
Seakan mimpi dan keajaiban bagi Aryanti mendapati dirinya bersama Made Ardika,Me Nik dan Aira satu mobil dalam perjalanan menuju The Praja Hotel dan Restourant Kuta Bali, Dan di satu mobil lagi Om Jeff dan Tante Ashley mereka mengikuti dari belakang mobil Made Ardika, begitu indahnya pemandangan dari Bukit Kintamani menuju Kuta tetapi tidak membuat perhatian Aryanti terbagi dan melihat lihat semua yang begitu indahnya jangankan untuk menikmati pemandangan.. Aryanti sibuk memikirkan perasaannya sendiri memikirkan Adrian suaminya dan Alinea anaknya membuat seakan dadanya ingin meledak dan tak tahu apa yang akan terjadi... saat melewati jalan yang berkelok melewati pemandangan pemandangan yang begitu indah untuk dinikmati tapi tak sedikitpun Aryanti melihat keindahan hanya diam membisu tafakur diri sendiri memikirkan apa yang telah terjadi dan apa yang akan terjadi.
Made Ardika melirik Aryanti yang tetap diam dan memberikan ponselnya pada Aryanti,Aryanti hanya memandang ponsel itu, hidup tanpa ponsel selama 4 hari merasa dirinya menjadi orang asing yang tidak bisa berkomunikasi tidak tahu dunia luar ,tidak tahu kabar orang lain dan sebaliknya orang lain juga tidak tahu akan kabar dirinya seperti saat ini.
Aira mengambilkan ponsel Papanya dan memberikannya pada Aryanti dan Aryanti berusaha tersenyum pada Aira dan mengatakan terima kasih, Aryanti menimbang-nimbang ponsel itu apa yang akan diucapkannya pada suaminya ?haruskah dirinya dengan perasaan bahagia pulang dengan selamat ? tanpa kurang suatu apapun itu kepada keluarganya, ataukah dirinya harus meraung-raung mengatakan semua penyekapan dan penculikan dirinya ? tapi hati Aryanti begitu tak tega semua ini berubah jadi keikhlasannya dengan satu kata kemanusiaan dan perasaan seorang Ibu, aaaaaaah Aryanti begitu bingung dengan ponsel itu,dan mengembalikannya pada Aira.
"Papa Mama nggak mau nelephon katanya...nih ponselnya..."
"Bicaralah untuk ketenangan mereka dan hatimu,kalau kita akan mengantarnya dan sedang dalam perjalanan,bicaralah yang santai biar tidak terjadi kekagetan pada mereka"
Made Ardika memberikan kembali ponselnya pada Aira dan Aira pun memberikan kembali pada Mamanya.
"Mama ini telephon kata Papa.. takutnya Mama ketinggalan pesawatnya..." Aira ngarang sendiri kata kata yang di tujukan buat Aryanti,membuat Aryanti tersenyum dan mengangguk.
"Bicaralah masih punya banyak waktu,tenangkan juga hatimu,telephon lah siapa saja orang terdekatmu"
Aryanti memasukan satu nomor yang sudah hafal di luar kepala karena nomor itu sejak dari dulu sejak kenal dengan suaminya sekarang tidak ganti nomor dan mungkin sampai kapanpun juga tidak akan ganti, dengan perasaan was-was deg-degan bahagia bercampur segalanya ada di situ Aryanti menunggu nada tunggu yang begitu lama dirasakannya sampai akhirnya telepon tersambung...
"Halo....."
"Ya halo Mas..."
"Astaghfirullahaladzim...Pak Daud ini Istri saya nelephon..."
"Di mana ? nelephon dari mana ? coba bicara dulu yang jelas itu yakin Dek Aryanti ?"
"Mas...Mama dalam perjalanan pulang...Mama kangen Mas juga sama Alinea..."
"Iya iya tentu saja sayang,itu sama siapa saja ?"
__ADS_1
"Ada banyak yang mengantar Aku Mas..."
"Ya ya ya... apa perlu aku jemput sayang ? tinggal sebutkan di mana biar Aku yang jemput..."
"Nggak usah Mas sebentar lagi juga Aku sampai..."
"Sayang tolong jangan di matikan ponselnya, takut ini kebohongan juga,nyalakan terus ponselnya agar aku bisa mendengar suaramu"
"Iya Mas Aku nggak bohong..."
"Iya Aku percaya sayang...Kamu sehat sehat saja kan ?"
Sementara Adrian menerima telephon dengan Aryanti istrinya Pak Daud bersiap siap dengan pasukannya,memberitahu pak Daman, Pak Bharata juga Komang Putri,Pos pengamanan security di siagakan dan memberitahu juga pada pak Praja yang sudah dari semalam ada di Bali bersama istrinya yang lagi di rumah.
Pak Praja yang lagi berbincang dengan Pak Bharata di beritahu ada khabar terbaru sama Komang Putri yang lebih dulu tahu langsung keluar ruangan dan memastikan kabar itu bertanya kepada Pak Daud dan juga mencari anaknya Adrian.
