Pesona Aryanti

Pesona Aryanti
Tersangka penganiayaan


__ADS_3

"Duduk dulu di sini dan tunggu saya kembali,tolong kasih minum putri Made Ardika dan jangan kemana mana saya akan minta banyak kesaksian dari kalian"


Jeff, Ashley Me Nik juga Aira pada duduk dengan perasaannya masing masing dan ada sedikit ketakutan takut dirinya salah memberikan kesaksian,tapi semua sesuai fakta saja itu yang di katakan Jeff pada istrinya Ashley juga pada Me Nik pengasuh Aira.


Pak Daud masuk lagi ke office dan melihat Adrian lagi sibuk menyadarkan istrinya bersama Ibunya dan Komang Putri juga Pak Surapraja,kelihatan Aryanti mulai menunjukkan kesadarannya, Aryanti mulai membuka matanya dan mengenali semua orang yang melingkarinya...


Aryanti memeluk suaminya sambil menangis,Adrian mengusap usapnya tanpa berkata apapun,juga Bu Handayani ikut mengusap usap punggung Aryanti ikut menenangkan,Aryanti seakan nggak percaya dirinya ada di tengah tengah keluarganya kembali,ada suaminya Ibu Bapak Mertua nya,Komang Putri dan Pak Daud juga...


"Maafkan Aku Mas...Aku tak mendengar kata kata dan semua peringatan yang mengancam ku, Aku menganggap semua itu hanya omong kosong..." Aryanti masih tersedu.


"Sudah sudah yang terpenting kamu sudah kembali dengan selamat,dan kita jadikan semua kejadian ini menjadi kehati hatian kita untuk kedepannya...Kamu masih capek, masih syok,masih lemah istirahatlah dulu pulihkan tenaga dan ingatanmu..."


"Iya Dek Aryanti pasti masih trauma perlu pemulihan yang total jangan terlalu di paksakan di tanya ini itu dulu,biarkan dia mengumpulkan ingatannya kembali agar bisa memberikan keterangan yang benar...halangi dulu polisi dan siapapun yang akan menginterogasinya bawa istirahat di rumah saja Mas Adri,biarkan Dek Aryanti melepas kangen dulu sama Anaknya"


Pak Surapraja memberi perintah dan Bu Handayani menyetujuinya semua yang di ucapkan suaminya dapat di mengerti.


Bu Handayani memberikan minum teh manis hangat,dan Aryanti meminumnya dalam beberapa tegukan semua tandas habis... seperti orang yang kelaparan dan kehausan dan benar adanya selama di dalam masa dramanya Aryanti benar benar nggak enak makan minum mau enak gimana dirinya dalam keadaan tertekan dan memaksa dirinya siaga satu untuk keselamatan baik dari pola tidur yang tak bisa nyenyak menjaga apapun yang di makan dan minumnya takut Made Ardika berbuat curang, apalagi di awal awal drama di mulai...baru setelah hatinya sedikit percaya pada Made Ardika Aryanti bisa tidur dan makan.


Adrian dan Bu Handayani membimbing Aryanti menuju rumahnya dan Pak Praja juga ikut,semua masih dalam suasana mendung, belum ada yang di nyatakan jadi tersangka karena Made Ardika masih di klinik kesehatan juga yang lain lainnya Me Nik,Jefferson dan juga Ashley Hart dan saksi kunci yang tak bisa bohong dan akan jujur bicara dari hatinya adalah Aira Suardika,semua akan di mintai keterangan baik dari keluarga Aryanti ataupun dari kepolisian semua akan di jadikan saksi dan di minta kesaksiannya.


Sampai rumahnya Aryanti memandang putrinya yang lagi asyik mengacak acak semua mainannya dengan berjuta perasaan Aryanti memangku nya dan menciuminya bertubi tubi,Aira kaget dan merasa agak asing dengan orang di hadapannya lalu berontak dan menangis histeris,Adrian ganti menggendongnya sambil menenangkannya.


"Itu Mama sayang...sudah pulang,Mama kangen sama Dedek...gendong Mama lagi ya...?"


"Biarin dia mengumpulkan ingatan dan memorinya dulu Mas jangan di paksa kasihan..."


Aryanti berkeliling dan melihat semua ruangan dan masuk kamarnya terlihat tempat tidur yang begitu rapi...karena selama ini Adrian tak tidur di rumahnya tidur di kantor seadanya di sofa ruangannya,sambil menunggu khabar bersama Pak Daud.

__ADS_1


Juga Aryanti keliling dapur sampai ke kamar mandinya lalu ke ruangan tengah dan mendengar ramainya kicau burung dan unggas-unggas lainnya yang telah mengisi sebagian kandang kandangnya... Aryanti tertegun dan melongokan kepalanya lewat kaca.


Adrian datang dan memeluknya dari belakang dan mencium punggung istrinya.


"Semua pesanan binatang kita sudah datang sayang..."


"Semua Mas...?"


Adrian mengangguk.


