Pesona Aryanti

Pesona Aryanti
Ritual bebas


__ADS_3

Sampai malam menjelang Aryanti hanya menghabiskan waktunya di kamar dengan laptopnya dan Adrian di depan televisi sampai rasa ngantuk menyerang nya...


Terasa lucu memang suasana seperti ini...Aryanti begitu berbesar hati menunggu suaminya mencair hatinya berharap datang dengan maafnya dan cumbuan nya juga belaian sayangnya yang telah lama Aryanti rindukan,tapi di lain pihak Adrian juga berharap istrinya datang merangkulnya, memeluknya dan menenangkan semua emosinya,membimbing dan mengajaknya masuk ke kamarnya dan semua itu hanya keinginan dan keinginan dan pada kenyataannya tak ada aksi yang bisa mencairkan suasana.


Akhirnya mereka tidur dengan saling sendiri dan merindukan kehangatan dalam balutan kerinduan yang semakin dalam.


Dan sampai pagi datang semua pada kukuh pada pendirian masing masing dengan aktivitas masing masing pula...


Adrian berangkat duluan ke kantor dan tanpa sepatah katapun pada Aryanti hanya mencium Alinea saja,betapa teriris nya hati Aryanti mendapat perlakuan yang tidak adil ini dan oleh suatu tuduhan yang tidak di lakukannya.


Tapi Aryanti berusaha tegar menahan segala rasa yang di rasakannya,seolah biasa dan tanpa memperlihatkan pada orang lain.


Datang ke kantornya Aryanti melihat lihat agendanya dan duduk di balik mejanya jam sepuluh ada acara ke kantor polisi untuk memberikan keterangan terakhir dan laporan terakhir Pak Adrian atas kasusnya...mungkin semua berakhir menurut fikiran Aryanti,dan Aryanti mencari Komang Putri tapi belum kelihatan melirik pintu ruangan suaminya yang pintunya tidak rapat seperti tak ada aktivitas di dalamnya dan Aryanti menelephon Komang Putri tapi tak di angkat...entah kemana.


Aryanti mengetuk pintu ruangan suaminya dan Adrian mempersilahkan masuk Aryanti duduk di depan meja pimpinan dan memandang suaminya yang lagi melihat lihat komputer nya yang hidup dan berhenti melirik pada Aryanti.


Adrian mengangkat alisnya dan itu adalah pertanyaan...


"Mas Ada acara ke kantor polisi hari ini apa aku harus ikut ?"


"Ikut !"


Dan Aryanti bangkit mau keluar lagi tapi Adrian menyapanya lagi.


"Hai mau kemana lagi ?"


"Ya...keluar mau apa lagi ?"


"Coba minta tolong...Carikan Aku obat sariawan atau apa kek...Aku nggak bisa ngapa ngapain bibirku sakit banget..."


Aryanti menghampiri suaminya lalu memegang dagunya dan melihat dari dekat memang agak bengkak,Aryanti merasa kasihan apalagi waktu Aryanti memegang leher suaminya terasa agak panas dan demam.


Aryanti keluar dan minta tolong resepsionis untuk mencarikan obat yang dimaksud lalu masuk lagi ke ruangan Adrian dan Aryanti mengobati luka bekas dua tapak giginya yang dengan sengaja di gigit kan pada bibir suaminya.

__ADS_1


Tanpa ngomong apapun Aryanti menaburkan obat ramuan China berwarna hijau ke luka bibir suaminya,Adrian mengaduh kecil sampai ngeces karena perih dan rasanya pahit...


"Nggak ada obat yang enak rasanya ?"


"Nih obat yang enak...mau lagi ?"


Aryanti menunjuk bibirnya beberapa centimeter dari wajah Adrian dan Adrian tersenyum kecut sambil membelai sedikit bibir istrinya dengan jarinya.


Aryanti menjauh dari kursi kerja Adrian dan duduk di sofa,sambil melihat lihat ponselnya,Adrian memandangnya.


"Sebenarnya Aku mau ngajuin rapat hari ini tapi keburu nggak ya...? sepulang dari kantor polisi"


"Memang Ada bahasan apalagi ?" Adrian suaranya melunak tidak ketus tidak emosi dan kedengaran datar saja...


"Aku mau ngajuin kerjasama sama salon kecantikan untuk membuka praktek perawatan di sini,Aku begitu tertarik..."


"Aku nggak setuju ! praktek seperti itu ujung ujungnya banyak di salah gunakan menjadi ke hal hal yang negatif,alasan perawatan nanti jadi perawatan plus plus...mandi uap atau sauna,refleksi kecantikan...


"Kok langsung nggak setuju ? belum juga di lihat konsep dan metodenya seperti apa...?"


"Aku sudah bisa menduganya... kalau kamu mau perawatan kecantikan,dan segala yang berhubungan dengan kecantikan lakukan dan pergilah aku tidak melarang selagi itu ada manfaatnya untukmu tapi untuk mengelola nanti dulu..."