Pak Daud mengiyakan kalau Mas Adrian sekarang juga lagi berbincang dengan Dek Aryanti di telephon...kita mendapat kabar terbaru kalau Dek Aryanti dalam perjalanan diantar beberapa orang tapi tidak menyebutkan detil semua orang-orangnya, dua orang polisi yang dipasang di The Praja Hotel dan Restourant Kuta Bali menelephon Atasannya di kantor dan memberitahukan perihal khabar terbaru yang di dapatnya juga nanti akan menjadi perubahan strategi juga bagi atasannya dan memberi instruksi yang berbeda pada orang di lapangan.
"Mas...sabar ya Aku dalam keadaan baik baik saja semua tak seperti yang Mas bayangkan,
dan Mas harus janji tenang dan sabar dulu sampai Aku bisa menjelaskan semuanya juga penjelasan orang lain..."
"Siapa orang lain itu sayang...? ya ya ya Aku akan dengan tenang mendengarkan semua penjelasan kalian dan Kita semua perlu penjelasan selama empat hari ini kamu menghilang tanpa khabar tanpa kejelasan bahkan polisipun kehilangan jejak dan tidak bisa melacaknya"
"Iya Mas Aku mengerti kecemasan Mas semua,tapi tanpa penjelasan tak akan ada yang bisa di faham"
Adrian begitu tak sabar dan berusaha menahan diri untuk bisa tenang,wajah istrinya membayang di pelupuk matanya dan mendengar suaranya membuat Adrian seakan tak percaya...dan Adrian sengaja tak ingin memutuskan telephon yang masih tersambung itu takut semua itu hanya mimpi dan itu bukan kenyataan.
Adrian memanggil Komang Putri dengan kode lambaian tangannya,dan Komang Putri mengerti lalu menghampiri Adrian dan Adrian menyuruh Komang Putri untuk membawa putrinya Alinea ke office yang sekarang lagi bersama Ibunya juga Bi Inah...Semua yang menyaksikan Adrian masih bicara dengan istrinya kelihatan harap harap cemas dan sama menunggu dengan keraguan,Pak Surapraja, Pak Daud, Pak Daman dan Pak Bharata juga dua polisi yang selalu berjaga jaga.
__ADS_1
"Sayang... Apa kamu mau dengar suara Anak kita Alinea yang sudah begitu kangen sama Mamanya...?"
"Iya Mas Aku juga sudah nggak sabar banget..."
"Nanti lagi di panggilkan dan di jemput Komang Putri...Alinea sangat senang sama Ibu"
"Ada Ibu sama Bapak Mas di situ ? Maafkan Aku Mas Aku banyak merepotkan semua orang"
"Nggak enggak kamu jangan berfikiran seperti itu...kamu nggak merepotkan semua orang hanya kita merasa cemas saja menunggu khabar dari kamu sayang...dan sekarang kamu baru ngabarin Aku nggak sabar melihatmu dan ingin segera bertemu"
"Mas emang nggak sabaran heee..." Adrian tertegun Aryanti masih bisa tertawa kecil dan menggoda dirinya dan semua Adrian semakin bingung dengan semuanya apa ini istrinya yang lagi di cari atau bukan ? terbersit pertanyaan seperti itu...
"Sayang nih Ibu sama Alinea ada di sini,semua nggak sabar ingin bertemu..." Adrian memberikan ponsel pada Ibunya dan Ibu Handayani berusaha menahan semua rasanya dan berkata terbata bata...
"Cepat pulang Nak kami semua merindukanmu,terlebih ini putrimu..."
"Ibuuuuu..." mungkin Aryanti menangis dan nut...nut...nut... telephonnya terputus, Bu Handayani hanya menangkap kesedihan di suara menantunya dan isak tangis yang di tahan.
Datang Pak Surapraja dan memangku Alinea mengambilnya dari pangkuan Adrian sambil berkata pada Adrian.
"Telephon lagi kenapa sampai di putus ? kita belum gali keterangan apapun"
"Putus dari sananya Pak... kedengarannya Dek Aryanti menangis" Bu Handayani mengusap air matanya.
Adrian mencoba menelephon lagi dan tidak bisa berkali kali mencobanya tapi hanya layanan operator yang terdengar, Adrian menjadi tidak sabar dan melempar dan membanting ponselnya dan Pak Daman memungutnya.
"Jangan di rusak Pak Adrian kan di sini ada data no telephon yang barusan di pakai Bu Aryanti menghubungi kita..."
"Kita tunggu kebenaran ucapan Dek Aryanti,kuatkan hatimu Mas Adri...kita semua juga cemas menunggu"
__ADS_1
"Sialan ! apa susahnya menerima telephon ? Apa kita masih harus percaya pada orang orang gila yang bersama istri saya ?"
Adrian di bimbing Pak Surapraja dan Pak Daud ke office dan Bu Handayani juga mengikuti dari belakang...