknya ke lemari setelah semuanya rapi Adelia menyimpan koper di atas lemarinya membereskan semua sepatu sepatunya lalu tiduran di kasur Kakaknya.
"Namanya Aryanti,orang Bandung,kerja di Hotel Bapak di Pangandaran yang baru di resmikan kurang lebih setahun yang lalu,jabatannya sekarang kepala pimpinan,dan satu lagi Kakak cinta banget sama dia"
"Dia lulusan luar negeri juga ya Kak ?"
"Iya dia sarjana pendidikan Anak Usia Dini, di Bandung,heeee..."
"Maksudnya ???"
"Maksudnya dia bukan lulusan luar negeri Adel,tapi harusnya jadi guru TK atau PAUD,tapi otaknya mengalahkan lulusan luar negeri..."
"Wah wah...seperti apa ya orangnya...???"
"Itu yang kamu lihat tadi"
"Maksudku bukan di foto ponsel tapi nyatanya gitu Kak"
"Ya cantik,ya asyik,ya menarik,ya enerjik,ya simpatik,ya kharismatik heeeeee..."
"Yeeeee...pacar sendiri mah bebas mau muji apa juga"
"Ya iya lah emang elu jomblo terus kan ?"
"Itu yang Kakak nggak tahu dari aku"
__ADS_1
"Paling kecengan asal bule lu taksir biar di bilang keren"
"Enak aja..." Adelia melempar bantal ke arah Adrian lalu beranjak keluar dari kamar Adrian,dan Adrian tertawa sendiri.