Pesona Aryanti

Pesona Aryanti
Bumbu di kala rindu


__ADS_3

Malam pertama di kota Perth Adrian berencana untuk pertama kalinya menelephon Aryanti,perasaan hatinya sepertinya mau meledak ingin segera melihat wajahnya, mendengar suaranya, ingin melihat senyumnya, apa hari ini Aryanti sudah sampai di tempat kerjanya atau masih di jalan atau Sudah di jemput Pak Tono, atau belum menjemputnya ? atau Aryanti berangkat sore mungkin...


Adrian membuka laptopnya dan mengirim pesan dulu lewat ponselnya kalau dirinya mau tatap muka lewat laptop saja biar jelas.


Tapi lama nggak dibalas dan Adrian sabar menunggunya,memikirkan Aryanti lagi ngapain ya jam segini ? dan dia ingat kata Adel Kalau di kotak Perth lebih satu jam dari waktu di kota Bandung dan Jawa Barat lainnya,berarti sekarang di kota Perth waktu menunjukkan pukul 20.00 berarti di Bandung wilayah Jawa Barat menunjukkan pukul 19.00,harusnya Aryanti sudah pulang dan istirahat.


Baru beberapa saat Aryanti bisa membalasnya dan dia mohon maaf karena ada pekerjaan yang harus diselesaikan.


"Sayang kamu dari mana jam segini baru pulang kantor ?"


"Aku belum ngantor Mas kan baru datang sore tadi,tapi tadi itu ada pekerjaan sedikit karena Pak Edi ada kepentingan keluarga jadi terpaksa saya mengisi kekosongan orang di office, ada yang kirim pasokan barang aku langsung me ngecek nya, gimana Mas perjalanannya lancar ? terus di sana sudah ketemu adiknya terbayang sama aku kalau Mas lagi ngobrol dan cerita begitu kangennya"


"Tapi tak se kangen sama kamu sayang,masa sih ngecek barang harus pimpinan terjun langsung ?"


"Nggak apa apa,aku senang melakukannya kan kita seharusnya bukan selalu memerintah tetapi sekali-kali harus memberikan contoh"


"Pokoknya Aku nggak mau kamu terlalu capek apalagi sampai sakit"


"Heemght..."


"Sayang,aku kangen banget sama kamu..."


"Baru sehari semalem Mas,masih ada ratusan malam dan hari untuk kita merindu hehehe...


"Tahu tahu Mas sudah pulang lagi ke sini"


"Iya sayang, hanya kamu yang membuat aku sabar dan tegar,calon adik ipar mu titip salam kenal katanya...

__ADS_1


"Hehehe... Waalaikum salaam,sampaikan salam ku kembali"


"Ya ya ya..."


"Nanti kapan-kapan kita live streaming kayak di tv tv itu hehehe.... bareng-bareng ya Mas aku pengen langsung ngobrol sama Adel"


"Ya ya...sayang,kita kedepannya akan sibuk dengan kegiatan masing-masing aku mungkin sibuk dengan kegiatan baru menimba ilmu dan belajar sedangkan kamu disana mungkin semakin sibuk dengan pekerjaan sesuai jabatanmu tapi semoga kita bisa melaluinya, jika kita terjebak pada kesibukan kita dengan kegiatan yang membuat kita lelah maafkan aku jika aku tidak sempat menelepon dan kita sama-sama sepakat kita saling memakluminya ya gimana sayang ?"


"Seharusnya kita seperti itu mas hubungan kita jangan jadi beban,kita jalani apa adanya seperti kalau capek kita istirahat kalau lelah ya kita rehat dulu kalau ngantuk ya kita tidur jangan kita menciptakan masalah dengan hal-hal yang sepele,aku begitu mensupport Mas untuk lebih serius belajarnya"


"Iya sayang terimakasih pengertiannya,coba lihat jari manisnya...heeee"


Aryanti memperlihatkan sebelah tangannya yang satu jarinya di lingkar cincin pertunangan mereka,Aryanti tersenyum sambil mencium cincin itu dan Adrian juga tertawa.


"Terasa aku yang di cium sayang hehehe..."


"Sayang apa yang kamu rasakan sekarang saat kita mulai jauh ?"


