
Selesai olahraga keringat sudah kering,sudah mandi Aryanti merasa badannya begitu segar, guyuran air dari shower membasahi seluruh tubuhnya yang sebelumnya berkeringat, berdandan dengan baju santai tapi tetap sopan,ber make up sambil sekedar bereksperimen dengan make-up barunya Aryanti begitu lama di depan kaca,terlalu medok nggak ya ? apa ini nya kurang,atau yang warna ininya kurang timbul ? menghapus lagi dengan kuas menambahkan lagi dan menyapu nyapu lagi mukanya dengan kuas,bulu matanya yang panjang nggak pakai maskara cuma di lentikan sedikit,dan sempurna !
Berencana masuk kantor sekedar membahas acara tahun baru sama Adrian,Pak Edi juga yang lainnya,pintu ada yang ngetuk Adrian dengan kepala nongol di pintu yang di buka sedikit.
"Assalamualaikum..."
"Waalaikum salaam,Ya Mas sebentar lagi" duduk aja dulu.
"Biasanya sudah di depan,lagi ngapain ?"
"Cewek ya dandan lah"
"Nggak usah dandan juga cantik kok"
"Tapi aku mau lebih cantik..."
"Kalau kamu lebih cantik aku malah khawatir"
"Kenapa harus khawatir,bukannya malah senang ?"
"Aku takut orang melihat kamu pada terpeleset"
"Sampai segitunya....?"
Aryanti nggak tahu di kira mereka ngobrol itu Adrian di depan mungkin di sofa duduk nungguin,dirinya di meja rias nya,tak tahunya Adrian masuk nyelonong ke ruang tengah ke tempat Aryanti yang lagi mematut dirinya depan cermin,wangi parfum menyeruak khas wangi Aryanti begitu lembut melewati hidung.
Adrian membungkuk mendekatkan wajahnya disampingnya wajah Aryanti di depan cermin,kedua tangannya di bahu Aryanti,dan Aryanti gelagapan juga salah tingkah,hangat nafas dan pipi Adrian begitu terasa,wajah mereka hampir beradu dan bertatapan di depan cermin,kalau saja Aryanti melirik pasti mencium wajah di sampingnya.
Adrian berpindah dari memegang bahu turun ke tangan dan mengangkat tangan Aryanti dari duduk jadi berdiri dan membalikan badannya juga membimbingnya berhadapan dengannya.
"Sayang kamu cantik sekali hari ini aku begitu kangen sama kamu" Adrian berbisik di telinga Aryanti.
Aryanti hanya diam dan senyum kecil,belum sempat menjawab Adrian sudah memeluknya,mencium ubun ubun nya dan kepala Aryanti di bawah dagunya, sambil mengusap usap punggungnya perlahan dengan penuh perasaan sayang,tungkai Aryanti lemas hampir semua badannya gemetar halus dan keringat dingin di pori porinya,tangannya serasa dingin tapi wajahnya panas memerah.
"Aku tak bosan-bosan memandang mu,menatapmu dan melihat kamu tersenyum adalah kebahagiaanku,aku cinta kamu melebihi aku mencintai diriku sendiri" Adrian memandang dalam dalam wajah halus di hadapannya.
__ADS_1
"Mas aku juga sayang kamu,tak bosan-bosan aku juga ungkapkan itu,walau aku takut rasa yang berlebihan akan mendatangkan ujian yang lebih juga"
"Ssssst, nggak akan ada apa apa diantara kita,yang ada hanya cinta kita dan perasaan kita"
Aryanti menarik nafas panjang masih di dada Adrian, masih dalam pelukan.
"Aku punya kejutan buat kamu sayang ,mau tahu ?"
Aryanti melonggarkan pelukannya dan menatap polos Adrian dengan senyuman yang paling menawan dan juga anggukan.
"Kita pulang ke Bandung habis tahun baru ini, aku berencana melamar kamu,kita bicara sama orangtua kita,itu keputusanku tak ada adu pendapat,tak ada alasan lain"
"Mas,benarkah itu ?" hati Aryanti semakin tak karuan.
"Kita cari cincin paling kamu suka kita cari bareng nanti,atau biar Ibuku aja yang antar gimana kamu setuju kan ?"
"Mas,Aku bingung..."
