Pesona Aryanti

Pesona Aryanti
Rindu yang tertahan


__ADS_3

Merasa begitu senangnya Adrian selesai semua wajib lapor nya, juga sudah mendengar vonis yang akan di terima Made Ardika Adrian ingin berteriak di pantai dan ber basah-basah an...Aryanti begitu senangnya juga melihat kebebasan suaminya...


"Lebih baik kita makan makan saja sambil do'a rasa syukur kita bersama rekan rekan yang lain Mas..." Aryanti lebih mengingatkan pada suaminya daripada hura hura nggak ada juntrungannya.


Dan Adrian menyetujuinya nggak jadi ke pantai tapi Adrian ingin merayakan dulu berdua dengan istrinya sebelum bersama rekan rekan kerja dan staf stafnya... entah seperti apa yang akan di lakukannya Aryanti hanya mengikuti saja keinginan suami membawanya...


Dan mobil melaju ke arah pantai pantai juga tak bisa lepas dari pantai itulah mereka yang punya seribu kenangan dan cerita soal pantai, Aryanti tak memprotesnya hanya ingin tahu seperti apa perayaan kebebasan perayaan berdua itu.


Adrian menyuruh sopirnya berhenti di sebuah Hotel persis di Pantai Kuta Bali yang langsung pemandangan laut dan pesisir ramai Pantai Kuta...Hard Rock Hotel Kuta Bali...Hotel bintang lima yang begitu terkenal di kawasan Kuta Bali...menjadi pilihan Adrian.


Aryanti masih belum mengerti apa ini kejutan ? kenapa ke Hotel lain bukankah kita juga pengusaha Hotel ? kenapa tak di Hotel kita saja ?


Adrian memesan satu kamar VIP dengan segala fasilitasnya dengan harga fantastis dan memanggil sopirnya untuk menunggu dan memberikan tip lalu Adrian menggandeng tangan Istrinya menaiki lantai demi lantai dan berhenti entah di lantai berapa dan Adrian juga Aryanti keluar,Adrian menyamakan kunci gesek dan membukanya lalu masuk dan ....wow pemandangan pantai di depan mata begitu indahnya laut yang biru pasir putih dan aktivitas orang orang yang hilir mudik juga berjemur...


"Pernahkan melihat pemandangan yang begitu indah ini sayang ? tapi dari ruangan ber AC yang begitu nyaman" Adrian lebih dulu melihat keluar kaca jarak jauh dan jarak dekat semua begitu view yang sempurna.


Aryanti melempar tasnya di tempat tidur dan menghambur ke arah jendela dengan semilir angin...begitu suka dan senangnya Aryanti melihat semua ini,tanpa sadar Adrian telah memeluknya dari belakang tanpa sepatah katapun keluar dari bibirnya...dan mukanya telah mencium leher hangatnya.


"Sayang maafkan Aku...dan tolong jangan lukai lagi bibirku" Aryanti tersenyum merasa geli sambil matanya tetap memandang ke luar kaca...


Begitu kangen sapaan sayang yang selalu keluar dari mulut suaminya,setelah sekian lama tak terucap...Aryanti membalikan badannya dan berhadapan dengan suaminya dengan kedua tangan Adrian di pinggangnya...


"Apa arti semua ini Mas...?" Aryanti melihat sekeliling ruangan kamar Hotel yang begitu mewah...


"Aku ingin permintaan maaf ku di sini dengan suasana yang berbeda,dan tanpa ada yang menggangu..."


"Apa setiap permintaan maaf selalu menuntut di tempat tidur ?" Aryanti begitu santai menanggapi tatapan Adrian.


"Nggak juga sih...tapi setidaknya perayaan setiap suami istri tuntutannya mungkin seperti ini,memang ada yang lain lagi ?"


Adrian seperti penuh selidik apa maunya Aryanti.


"Seandainya tiga atau empat hari lagi bisa nggak ?"

__ADS_1


"Maksudnya apa ? Aku mau detik ini,menit ini,jam ini,dan hari ini Aku bersamamu bukan tiga empat hari lagi..." Adrian mulai melepaskan kancing blazer Istrinya satu persatu dan sebelah tangannya tetap memegang kencang pinggang Aryanti masih dalam posisi berdiri di dekat kaca dengan pemandangan Pantai lepas...


"Mas bibirmu kan belum sembuh lagian aku lagi sakit bulanan..."


Deg ! Adrian langsung terhenyak lemas...energi yang begitu lama terkumpul dan hampir mencapai puncak buyar seketika,seakan semua tiada guna dan sia sia...