"Istirahatlah dulu jangan banyak fikiran,ayo aku antar biarin Alinea bersama kakek juga Neneknya"


Adrian merengkuh bahu istrinya masuk kamarnya dan Aryanti duduk di tempat tidur masih dengan perasaan tak percaya,memandang gerak gerik suaminya yang membuka baju dan celananya.


"Mas mau ngapain ?Aku belum begitu siap Mas..." Aryanti begitu kaget.


"Mungkin aku akan di interogasi polisi sayang,dan kemungkinan terburuk aku nginep dalam masa penyidikan dan pemeriksaan penyelidikan di kantor polisi,tapi tak mengapa asal kamu yang sudah di rumah apapun yang terjadi akan Aku hadapi asal kamu sudah aman,dan aku begitu pus telah membuat orang gila itu kapok"


"Mas...semua tak seperti yang Mas perkirakan,Mas harus dengar penjelasan ku..."


"Ssssssssst...jangan berfikir yang lain lain,tak ada yang membenarkan perbuatan orang gila itu,jangan membelanya di hadapanku, Aku begitu kangen sama kamu sayang...juga Alinea, Aku mencemaskan mu siang malam,hidupku tak beraturan dan tak fokus apa apa tanpa kamu,pulihkan dulu kesehatanmu,trauma mu, ketakutan mu"


Aryanti tak guna membela Made Ardika di hadapan suaminya,tak guna penjelasan dari dirinya... memang benar apa kata kata Adrian tak ada yang membenarkan perbuatan Made Ardika,dan Aryanti menyerahkan semua pada kenyataan dan kesaksian yang lain.


Aryanti tersenyum saat Adrian memeluknya dengan hangat dan mencium keningnya dan sekilas mencium bibirnya,serasa dunia Aryanti telah kembali,dan mencoba melupakan masalah di belakangnya,dan di hadapannya.


Aryanti mandi dengan nikmatnya berendam di air hangat dan membasuh seluruh tubuhnya yang terasa lelah luar dalam fisik dan fikirannya,suara air kran yang di buka kecil menjadi relaksasi tersendiri bagi Aryanti sambil menetralisir juga merefresh kembali fikirannya.

__ADS_1


Adrian kembali ke office meninggalkan rumah nya membiarkan Istrinya istirahat dan Alinea bersama Ibunya,Pak Suraparaja sudah duluan berada di office lagi berbincang sama Pak Daud juga dengan dua orang polisi penyidik.


"Kebetulan Mas Adri sudah datang di sini..." Pak Daud duluan bicara.


"Ya Saya penyidik dari kepolisian dan saya menetapkan Pak Adrian sebagai tersangka sementara penganiayaan yang di lakukan pada Made Ardika..."


"Ok saya terima apa saya akan jadi tahanan rumah atau ikut sama Bapak ke Kantor polisi ?"


"Untuk memudahkan penyidikan dan penyelidikan harusnya ikut dan di tahan di kantor,tapi karena banyaknya saksi juga melibatkan ada anak di bawah umur juga tersangka penculikan dan dalang utama nya belum bisa di mintai keterangan jadi saya tetapkan penyelidikan di lakukan di sini sementara... tapi bila perlu Pak Adrian harus ikut di tahan sementara atau dengan jaminan tidak melarikan diri dan menghilangkan barang bukti dari keluarga...Siap keluarga memberi jaminan untuk kami ?"


"Kami begitu siap !" Pak Daud menjawab tegas dan pasti.


"Saya ingin di konfrontasi dengan tersangka utama penculikan istri saya,saya ingin dengar motif dan tujuannya dan saya juga ingin mendengar sendiri ancaman vonis yang akan di terimanya dan akan memberatkannya"


"Iya tentu saja Pak Adrian,tapi sekarang saya akan mulai dengan penyelidikan tersangka penganiayaan Made Ardika dulu yaitu Anda Pak Adrian"


"Dan mulailah Adrian di periksa sebagai tersangka dengan pertanyaan pertanyaan khas polisi,mulai dari biodata,sehat lahir bathin di kuatkan saksi yang Ada Adrian terbukti bersalah telah melakukan perbuatan penganiayaan terhadap Made Ardika yang menyebabkan korban terluka dan harus di rawat di klinik kesehatan.


Dan untuk pemeriksaan tersangka penculikan di tangguhkan sampai Made Ardika bisa di mintai keterangan dan menunjukan pulih dan sehat kembali.


Adrian di bawa ke polres Badung sebagai tahanan sementara walau Pak Surapraja sebagai orangtua mengajukan penangguhan penahanan tetap tak di perbolehkan dengan pertimbangan korban masih di rawat.


"Nggak apa apa saya di tahan Pak,tapi tolong biar saya pamit dulu sama istri saya,dan mungkin masih trauma dengan penculikan selama empat hari ini"


"Oh tentu silahkan pamit dulu... dan bila di perlukan istri anda bisa menjadi saksi juga nanti"


__ADS_1


__ADS_2