
Pulang dari makan malam Adelia masuk kamar Adrian,dan langsung tanya tanya tentang kelas pertamanya tadi siang.
"Kak,gimana tadi banyak teman barunya ?"
"Ya lumayan banyak tapi belum ada yang kenal"
"Jadwalnya padat ya Kak ?"
" Begitulah"
"Lu pacaran sama orang Malaysia ya heh..?"
"Emang kenapa ?"
"Ya nggak apa apa,mau sama orang mana mana juga,hak azasi lu cuma hati hati aja lain budaya lain juga kebiasaannya tak seperti kita,kita ini orang timur ada etika ,tatakrama dan sopan santun di segala tindakan kita,pilihlah pasangan untuk hidup bahagia di sisa usia kita ,jangan cari pasangan untuk bahagia sesaat,syukur syukur kalau jodoh lu sama satu negara"
"Tumben Kakak ngomongnya kayak orang tua heeee..."
"Ya terkadang karena sayang pada seseorang mengharuskan kita jadi orang tua,termasuk sayang sama adik yaitu kamu..."
"Kak kita telephon Kak Aryanti yu,aku mau ngomong..."
"Ngomong apaan ?"
"Ya ngomong nanya khabar,kapan mau nikah apa aja lah...heee mungkin dia juga mau tahu khabar kuliahnya Kakak"
"Ya sudah telephon aja,nih ponselnya..."
Adelia senang sekali sampai berjingkrakkanseperti anak kecil yang baru saja dikasih mainan yang diinginkannya, Adrian merasa lucu melihat tingkah adiknya
Adelia menyambungkan ponsel kakaknya ke nomor Aryanti lalu lewat internet juga di aktifkan dan wajah Aryanti muncul di layar laptop dengan senyum begitu lebarnya.
"Assalamualaikum... Hai "
"Kak Aryanti ! Waalaikum salaam...ini Adel salam kenal ya heeeee..."
"Iya Adel, Kakakmu suka cerita tentang kamu"
"Terus ceritanya yang baik-baik nggak ? apa yang jelek jeleknya Kak...?"
"Yang pasti yang baik baik lah,masa ceritain orang yang jelek jelek ?"
"Kak Adriannya mana ?"
"Nih lagi ngumpet,Kak Adri nih Kak Aryanti kangen katanya hihihihihi..."
__ADS_1
Adrian menghampiri Adelia yang berada di depan layar laptop seperti seakan mencekik leher Adel dengan sebelah tangannya Adrian,di peluknya belakang tubuh Adelia dengan muka di tempel dengan wajah Adrian lalu di tekuk sampai muka mereka berdua terlihat di layar,Adelia sampai teriak-teriak dan tertawa tawa...
"Nih Kak Aryanti lihat kelakuannya heee..."
"Aku iri lho Adel sama kamu"
"Kak Aryanti mau di peluk juga Kak Adri katanya tuh... hihihihihi..."
"Halo sayang...kamu udah pulang ?"
"Sudah dong Mas..."
"Aku kangen sama kamu heee..."
"Huhuuuuuy, so sweet suit suit suit heee..."
Adelia menggoda Kakaknyaya yang lagi berhadap-hadapan muka dengan Aryanti dikelitikin pinggangnya,ditutupin mukanya sama bantal, di acak acak rambutnya,di tarik tangannya dan lain sebagainya dan Adrian sendiri sibuk menangkis semua perlakuan adiknya terhadap dirinya sambil tetap serius ngobrol dengan Aryanti yang ada di seberang jauh,seakan tak menghiraukan keusilan adiknya.
"Nih sayang sebentar lagi kita akan punya adik ipar lintas negara loh.."
"Serius Mas memang Adel sama orang mana Mas heee..."
"Dia nih lagi serius sama orang dari negara Kongo katanya haaaaaaaa..."
"Kak Aryanti kapan married nya,soalnya kalau nanya ke Kak Adrian enggak ada keseriusan jawabannya selalu bercanda melulu"
"Ya di do'ain aja ya sama Adel biar Kak Adrian cepat selesai kuliahnya cepat pulang kembali dan semuanya lancar dan kami bisa meneruskan rencana kami yang tertunda, semoga Adel juga bisa pulang pada saatnya ya"
"Iya Kak Aryanti Adel do'ain semoga kalian berjodoh"
"Aamiin..."