Aryanti mengusap wajah suaminya dan memeluknya dengan perasaan kecewa Adrian menarik istrinya perlahan ke tempat tidur yang begitu besar dan begitu empuk...


"Jangan coba coba bohong untuk mengerjai Aku..." Adrian menatap tajam istrinya dengan perasaan begitu menggunung rasa kecewa.


"Haaaaaaaa...Aku berbohong ? silahkan periksa ! untuk apa Aku juga sama begitu kangen semuanya Mas..."


Adrian memeluk istrinya di dadanya dengan kemeja terbuka dan Aryanti menenggelamkan wajah dan kepalanya di dada suaminya.


"Kenapa kamu nggak ngomong dari awal sayang ?!"


"Stop menyalahkan orang...Mas juga kenapa nggak tanya dulu ?"


Aryanti tertawa kecil dan mengenakan kembali blazernya dan Adrian memandanginya dengan sorot mata tak percaya...ingin rasa hati menumpahkan semua keinginan dan rasa tapi semua harus berakhir dengan rasa seperti ini.


"Setidaknya Aku istrimu begitu menghargai semua usahamu Mas... tapi terkadang harapan tak sesuai kenyataan"


Aryanti merentangkan kedua tangannya dan menghampiri suaminya yang masih duduk di tempat tidur,merangkulnya dan Adrian dengan keinginan hasratnya yang menggebu hanya bisa memeluk istrinya yang begitu harum menggoda sampai ke setiap sendi sendinya terasa lemas.


"Kita masih punya begitu banyak waktu kemanapun kita suka dan dimana pun kita bisa melakukan apa yang kita suka,kemesraan jangan di rencanakan karena dengan ketulusan semua akan tercipta dengan sendirinya walau itu hanya di sofa kantor..."


Adrian dan Aryanti saling pandang dan tertawa bersama dan mereka berpelukan.


"Aaaaaah sakit sayang... tuh kan berdarah lagi " Adrian memegang bibirnya dan Aryanti melepas kan pelukannya dan mengambil tissue dari dalam tasnya lalu menempelkan perlahan di bibir suaminya yang berdarah lagi...


"Biasanya cepat sembuh kalau sering kena makanan dan minuman..."


"Iya Aku memang jarang makan...sekali makan ingin makan kamu !"

__ADS_1


Aryanti tersenyum... membayangkan keinginan suaminya yang begitu menginginkan dirinya membuat Aryanti merinding juga,apalagi sekian lama hasrat itu tersimpan dalam diam dan emosi,tapi begitu senang juga...se marah marahnya burung elang akhirnya ingat kubangan juga...


"Ayo kita pulang Mas kita obati di rumah..." Aryanti menarik tangan suaminya dan mereka sekali lagi melihat pemandangan lepas Pantai di depan matanya.


Mereka keluar kamar sambil bergandengan mesra dan turun ke Lobby hotel yang begitu padat pengunjung...


"Mas santai dulu boleh nggak kita minum di cafenya..."


"Oh tentu sayang...kita harus banyak perbandingan dengan apa yang di kelola orang lain...anggap saja kita lagi study banding heeeee..."


Adrian menarik kursi untuk istrinya dan setelah Aryanti duduk lalu dirinya juga duduk,dan tak lama datang pelayan dengan komunikasi bahasa internasional tersenyum ramah...


"Good afternoon ladies and gentlemen...welcome to hard rock cafe what can i help you with and would you like to order ?"


Adrian mengangguk dan tersenyum.


"Good afternoon..."


Aryanti memilih dari buku menu yang di sodorkan dan memberikan kembali pada pelayan tadi...Aryanti hanya memilih minuman dan kue black forest yang kelihatan menggoda dan Adrian memesan kopi khas cafe ini...


Dan tak lama pesanan pun datang wangi yang begitu harum dari kopi begitu membangkitkan selera dan Aryanti mendekatkan pada suaminya.


"Please my dear husband, the order is ready...heee"


"Thank you my dear wife,


Thank you my beloved wife, actually this is not what I want but the dish on the bed...hee"


Aryanti sama Adrian tertawa bareng...tak sadar tertawa mereka terlalu keras dan meja tetangga pada melirik ke arah mereka dengan keheranan...tapi Adrian terlalu cuek dan menyeruput kopinya dengan nikmat... dan Aryanti mengambil cangkir suaminya ingin mencicipinya,Adrian tersenyum saat istrinya meminum dari cangkirnya.


"Biasa saja Mas rasanya...rasa kopi heee"


"Enakan juga bibirmu heee" Adrian mengusap bibir Aryanti yang basah dengan jarinya...

__ADS_1


__ADS_2