"Apa salahnya kita mengambil manfaatnya dan kita juga mengkomersilkannya untuk orang lain ?"


"Selesaikan satu satu dulu semua program kamu itu...Mini Zoo kamu dan semua ***** bengek nya sudah rampung belum ? jangan hanya karena suka sesaat langsung menjadi program yang paten..."


"Oke aku pelajari dulu semuanya tapi Aku tetap tertarik dengan bisnis ini " Aryanti tetap ngotot.


Adrian diam dan duduk di samping istrinya sambil mengurut urut pinggir bibirnya.


"Maafkan aku...bukan Aku seratus persen nggak setuju tapi Aku khawatir sama kamu...Aku takut kamu terlalu sibuk dan tak punya waktu untuk Aku !" Adrian memandang Aryanti.


Deg ! Aryanti langsung melihat wajah Adrian dan melihat kesungguhan di mimik wajahnya,tapi Aryanti hanya diam tak menjawab apapun, sampai akhirnya Adrian bangkit.

__ADS_1


"Ayo kita selesaikan dulu urusan ke kantor polisi biar semuanya cepat selesai"


Aryanti juga bangkit dan berjalan keluar mengambil tas nya dari meja kerjanya dan mengikuti Adrian keluar dari office.


Sepanjang jalan semua hanya diam Adrian dan Aryanti yang duduk di jok belakang hanya menyandarkan kepalanya pada sandaran jok tetapi ada sedikit perubahan tangan Adrian memegang jari jemari Aryanti yang hanya diam dan tak bicara apapun,Adrian mengusap dan membelai jari Aryanti dengan jari jempolnya dan memainkan cincin yang melingkari jari manisnya tangan terawat Aryanti,harum khas Aryanti yang berparfum mahal melewati hidung Adrian serasa pacaran saja rasa hati Adrian, Aryanti begitu menyukai parfum sejak dari dirinya gadis dari mulai parfum murahan sampai sekarang menjadi seorang Manager dan nyonya Adrian, menjadi parfum yang berkelas tentunya...


Aryanti mengerti hati suaminya sudah mencair atau mungkin meleleh pada kenyataan... perasaan butuh dirinya dan atau menyadari kekeliruan dan pandangannya pada dirinya membuat kesadaran sendiri, atau butuh istrinya saat dirinya terluka ? Aryanti hanya tersenyum sendiri,akhirnya perasaan rindu yang memanggilnya.


Adrian membuka pintu mobil saat sampai di kantor polisi dan keluar duluan langsung mengisi daftar buku tamu begitu juga Aryanti,Adrian membuat laporan wajibnya.


"Apa ini yang terakhir kami Pak ?"


Aryanti bertanya duluan di samping Adrian.


"Ya ya ya...Pak Adrian berkelakuan baik selama pemantauan kami,pro aktif dan tidak ada kecurigaan menghilangkan barang bukti juga melarikan diri dari hukum juga ada penjaminnya dan baru pertama kali melakukan perbuatan yang berhubungan dengan kepolisian jadi apalagi pertimbangan kami ? Pak Adrian bebas..."


"Terimakasih Pak..."


Adrian tersenyum dan Aryanti memeluknya,sebagai ucapan selamat atas kebebasannya dan menepuk nepuk pundaknya dan mengusap usap punggungnya.


"Apa saya boleh tahu Pak hukuman apa yang di terima penculik itu ?"


"Oh Pak Made Ardika ? karena dia juga berkelakuan baik selama masa tahanan dan pemeriksaan...kalau ancaman penculikan dengan kekerasan ancamannya bisa tiga tahun lebih kurungan...tapi setelah kami pertimbangkan tak ada kekerasan hanya perbuatan tidak menyenangkan saja dan memaksakan keinginan dan menghilangkan kebebasan orang lain di kuatkan juga oleh saksi dan korban kemungkinan hanya kurungan enam bulan tapi itu juga belum vonis tetap karena dia mengajukan permohonan keringanan hukuman alasan punya anak di bawah umur dan dia orangtua tunggal itu saja..."


Adrian merasa puas dengan hukuman segitu yang di ucapkan polisi... membayangkan dirinya dua malam saja di kantor polisi serasa dua tahun lamanya...


Adrian menarik tangan istrinya dan keluar dari kantor polisi saat semuanya usai dan Adrian membanjur kan air mineral di botol pada kepalanya sampai habis satu botol... basah semua ke baju baju simbol membuang sial membasuh dan meninggalkan semua masalah di kantor kepolisian,cukup sampai di sini menurut fikirannya...


Aryanti hanya tersenyum melihatnya dan sopirnya juga tertawa.


"Nggak sekalian minta mandi saja Pak di kamar mandi sana ? haaaa..."


"Mandi mah di rumah saja nanti Pak..."

__ADS_1


__ADS_2