"Aku cemburu sama Mas"


"Haaaa... kan kata orang cemburu itu tandanya cinta dan sayang,nggak apa apa asal jangan kita sama sama cemburu buta saja"


"Mas takutnya banyak yang di lirik,mungkin banyak juga yang menggoda,atau yang lebih cantik,sedangkan aku tidak bisa melihat begitu jauhnya kita terpisah,dan begitu lama"


"Hai hai hai sejak kapan seorang Aryanti begitu melankolis dan cengeng ? jangan gitu ah... memangnya aku juga tidak punya perasaan seperti itu sama kamu ? takut kamu pergi sama seseorang,takut kamu membuka cincinnya dengan alasan tidak kulihat, takut kamu pergi dengan alasan keperluan Hotel ini itu, sudah kita satukan hati dan kita sepakat untuk tidak saling cemburu lagi tanpa alasan ya... "


"Iya Mas"

__ADS_1


"Ya sudah,istirahat ya... kita sama sama bermimpi yang indah,mulai besok aku mulai daftar dan minta jadwal dan juga menghafal jalan jalan heeeeee..."


"Assalamualaikum..."


Adrian menutup laptopnya lalu dia meregangkan semua sendi-sendinya dengan bergeliat lalu berdiri melihat keluar cuaca begitu hangatnya malam yang begitu indah dengan hiasan lampu-lampu setiap rumah dan bangunan dilihat dari lantai 7 pemandangan malam hari di kota Perth begitu indahnya.


Adrian keluar hanya ingin menghirup udara saja dan akan jalan jalan tak jauh dari apartemennya lalu keluar mengunci pintu tanpa memberitahukan kepada adiknya,pikirnya tidak akan terlalu jauh jalan-jalannya biarin nanti aja sama adiknya untuk tahu lebih banyak lagi mah, seperti jalan kampus atau mungkin minta petunjuknya saja.


Andrian mengingat-ingat apa yang dikatakan sama adiknya kalau dirinya tinggal di lantai 7 lorong 1 dan nomor kamarnya 90 hehehe... Adrian tertawa sendiri dalam hatinya seperti anak TK yang belum mengerti jalan pulang, Adrian berdiri di depan lift yang tertutup, berdiri sambil memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celana, dan lift terbuka ada beberapa orang keluar di lantai itu dan seorang perempuan berhijab seperti tersandung waktu mau keluar di depan Adrian, lalu Adrian seperti mau menangkapnya cuman tidak sampai memegangnya sambil berkata reflek saking kagetnya.


"Eh..pelan pelan dong..."


"Hai kamu orang Indonesia rupanya ?" si perempuan berhijab tadi berdiri tersenyum memandang Adrian lalu menyodorkan tangan dan mengajak bersalaman.


Adrian melongo saja sejenak,seperti tersadar kalau dirinya berada di negara orang belahan dunia lain sedangkan dirinya belum terbiasa bicara internasional jadi berbicara membawa identitas dirinya sebagai orang Indonesia, jadinya ketahuan sama orang yang mengerti bahasa Indonesia.


"Aku juga sama from Indonesia,boleh kita kenalan ?" Adrian mengangguk sambil tersenyum.


"Adrian..."


"Jihan..."


Lalu mereka berpisah sambil sama-sama mengangguk,Adrian berpikir apa itu Jihan teman adiknya itu ? atau Jihan lain ? tetapi Adrian terlalu berlebihan seandainya memandangi dan memastikan Jihan beloknya ke kamar mana dan terlalu jauh untuk memastikan masuknya ke kamar mana, tetapi Adrian melihat Jihan yang satu ini seperti ada keturunan Arab hidungnya yang mancung dan juga matanya yang hitam tajam, juga posturnya yang tinggi,cantik juga mirip Nia Ramadhani fikir Adrian hehehe...


Adrian turun dari lift sambil tetap dia menghafal dan melihat dulu bangunan ke atas tempat tinggalnya lalu dia berjalan ke sebelah kiri jalan-jalan di sekitar tempat tinggalnya melihat minimarket lalu Adrian masuk kedalam yang dituju adalah mencari alat cukur dan keperluan pria lainnya.


Setelah selesai belanja Adrian dengan menenteng kantong kertas berdiri sejenak di depan minimarket bersama banyak orang,lalu lalang kendaraan dan sorot lampu begitu menyilaukan mata,kantuk telah menyerangnya lalu Adrian beranjak kembali menaiki lift menuju ke kamarnya.

__ADS_1


__ADS_2