"Sudah sudah,mikirnya jangan terlalu ribet, jangan terlalu sulit,bingung,takut ini itu,tenang saja ada aku kita jalani proses nya bersama sama"
"Ayo kita bahas acara tahun barunya biar cepat deal,dan kita bisa planing rencana kita selanjutnya,kamu sudah dandannya ?" Adrian mengusap usap punggung Aryanti dengan sebelah tangannya.
Aryanti mengangguk dan mengambil tas nya memasukan ponsel dan memakai sepatu hak tipis.
Jam menunjukan pukul 10.01,dikarenakan ini hari minggu jadi Adrian dan Aryanti hanya membahas rancangan acara tahun baru santai saja nggak di bawa ke acara rapat dulu,jadi lebih ke perbincangan dan mendengarkan dulu masukan dari yang lain.
"Linda coba tulis satu satu dulu nanti kita filter lagi yang lebih mungkin dan bisa kita realisasikan mata acaranya"
"Baik Bu Aryanti"
"Satu mungkin kembang api,itu pasti ciri khas tahun baru,dua musik Live,tiga game berhadiah itu di tujukan buat pengunjung hotel, door prize buat semua yang hadir termasuk karyawan,terus apa lagi barangkali ada masukkan ...."
"Kayaknya cukup segitu juga Bu,kan acaranya sampai pergantian tahun jam 00.00" Pak Edi angkat bicara.
"Pak Adrian gimana ada masukkan ?"
__ADS_1
"Game berhadiah kayaknya hilangkan aja kan udah ada door prize,terlalu melibatkan banyak personil"
"Ya itu di pertimbangkan"
"Kalau mungkin ganti kita hadirkan artis penyanyi untuk lebih menarik minat pengunjung"
"Menurut hemat saya nggak dulu pak Adrian,alasan utama akan besarnya anggaran,semua anggaran di efisien kan se efisien mungkin saya pertimbangkan juga tapi nanti setelah melihat budget yang kita miliki, mungkin itu bisa di realisasikan nanti tahun ke tiga tahun kelima kita lebih gebyar kan lagi"
"Oke di mengerti"
"Jadi kita kembali ke awal ya tadi itu satu pesta kembang api,dua..."
Semua bahasa alot karena bersebrangan pendapat,di satu sisi pendapat Aryanti efisiensi dana sederhana tapi meriah,lain orang lain pendapat seperti Adrian nggak apa apa keluar anggaran agak besar tapi menarik pengunjung dan peminat Hotel,pendapat Aryanti Hotel itu sudah hampir penuh seminggu lagi ke pergantian tahun tiap hari orang sibuk booking kamar,untuk pasangan,keluarga juga perusahaan,memang saatnya sekarang Hotel Hotel pada panen keuntungan,jadi nggak usah menghamburkan anggaran.
Spanduk spanduk discount di tambah,sebagai promosi yang paling bisa langsung di baca setiap yang mencari Hotel untuk menginap.
Pendapat Aryanti selalu masuk akal,dengan perhitungan dan pertimbangan juga alasannya sangat di mengerti,dengan tidak mengabaikan pendapat orang lain,jadi sebuah diskusi atau rapat selalu berakhir dengan senyuman,tidak dengan saling tegang saling mempertahankan pendapat dan ingin menang sendiri.
Gaya kepemimpinan yang sangat sederhana mengandalkan musyawarah dan dengar pendapat hingga menghasilkan keputusan yang semua pada puas.
"Alhamdulillah semua sepakat,tinggal berbenah di percantik lagi tampilan muka Hotelnya mungkin dengan balon balon dan lampion ya Pak Edi"
"Ya ya ya Bu Aryanti kita masih punya waktu beberapa hari kedepan"
"Bu Aryanti kan seneng nyanyi kita coba nanti dia biar bisa tampil ya pak Edi..."
"Haaaaaaaa,boleh tuh betul banget Pak Adrian"
"Siapa takut ya Linda,ayo kita uji suara kita nanti"
Linda hanya tersenyum.
"Dan satu lagi semua karyawan tanpa kecuali yang tugas malam itu boleh bawa pasangannya masing masing heeee..."
"Setuju banget Bu Aryanti"
__ADS_1
"Haaaaaaaa, haaaaaaaa....."