"Kak Aryanti kok Kak Aryanti mau sih sama orang seperti ini ? orangnya kan nyebelin banget,terus males mikir,terus emosian kadang-kadang ngambek diamnya lama-lama..."
"Heeeeee... nggak tahu Del tapi sama Kak Aryanti mah nggak perenah gitu kok,orangnya baik banget,coba tanya aja sendiri"
"Kak Adri ! Kata Kak Aryanti Kakak itu nyebelin banget katanya"
"Heeeeee..." Aryanti hanya tertawa mendengar Adel membolak-balikkan kata dari apa yang diucapkan Aryanti sebelumnya.
"Ya sudah ya Kak,Adel balik ke kamar dulu,nih sambung lagi sama yang pura pura tidur"
Adrian pura-pura tidur sambil senyum denger Aryanti bicara sama Adiknya.
Adelia beranjak setelah Kiss bye dan goodbye sama Aryanti depan layar laptop.
__ADS_1
Dan Adrian bangun sambil memeluk bantal memandang Aryanti yang sama sama lagi di kasur.
"Kenapa nggak ngomong Mas ?"
"Aku hanya lucu saja mendengar Adel berbicara sama kamu sayang seakan dia sudah begitu akrab dan kenal dari kemarin-kemarin padahal tatap muka aja baru sekarang dan itu juga lewat laptop.
"Heemght...Mas udah mau tidur ?"
"Enggak,emang kenapa kamu ngantuk ?"
"Itu sudah peluk peluk bantal segala"
"Aku mau menatap wajah kamu,sambil denger suara kamu,tadi hari pertama aku kuliah langsung setelah daftar sayang"
"Ya mas semoga lancar"
"Aku belum kemana-mana menghafal kamar dan juga tempat kuliah juga aku begitu repot heee...nggak fokus ingat kamu mulu..."
"Sama Mas aku juga,segala yang ada di depan mataku semua mengingatkan aku kepadamu"
"Aku cuma mau satu saat ini dari kamu sayang"
"Apa itu ?"
Adrian menunjuk bibir Aryanti sambil tersenyum,begitu juga Aryanti.
"Udah ah jangan ngelantur terlalu jauh,kita istirahat ya Mas udah malam besok kan aktivitas lagi"
"Ya sayang,selamat tidur mimpi yang indah dan jangan lupa tepuk bantalnya tiga kali lalu telungkup sembunyikan muka ke bantal..."
"Heeeeeee...Mas mas..."
"Cup sayang..."
Layar laptopnya mati dan Aryanti merebahkan tubuhnya di kasur dengan ber bantal kedua tangannya, terasa sepi hari-harinya seandainya semua itu harus di tuangkan ke dalam puisi untuk menggambarkan perasaan dan rindunya mungkin akan menjadi sebuah buku yang sangat tebal dan begitu puitis.
Tapi Aryanti tidak mau menjadi orang yang cengeng hanya meratapi kesendiriannya meratapi kerinduannya meratapi perpisahan dan meratapi kesendiriannya Aryanti ingin bangkit mengubah segalanya mengubah keadaan dirinya menjadi lebih baik dengan hal hal yang lebih positif
Aryanti berjanji pada dirinya tidak akan pergi ke tempat kenangan bersama Adrian sebelum Adrian datang lagi ,Aryanti tidak akan mengingat Adrian dikala senja karena dia akan menyibukkan diri dengan apapun pekerjaan, sehingga dia akan lupa saat saat kebersamaan mereka yang selalu mengisi hari-harinya dan mengakhiri aktivitasnya dengan mengenang senja di tepi pantai, semua itu takkan kulakukan sampai Mas Adrian pulang kembali.
"Aku mencintaimu Mas,dan aku sangat merindukanmu kita sama-sama tahu hanya hati kita yang memberi pengakuan secara jujur walau tak terucap, kita tak bisa hidup tanpa satu sama lain"
"Mas,aku telah pindah kamar,agar aku tak selalu memandang pintu kamarmu setiap aku keluar kamar atau masuk kamarku"
Aryanti memegang bibirnya dan tersenyum sambil pejamkan mata merefleksikan kembali saat sentuhan terindah yang di rasakannya,getarannya sampai menjalar hangat melalui urat nadi sampai ke dasar hatinya..
__ADS_1